
# Flash Back #
"Kau tau apa tugas mu?"tanya Rico pada wanita muda yang sudah menjadi kaki tangannya.
"Iya pak.Saya akan berusaha agar mereka semua tidak mencurigai saya.Saya akan muncul saat mereka sibuk dengan kebakaran tenda yang sudah saya buat."Kata wanita muda itu.
"Jangan lupa kau pakai jaket ini saat Arsy ada didekatmu."Kata Rico memberikan jaket yang sama persis seperti dipakai para panitia dan pita dilengannya menandakan dia adalah seorang guru.
"Oh satu lagi,jika mereka sudah menemukan Arsy kamu harus menghilang jangan pernah muncul lagi dihadapanku.Ini cukup untuk menutup mulut mu bukan?".Kata Rico memberi amplop berisi uang tutup mulut wanita itu.Wanita muda itu mengintip isi dalam amplop itu lalu tersenyum lebar karena mendapat upah yang lebih dari cukup.
"Baik tuan,terima kasih".Kata wanita itu lalu pergi melancarkan Aksinya.
Saat para siswa sibuk menata kayu bakar.wanita itu dengan sangat hati² menuangkan minyak tanah mulai dari api unggun hingga menuju tenda yang akan dibakar untuk membuat keributan.Saat kebakaran terjadi wanita itu pun beraksi dan mendekati Arsy lalu Kimmy meminta dirinya untuk menjaga Arsy.Tampak wajah wanita muda itu tersenyum karena tanpa bersusah payah ia bisa membawa Arsy untuk mengelabuhi orang² yang ada disana.Karena tujuan utama Rico adalah Embun,Arsy hanya alibi untuk mempermudah Rico menculik Embun.
"Arsy kamu mau ikut mencari mama kan?"Tanya wanita muda itu dengan merapikan jaket Arsy.
Arsy hanya mengangguk dengan air mata yang terus membanjiri pipi chubbynya.
"Kalau begitu,ayo kita bantu cari mama ya".Kata wanita muda itu.Wanita muda itu tersenyum licik karena Arsy begitu menurut dan patuh.
Mereka berjalan mengendap-endap dan menuju lokasi perkebunan kopi sedikit jauh dari area camping.
"Arsy kamu duduk disini dulu tante mau buang air kecil ya sebentar.Ingat kamu tidak boleh kemana-mana jangan beranjak dari sini okay".Kata wanita itu sambil memberikan sebuah senter pada Arsy.
"Tante tapi Arsy takut sendirian disini".Kata Arsy menangis.
"Jangan menangis,sebentar saja.! bagaimana kalau nanti mama lewat sini.Kita bisa kehilangan mama lagi".Kata wanita itu mengelabui Arsy.Wanita itu pun berlari dan menghilang ditelan kegelapan malam.
"Tante...tante....!!! hik hik hiks arsy takut...mama papaaaa....!!!!'Teriak Arsy memanggil wanita muda itu sambil menangis ketakutan.Arsy benar² tidak berani beranjak dari tempat itu sambil terus menangis dan memejamkan matanya karena takut.
"Mamaa.....!!!!"
"Mama....papaaaa.....!!!"Panggil Arsy sambil terseduh seduh.
__ADS_1
Kimmy dan para guru melihat sebuah cahaya dan mereka menyakini kalau itu adalah Arsy.
"Lihat ada cahaya,pasti itu Arsy."Kata Kimmy dan ia pun berlari mendekati cahaya itu.Kimmy begitu terkejut ternyata benar Arsy sedang berjongkok sambil menangis memanggil mama papanya.
"Arsy...sayang...!!!"Panggil Kimmy dan Arsy pun melihat kearah Kimmy.
"Tanteee....!!!! Arsy takut.Hiks hiks hiks."Pekik Arsy sambil berlari memeluk Kimmy.Betapa menakutkannya bagi anak sekecil itu ditinggal sendiri dipinggit perkebunan tembakau pada saat malam hari.Hati Kimmy terasa perih melihat air mata Arsy,wajahnya sangat dingin karena merasa shock dan ketakutan yang luar biasa.
Saat itu juga Kimmy menghubungi Embun namun tiba² ponselnya tidak aktif tapi kimmy mendengar suara Embun yang berteriak meminta tolong.Hal itu semakin membuat kalut suasana hati Kimmy yang sudah pasrah mengjadapi apa yang terjadi pada nasib hidupnya kelak.
#Flash Back Off#.
(Disebuah Rumah Tuan)
Embun dengan mata dan mulut ditutup serta kedua tangan dan kaki diikat .Dia tidak tahu berada dimana setelah beberapa jam ia dimobil bersama Rico melewati jalan yang terasa sepi hanya terdengar suara serangga disepanjang perjalanan.Embun mencoba melepaskan ikatan yang ada ditangannya namun hal itu mala membuat tangannya terasa sakit karena tali pengikat kabel itu terlalu kuat mengikat tangannya.Tangan Embun tampak berdarah karena goresan yang tercipta dari tajamnya plastik pengikat kabel itu.Sesekali ia merintih karena tangannya terasa perih dan ngilu.Rico membuat kedua tangannya terkunci dibelakang hingga Embun merasa kesulitan untuk duduk.Embun hanya bisa tertidur dikursi belakang karena tubuhnya yang sangay lelah berjalan hingga 1 kg meter menuju mobil yang sudah Rico siapkan.
Saat sampai di rumah tua itu Rico menggendong Embun dan masuk kedalam kamar yang sudah ia siapkan dari jauh hari untuk Embun.
"Sayang kamu disini dulu ya aku akan menyiapkan makan malam romantis untuk kita".Kata Rico membelai pipi mulus Embun.
"Jangan membuatku marah,atau kau akan tau akibatnya.Disini tidak ada yang bisa menolongmu karena disini sangat jauh hanya kita berdua yang ada diistana ini pengantin ku".Kata Rico berbisik ditelinga Embun.Sementara Embun hanya bisa menangis dan merontah agar dilepaskan ikatanya.
"Emmmmmm,Emmmmmm....!!!".Teriak Embun sekuat tenaga tapi tenggorokannya terasa sakit karena tidak ada yang mendengar teriakannya.
"Hahahaha....!!!! kenapa kau tidak sabar haaa...!!! tenang aku akan membuka penutup matamu.Kau akan melihat mataku yang penuh cinta untukmu".Kata Rico tertawa sambil membuka penutup mata Embun.
Embun pun membuka matanya berlahan karena silau cahaya lampu membanjiri matanya.Sesakali ia mengedipkan matanya untuk menetralkan pengelihatannya.Embun menatap kearah Rico yang tersenyum menatap wajahnya.
"Pengantinku sebentar lagi kita akan menyatukan ikatan pernikahan.Kamu akan seutuhnya menjadi milikku".Kata Rico mengusap rambut Embun lalu mencium rambutnya dan menghirup aroma rambut milik Embun.
"Hmmmm waaah...!!"Kenapa rambutmu sangat harum.Aku sangat menyukai aroma tubuhmu".Kata Rico mendekati Embun dan mendekat kearah wajahnya.Seketika Embun memejamkan matanya erat karena takut yang begitu menghujam hatinya.
"Sayang kenapa kau seperti ini.Itu membuatku sedih,kau jangan takut padaku karena aku tidak akan menyakitimu.Aku sangat mencintaimu".Kata Rico menghadap Embun dengan mata yang berkaca².
__ADS_1
"Ya Allah selamatkanlah aku.Kakak tolong selamatkan aku.Aku takut...!!!.Rico benar² obsesimu membuatku takut."Gumam Embun dengan air mata yang tak terbendung lagi.
Embun melirik dengan ekor matanya kearah saku celana Rico terdapat ponsel miliknya disana namun iya tidak bisa mengambilnya karena tangannya yang terikat.Rico masih sangat terobsesi padanya dan mengambil sebuah kotak berisikan gaun pengantin dan memperlihatkan pada Embun.
"Lihat indah bukan,kau akan sangat cantik memakai gaun ini".Kata Rico menatap Embun dengan tersenyum bahagia.
"Kau menyakiti hatiku saat aku mendengar kau sudah menikah dengan laki² berengsek itu.Rasanya aku ingin membunuhnya".Kata Rico dengan sorot mata yang penuh amarah tampak rahangnya yang mengetat serta matanya yang merah.
(Dikota B )
Entah kenapa Arjuna merasa sangat gelisah.Perasaan hatinya tidak tenang dan fikirannya ingin cepat² pulang kerumah bertemu dengan anak istrinya.Arjuna mencoba menenangkan dirinya dengan berendam di bathtup untuk menghangatkan tubuhnya yang terasa lelah.
"Triiing...triiiing...!!!"Arjuna mendengar suara dering ponsel miliknya.Dengan cepat ia menjangkau ponsel itu tapi saat melihat panggilan dari Rahmad,wajahnya pun berubah pias.Dia mengira itu panggilan dari Embun.Arjuna pun enggan mengangkat panggilan itu.Arjuna membiarkan ponselnya terus berdering beberapa kali.
Tak lama Endro pun datang bersama Rahmad menuju kamar Arjuna.Berkali² mereka menakan tombol Bell dan Arjuna dengan perasaan kesal pun berjalan malas membuka pintu kamar hotel dengan masih memakai kimono mandinya.
"Ada apa kalian datang berdua malam² begini dikamar ku?"Tanya Arjuna menyipitkan matanya heran melihat wajah sahabat dan bodyguardnya cemas.
"Jun....itu anuh aaa....!!!"Kata Endro gugup melihat wajah sahabatnya itu.
"Ada apa..bicara yang jelas Ndroo..!!"Kata Arjuna kesal melihat Endro bicara gugup seperti itu.Sementara Rahmad hanya menundukkan kepalanya tidak ada keberanian menatap wajah Bossnya.
"Jun...Embun menghilang....!!"Kata Endro dengan ragu².
"Apaaa..!!! apa maksud kamu?"Kata Arjuna mencengkram leher baju Endro.
"Di di dia diculik Rico".Kata Endro memejamkan mata karena hal ini pasti akan membuat Arjuna menggila.Arjuna mendengar itu pun membulatkan matanya sempurna.
"Kamu jangan main² ya..!!Jangan membuatku gila kata Arjuna mendorong tubuh Endro hingga terjatuh kesofa.
"Iiya tuan tadi Kimmy memberi tahu saya.Awalnya dia menculik Arsy tapi Arsy hanya sebagai alat agar nona Embun bisa dengan mudah ia culik saat mencari Arsy.Saat ini Arsy sudah berada diMansion.
Arjuna mendengar berita itu tubuhnya terasa gontai dan jantungnya berdegup begitu cepatnya.Mendengar berita itu seperti dejavu saat mendengar kematian Adinda.Kekhawatirannya pada Embun pun membuat dirinya berlari kekamar dengan cepat ia berganti pakaian untuk bersiap² pulang.
__ADS_1
"Ayo cepat siapkan penerbangan kita pulang sekarang".Kata Arjuna sambil mengambil ponselnya lalu keluar kamar dengan perasaan dan hati yang tidak menentu.Rahmad dan Endro pun mengikuti dari belakang sambil menelefon mengurus keperluan Arjuna.