
"Sayang,kamu mau kemana?"
Tanya Cellia pada Arjuna yang sedang bersiap² dengan pakaian rapi.Arjuna diam saja tidak menjawab pertanyaan Cellia.Entah kenapa akhir² ini Arjuna tidak nyaman berada disamping Cellia.Arjuna merasa risih saat Cellia mulai mendominasi hidupnya.
"Sayaaang....!!! Panggil Cellia sedikit keras.
Arjuna menghentikan aktivitasnya yang sedang memakai dasi dilehernya.Arjuna menghelah nafas panjang untuk meredahkan kekesalannya.
"Cell,kamu kenapa pagi² begini sudah ada dirumahku,bukannya kau pagi ini ada meeting dengan klien?"Tanya Arjuna dengan suara khasnya yang berat.
"Sayang,hari ini aku tidak mau meeting.Aku ingin terus bersamamu.Aku masih merindukanmu".Katanya dengan suara manja sambil memeluk tubuh Arjuna.Tak lupa Cellia merapikan dasi yang dikenakan Arjuna.Aroma tubuh Arjuna menimbulkan hasrat gairah pada Cellia.
Tiba² Cellia mendarakan kecupan singkat pada bibir Arjuna.Arjuna pun cukup terkejut dengan tindakan cepat Cellia.Itu membuat Arjuna membeku tanpa kata.Sekeras apapun Arjuna menghindari Cellia tetap saja Cellia akan berbuat nekat dan gila.Saat ini Arjuna membiarkan saja apa yang dilakukan Cellia.Jika sudah tepat waktunya barulah Arjuna akan menghentikan kegilaan Cellia.
"Sayang,kenapa kamu seperti ini?sepertinya kamu menghindariku".Kata Cellia dengan memasang wajah cemberut.
"Siapa yang mengindari kamu Cell,mungkin perasaan kamu saja itu".Jawab Arjuna sambil memakai sepatu dikakinya.
"Tapi terlihat tidak seperti itu".Kata Cellia duduk dipangkuan Arjuna dengan posisi menyamping.
Lagi² tingkah Cellia membuat Arjuna frustasi.Cellia sengaja menggoda Arjuna dengan melakukan tindakan yang memancing adrenalin Arjuna.Laki² mana yang akan terus bertahan dengan tingkah Cellia yang seperti itu.
"Sayang,apa kau tidak lapar?bagaimana kalau aku membuat kamu kenyang".Kata Cellia berbisik ditelinga Arjuna dengan suara manjanya yang bisa membangkitkan gairah Arjuna.Cellia tersenyum menggoda sengaja ia membuka dua buah kancing kemejanya.Agar terlihat oleh Arjuna bagian dadanya yang sintal.
Sementara Arjuna mendengar suara Cellia yang lembut menelan slavinanya dengan kasar.Wajah Arjuna memerah.Arjuna melirik ke arah kemeja Cellia yang sudah terbuka itu.Arjuna berusaha untuk tetap tenang dan menahan semua dengan sekuat tenaganya.Arjuna membuang nafasnya dengan kasar.
"Cell ayo turun,aku bisa terlambat".Kata Arjuna pada Cellia agar turun dari pangkuannya.
Bukan Cellia namanya jika dia tidak berbuat gila.Cellia sengaja duduk diatas pangkuan Arjuna dengan mengembangkan kedua kakinya sampailah ia duduk berhadapan dengan Arjuna.Akhirnya tampaklah paha Cellia yang putih dan mulus karena rok span yang dipakainya naik hampir ke pangkal pahanya.
Cellia tersenyum menggoda sambil memainkan telunjuknya dari dahi Arjuna hingga turun sampai kebibir Arjuna.Arjuna memejamkan matanya untuk menahan nafasnya.Cellia menggigit telinga kiri Arjuna dengan sedikit kuat untuk membangkitkan gairah Arjuna.Arjuna meringis dan menahan nafasnya.Detak jantungnya mulai tidak stabil.
Cellia sengaja mendekatkan tubuhnya agar bertemu dadanya dengan dada Arjuna yang bidang.Arjuna bisa merasakan gundukan kenyal yang menyentuh dadanya.Cellia mulai melancarkan Aksinya dengan mengecup leher Arjuna dengan berlahan.Arjuna mulai menikmati setiap kecupan Cellia tangan Arjuna meremas sofa dengan keras.
Saat memejamkan matanya tiba² Arjuna teringat wajah wanita yang ada didalam Lift.Sontak Arjuna membuka matanya dan menghentikan kegiatan Cellia yang sudah menggila.Cellia pun terkejut karena Arjuna mendorong tubuh Cellia.
"Cell,hentikan!!! Aiiisssh !!!"Kata Arjuna merasa menyesal setelah membiarkan Cellia berbuat semaunya.
__ADS_1
Arjuna pergi meninggalkan Cellia dan tanpa melihatnya sama sekali.
"Kenapa wajah wanita itu bisa terlintas difikiranku,apa yang terjadi denganku".Gumam Arjuna sambil mengendarai mobilnya menuju kantor.
Cellia merasa sangat terhina karena sudah berkali² Cellia ditolak mentah² dengan Arjuna.
"Aaarrrrggghh...brengsek.Arjunaaa !!!! bisa²nya kau memperlakukanku seperti ini".Cellia mengacak rambutnya dengan kasar.
Sesampainya Cellia diapartementnya Ia pun menghempaskan kosmetik yang ada di nakasnya.
"Braaaaaakkkkkk!!!!"Semua kosmetik itu jatuh berserakan.
"Arjunaaaaaa,berengsek!!!?".Teriak Cellia kesal.
"Hiks hiks hiks".Cellia menangis diatas tempat tidurnya diiringi dengan rasa kesal yang menyelimuti hatinya.
"Arjuna,aku ingin sangat mencintaimu.Kenapa kau tega seperti ini?".Kata Cellia ditengah tangisannya yang pilu.
"Aku tidak akan membiarkanmu kau dengan wanita kampung itu".Wajah Cellia tampak kesal dan cemas setelah mengingat kata² Embun waktu itu.Rasa cemas dan takut kehilangan Arjuna menghantui fikirannya.Cellia tidak bisa berfikir jernih.Dia berjalan ke sebuah mini bar yang ada di rumahnya dan menuangkan segelas minuman Alkohol.Cellia pun menenggak minuman itu tanpa ragu.
"CELLIA !!!!!,apa-apaan kamu jam segini masih dirumah.Kau gila ya tidak hadir meeting dengan klein yang begitu penting,mala mabuk-mabukan seperti ini".
Bentak ayahnya pada Cellia.
Mata Cellia sayu dan berjalan sempoyongan memghampiri Soeseno.
"Papa!!! hehehe!!!! Papa masih menyayangiku kan"?Tanya Cellia hampir terjatuh saat berdiri dihadapan ayahnya.
"Paaa,sekarang aku sudah memiliki Arjuna berkat papa.Thank you pa.Hahaha."Kata Cellia dengan wajah yang begitu berantakan.Tampak lipstiknya yang berwana merah cerah berserak hingga ke pipi bawah.Eyelinernya juga berantakan.Mascara yang dipakainya meleleh berbentuk air mata berserak kepipinya.Itu membuat Cellia cukup menyeramkan.
Soeseno menggelengkan kepalanya dan menelfone sekretaris Cellia untuk menjaga Cellia agar tidak melakukan hal yang membahayakan nyawanya.Soeseno tahu pasti ada sesuatu yang membuat Cellia seperti ini.Dia tahu karakter anak sematawayangnya.
# FLASH BACK #
"Selamat malam Yud,sudah lama sekali kita bertemu".Kata Soeseno menyapa Yudistira.
"Wah,kenapa kau datang tidak memberi kabar?"Kata Yudistira menyambut hangat Soeseno dengan pelukan.
__ADS_1
"Aku tidak mau bertele-tele,Aku kemari ingin membuat kesepakatan dengan mu".Kata Soeseno dengan wajah serius.
"Kesepakatan apa itu?"Tanya Yudistira dengan raut wajah serius.
"Bagaimana kalau kita menjadi keluarga yang sebenarnya?Dengan menikahkan Arjuna dan Cellia.Aku juga ingin menyatukan MCT dan YP menjadi satu agar semakin kuat".Kata Soeseno dengan tatapan penuh keyakinan.
Sejenak Yudistira berfikir."Tapi kita sudah terlambat Arjuna sudah bertunangan dengan Embun".Kata Yudistira menjelaskan.
"Biarkan saja mereka bertunangan,kita tunggu waktu yang tepat untuk memisahkan mereka".Kata Soeseno memberi solusi.
Yudistira menganggukan kepalanya dan menyetujui kesepakatan itu.Sebelum kejadian kecelakaan itu mereka bertemu.Dengan terjadinya kecelakaan itu maka semakin mudah untuk Yudistira memisahkan Arjuna tanpa harus mengotori tangannya.Ditambah lagi Arjuna hilang ingatan.
# FLASH BACK OFF #
Arjuna yang sedang memimpin rapat pun merasa tidak bisa konsentrasi karena wajah Embun terus melintas diingatannya.
"Tuan ada apa denganmu?"Tanya Endro diruang rapat.
Semua klien memandang aneh saat Arjuna berkali kali memejamkan matanya untuk menghilangkan wajah Embun diingatannya.
"Are you okay Mr.Arjuna?".Tanya Seorang klien dari Amerika.
"Oooh sorry,i'm okay".Kata Arjuna dengan memperbaiki posisi duduknya.
Rapat pun selesai.Arjuna mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.Ada notifikasi pesan masuk di ponselnya.
"Tuan,keadaan wanita itu sekarang sudah membaik".
"Siapa nama wanita itu?"
"Namanya Embun".
Seketika wajah Arjuna berubah dan memikirkan sesuatu yang tidak asing.
"Embun,sepertinya nama itu tidak asing ditelingaku."
Kata Arjuna dan jantungnya berdebar kencang.
__ADS_1