Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
82. Teringat Masa Kecil Embun.


__ADS_3

"Kakaaak?"Hanya itu yang keluar dari mulutnya.Mereka pun saling tatap tanpa kata.


Wajah Arjuna tampak memucat karena tidak bisa menahan kegugupan yang ia rasakan saat ini.Tatapannya yang dalam mampu menggetarkan relung hati Embun yang tadinya mengeras karena Ego.


Arjuna tampak menghela nafas panjang,ada kelegahan didalam hatinya karena sudah bertemu Embun.Ia pun merasakan getaran dihatinya yang membuat rasa ingin memeluk tubuh mungil wanita yang ada didepannya itu.Tapi Entah kenapa rasa ragu masih menghantui fikirannya.


Rasa bersalah yang terus mengganggunya pun masih terus menguasai hatinya.Arjuna menatap wajah Embun sekali lagi dengan sangat dalam.Ada lingkar hitam dibawah matanya dan tampak matanya sembab,itu membuat Arjuna semakin merasa bersalah karena sudah membuat orang yang ia cintai seperti itu.


"Maafkan kakak sayang,maafkan kakak"!


Kata Arjuna dengan suara bergetar dan terbata karena menahan rasa sesak didadanya.Matanya pun mulai mengembun.


Embun menatap mata Arjuna yang sudah dipenuhi dengan genangan air mata pun tidak bisa menahan diri untuk memeluk Arjuna.


"Kakaak jangan seperti ini,huhuhuhu".Kata Embun dan tangisnya pun pecah dipelukan Arjuna.


Mereka saling berpelukan dan menangis bersama untuk menumpahkan rasa cinta mereka yang begitu kuat.


Hasan pun merasakan keharuan saat menyaksikan pertemuan mereka yang diakhiri tangis penuh cinta.


"Kakak,kenapa wajah kakak seperti ini,kakak habis berkelahi ya?"Tanya Embun khawatir.


"Enggak,ini terbentur!".Jawab Arjuna bohong.


"Kakak terbentur apa,kenapa bisa bibir kakak juga luka?"


"Aaah sudah jangan khawatir,kakak saat ini sangat bahagia bisa bertemu dengan mu lagi".Jawab Arjuna untuk menghentikan pertanyaan² Embun.


Setelah makan malam Arjuna pun mendatangi Embun dikamarnya.


"tok tok!!!,Boleh masuk?Tanya Arjuna.


Embun pun mengangguk sambil tersenyum.


"Sayang untuk merayakan hari ini gimana kalau kita kencan malam ini?"Kata Arjuna sambil menggenggam tangan mungil Embun.


"Hmmm,baiklah!"Embun mengangguk sambil tersenyum.


Arjuna terus menggandeng erat tangan Embun.


Sepertinya ia tidak ingin sekalipun melepasnya walau sebentar saja.


"Kakak kita mau kemana?"Tanya Embun penasaran.


"Kamu tenang saja,pasti ide kakak kali ini kamu bakal suka".Jawab Arjuna penuh teka teki.

__ADS_1


Embun pun tidak banyak protes kali ini.Embun hanya menuruti apa yang dikatakan Arjuna.Embun tampak pasrah saja akan dibawa kemana dengan Arjuna.


Tak lama mereka pun sampai ditempat tujuan.Embun tampak sangat takjub.


"Waaaaaah,kakak....!! Bukannya ini pasar malam kak?"Kata Embun sambil terus menutup mulutnya karena ia tidak percaya bisa berkunjung dipasar malam seperti saat kecil dulu.


"Waaaah kakak,ini mengingatkan waktu Embun kecil dulu."Embun tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.Tampak wajahnya yang berseri seri.


"Kakak ayo kita kesana".Ajak Embun sambil menarik tangan Arjuna menuju sebuah permainan komedi putar.Arjuna pun tidak bisa menghentikan Embun ia tampak mengerutkan keningnya.


"Haaaa,beneran kita mau naik itu?"Tanya Arjuna merasa aneh.


"Hmmmm kenapa,kakak enggak mau ya?"Kata Embun cemberut.


Arjuna pun merasa tidak tega mematahkan kebahagian embun malam ini.Ia pun terpaksa menyetujui apa pun yang Embun inginkan.


"Iyaaa ok ok".Kata Arjuna setuju.


"Yeeeeeyyy".Sorak Embun bahagia.


"Kakak,andai saja ada Arsy ya kak,pasti malam ini bakal semakin seruh".Kata Embun pada Arjuna.


Arjuna pun teringat dengan anaknya yang menggemas kan itu.


"Ok beneran ya!"Kata Embun penuh ancaman.


Arjuna pun tersenyum sambil mengangguk dan membelai puncak kepala Embun dengan lembut.


"Ayooo kakak cepat naik".Ajak Embun.


Arjuna hanya menuruti perintah Embun dan ia pun ikut menaiki komedi putar itu.Ia memilih kuda mainan yang berwarna hitam.


"Nah ini sepertinya kudanya tampak besar dan gagah,cocok untuk ku".Kata Arjuna sambil terus melihat lihat kuda mainan itu sebelum ia menaikinya.


"Aaah,bang ayooo cepat naek,apanya lama kali naek gitu aja,tak usah pala dipilih pilih kudanya.Samanya semua itu bentuknya,sama sama kuda mainan"!Kata petugas yang akan menyalakan mesin komedi putar itu dengan logat khas anak medannya yang sedikit bar bar.


"Hahahahaha".Embun tertawa lucu karena baru kali ini ada yang berani memarahi seorang Arjuna Pramuja selain ibunya.


Wajah Arjuna tampak memerah dan ia pun menarik nafas panjang untuk menahan amarahnya.


"Brengsek,berani beraninya dia bicara omong kosong padaku".Gumam Arjuna kesal.


Komedi putar pun berputar mengikuti porosnya.Arjuna melihat Embun yang begitu bahagia pun ikut merasakan kebahagiaan didalam hatinya.Rasa kesal pun hilang saat melihat Embun tertawa bahagia.


"Kakaaaak,yeeeeeee!!!"Teriak Embun sambil terus melambaikan tangannya.

__ADS_1


Arjuna terus menatap wajah bahagia Embun seperti anak kecil yang sangat polos.Ia pun tidak bisa menahan untuk tidak memotret Embun.Arjuna terus memotret Embun dan merekam video diponselnya.


"Kakak,ayo kita naik itu!"Kata Embun setelah turun dari komedi putar.Embun menunjuk ke arah sebuah permainan yang bernama kora-kora.


"Bukannya itu berbahaya"!Kata Arjuna sedikit khawatir.


"Hmmmm kakakaaa,ayooolah!!"Rengek Embun


Arjuna tidak bisa menolak permintaan Embun pun mengangguk terpaksa.


Seumur hidup Arjuna,ia tidak perna mencoba permainan seperti itu.Karena ia juga tidak perna bermin ditaman hiburan seperti anak² pada umumnya saat kecil dulu.Semua itu karena kedua orang tuanya yang terlalu sibuk.


"Kakak ayoooo cepat sini".Ajak Embun sambil menarik tangan Arjuna.


Arjuna pun mamatung dan wajahnya seketika berubah pucat.Sebenarnya dia takut untuk menaiki permainan yang memacu adrenalin itu.Ia tampak ragu ragu untuk naik.


"Arjunaaa,pasti kau bisa.Jangan tampakkan kelemahanmu".Ayo semangat!!!.Gumam Arjuna


"Huuuuuussshh"Ia pun membuang nafas panjang untuk menghilangkan kegugupannya.


"Ayooo kak,sini buruan!!" Teriak Embun.


Arjuna pun duduk disamping Embun dan ia memasang sabuk pengamannya.Permainan pun meluncur seketika Arjuna menjerit.


"Aaaaaahhhhh mamaaaaaa".Arjuna menggenggam erat tangan Embun .Matanya terpejam sambil terus berteriak dengar suaranya yang menggelegar itu.


"Ya Allaaaaaaah Aaaaaaahhhhh aaaaaahhhh!!!


Teriakan Arjuna yang heboh membuat Embun tertawa.


"Kakakaaaaaaa,hahahahahaha!! Teriak Embun tidak menyangka ternyata Arjuna tidak sesempurna yang ia bayangkan selama ini.


Emage Arjuna yang tampak sempurna sebagai Presdir ternyata hancur seketika saat naik Kora kora.


🌺Hai readers Emaks,maafi emak ya kalau lama up nya.Karena Emak juga kerja jadi kadang kadang enggak sempat nulis.


🌺Oh ya mak jug minta tolong buat readers emak yang baik hati,kalau baca jangan lupa tinggali jejak ya.Komen atau like gitu.Jadi Emak semangat buat nulis.Karena tau tau udah ada banyak aja yang like 🤭.


🌺Untuk yang udah komen,like dan vote emak ucapi makasih banyak ya...


🌺Pokoknya I love you readers emak.


jangan lupa ya di follow ig emaks @Sitilestari20.


thanks.

__ADS_1


__ADS_2