Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
112. Memohon Untuk Bersama.


__ADS_3

"Bian tapi aku masih mencintai Arjuna".Kata Cellia dengan mimik yang tidak bisa diartikan.


"Aku tahu itu"!.Kata Bian Tersenyum sambil mengusap puncak kepala Cellia.Entah kenapa Cellia yang arogan kini seperti anak kucing penurut yang imut.Cellia seperti menemukan pawangnya yang bisa meluluhkan hatinya.


"Kamu gila...!!!"Kata Cellia tidak bisa berkata² tampak pipinya merona.


"Karena aku bukan tipe pria yang mudah melupakan hal seperti kemarin".Kata Bian sambil berbisik ditelinga Cellia.Cellia hanya terpaku mendengar bisikan Bian ditelinganya tubuhnya terasa meremang.Bian pun menarik tangan Cellia dan membawanya keluar lift.Sementara Cellia hanya menurut bagai anak kucing yang manis.


(Apartemen Arjuna)


"Ting nung".Suara Bell apartement Arjuna berbunyi.Wike sudah berdiri didepan pintu apartementnya.


"Tuan,nyonya Besar ada disini".Kata mbak susi.


"Buka saja mbak pintunya".Kata Arjuna sambil mengoleskan selai keatas rotinya.


"Arjunaaaa.....!!!" Dimana kamu...!???Teriak Wike kesal pada Arjuna.Suaranya yang nyaring seakan mampuh memecahkan gendang telinga yang mendengarnya.Arjuna memejamkan matanya singkat sambil menghela nafasnya panjang.Arjuna sudah bersiap² mendengar ocehan mamanya yang bisa tahan berjam² untuk mengoceh.


"Mama...!!! Ayo duduk dulu sarapan!"Kata Arjuna sambil menarik kursi yang ada disampingnya.


"Junaaa....sudah jangan sok manis kamu sama mama.Kamu sudah gila ya satu rumah dengan pengasuh mu sementara kamu ini orang tua tunggal.Gimana coba kalau orang² sampai tahu kamu tinggal bersama dengan pengasuh anakmu?"Cerocos Wike sambil mengatur volume suaranya agar tidak terdengar mbak susi.


Arjuna pun mengerti apa yang dikhawatirkan mamanya.Saat membawa Arsy ke Apartement fikirannya sedang diselimuti kemarahan karena Papanya jadi dia tidak berfikir sejauh itu.


"Maaa...sorry!! Juna juga enggak kepikiran sampai sejauh itu".Saat itu Juna sedang emosi!".Kata Juna dengan suara Baritonya.


"Naaah...sekarang apa fikiranmu sudah waras.Setelah mama datang?"Tanya Wike pada Arjuna.


"Mamaaaa.apa apaan sih?"Kata Arjuna menghelah nafasnya.


"Kan bener kan yang mama bilang...!!!"Kata Wike sambil membulatkan kedua bola matanya sempurna.


Sementara Arjuna hanya menunduk dan mengangguk dengan terpaksa untuk mengakhiri ocehan mamanya.


"Jadi gimana dengan Embun?,apa kalian sudah kembali bersama?"Tanya Wike yang belum tahu apa² soal rekaman suara suaminya.Arjuna pun terdiam sesaat sambil meletakan pisau roti yang ada ditanganya keatas meja.


"Maaa....doai Arjuna ya..!!Semoga Embun bisa kembali bersama Juna lagi".Kata Arjuna sambil menyentuk kedua tangan wike dengan wajah penuh kesedihan.

__ADS_1


"Sayang...ada apa lagi dengan kalian?"Tanya Wike penasaran.


"Maaaa....kata orang doa ibu itu terkabul makanya Juna minta doanya aja.Mama enggak usah khawatir ya ma."Kata Arjuna mencoba menenangkan mamanya.


"Jun...gimana kalau kalian menikah saja!.Kata Wike memberi saran.


Arjuna pun menengadahkan kepalanya menatap langit² apartementnya.Seperti ada beban berat yang belum bisa terlepaskan didadanya.


Wike menatap wajah anaknya yang membuat dirinya merasa ibah.Wike pun menarik tangan Arjuna kepelukannya.Wike sangat memahami apa yang dirasakan Arjuna walau dia juga tidak tahu apa masalahnya.


"Juna....!!! Seorang ibu bisa merasakan kesedihan anaknya hanya dengan menatap matanya.Kalau kamu belum siap cerita dengan mama,setidaknya ada bahu mama sebagai sandaran kesedihan kamu".Kata Wike sambil mengeusap punggung Arjuna lembut.


"Maaa....makasih banyak sudah hadir saat Juna lemah".


"Iya sayang...Ingat !!! semua masalah pasti ada jalan keluarnya.Nah ikuti kata hatimu dan jangan perna menyerah".Kata Wike sambil terus menepuk punggung Arjuna lembut.Arjuna mengeratkan pelukannya pada Wike.


"Papa...omaaaa...!!!Panggil Arsy yang sudah cantik mengenakan seragam sekolahnya.


"Waah cucu omaa...kamu sudah mau ke sekolah ya?


"Waaah princess papa memang yang paling cantik".Kata Arjuna sambil berjongkok menyeimbangi tinggi Arsy.


"Juna...sebelum kamu menikah mama tidak izinkan Arsy untuk tinggal berasamamu.Jadi kamu harus secepatnya menikahi Embun kalau mau bersama Arsy".Kata Wike mengancam.


"Mama....menikah enggak segampang itu maaa!!!Kata Arjuna mencoba mencari alasan.


"Bodoh amat...!!!Ayo Arsy kita berangkat ke sekolah.Mbak susi nanti kalian pulang ke Mansion saja jangan kemari.Okay!!".Kata Wike sambil berlalu meninggalka Arjuna.


"Maaa...andai mama tahu alasan kenapa Arjuna belum menikahi Embun.Mungkin mama akan sangat sedih.Untuk saat ini biarlah ini menjadi rahasia saja."Gumam Arjuna sambil menatap kepergian mereka.


(Rumah Embun)


"Ayah...ayah,sedang apa?sepertinya banyak sekali yang ayah fikirkan?"Tanya Embun sambil menyentuh kedua pundak ayahnya yang sedang duduk diatas tempat tidur.


"Naak...!!! Apa kamu sangat mencintai Arjuna?"Tanya Hasan tiba²,membuat Embun mengerutkan dahinya.


"Ayah..!! bukannya ayah tahu perasaan Embun untuk kakak".Kata Embun menatap wajah Hasan lembut.

__ADS_1


Tiba² mata hasan berkaca² dan bibirnya bergetar menahan suara tangis yang sebentar lagi akan pecah.


"Ayaaah....!!! ada apa yah,ayo dong cerita dengan Embun.Apa yang terjadi".Tanya Embun heran melihat ayahnya tidak seperti biasa.


"Nak,ayah sudah tahu semuanya tentang kebakaran itu".Kata Hasan menatap wajah embun penuh kesedihan.Embun yang mendengar itu pun seakan tubuh ya tersambar petir di siang hari.Tubuhnya mulai lemas,ia mencoba menjaga keseimbangan agar tidak gontai dan terjatuh.


"Ayah,siapa yang memberi tahu ayah?"Tanya Embun dengan wajah panik.


"Arjuna sudah menceritakan semuanya.Ayah mencoba untuk menerima dan menganggap itu semua musibah.Tapi ayah masih belum bisa menerima ini semudah itu nak."Kata Hasan kepada Embun.


Embun yang mendengar itu juga mengerti apa yang dirasakan Ayahnya saat ini.Embun mencoba untuk menguatkan hatinya dan menatanya dengan benar.Agar tidak ada lagi puing² yang tersisa akibat kehancuran hatinya.Embun menyentuh kedua tangan ayahnya sambil berlutut dihadapan ayahnya.


"Ayah..Embun tidak mau menjadi anak yang durhaka pada ayah dan ibu.Embun juga belum bisa menerima perbuatan paman Yudistira.Tapi Embun tidak bisa menutup mata dengan kebaikan tante wike,kak Arjuna dan Arsy.Embun tidak bisa mengorbankan hati mereka yah.Bagaimana Embun bisa yah,tolong beri tahu Embun gimana caranya untuk berhenti mencintai kak Arjuna dan Arsy.Tolong beri tahu Embun yah...????".Kata Embun sambil terus menatap wajah Hasan dengan air matanya yang sudah membanjiri pipinya.


Hasan merasakan pilu yang cukup menyayat hatinya.Entah kenapa tenggorokannya tercekat tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.Dadanya terasa sesak yang amat sangat.Cintanya kepada anaknya melebihin apapun.Hasan menyentuh puncak kepala anaknya sambil menahan air matanya yang siap lolos dari pelupuk matanya.Bibirnya dan bahunya mulai bergetar menahan gejolak didadanya yang siap lepas bersama air matanya.


"Naaak...maafkan ayah kalau ayah tidak bisa mengerti kamu".Maaf nak...maaf..!!!"Kata Hasan sambil menengadah untuk menahan air matanya yang akan tumpah.


Sementara dibalik pintu kamar ada sepasang mata yang sedang menyaksikan kesedihan mereka.Tampak Arjuna juga tidak bisa berkata apa².Arjuna bersandar didinding dan menahan air matanya yang siap tumpah membasahi pipinya.


"Kenapa harus serumit ini?"Gumam Arjuna sedih.


"Pamaaan....!!!"Terdengar suara Barito yang mengejutkan mereka.Ternyata Arjuna sudah berada diambang pintu.Hasan dan Embun cepat² mengelap air mata mereka tapi itu cukup terlambat karena Arjuna sudah menyaksikan semuanya.


"Juna...!!!"Kata Hasan kaget.


"Kakak..!!"Begitu juga Embun.


"Paman..!! maaf atas kelancangan saya disini.Paman sekali lagi saya mohon maaf untuk semuanya.Paman izin kan saya tetap bersama Embun.Saya mohon!!"Kata Arjuna menurunkan kedua lututnya dilantai.Tampak Embun dan Arjuna sama² berlutut untuk meminta restu Hasan bersama.


"Paman saya berjanji untuk menjaga Embun dan membuatnya tetap aman,saya juga berjanji tidak akan perna menyakitinya".Kata Arjuna dengan tatapan penuh permohonan.


"Nak...bangunlah kalian.!!Ayah bukan orang yang egois dan tidak mementingkan perasaan kalian.Tapi ayah juga punya hati yang harus ayah obati terlebih dahulu.Jadi kalian kalau mau menunggu bersabarlah dan beri waktu ayah sedikit saja.Ayah mohon..!!!"Kata Hasan sambil mengusap puncak kepala mereka berdua dan belalu meninggalkan kamar.


"Maafkan Ayah nak,bukan ayah tidak merestui kalian tapi rasa sakit yang ayah rasakan masih belum sembuh."Gumam Hasan dengan menghelah nafasnya panjang.


Arjuna dan Embun mendengar itu pun cukup merasa sedih dan tidak bisa berkata².Arjuna memeluk tubuh mungil Embun dan membenamkan wajahnya didadanya.

__ADS_1


__ADS_2