
"Tuan untuk peluncuran mobil terbaru diperusahaan kita,rencananya akan diselenggarakan bulan depan.Apa tuan Arjuna setuju jika awal bulan depan kita luncurkan?"Tanya salah satu karyawan pada Arjuna saat meeting.
Tapi Arjuna tidak mendengarkan apa yang dibicarakan karyawan itu.Arjuna tampak melamun dan tersenyum dalam lamunannya.Itu membuat para karyawannya saling tatap dan bertanya.
Arjuna masih teringat dengan kejadian saat Embun tertidur di bath up,itu membuat jantungnya terus berdegup kencang.
"Ada apa dengan Tuan Arjuna?,"
"Apa barusan tadi tuan tersenyum?"
Kata para karyawan sambil berbisik satu sama lain.
Endro yang melihat Arjuna seperti itu pun menggelengkan kepalanya.
"Memang laki laki ini,ada apa lagi dengan dia?tidak biasanya dia melamun saat meeting". Gumam Endro.
"Tuan Arjuna,bagaimana menurut anda?"Tanya Endro dengan sedikit merapatkan giginya.
Arjuna pun tersadar dari lamunannya.Itu membuat dia klimpungan.
"Oh Ok,kalau begitu saya serahkan semua pada Endro.Terima kasih untuk kalian semua yang sudah bekerja keras menyelesaikan proyek ini.Sebagai ucapan terima kasih saya ayo makan malam bersama di Restoran Metro.Selamat Malam".
Kata Arjuna kepada seluruh karyawanya sambil meninggalkan ruang meeting.
Tampak semua karyawannya saling tatap penuh tanya.
"Sejak kapan tuan Arjuna yang gila kerja menjadi berubah drastis seperti ini?"Bisik Lusi pada Endro.
Endro hanya mengendikkan bahunya saja tanda ia pun tidak mengerti.
"Sudah jangan banyak tanya,kalian mau tidak makan malam direstoran mewah?"Tanya Endro pada seluruh karyawan itu.
"Mauuu mauuu mauuu".
"yeeeeyyy akhirnya".
"alhamdulillah tidak lembur lagi".
Kata para karyawan itu bahagia karena arjuna menerima semua materi yang dikerjakan mereka.
Arjuna yang sedang berjalan menuju mobil miliknya pun terhenti saat melihat Cellia ada didepannya.
"Malam Arjunaku?"Sapa Cellia pada Arjuna dengan senyuman khasnya yang menggoda.
Endro dan para karyawan tadi pun melihat mereka saling berhadapan.Cellia yang berdiri tepat dihadapan Arjuna pun tersenyum sambil mengaitkan rambutnya yang panjang ketelinga kirinya.Tampak anting bertahtakan berlian menghiasi telinganya dan menambah keanggunan Cellia.
Cellia juga tampak sangat cantik dengan balutan dress berwarna merah menyala.Bibirnya juga sangat merah merona.Harum tubuhnya cukup mencolok.Semua orang bisa merasakan keharumannya.
"Arjuna maaf aku terlambat ikut meeting.Apa kalian semua mau pulang?"Tanya Cellia pada semua karyawan itu.
"Tidak non,kami mau makan malam bersama."Kata Lusi tanpa rasa bersalah.Arjuna yang mendengar itu pun memejamkan matanya karena punya wakil sekretaris yang luar biasa polosnya.
__ADS_1
"Iiisss,kamu,syuuut diem aja tau".Kata Endro mengkode Lusi.
Lusi masih saja tidak mengerti dengan kodean Endro.
"Nona mau ikut juga makan malam bersama?"Tanya Lusi pada Cellia.
"Haaaaah Lusiiiii,ampun deh.serah kamu aja dah"!Kata Endro kesal.
Arjuna yang mendengar tawaran Lusi untuk Cellia pun tampak kesal.Tapi karena Cellia juga orang yang berpengaruh di proyek ini.Arjuna pun tidak bisa menyangkal untuk tidak mengajak Cellia makan malam.
"Waah dengan senang hati.Boleh saya bergabung Tuan Arjuna?"Tanya Cellia sambil tersenyum manja.
Arjuna tidak menjawab dan dia pun berlalu pergi meninggalkan Cellia begitu saja.Cellia tampak sangat kesal karena diabaikan Arjuna.
Arjuna berjalan menuju mobil, pak iyat pun sudah siap mengantar tuannya.Didalam mobil Arjuna masih kesal dengan kedatangan Cellia.Arjuna mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya.
Arjuna pun segera memainkan benda pipih itu.Arjuna teringat dengan Embun,ia pun segera menghubungi Embun.
"Sayang sepertinya kakak tidak makan malam dirumah.Kakak dan staff makan malam bersama direstoran Metro."Kata Arjuna kepada Embun
"Baiklah kak,hati hati".Kata Embun diseberang sana.
Entah kenapa Arjuna takut untuk berkata jujur,kalau Cellia juga ikut makan malam bersama.Arjuna khawatir Embun akan merasa sakit hati.Hati Arjuna semakin tidak karuan.
"Bagaimana ini,apa sebaiknya aku jujur saja pada Embun kalau Cellia juga ikut?"
"Tapi aku juga tidak bisa melihat Embun bersedih".
Gumam Arjuna gelisah.
"Ada apa dengan tuan? sepertinya ada masalah".Gumam Pak Iyat.
Sesampainya mereka di restoran tampak Cellia melambaikan tangan kepada Arjuna.
"Tuan Arjuna silahkan duduk disini".Kata Cellia kepada Arjuna.Menunjuk sebuah kursi kosong yang berada disampingnya.
Arjuna dengan sangat profesionalitasnya ia pun mengikuti Cellia untuk duduk disampingnya.Arjuna tampak merasa tidak nyaman duduk disamping Cellia.
"Endro,sepertinya aku terjebak dalam permainanku sendiri".
Arjuna mengirim pesan pada Endro.
"ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ª".
Balas Endro dengan Emoticon yang membuat Arjuna semakin kesal.
"Brengsek,awas kamu ya".Gumam Arjuna kesal.sambil memandang Endro dengan tatapan mematikannya.
Endro melihat Arjuna menatapnya seperti itu pun mengalihkan pandangan sambil bersiul untuk menghindari Arjuna dan pura pura tidak tahu.
"Arjuna kenapa kamu makan saus kacang ini,bukannya kamu Alergi dengan kacang?"Kata Cellia kepada Arjuna.
__ADS_1
Arjuna pun terkejut,dia tidak tahu kalau itu saus kacang.
"Uhuk uhuk uhuk".Arjuna tersedak dan matanya tampam merah.
"Aduuh,ini ayo cepat minum air putih ini."Kata Cellia sambil menyodorkan segelas air putih kepada Arjuna.
Akan tetapi Arjuna menolak dan mengangkat tangannya dihadapan Cellia.
"Aku bisa sendiri".Kata Arjuna ketus.
"Maaf tuan Arjuna saya tidak tahu kalau tuan alergi kacang".Kata Lusi merasa bersalah pada Arjuna.
"Bagaimana si kamu,percuma saja kamu wakil sekretaris Arjuna kalau kamu tidak tahu apa apa?"Kata Cellia marah pada Lusi.
"Maa aaf kan saya nona,saya tidak akan mengulanginya lagi".Kata Lusi sambil gemetar ketakutan.
"Aaah kamuuu".!!!Kata Cellia hampir memukul pipi Lusi.
"CELLIAAAA HENTIKAAAN!!!! bentak Arjuna dengan suara yang tinggi.Semua orang disana pun menatap Arjuna dengan rasa takut.
"Kamu jangan perna ikut campur dalam kehidupanku.Apapun itu!"
"Kamu sudah terlalu lancang".Kata Arjuna sambil menatap wajah Cellia dengan penuh kemarahan.
Dari sorot matanya tampak rasa benci itu belum hilang.Entah kenapa Arjuna masih belum bisa memaafkan Cellia.
"Tat taapii Arjuna".Kata Cellia terbata.
"Syuuut,cukup.Kamu cukup diam saja disitu dan jangan perna lancang kepada orang orang ku.Ingat itu"!.Kata Arjuna sambil mengacungkan jari telunjuknya dihadapan Cellia dan setelah itu Arjuna pergi meninggalkan makan malamnya.
Semua orang yang ada disitu jadi merasa canggung.Makan malam yang didambakan para staff karyawan pun hancur berantakan karena Cellia.
"Hadeeeeh,Puas kamu sudah menghancurkan makan malam kami".Kata Endro sambil membanting sendok yang ada dimeja.Endro pun pergi menyusul Arjuna.
Cellia dengan wajah sangat kesal pun menggenggam tangannya cukup keras.
"Kurang ajar,berani sekali dia menghinaku".Kata Cellia kesal kepada Endro.Cellia pun pergi meninggalkan makan malamnya.
Cellia berhasil menjadi pengganggu dan penghancur kebahagiaan para staff karyawan Arjuna.Baru sekali mereka merasakan kebebasan tapi ternyata hancur begitu saja.Dan makan malam kali ini bubar begitu saja.Yang tertinggal hanya lusi dan teman temannya.
"Haaaah rasanya kesal sekali melihat nona Cellia sudah menghancurkan makan malam kita".
Kata Lusi kepada Nino staff kepala bagian periklanan.
"Iyaaa,nona Cellia sepertinya belum bisa move on dari tuan Arjuna."Kata Lusi lagi.
"Hooo oooh".Kata Nino menjawab singkat.
"Iiis kamu,begitu amat responnya,dasar nyebelin".
Kata Lusi cemberut.
__ADS_1
"Sudah ayo makan,sayang loh makanan mahal begini disia siakan".Kata Rio staff kepala bagian editor.
Akhirnya mereka makan malam bersama tanpa ada Arjuna dan Endro.