Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
113.Pertemuan dan Penyelesaian.


__ADS_3

"Tuan untuk pengembangan produk kita yang dijepang kita harus menunggu karena masih ada kendala produksi."Kata Staff bagian pengembangan produk.


"Menunggu....???Harus berapa lama saya menunggu tanpa kepastian?Kamu kira menunggu itu tidak membuat sesak?"Kata Arjuna marah dengan suaranya yang cukup menggelegar memenuhi ruangan.


Staff yang dibentak Arjuna pun cukup terkejut tampak tubuhnya spontan bergerak keatas.Staff itu hanya tertunduk dan mengelus dadanya.Jantungnya seakan copot dari tempatnya.Staff itu pun mulai berkeringat karena takut melihat Arjuna kembali seperti dulu lagi.


Sementara Endro dan paman Ridwan saling pandang dan menatap heran dengan sikap Arjuna yang seolah sedang digantung cintanya pada seseorang.Arjuna memijit keningnya cukup kesal karena mendengar kata² menunggu.


"Saya tidak mau dengar kata menunggu lagi disini.Saya beri waktu 3 hari kalian untuk menyelesaikan ini semua".Kata Arjuna sambil meninggalkan ruangan dengan kemarahan yang masih membara didadanya.


"Jun...ada apa dengan mu?"Kenapa kamu semarah itu?"Tanya Endro penasaran.


"Aaaahhhsss...!!!"Arjuna membuang nafas kasar.


"Lusi bawakan kopi 2 sekarang"!Kata Arjuna melalu sambungan telefonnya.


"Jun...okay kalau kamu tidak mau bicara?"Aku pergi saja.!!Kata Endro mencoba memancing Arjuna.


"Ndro...paman Hasan sudah tahu semuanya."Kata Arjuna menatap nanar.


"Apaaa???"kau yang memberi tahu?"Tanya Endro penasaran.


"Hmmmmm....iya!!Aku tidak bisa memulai kehidupan bersama Embun dengan kebohongan.Kau tahu aku paling benci dibohongi jadi tidak ada alasan aku untuk merahasiakan semua dengan paman Hasan.


Endro menepuk pundak Arjuna dan duduk disampingnya.Sambil menarik nafasnya panjang.


"Jun...aku tahu ini berat.Aku juga tidak menyalahkan keputusanmu.Karena menurutku itu sudah tepat.Jadi bagaimana pendapat paman Hasan?"Tanya Endro dengan menatap wajah Arjuna yang cukup lelah karena fikiran.


"Hmmmm...aku terlalu egois dan sudah memaksa paman untuk memaafkan kami.Aku juga sudah memaksa paman Hasan agar tidak menghentikan hubunganku dengan Embun.Tanpa aku mengerti perasaan paman saat ini yang cukup hancur dan kecewa."Kata Arjuna menyandarkan kepalanya disofa dan menatap jauh kedepan.


"Lalu apa selanjutnya?"Tanya Endro penasaran.


"Aku akan menunggu paman untuk menyembuhkan lukanya terlebih dahulu".Kata Arjuna menatap Endro.


"Hmmm,menurutku itu keputusan terbaik.Tanpa harus saling mempertahankan ego masing².Intinya bicara jujur,mendengarkan dan menyelesaikan".Kata Endro menepuk pundak Arjuna pelan.


"Tok tok...!!!"


Tuan ini kopinya.!! Kata Lusi membawa nampan dan 2 cangkir kopi.


"Okay masuk!!.Kata Endro


"Tuan,nanti ada meeting dengan MCT Group pukul 15.00 sore.Kata Lusi memberi tahu.


"Hmmmm....Okay!".Thank you.


"Permisi tuan".Kata Lusi sambil menundukan sedikit kepalanya dan pergi meninggalkan ruangan.


(Restauran Metro)

__ADS_1


"Selamat siang tuan Arjuna.Sapa Cellia dengan tatapan senduh".


"Siang..!!! Balas Arjuna singkat.


Wajah Cellia yang biasanya penuh keangkuhan kini tiba² berubah menjadi sendu tidak seperti biasanya.Wajahnya memingatkan pada saat Cellia masih lugu dan masa dimana mereka kuliah bersama.


"Ada apa dengan Cellia".Gumam Arjuna mengerutkan dahinya.


Cellia tersenyum dan mengeluarkan sebuah map yang tidak tahu apa yang ada didalam map itu.


"Jun,maaf sepertinya selama ini aku terlalu jahat padamu dan memaksakan kehendakku".Kata Cellia memulai pembicaraan.


Arjuna cukup terkejut melihat seorang Cellia yang mau meminta maaf padanya dan bicara lembut.


"Cell,ada apa dengan mu.Jangan membuatku takut?"Kata Arjuna heran.


"Hahaha...!!! Jun...kamu kira aku mau mati?"Kata Cellia bercanda.


"Naah itu yang aku fikirkan...!!!Kata Arjuna serius.


"Jun,sebenarnya aku kesini mau mengakhiri kerja sama kita yang papa dan paman Yudistira sepakati".Kata Cellia mengejutkan Arjuna.


"Serius kamu?"Kamu tidak sedang mabuk kan?"Tanya Arjuna shock.


"Jun...please!!! Aku akui kesalahan ku pada mu dan Embun begitu banyak.Kini aku mencoba untuk melepasmu dan memulai kehidupan yang baru".Kata Cellia tersenyum.


"Jun,maafkan aku ya...boleh kita berteman?"Tanya Cellia sambil mengangkat tangannya untuk berjabat tangan.


"Baiklah..!!! mari kita berteman."Kata Arjuna membalas jabatan tangan Cellia.


Akhirnya semua tentang Cellia sudah terselesaikan dengan baik.Mungkin kini Cellia benar² menemukan cintanya.


(Dikantor Embun)


Embun yang tampak sibuk memilah paket pun dikejutkan dengan suara dering ponselnya.


"Triiing...triiing..!!!"


Embun dengan segera mengusap tombol hijau dan menjawab panggilan itu.


"Iya tant...!!! Nanti makan malam kita bertemu dikafe Senja dekat sini".Kata Embun kepada seseorang diseberang sana.


Senjapun telah berlalu,kini siang telah ditelan kegelapan malam.Embun menunggu seseorang disebuah kafe.Embun sedang menyesap minuman yang sudah ia pesan sebelumnya.Tampak seorang wanita paruh baya berjalan dengan elegant menemuinya.Wajahnya yang masih tampak mulai keriput tidak menghilangkan kecantikannya.


"Tante,selamat malam!"Sama Embun pada Wike.


"Malam sayang".Jawab Wike tersenyum.


"Tante,ada apa kok tiba² ingin bertemu?"Tanya Embun penasaran.

__ADS_1


"Hmmmm...apa tidak boleh tante menemui mu?"Kata Wike sambil memcebikkan bibirnya.


"Bu bukan begitu tante".Kata Embun gugup.


"Hehehehe...!!Tante bercanda sayang.Okay sekarang tante mau langsung aja.Kalian ada masalah apa dengan Arjuna?"Tanya Wike penuh intimidasi sambil menyipitkan kedua matanya.


"Apa kakak belum memberi tahu tante ya?"Gumam Embun.


"Eeeh Embun kenapa diam saja?Kalian belum berbaikan ya?"Tanya Wike mengagetkan Embun.


"Hmmmm...sebenarnya kami!".Kata Embun gugup.


"Kenapa sayang?Apa kamu sudah menolak Arjuna?"Terka Wike penasaran.


"Sayang,kenapa kamu menolak Arjuna ku?Jangan tolak dia yaa...!!! please!!.Kata Wike memegang tangan Embun dengan tatapan penuh permohonan.Sementara Embun mengerutkan keningnya tampak heran dengan Wike yang tidak seperti biasa.


"Aduuh malangnya nasib Arjuna ku.Padahal Dia tampan,kaya,pintar,baik hati,tapi yang membuat masalah dia sudah perna menikah.Apa itu yang membuatmu berubah fikiran?"Kata Wike tidak memberi kesempatan Embun untuk menjelaskan.


"Tantee...tantee...cukup tante jangan seperti ini.Embun memang belum kembali bersama dengan kak Arjuna tapi bukan karena masalah statusnya tante.Ada masalah yang belum bisa kami selesaikan".Kata Embun menjelaskan.


"Apa karena Cellia?"Terka Wike lagi.


Embun tampak memejamkan matanya singkat dan menghelah nafasnya panjang.


"Bu bukan tante,ada masalah yang tidak bisa kami ceritakan sekarang".Kata Embun lagi.


"Okay baiklah tante mengerti,tapi tante mohon jangan menolak Arjuna ya.Tante berharap kalian bersama kembali".Kata Wike memohon.


"Iya tante,makasih banyak untuk dukungan tante".Akhirnya mereka pum mengakhiri pertemuan mereka.


"Embuuun...kamu sudah selesai?"Tanya Andin yang menunggunya di meja yang lain.


"Siapa orang tu,sepertinya dia sangat kaya deh,dari kepala hingga kaki aku perhatikan semuannya mahal."Tanya Andin penasaran.


"Hehehe...iya benar mereka sangat kaya."Kata Embun sambil berjalan menuju halte.


"Jadi kalian bicara apa kenapa serius sekali,sepertinya kalian akrab sekali".Tanya Andin semakin penasaran.


"Wanita tadi itu ibu kak Arjuna.Dia memintaku untuk kembali dengan kak Arjuna".Kata Embun santai.


"Whaaaatttsss"!!! Serius kamu?"Arjuna Pramuja yang membawamu kerumah sakit?"Tanya Andin yang cukup terkejut.Arjuna Pramuja pengusaha muda yang mempunyai sejuta pesona?".


"Daebaaaak...!!! Aku kira orang kaya selalu saja kejam.Aku fikir ibunya akan menyirammu dengan air atau juice kewajahmu dan meminta untuk menjauhi anaknya seperti yang di drama² itu."


"Hahahaha.....kamu kira orang kaya bukan manusia yang tidak punya hati juga?"Kebanyakan nonton drama si kamu!"Kata Embun sambil mencubit pinggang Andin dan berlari.


"Hahaha geli Embun dasar kamu!"Awas kamu yaa jangan kabur.


Malam itu pun berakhir dengan penyelesaian yang cukup melegahkan hati merwka masing².

__ADS_1


__ADS_2