
(Satu Tahun Kemudian)
Kisah kita akan terukir di keabadian.
Kala senja membawamu kepadaku.
Aku terjaga dalam lamunan.
Andai kita tak perna bertemu.
Aku tak perna tahu kepada siapa aku jatuh cinta.
Kau bagai kelopak bunga yang bermekaran.
Menghiasi hatiku yang dingin.
Keserakahanku adalah saat aku meminta untuk kau tetap di sisiku.
Tapi apa kau tahu?
Saat kau pergi tanpa kata.
Sedetik pun aku tidak bisa memejamkan mata ini
Bahkan aku tidak bisa menelan apapun.
Sesal ku yang kian merobek dinding hati
Aku tidak sempat mengucapkan bahwa aku sangat mencintaimu.
Kenapa?
Kenapa kita harus bertemu kalau untuk berpisah?
Kenapa?
Pertanyaan itu selalu hadir dalam benak ku.
Apa kau tahu?
Betapa sulitnya aku untuk tetap tegar tanpamu?
Kutegarkan kakiku untuk tetap berdiri tegak tanpamu.
Ku paksakan hati untuk melupakanmu.
Seketika seperti dicabik cabik hingga ke relung hati yang terdalam.
Semua rasa sakit yang aku rasakan seakan memenuhi dinding hatiku.
Pada titik dimana hatiku akan meledak.
Seberapa besar aku sangat menginginkanmu untuk tetap di sisiku.
(Siti Lestari).
Musim pun mulai berganti,musim panas beralih ke musim penghujan.Embun memandang langit yang tampak kelabu.Sama halnya dengan suasana hatinya yang sangat tidak baik² saja.
Ia menghelah nafas panjang.Seakan ia membuang penat yang ada didalam dadanya.
"Embuun,tolong buangkan ini sekalian ya!".Perintah seorang senior di tempat ia bekerja.
__ADS_1
"Ah baik mbak."Kata Embun sambil tersenyum yang dipaksakan.Entah kenapa dirinya tidak perna bisa menolak saat dimintai pertolongan.
Tampak suasana yang sangat sibuk disebuah kantor jasa pengiriman barang.Embun yang masih sibuk memilah barang yang akan dikirim kepada sipenerima paket.
"Embun kamu sudah makan?".Tanya seorang laki tampan padanya.Namanya Rico,ia adalah manager dikantor tersebut.
Embun yang sedang asyik memilah paket pun tampak terkejut dengan kedatangan Rico.
"Ah sudah pak!".Kata Embun singkat.
Rico memandang wajah Embun lembut yang tampak serius mengecek paket² yang akan ia bawa hari ini.
"Baiklah!."Kata Rico sambil meninggalkan Embun.Tampak gurat kecewa di wajah Rico.Sebenarnya Rico ingin mengajak Embun makan bersama.
"Embun,tolong ikatkan ini dong,aku sedikit sibuk.!!"Kata salah satu dari temannya.
Lagi dan lagi Embun tidak bisa menolak apa yang diperintahkan temannya.Embun hanya mengangguk dan ia pun mengikat sebuah bouquet bunga mawar putih yang sangat harum.
Embun pun larut dalam lamunannya.Ia teringat dengan seseorang yang selalu ada dalam hatinya.
Di YP Group.
Arjuna tiba dengan mobil sedan mewahnya didepan kantor.Tampak scurity berlari sigap membukakan pintu mobilnya.Seluruh karyawan pun tampak memberi salam hormat untuk Arjuna.
Arjuna yang dingin pun berjalan dengan gagah menuju ruangannya bersama Endro.Sama halnya dengan Endro yang tidak kalah berkilau dengan Arjuna.
"Selamat pagi Tuan!!".Lusi menyapa Arjuna sambil sedikit menundukan kepalanya.
"Jun,siang ini kita ada meeting untuk pembangunan resort di Kota Kembang."Kata Endro pada Arjuna.
Arjuna masih memandangi bunga mawar merah yang ada di atas mejahnya.Arjuna merasa ada sesuatu kisah dengan bunga itu.Tapi Arjuna masih belum bisa mengembalikan memori ingatan tentang hal itu.
Endro yang mendengar itu pun menghentikan kegiatannya dalam memeriksa file yang akan dikirim ke klien mereka.
"Hmmm,sepertinya bukan kamu yang suka,tapi Lusi mungkin.Lusi kan yang selalu menyusun bunga ke vas ini."Kata Endro mencoba menutupi sesuatu.
Arjuna pun mengerutkan keningnya.Seperti sedang berfikir sesuatu yang masih belum bisa ia pecahkan.
Tiba tiba Cellia masuk dengan membawa sebuah paper bag ditangannya.
"Selamat pagi sayang!!!".Tadaaaaa!!!
Cellia melihatkan paper bag yang berisi sarapan pagi untuk Arjuna.
Arjuna tersenyum tipis melihat kedatangan Cellia.Sementara Endro muak melihat kebohongan Cellia selama ini tanpa sadar Endro menggenggam tangannya dengan kesal.
"Ah sayang,kamu belum sarapan kan?"Tanya Cellia sambil menggelayut manja dilengan Arjuna.
Endro melihat tingkah Cellia yang tidak tahu malu itu pun merasa sesak.
"Ok Tuan,Nanti pukul 12 siang kita ada meeting di restoran Metro.Permisi!!" Kata Endro kesal dan menatap wajah Cellia dengan sinis.
"Endro,kenapa kamu tidak ikut sarapan juga dengan kami?".Tanya Cellia dengan senyum menyeringai.
"Tidak nona,terimakasih.Saya sudah sarapan dengan istri saya tadi".Kata Endro ketus.
"Embun nanti pukul 11.00 siang kamu kirimkan bouquet mawar putih ini ke kantor YP Group ya.Ini pelanggan VIP kita,jadi kamu harus on time dan tidak boleh ada kesalahan sedikitpun".Kata Mayang sebagai supervasior di kantor tersebut.
"Baik buk".Jawab Embun singkat.Sebenarnya hati kecilnya sedikit tercubit saat mendengar YP Group.Tapi Embun harus profesional dalam menjalankan tugasnya.
#Flas Back#.
__ADS_1
"Kamu tahu bagaimana sekarang keadaan Arjuna bukan?"Tanya yudistira pada Embun.
Embun mengangguk sambil menundukan kepalanya dan ia tidak bisa berkata kata.
"Jadi kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan,bukan?"Tanya Yudistira pada Embun.
"Maksud Tuan?"Tanya Embun tidak mengerti.
"Aku fikir kamu orang yang cerdas,jadi aku tidak perlu menjelaskan apa yang harus kamu lakukan".Kata Yudistira ketus.
"Tapi tuan,bukannya saya sudah bertunangan dengan kak Arjuna?".Kata Embun mencoba mengingatkan Yudistira.
"Kamu lupa,bukannya sekarang Arjuna tidak mengingat mu lagi?". Kata Yudistira sambil tersenyum remeh.
Seketika Embun seperti disengat aliran listrik,tubuhnya terasa lunglai dan panas mendengar kata² Yudistira.
"Saat ini dia hanya membutuhkan Cellia dan bukan kamu.Jadi sudah jelas kan kamu harus bagaimana?" kata Yudistira lagi.Yudistira pun meninggalkan Embun.
Cairan bening yang sengaja Embun tahan untuk tidak lolos dari pelupuk matanya pun sudah tidak terbendung lagi.Dadanya terasa sesak yang amat sangat.Ia berjalan gontai menuju kamar rumah sakit.Saat itu Hasan mendengarkan pembicaraan Embun dan Yudistira.Hasan hanya bisa tertunduk lemah.
Hasan sangat kecewa melihat keluarga YP Group yang ia anggap sangat berjasa dalam membantu ia dan Embun.Tapi kali ini Hasan sangat marah dan ia tidak mau melihat harga dirinya dan anaknya diremehkan.
Hasan pun meminta Embun untuk meninggalkan keluarga YP Group.
"Embun,ayah tahu kamu sangat mencintai Arjuna.Tapi ayah tidak mau keluarga mereka merendahkan kita.Jadi mulai besok kita harus berkemas dan pergi dari rumah mereka".Kata Hasan tegas.
Embun hanya bisa diam dan terus memandang kosong kearah jendela kamar rumah sakit.Perasaannya hancur seketika dan itu adalah pertama kali ia merasakan sakit hati yang mendalam.
"Tante Cantik,jangan pergi !!!"Rengek Arsy yang menangis saat Embun berpamitan kepada Arsy.
"Sayang,Arsy kan anak baik dan pintar.Tante pergi bukan berarti tante enggak sayang Arsy.Tante sayang banget sama Arsy.Arsy percayakan sama tante?".
"Tapi kenapa tante pergi?"Tanya Arsy.Tatapan matanya yang polos pun menusuk kerelung hati Embun yang terdalam.Perasaan sakit yang menyiksa dijiwa Embun adalah saat ia harus meninggalkan Arsy.
"Sayang,ini tentang urusan orang dewasa.Kelak Arsy bakal tahu kalau sudah dewasa."Kata Embun menjelaskan.
Arsy pun mengangguk dan terus memeluk tubuh Embun dengan Erat.Air mata Embun tidak bisa ia bendung saat memeluk Arsy yang sangat ia sayangi.Tapi demi kebaikan Arjuna.Embun pun harus mengalah untuk melepaskan Arjuna.
"Mama,maaf kan Embun kalau selama ini Embun ada salah.Embun izin keluar dari rumah ini".Kata Embun berpamitan pada Wike.
Wike memeluk erat tubuh Embun sambil menangis karena wike tidak bisa membantu Embun.
"Maafkan mama nak,mama tidak bisa banyak membantu".Kata Wike sedih.
Semua orang dirumah itu tampak sangat bersedih dengan kepergian Embun dan Hasan.
#Flash Back Off#.
Embun menyusuri jalanan kota yang cukup melelahkan.Ia mengendarai sepeda motor menuju kantor YP Group untuk mengirimkan paket yang dipesan atas nama Lusi.
"Tidak selamanya musim itu buruk.Terkadang ada musim penghujan,badai,angin kencang dan cerah.Biarlah musim itu berlalu dan kita harus tetap semangat menghadapinya sambil berjaga jaga".
(Embun)
Embun berdiri didepan lift dan menunggu Lift turun ke lantai dasar.Ia mengenakan jaket jasa pengirimannya dan tak lupa topi dikepalanya.Saat pintu lift terbuka ada pemandangan yang sangat membuat jantungnya bergetar.
Arjuna dan Cellia ada didalam lift dan mereka pun saling bertatapan.Arjuna menatap wajah Embun,ada perasaan yang tidak biasa yang ia rasakan.Tapi Embun menurunkan topi yang ia kenakan agar Cellia tidak mengenalinya.Benar saja Cellia tidak menyadari kalau itu Embun karena dia sedang asyik merapikan dasi yang dikenakan Arjuna.
Perasaan Embun saat ini cukup campur aduk.Embun merasa bahagia bisa melihat wajah orang yang selalu ada dihatinya, tapi ada juga rasa sakit yang tidak bisa ia ungkapkan.
"Akhirnya aku bisa melihatmu kak,syukurlah kamu sehat dan tampak bahagia dengan Cellia".Gumam Embun sambil tersenyum dan menghelah nafas panjang untuk membuang kepedihan dihatinya.
__ADS_1