
Ilustrasi wajah Tokoh
(Embun)
(Arjuna Pramuja)
(Embun dengan senyum yang indah)
(Cellia)
(Arjuna memakai stelan Formal)
"Arjunaaa....!! Syukurlah kamu sudah sadar.Kamu tahu aku sangat cemas dan takut".
Kata Cellia sambil memeluk tubuh kekar Arjuna.
"Bukannya tadi kita masih di Restauran?".
Tanya Arjuna pada Cellia heran.Tiba² saja dia sudah berada di Rumah sakit.
"Sayang..!! Tadi kamu tiba² pingsan disana."
"Iiissss,kepalaku kenapa nyeri sekali"?
Kata Arjuna sambil menyentuh pelipisnya.
"Sayang,kamu istirahat saja ya.Nanti aku panggil dokter Alex".
Kata Cellia dan berlalu keluar kamar rumah sakit mencari dokter Alex.
Arjuna hanya mengangguk.Arjuna pun memejamkan matanya sambil mengingat wanita yang direstauran tadi.Mata wanita itu cukup membuatnya gelisah.Seperti ada magnet hingga membuat Arjuna ingin menatapnya lagi.
Arjuna melirik Arloji yang ada ditangannya ternyata menunjukan pukul 15.00 sore hari.Arjuna pun menjangkau ponselnya dan menelfone seseorang.
"Hallo,Endro!!
Kamu dimana?
Tanya Arjuna pada Endro.
"Aku ada dikantor,kamu sudah sadar?
Iya sudah.
Jawab Arjuna lemah.
Dimana Cellia?
Cellia sedang memanggil dokter Alex.
Aku segera kesana!.
Okay!!!"
Arjuna pun menutup panggilannya.Arjuna sedang memandang ke arah jendela rumah sakit.Arjuna melihat langit yang cerah.Arjuna menghelah nafasnya panjang,dadanya terasa berat.Ada sesuatu yang mengganjal dihatinya tapi dia tidak tahu apa itu.
Arjuna merasa sangat frustasi hingga sesekali ia memijit keningnya.Kepalanya terasa berat dan nyeri.
Beberapa menit kemudia Cellia datang bersama dokter Alex.
"Tuan Arjuna,sekarang apa yang anda rasakan?
Tanya dokter Alex sambil memeriksa dada Arjuna.
"Dokter,kepala saya terasa nyeri dan berat sekali".
__ADS_1
Kata Arjuna menjelaskan.
"Untuk saat ini,tuan harus banyak beristirahat.Sepertinya anda terlalu stress".
Kata dokter Alex.
Arjuna hanya mengangguk dan Cellia pun duduk disambing Arjuna sambil menyentuh kedua tangan Arjuna.
"Sayang,kamu jangan terlalu stress,soal pekerjaan serahkan saja dengan Endro atau paman Ridwan.Untuk saat ini bagaimana kalau kita liburan saja untuk menghilangkan stress kamu."
Kata Cellia sambil menggenggam tangan Arjuna.Arjuna pun tersenyum sambil mengangguk tanda setuju.
Endro pun tiba dirumah sakit.Endro begitu tajam melirik wajah Cellia.Mereka saling beradu tatap.Ada sorot kebencian dimata Endro.Endro bepaling dari tatapannya dan menuju ke arah Arjuna.
"Juna,untuk rapat besok.Aku saja yang menggantikan kamu.Dan sekarang kamu fokus dengan pemulihan saja.Okay aku permisi.
Kata Endro dan pergi meninggalkan Arjuna dan Cellia.
Endro datang untuk memastikan sahabatnya baik baik saja.Endro sangat ingin mengatakan bahwa Cellia adalah wanita ular.Tapi itu tidak bisa ia lakukan karena melihat kondisi Arjuna yang belum membaik 100%.
Keesokan harinya mereka pun akhirnya pergi kesebuah Villa milik Cellia.Arjuna sudah tampak rapi dengan pakaian casualnya.Cellia membawa sebuah coper yang cukup besar.Cellia mendorong koper itu dengan satu tangan dan tangan yang satu menjijing tasnya yang super mahal.
Cellia tampak sangat cantik dengan balutan casualnya.Cellia melambaikan tangan pada Arjuna.Arjuna dan Pak iyat sudah berdiri didepan mobil untuk menunggu Cellia.
"Apa yang kau bawa,kenapa bawa koper segala?"
Tanya Arjuna heran.
"Sayang kita akan berlibur selama 7 hari.Jadi aku membawa begitu banyak pakaian."
Kata Cellia sambil menggelayut dilengan Arjuna yang kekar.
"Hmmmm,Kalau begitu aku yang tidak banyak melakukan persiapan?"
Kata Arjuna tersenyum.
"Ya sudah,besok pak Iyat yang mengantar pakaian kamu,yang penting sekarang kita berlibur aja dulu".
Kata Cellia lagi.
Sesampainya di villa,penjaga Villa sudah menyambut kedatangan Cellia dan Arjuna.Benar saja,Cellia sudah mengatur segalanya.Cellia meminta penjaga villa untuk menjamu Arjuna dan menyiapkan keperluan selama berlibur untuk 7 hari kedepan.
Tampak dimeja sudah tersusun menu lain untuk pelengkap makan malam.
Aroma barbeque pun membuat perut Arjuna keroncongan.Arjuna tampak sangat lapar karena memang sudah waktunya makan malam.
"Sayang,sepertinya kamu sangat lapar ya?"
Tanya Cellia pada Arjuna karena melihat Arjuna yang makan daging BBQ begitu lahap.
"Benar,aku sudah sangat lapar".
Jawab Arjuna tidak menghiraukan Cellia.Arjuna asyik dengan santapannya yang ada di meja.
Cellia diam² menyiapkan Wine untuk mereka.Sementara Arjuna dilarang dokter untuk mengkonsumsi minuman beralkohol.Tapi Cellia mala ingin membuat Arjuna mabuk.
"Sayang ayo bersulang".
Ajak Cellia pada Arjuna.
"Aku dilarang dokter minum ini".
Kata Arjuna menolak.
"Sayang,tapikan tidak setiap hari sayang,ayolah sekali ini saja.Karena sudah lama sekali kita tidak menikmati suasana seperti ini".
Kata Cellia mencoba merayu Arjuna dengan wajah pura² sedih.
"Baiklah,ini permintaan maaf ku karena sudah menghianati kamu".
Kata Arjuna sambil menatap wajah Cellia dengan mimik wajah merasa bersalah.
"Maksud kamu sayang,aku tidak mengerti".
Tanya Cellia penasaran.
__ADS_1
"Papa sudah menceritakan semuanya.Ternyata aku sudah mempunyai anak.Anak itu bukan anak kita berdua,melainkan dari wanita lain".
Kata Arjuna dengan wajah penuh penyesalan.
"Apaaaa,Paman Yudistira???.Hahahaha Bravo paman.Ternyata aku tidak perlu repot² lagi untuk membuat rencana.Hahaha paman terima kasih".
Gumam Cellia bahagia.
"Sayang,aku akan menerima kamu apa adanya.Aku juga akan menerima Arsy sebagai anak ku sendiri kelak.Semua orang punya masa lalu.Aku tidak perduli masa lalu mu seperti apa.Yang aku ingin kan sekarang adalah bagaimana kita menyusun masa depan kita."
Jawab Cellia begitu bijaksana.Dengan wajah yang penuh keyakinan sambil menyentuh tangan Arjuna yang hangat.
Arjuna menatap wajah Cellia dalam.Tapi Arjuna merasa aneh.Arjuna tidak merasakan getaran dan sentuhan dari ucapan Cellia sedikit pun.Seolah kata² Cellia hanya ucapan biasa tanpa rasa.
"Kenapa aku tidak tersentuh dengan kata² Cellia? Aku tidak merasakan getaran apapun.Ada apa dengan ku?"
Gumam Arjuna dan menatap Cellia dalam.
Cellia tersenyum manis saat ditatap Arjuna yang begitu tampan.
"Arjuna aku pastikan,malam ini kau menjadi milikku".
Gumam Cellia dengan tatapan licik.
Cellia menambah Wine di gelas Arjuna.Arjuna pun meneguk wine itu dengan sekali tegukan.
"Sayang bagaimana kalau kita jalan² sambil menikmati malam".
Ajak Cellia pada Arjuna.
"Baiklah!!"
Kata Arjuna setuju.
Mereka berjalan sambil bergandengan tangan dan menikmati suasana malam.
"Sayang lihat bintangnya banyak sekali!,Waah indahnya".
Kata Cellia sambil menunjuk kearah langit dan menatap kelangit.
Arjuna merasa perna melihat bintang bersama seseorang.Tapi dia tidak ingat dengan siapa ia melakukan itu.Tampak samar wajah wanita dalam ingatan Arjuna.
Arjuna pun menyentuh kepalanya yang mulai sedikit nyeri.
"Aawwww".Arjuna mengeran sambil menyentuh kepalanya.Arjuna merasa mengingat sesuatu tapi tidak terlalu jelas.
"Sayang kamu kenapa?,Sakit lagi ya kepala kamu?
Tanya Cellia cemas.
"Tidak sedikit nyeri saja.Sekarang sudah tidak lagi".
Kata Arjuna mencoba menenangkan Cellia.
Mereka tiba disebuah taman kecil dan terdapat sebuah bangku taman disana.Mereka pun duduk di bangku itu.Cellia duduk begitu dekat dengan Arjuna.
"Sayang,terima kasih.Kamu sudah mau bertahan hingga sekarang.Aku sangat mencintai kamu Arjuna.Aku ingin selalu disampingmu.Sejak kamu sakit aku begitu takut kau tidak mengingatku lagi.Terima kasih kau masih mengingatku".
Kata Cellia penuh kebohongan dengan mimik wajah sedih.
Arjuna pun menatap dalam Manik mata Cellia.Cellia memejamkan mata dan Arjuna mendekati wajah Cellia dan ikut memejamkan matanya.Arjuna ingin mencium bibir Cellia.Cellia pun mulai mendekatkan wajahnya sehingga wajah mereka hampir tidak berjarak.Tapi tiba² Arjuna mendorong tubuh Cellia.Itu membuat Cellia terkejut dan akhirnya mereka pun menghentikan itu.
"Maafkan aku Cellia,aku tidak bermaksud mendorongmu".
Kata Arjuna merasa bersalah.
"Kamu kenapa si Juna?"Kau membuatku kesal.
Kata Cellia pergi meninggalkan Arjuna dan berlari menuju Villa.
"Aku juga tidak mengeri,kenapa aku seperti ini.Aku tidak bisa mencium Cellia.Seperti ada keraguan didalam hati ku.Aku merasa saat ingin mencium Cellia seperti aku akan mencium adik kandungku".
Gumam Arjuna sambil menatap langit.
Cellia begitu kesal dan sangat marah.Cellia mencuci wajahnya dengan kasar.
__ADS_1
"Apa²an Arjuna.Dia fikir aku ini apa.Dasar berengsek!!!".
Grutu Cellia sambil mengelap wajahnya didepan cermin.