
"Sayang....!!!" Kenapa dengan wajah kamu?".Tanya Arjuna pura² tidak tahu.Sementara Embun melengos meninggalkan Arjuna begitu saja.Raut wajahnya yang tampak sangat kesal pun tidak bisa ia sembunyikan lagi.Arjuna tersenyum melihat tingkah istrinya yang tampak menggemaskan itu.Embun yang masih kesal pun mencebikkan bibir merahnya yang ranum.Arjuna mendekati wanita mungil itu dengan duduk disebelahnya.
"Sayang,kamu kenapa?"Tanya Arjuna lagi dengan merapikan anak rambut istrinya itu.
"Kakak masih enggak tau kenapa?,dasar laki² semua sama aja,enggak pekah!"Kata Embun membantingkan tubuhnya ke ranjang dan membelakangi suaminya lagi.
"Astagah sayang.Kamu cemburu dengan Tasya?"Tanya Arjuna lagi.
"Emang ya laki² semua sama aja.Sudah tau pake nanya segala lagi,Bikin kesal aja".Gumam Embun kesal.
"Hahaha sayang,kamu enggak seharusnya cemburu dengan wanita seperti dia.Kakak tidak perna menganggapnya sebagai wanita sayang".Kata Arjuna menjelaskan.
"Enggak menganggapnya tapi tetap dia wanita kak..!!!Lihat tadi betapa seksinya dia.Dengan dada yang menonjol juga body yang semok.Apalagi tadi dia sempat menggoda kakak.Pasti kakak juga melihat betapa seksinya dia".Cerocos Embun dengan berapi² karena kesal.
Tapi saat Embun hendak melanjutkan ocehannya tiba² Arjuna mengecup bibir Embun yang sedari tadi tidak berhenti bicara.Embun terkejut dan membulatkan matanya sempurna.Arjuna mengkungkung tubuh mungil itu dan dengan lembut terus memagut bibir Embun yang begitu manis.Embun tidak bisa menolak dan akhirnya ia juga menikmati setiap pagutan dan ******* yang didominasi Arjuna.Akhirnya pergulatan panjang pun terjadi kembali.
(Di Kantor MCT Group)
"Nona,hari ini kita akan ada pemotretan untuk brand kosmetik kita yang terbaru setelah makan siang".Kata Sekretaris Cellia.
"Untuk itu ditunda aja ya.Saya lagi tidak enak badan.Jadwalkan kembali lusa".Kata Cellia pada sekretarisnya.Cellia merasa hatinya kosong dan ada kesedihan yang tidak bisa ia pungkiri.Memang ia sudah tidak mencintai Arjuna tapi melihat Arjuna menikah untuk kedua kalinya entah kenapa hatinya terasa sakit dan sedih.Mungkin dia belum bisa merelakan sepenuhnya tapi ia tidak bisa menjadi egois lagi.Cellia pun meninggalkan kantornya dengan hati yang begitu berantakan.
Cellia menyetir mobilnya dan tidak tahu mau kemana tujuannya.Ia hanya mengikuti jalan yang saat ini ia lewati.Hatinya terasa kosong dan hampa pun membuat batinnya terasa tersiksa.Saat ini ia hanya membutuhkan dukungan dan sandaran untuk dirinya yang rapuh.Cellia menghentikan mobilnya dan duduk dibangku pinggir jalan disebuah taman kota.Tatapannya kosong dan menatap lurus kearah jalan tampak ia membuang nafasnya panjang.Seolah ia membuang beban yang ada dihatinya agar terasa ringan.Tiba² hujan turun dan membasahi bumi.Cellia masih tetap duduk di bangku itu dengan memejamkan mata dan wajahnya menengadah keatas.Tampak ia sedang menikmati hujan yang membasahi wajahnya juga bersama air matanya bercampur dengan lelehan air hujan yang jatuh membasahi pipinya.Tampak wajahnya yang sedih terpancar dari sorot matanya yang sayu.
__ADS_1
Dari kejauhan sepasang mata sedang menatapnya dengan raut wajah yang sama.Raut wajah pria itu pun tampak sangat sedih melihat Cellia yang begitu menyedihkan.Pria itu berjalan sambil berpayungan mendekati Cellia yang masih duduk dibawah hujan yang begitu derasnya.Cellia tampak menundukan kepalanya dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Pria itu seakan tahu apa yang dirasakan oleh Cellia.Pria itu mendekati Cellia dan memayunginya.Cellia yang tersadar karena tidak merasakan hujan membasahi tubuhnya pun mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa yang memayunginya.Wajahnya datar dan matanya menunjukan mulai bengkak karena terlalu lama menangis.Tatapan Cellia sungguh membuat hati Pria itu tersentuh.
"Bian...!!"Kata Cellia dengan menatap wajah Bian dalam.Tapi Bian hanya diam tanpa kata sambil menatap dalam kemanik mata Cellia yang senduh.Tiba² Bian menundukan tubuhnya dan mengecup bibir Cellia.Membuat Cellia membulatkan matanya sempurna.Bian pun menarik tangan Cellia untuk berdiri sambil ******* bibir ranum itu dengan lembut.Cellia memejamkan matanya menikmati setiap pagutan dan decapan dari ciuman yang mereka ciptakan.Mereka pun berciuman cukup lama dibawah hujan yang membasahi bumi dengan disaksikan sebuah payung berwarna merah.
Setelah itu Bian pun menatap wajah Cellia dalam dan dengan sangat lemah lembut Bian mengusap pipi Cellia serta menarik tubuh ramping itu kedalam pelukkannya.Cellia pun memeluk tubuh kekar Bian lalu menyandarkan kepalanya kedalam dada bidang Bian.Ada rasa kenyamanan yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata² kini rasa sedih yang ada dihatinya pun kian menghilang.Sementara Bian tidak bertanya apapun dengan Cellia.Bian sangat mengerti apa yang sedang Cellia butuhkan saat terpuruk.
"Ayo kita pulang..!!"Hanya itu yang keluar dari mulut Bian.Cellia hanya memgangguk dan menuruti apa yang dikatakan Bian.Bian menggandeng tangannya dan membawanya menuju mobil Cellia.Sementara mobil Bian dibawa oleh supirnya.Bian pun mengemudi untuk Cellia.Cellia masih terdiam dan tidak mau mengatakan apa².Disalam mobil mereka jadi tampak canggung setelah terjadi ciuman panas tadi.Bian mempercepat laju mobilnya karena ia melihat Cellia yang sudah tampak kedinginan.Disepanjang perjalanan pulang mereka tidak berbicara apapun.Bian masih membiarkan Cellia untuk menenangkan diri.
(Apartement Cellia )
"Kamu tidak mampir dulu".Kata Cellia yang tiba² membuka pembicaraan.
Cellia hanya mengangguk pelan.Bian pun masuk kedalam dan duduk di sofa.Cellia membawakan secangkir teh hangat untuk Bian.Cellia tampak sangat seksi dengan rambut yang basah.Bian hanya menelan slavinanya kasar melihat kemolekan tubuh Cellia.
"Bian jas kamu basah,kamu lepas saja supaya tidak masuk angin"!Nanti aku keringkan!".Kata Cellia.Benar saja tadi mereka sempat berpelukan cukup lama.
"Baiklah".Kata Bian melepas Jasnya.Kini hanya kemeja berwarna putih yang pas badan membuat tubuh kekar Bian tampak sangat seksi.Cellia duduk disamping Bian dan masih tampak canggung dari raut wajahnya.
"Kamu kenapa ada disana?"Tanya Bian membuka pembicaraan.
"Hmmm...tidak tahu!Aku hanya mengikuti jalan saja,tidak tahu kenapa aku bisa sampai disana!"Kata Cellia menatap cangkir teh yang ada ditanganya.
__ADS_1
"Kenapa?,Kamu ada masalah?".Tanya Bian lagi.
"Haaassshhh....Wajah ku tampak menyedihkan ya?"Tanya Cellia dengan membuang nafas dalam dan tersenyum dipaksakan.
"Benar wajahmu menggambarkan kesedihan yang me dalam."Kata Bian menatap wajah mungil Cellia.
"Bian apa kau perna merasakan kosong dan hampah didalam hatimu?"Tanya Cellia menatap Bian dalam.
Mendengar Pertanyaan Cellia seperti itu pun Bian membuang nafasnya pelan.
"Perna,aku perna merasakan hal seperti itu.Saat ini aku juga merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan".Kata Bian dengan pandangannya menerawang jauh kedepan.
"Aku ingin dicintai dengan tulus,aku ingin ada orang yang selalu memujaku.Aku ingin itu agar hatiku tidak merasa kosong".Kata Cellia tiba² dengan menatap dalam kemata Bian.Sementara Bian hanya terdiam,ia pun menelan slavinanya kasar dan mereka saling tatap untuk beberapa saat.
"Pujalah aku,cintailah aku".Kata Cellia menatap Bian dan tatapannya penuh permohonan.
Bian yang mendengar perkataan tiba² Cellia pun cukup terkejut.Ia hanya mematung tanpa kata.
"Apa dia sedang mengungkapkan perasaanya padaku?"Gumam Bian bingung.
"Kenapa kau diam saja?"Tanya Cellia dengan wajah sedikit kecewa.
"Bukannya aku sudah lebih dulu mencintai dan memujamu".Barusan aku juga memujamu".Kata Bian tersenyum lembut sambil menatap dalam Cellia.Ada pancaran kebahagiaan dimata Bian dan hatinya seakan berbunga bunga mendengar pengakuan Cinta Cellia.Kini wajah Cellia pun merona dan ia tampak tersenyum malu mendengar kata² Bian seperti itu.
__ADS_1