Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
74.Rencana Jahat


__ADS_3

"Selamat siang nona,apa anda menunggu seseorang?"Tanya seorang pelayan kafe pada Cellia.


"Iyaa,nanti saja saya pesan menunya".Kata Cellia singkat sambil memainkan ponselnya.


Cellia yang memang terlahir sangat cantik pun tampak memesona dengan riasannya yang cukup mencolok.Bibirnya yang sexy dipoles dengan lipstick merah cerah.Rambutnya yang hitam dibiarkan tergerai indah.Cellia memakai baju serbah hitam yang membuat dirinya tampak sangat glamor dan sexy.


Tiba tiba datang seorang pria tampan dengan stelan Jas yang rapi serta rambutnya hitam berkilau.Pria itu adalah Bian.Bian berjalan dengan gagahnya dan membuat semua pengunjung kafe memandangnya takjub.


"Tidak ku sangkah ternyata Bian boleh juga ya".Gumam Cellia sambil tersenyum tipis.


"Selamat siang nona cellia,maaf saya terlambat,soalnya agak macet tadi".Kata Bian menjelaskan.


"Ooh tidak masalah Tuan Bian".Kata Cellia tersenyum menggoda.


"Panggil Bian saja nona Cellia".Kata Bian tersenyum.


"Okay,kamu juga bisa panggil Cellia saja".Kata Cellia tersenyum.


"Oh ya sebelum kita ngobrol,yuk pesan makan dulu soalnya saya sudah lapar".Kata Cellia sambil menyodorkan buku menu pada Bian.


Seorang pelayan pun datang untuk menulis pesanan mereka.


"Cellia ada apa kamu sampai ingin bertemu dengan ku seperti ini?".Tanya Bian penasaran.


"Hmmmm,sebenarnya saya ingin membahas tentang proyek pembangunan di Showroom milik Arjuna yang ada di kota Y.Tapi setelah difikir fikir itu sangat membosankan bukan,kalau kita bertemu hanya membahas tentang pekerjaan saja".Kata Cellia tersenyum dan ia pun meraih sebuah gelas juice dan meminum juice itu untuk membasahi tengorokannya yang terasa kering.


Bian hanya mengerutkan kedua alisnya dan ia merasa ada yang disembunyikan oleh Cellia.


"Hal licik apa yang akan Cellia lakukan?,Ccckkk Cellia kamu membuang waktu ku saja".Gumamnya kesal.


"Okay,aku ikuti saja apa rencananya".Gumam Bian sambil melirik Cellia yang masih berbicara pada pelayan kafe.


Makanan yang mereka pesan pun sudah datang dan siap untuk disantap.


"Bian ayo silahkan dimakan.Kata cellia sambil tersenyum.

__ADS_1


Bian pun hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


"Oh ya Bian,saya tahu kamu sangat mencintai Embun."Kata cellia spontan.


"Uhuk uhuk uhuk".Bian yang mendengar itu pun terbatuk batuk.Ia tersedak makanan yang belum sempat ia telan.


"Tidak ku sangkah dengan menyebut nama Embun saja reaksi kamu sudah seperti ini"Gumam Cellia sambil tersenyum licik.


"Kamu tidak apa apa tuan Bian,apa saya harus memesan air putih lagi untuk mu?"Tanya cellia pura pura khawatir.


"Tidak Cellia,saya baik baik saja".Kata Bian menolak.


Bian pun berusaha tenang dihadapan Cellia.


Bian melirik arloji ditangannya dan ia pun berusaha mengakhiri pertemuan ini dengan alasan ada meeting.


"Cellia maaf,sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan karena sebentar lagi saya ada meeting dengan klien".Kata Bian mulai kesal.


"Bian,jangan terburu buru.Saya Bisa membantu kamu untuk mendapatkan ikan yang lebih besar lagi."Kata Cellia memberi iming iming.


"Kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi,saya permisi".Kata Bian beranjak dari kursi.


"Tunggu Bian,saya akan membantumu mendapatkan Embun asal kamu mau bekerja sama denganku".Kata Cellia to do point.


Bian yang sudah berbalik meninggalkan Cellia tiba tiba terhenti dan kembali berbalik menatap Cellia.Bian tidak menyangka Cellia begitu terobsesi kepada Arjuna.


Bian pun kembali duduk dikursinya.Melihat reaksi Bian yang seperti itu Cellia tampak sangat senang.


"Bian Bian,ternyata segampang ini meluluhkan mu! Ckckck".Gumam Cellia sambil tersenyum licik.


"Saya punya rencana agar kamu bisa mendapatkan Embun dan aku bisa kembali dengan Arjuna".Kata Cellia.


"Apa rencan mu?"Tanya Bian penasaran.


"Mmmmm,Sepertinya saat ini mereka akan melaksanakan pernikahan dalan minggu ini.Apa kamu rela orang yang begitu kamu cintai bersanding dengan orang lain?"Kata Cellia mempengaruhi Bian.

__ADS_1


Bian hanya terdiam tanpa kata.Sebenarnya hatinya sangat sakit saat mendengar berita itu.Tapi Bian hanya bisa menghelah nafas panjang untuk membuang sesak yang ia rasakan.


"Bian sepertinya tidak perlu terlalu formal dengan ku,karena kita akan menjadi lebih sering bertemu,jadi kamu tidak perlu lagi sungkan kepadaku".Kata Cellia sambil menatap Bian.


"Ok,kalau begitu!,sebenarnya apa yang kamu rencana kan?Apa kamu akan mengacaukan pernikahan mereka?".Tanya Bian penasaran.


"Hahahaha,apa terlihat jelas ya diwajahku?"Kata Cellia terbahak.


"Waaah ternyata Shyco juga ini cewek,kalau lama lama bersama wanita ini aku juga bisa ketularan shyco".Gumam Bian sambil menahan kesal.


"Bian,aku suka karaktermu yang tenang.Aku beri penawaran bagus jika kau setuju datang keapartementku".Kata Cellia sambil menyelipkan sebuah kartu nama ke saku jas Bian dan tak lupa dia mencoba menggoda Bian dengan sedikit merapikan dasi Bian yang tampak miring.


"Okay aku pamit dulu".Kata Cellia sambil berbisik ditelinga Bian dengan suara menggoda.


Bian yang mendengar suara Cellia begitu dekat di telinganya merasa merinding.Desah nafas Cellia terasa sangat hangat ditelinga Bian.


Bian hanya menelan selavinanya dengan kasar.Sebagai lelaki dewasa dan normal jantungnya berdegup kencang saat Cellia begitu dekat dengannya.Aroma tubuh Cellia sangat terasa dipenciuman Bian.


Aroma vanilla yang begitu manis,membuat Bian menjadi sangat haus.Bian pun dengan gugup menenggak juice yang masih ada diatas meja tadi untuk membasahi tenggorokannya yang tiba tiba kering.


Cellia memang sangat menawan,kulitnya yang putih dan lembut seperti Ice cream membuat setiap yang memandang akan mencoba memandang untuk kedua kalinya.


"Cellia kau begitu sangat cantik,tapi kenapa hatimu dipenuhi dengan kedengkian? mungkin saja ada yang salah dengan kehidupanmu sebelumnya".Gumam Bian sambil menatap Cellia yang berjalan menuju keluar kafe bagai model diatas catwalk.


"Eeeh,ada apa dengan ku?"Tanya Bian saat tersadar dari lamunannya.


"Cellia Cellia padahal tadi aku yang ingin mengakhiri pertemuan ini tapi kenapa jadi aku yang ditinggalkan?".Gumam Bian dengan kesal.


"Triiing triiing....!!!"dering ponsel milik Bian pun berbunyi.


"Yaaa hallo tasya,ooh okay saya segera kesana.Tolong kamu siapkan saja materinya nanti kita bertemu disana".Kata Bian pada sekretarisnya diseberang sana.


Bian pun masuk kedalam mobilnya.Diperjalanan menuju tempat meeting bersama klien Bian pun memikirkan kata kata Cellia.


"Gila ya Cellia,apa benar dia akan menghancurkan pernikahan Arjuna dan Embun? kalau itu ia lakukan berarti dia benar benar shyco.Tapi aku yakin Cellia tidak akan melakukan itu".Kata Bian sambil terus bicara sendiri.

__ADS_1


__ADS_2