Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
152. Melancarkan Aksi


__ADS_3

"Endro ayo segera ke kantor polisi,kata Rahmad Andin sudah ditangkap".Seru Arjuna sambil berdiri bersiap² keluar kantor.


"Okay...!!".Jawab Endro singkat sambil mengangguk.


Mereka pun berjalan bersama bak dicatwalk fashion week.Dua pemuda tampan rupawan berjalan dengan gagahnya membuat setiap pasang mata selalu tertuju pada mereka memandang penuh takjub.


(Dikantor Polisi)


"Selamat siang tuan Arjuna.Nona Andin sudah saya introgasi katanya dia sengaja mendekati istri tuan dan itu atas perintah Rico."Kata Polisi itu menjelaskan dan menceritakan apa yang telah di akui oleh Andin.


#Flash Back#


"Waaah tampan sekali pak Rico".Gumam Andin saat melihat Rico dimeja kerjanya.


"Pak Rico bisa kita bicara sebentar".Kata Andin memberanikan diri saat semua orang sudah pulang dan hanya ada mereka berdua dikantor itu.


"Iya Andin,silahkan!".Kata Rico menatap Andin penasaran.


"Pak,maaf jika saya lancang.Mungkin saya orang yang tidak tahu malu.Tapi saya harus mengatakan kalau tidak dada saya akan merasa sesak."Kata Andin sedikit canggung.


"Iya Andin,kamu mau bilang apa.Ayo katakan!"Pintah Rico semakin penasaran.


"Pak,sejak pertama saya melihat bapak,saya mulai menyukai dan mengagumi bapak.Awalnya hanya sekedar kagum tapi lama kelamaan saya benar² jatuh cinta kepada bapak.Maafkan saya jika saya lancang."Kata Andin menunduk malu.


Rico tampak terkejut dan tidak menyangka kalau Andin jatuh cinta padanya.


"Benarkah?.Tapi terima kasih kamu telah menyukai saya.Beri saya waktu untuk menjawab."Kata Rico menatap Andin.Tapi terlihat senyum smirk diujung bibir Rico.

__ADS_1


"Tidak apa² pak,tidak usah terburu-buru karena saya hanya ingin mengatakan isi hati saya begitu saja.Saya tidak mau perasaan ini menjadi beban dihati saya.Dengan begini saya merasa legah".Kata Andin tersenyum dipaksakan.Sebenarnya dirinya merasa sedih dan takut ditolak tapi dia berusaha tersenyum dihadapan Rico.


"Tapi jika kau benar² mencintaiku maka berpura-puralah menjadi sahabat Embun.Maka aku akan menerima cintamu."Kata Rico tersenyum pada Andin.


"Hanya itu pak?"Kata Andin tampak bahagia.


"Hmmm kamu harus melaporkan apapun tentang dia padaku maka aku akan sangat mencintaimu."Kata Rico mendekat pada Andin lalu mengecup bibir Andin dan ********** dengan lembut.Kecupan itu tidak sampai disitu saja Rico seperti mendapatkan mangsa empuk.Sementara Andin yang dibutakan oleh cinta pun tidak ada penolakan ia menuruti apa saja yang diperintahkan Rico.


Saat terjadi percakapan diantara Rico dan Andin ternyata Maya masih berada dikantor karena ada barangnya yang tertinggal dikantor ia pun kembali lagi untuk mengambilnya.


Maya pun bisa mendengarkan semua percakapa mereka berdua.Itu kenapa Maya sangat membenci Andin saat Andin berpura² menjadi sahabat Embun.Tapi Maya tidak bisa mengatakan itu semua karena sudah mendapat ancaman dari Andin untuk tutup mulut.


#Flash Back Off#


Arjuna yang mendengar itu pun merasa kasiahan tapi juga kesal pada Andin karena ikut membantu kegilaan Rico.Padahal dia sudah tahu kalau dia dimanfaatkan Rico tapi karena cinta akhirnya Andin menjadi bodoh.Apalagi Andin sudah banyak berhutang pada Rico untuk kakak laki²nya bernama Denis.Akhirnya kakak beradik menjadi kaki tangan Rico.


"Selamat siang Andin.Apa kabar?"Kata Arjuna tenang dengan suara beratnya.Itu membuat Andin menelan slavinanya kasar.Ada ketakutan diwajah Andin dan itu terlihat jelas dan peluh yang membasahi dahinya.Tubuhnha bergetar dan wajahnya memucat seketika.


"Tuan Arjuna maafkan aku,maafkan aku,


aku mohon ampuni aku.Aku hanya mengikuti perintah Rico aku terlalu bodoh dan dibutakan cinta jadi aku mohon maafkan aku".Hiks hiks hiks.Kata Andin memohon dan berlutut dihadapan Arjuna sambil terus menangis katakutan.


Wajah Arjuna datar dan tatapannya tajam.Rahangnya mengetat saat melihat wajah Andin yang sepertinya ingin dia habisi saat itu juga karena berani menghianatai istrinya.


"Kau jalani saja hukumanmu dan renungi semua dosamu disini".Kata Arjuna lalu bangkit dan beranjak meninggalkan ruang kunjungan para tahanan sel.


Sementara Andin hanya bisa menangis dan meratapi hidupnya terkurung didalam penjara.

__ADS_1


Tak lupa Arjuna pun menuju tahan pria yang disana ada salah satu tahanan No.2030 dia adalah Rico.


Arjuna sudah duduk menunggu diruang pengunjung.Arjuna begitu tidak sabar menunggu kedatangan Rico.Tangannya menggenggam erat seakan ingin menghajar Rico dengan tangannya sendiri.


Tak menunggu lama Rico datang dengan baju tahanan dan kedua tanganya diborgol kedepan.Rico tertunduk saat itu lalu dia pun berjalan menuju kursi sambil berhadapan dengan Arjuna.Wajahnya yang penuh luka pun tampak semakin jelas.


"Hallo Rico bagaimana kabar mu?"Kata Arjuna tersenyum penuh kemenangan dihadapan Rico.


"Hahahaha Arjuna Pramuja.Kau kira dengan mengurungku disini kau sudah menang?!"Ciiihh tidak sama sekali".Kata Rico tersenyum dengan kegilaannya.


Arjuna mendengar itu pun begitu marah ingin sekali ia menghajar Rico.Tanganya mengepal dan sudah siap ingin merobohkan dinding kaca yang ada didepannya.


"Pantas saja kau sangat mencintai istrimu.Memang Embun wanita yang sangat cantik dan aroma tubuhnya,Aaaahhhh aku jadi sangat merindukan dia".Hahahaha.....!!!!.Kata Rico sambil memejamkan mata seolah ia sedang menikmati aroma tubuh Embun.


"Brengseeek kau Rico...!!!"Kata Arjuna yang sudah mengayunkan tangannya.Namun hal itu dicegah oleh Endro.


"Jun...jangan gegabah dia hanya ingin memancingmu agar kau marah".Bisik Endro dan itu membuat Arjuna pun menghentikan aksinya.Gemuruh didada Arjuna semakin menggila saat mendengar Rico memuja wanitanya.


"Membusuklah kau dipenjara berengsek".Teriak Arjuna menggemah memenuhi ruangan kecil itu.Arjuna sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.Tampak matanya memerah dan tubuhnya bergetar hebat menahan kemarahan.Dadanya naik turun dan sorot matanya tajam seakan memancarkan laser listrik saat melihat kearah Rico.


"Ingat aku pastikan kau akan berlutut memohon pengampunan padaku karena berani mengusik keluargaku.Aah satu lagi!!! aku tahu apa yang sudah kau lakukan dengan ayahmu.Ayahmu dan kau mempunyai bisnis gelap bukan?"Ingat aku pastikan ayah mu juga akan membusuk disini dan menikmati masa tuanya hingga ajal menjemput."Kata Arjuna tersenyum smirk dihadapan Rico.


Sementara Rico mendengar itu seketika terdiam dan sorot matanya memancarkan kekhawatiran.Rico yang tadinya tampak tenang kini mulai melemah dan diam seribu bahasa.


"Hahaha....jangan bermain² dengan Arjuna Pramuja.Ingat itu".Kata Endro tersenyum penuh kemenangan.Mereka pun pergi meninggalkan Rico,sementara Rico mulai gusar dan tiba² berteriak seperti kesetanan.


"Brengsek kau Arjuna,jangan perna kau sentuh ayahku.akan ku habisi kau brengseeek...!!!.Pekik Rico sambil merontah nanum ia di tahan oleh petugas sipir.

__ADS_1


Arjuna berjalan dengan gagahnya sambil tersenyum puas sudah membuat Rico mati kutu.


__ADS_2