Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
114.TEROR


__ADS_3

"Embun sebelum pulang ayo makan mie ayam mang Junet,aku laper nih".Ajak Andin tiba tiba.


"Astagah Andiin !!!!,terbuat dari apa lambungmu itu,bukannya tadi kamu sudah makan?"Kata Embun tidak percaya kalau Andin masih lapar.


"Kamu tau kan,lambungku banyak kamar penyimpanannya".Kata Andin sambil menaik-naikan alisnya.


"Dasar anak sapi.kamu itu seperti sapi yang punya Empat ruangan pada lambungnya.Pantas saja kamu masih lapar.Hahahaha".Kata Andin mencubit pipi Andin.


"Hehehe!!!! Hmmmm lambungku masih 2 kamar yang terisi selebihnya masih kosong.Aku lapaaaarr...!!!Ayo lah tolong aku."Kata Andin sambil mengerucutkan bibirnya merengek pada Embun.


"Hmmmm okay let's Gooo...!!!".Kata Embun semangat.


Tak lama mereka sampai di warung mang Junet.Andin tampak antusias memakan Mie Ayam pesanannya.Sementara Embun hanya pesan minuman wedang jahe.Embun merasa kenyang melihat Andin makan.Embun tersenyum melihat temanannya yang begitu lahabnya menyantap mie ayam itu.


Tiba² ada notifikasi pesan masuk ke ponselnya.Embun tersenyum bahagia melihat ada pesan.Embun fikir itu pesan dari Arjuna ternyata wajahnya berubah seketika setelah melihat isi pesan itu.


Halloo cantik,apa kabar?


Aku sangat merindukanmu.


Aku tidak akan perna melepasmu.


Yang selalu mencintaimu.


Embun pun mengerutkan dahinya karena mendapat pesan seperti itu.Fikirannya pun mulai berkecamuk,rasa takutnya tiba² melintas dibenaknya.Tapi ia menepis rasa takut itu untuk berfikir positif.


"Aah mungkin orang iseng saja Atau bocil² yang baru punya ponsel".Gumamnya untuk menenangkan fikirannya.


"Embun ada apa?kenapa tiba² kamu diam saja?".Tanya Andin heran melihat wajah Embun yang tampak tegang.


"Andin,ayo buruan pulang.Aku khawatir dengan ayah".Kata Embun berbohong agar Andin tidak ikut panik.


"Okay,sedikit lagi,satu x seruputan lagi sayang kuwahnya enggak diabisi,pamalih kata nenek ku dulu.Karena yang terakhir ini lah letak rezekinya."Kata Andin menjelaskan dengan wajah yang penuh keyakinan.


"Alaaah bilang aja kamu masih doyan...!!!"Kata Andin mencebikan bibirnya.


"Hehehehe....!!!"Andin pun tersenyum cengir kuda andalannya.


Saat mereka berpisah dihalte bus.Embun berjalan sendiri menuju gang rumahnya yang sepi dan gelap.Embun merasakan ada seseorang yang sedang mengikutinya dari belakang.Embun mulai mempercepat jalannya dan sesekali melihat kebelakang untuk memastikan siapa yang mengikutinya.


Jantungnya mulai tidak bisa dikendalikan.Entah kenapa saat itu ia merasa sangat lama sekali sampai kerumahnya.Padahal ia sudah berjalan secepat mungkin.Ketakutan dihatinya mulai menguasai fikirannya untuk berlari dan berteriak.


"Kalau aku berteriak minta tolong pasti aku akan membangunkan semua warga tapi kalau tidak ada orang yang mengikutiku dan cuma perasaanku saja bagaimana? pasti warga akan marah karena sudah membangunkan mereka.Bagaimana ini? Ya Allah lindungilah aku".Gumam Embun bingung sambil terus berjalan dan membelah kegelapan malam.


Embun berlari setelah melihat rumahnya mulai dekat.


"Hussh Hussh hussh".Nafasnya menderuh deras dadanya naik turun karena ia sudah berlari cukup kencang dan diselimuti rasa takut yang semakin membuat jantungnya memompa lebih cepat.


"Kamu sudah pulang nak".Suara Hasan memecah keheningan dan itu membuat Embun sangat terkejut.

__ADS_1


"Ayah,mengejutkan Embun saja".Kata Embun terkejut tampak tubuhnya sedikit melonjak keatas.


"Kamu kenapa?kok seperti dikejar hantu saja".Kata Ayahnya penasaran melihat Embun yang ngos-ngosan.


"Hmmmm...eng enggak apa² yah".Kata Embun gugup dan berbohong agar ayahnya tidak khawatir.


Ke esokkan harinya Embun tampak sedang melakukan pekerjaannya seperti biasa memilah paket yang akan diantar.


"Embun bisa kita bicara sebentar.Langsung kekantor ya!!".Kata Manager baru pengganti Rico.


"Baik Buk".Jawab Embun sambil menganggukan kepalanya.Pengganti Rico adalah seorang wanita.Terlihat dari tampilanya dia tampak matang dan berpengalaman.


"Tok tok tok".Permisi buk!!! Embun mengetuk puntu ruangan Manager baru itu.Manager itu bernama Zoya.


"Ah silahkan masuk Embun".Kata Zoya mempersilahkan Embun untuk masuk.


"Pasti kamu bingung kenapa saya suruh datang keruangan saya?"Kata Zoya sambil tersenyum.Zoya tampak anggun dan tegas terlihat dari gaya bicarannya yang lugas.


"Emmmm,iya buk.Apa saya membuat kesalahan ya buk?"Tanya Embun penasaran dan cemas.Terlihat dari tangannya yang meremas² jemari tangannya yang lentik.


"Hehehe.Embun tidak semua orang yang masuk ke ruangan saya itu melakukan kesalahan."Kata Zoya tertawa melihat kecemasan Embun.


"Jadi buk?"Tanya Embun bingung melihat Zoya tertawa.


"Begini Embun,kami melihat kinerja kamu cukup baik dan tidak perna ada keluhan dari klien tentang kamu.Maka dari itu kamu kami naikan menjadi staff Administrasi disini."Kata Zoya menjelasakan dengan cukup lugas.


"Apaaa?Ibu serius?"Kata Embun kaget tampak dia membulatkan matanya sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Terima kasih buk,astagah."Kata Embun sambil menjabat tangan Zoya tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


Tiba tiba ponselnya berbunyi ada nitifikasi pesan masuk.


"Triing..!!Embun pun mengambil benda pipih itu didalam sakunya dan melihat isi pesan itu.Embun membulatkan matanya dengan sempurna melihat foto dirinya yang ada dipesan itu. Tampak dirinya sedang menunggu Bus saat pergi kerja.



"Sayang,kenapa kau tidak membalas pesan ku.Kau membuatku semakin merindukanmu.


Kau tampak sangat cantik pagi ini".


Isi pesan yang dikirim oleh orang misterius itu membuat Embun merasa takut.


Tangan Embun bergetar kakinya tiba² lunglai tidak bisa menahan bobot tubuhnya.Embun pun gontai dan tersandar di dinding untuk mencari penopang tubuhnya agar tidak jatuh.Jantungnya seakan berdegup kencang melihat pesan teror itu.


Embun pun kali ini tidak bisa mengabaikan pesan teror itu begitu saja.Embun berencana memberi tahu Arjuna saat pulang kerja.


"Kakak,bisa kita bertemu setelah Embun pulang kerja?"Kata Embun melalui sambungan telefonnya.


"Iya sayang,nanti kakak jemput kamu ya?".Jawab Arjuna diseberang sana.

__ADS_1


"Okay kak".


Embun pun mengakhiri telefonnya dan memulai melanjutkan pekerjaannya.Saat itu diluar kantor ada sepasang mata yang terus mengawasi dirinya dan orang itu tampak sangat kesal saat Embun sedang menelfon Arjuna.Peneror itu tampak membuang rokok yang ada di mulutnya dan menginjak rokok itu dengan kakinya.


"Embun ada paket ini untuk kamu".Kata Andin mengejutkan Embun.Embun menghekah nafas panjang dan membuangnya.


"Kamu belanja online?"Tanya Andin.


"Iya..lampu tidur ku rusak jadi aku beli saja online harganya juga cukup murah".Kata Embun menjelaskan.


"Okay thanks ya anak sapi ku!"Kata Embun mencubit pipi Andin.


"Iiih sakit tau".Kata Andin mengerucutkan bibirnya.


"Hehehe"...Embun pun tertawa melihat Andin seperti itu.


Senja pun kian berlalu.Kini malam datang membawa sejuta bintang diangkasa.Arjuna sudah menunggu Embun didepan kantornya dan Arjuna tampak sangat tampan dengan balutan Jas yang masih lengkap.


"Waaah Embun pacar mu luar biasa!".Kata Andin yang kagum dengan ketampanan Arjuna.


"Hahaha kamu bisa aja".Okay aku duluan ya!!!."Kata Embun kepada temannya itu.


"Kakak sudah lama menunggu?"Tanya Embun saat sampai didepan Arjuna.Arjuna tersyum dan menggelang.


"Sayang,kakak rindu.Butuh kekuatan untuk menyetir,ayo cepat isi batrai kakak".Kata Arjuna sambil memajukan bibirnya kedepan Embun.


"Kakak,iiis malu tau".Kata Embun sambil melihat kekanan dan kekiri.


"Cepat,kalau tidak enggak jalan² nih kita".Kata Arjuna masih dengan posisi yang sama.


"Cuup".Embun pun mengecup singkat bibir Arjuna.


"Kurang..!!!"katanya lagi sambil merengek.


"Kakaak!!!"Kata Embun.Tapi ia pun menuruti Arjuna.Wajahnya mendekati wajah Arjuna dan bibirnya sudah menyentuh bibir Arjuna.Tiba² Arjuna menarik tengkuk Embun dan membuat Ciuman itu menjadi panas.Setelah mendapatkan keinginannya Arjuna pun tersenyum melihat wajah Embun yang tampak terkejut.


Tapi ada sepasang mata yang sedang mengawasi mereka.Tampak orang itu kesal terlihat dari tangannya yang mengepal erat melihat adegan mesarah Arjuna dan Embun.


"Ayooo kita pulang".Kata Arjuna tanpa rasa bersalah.


"Iiissshhh".Embun pun mendesis kesal melihat Arjuna yang selalu menyerangnya tiba².


"Kakak....ada yang mau Embun tunjukan sama kakak".Kata Embun mengeluarkan ponselnya.


"Apa itu?"Tanya Arjuna penasaran.


Saat Embun menunjukan semua isi pesan pada Arjuna.Arjuna pun tampak sangat kesal dan wajahnya memerah serta rahangnya mengetat.Tangannya mengepal karena gemuruh didadanya kian membuncah.


"Sayang tapi kamu tidak apa² kan?"Tanya Arjuna khawatir dan langsung memeluk Embun erat.

__ADS_1


"Rahmad selidiki nomor ponsel yang sudah saya kirim ke kamu!".Kata Arjuna dengan tatapan yang penuh amarah.


__ADS_2