Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
156. Penebar Berita Scandal Hoax


__ADS_3

"Junaaaa....!!! lihat ini !!!" Kata Endro sambil memberikan tabletnya.


Arjuna membaca dalam hati dan seketika wajahnya menjadi merah padam,rahangnya mengetat kesal.


Tertulis disebuah berita yang mengatakan bahwa


"Isteri Presdir YP Group saat ini sedang mengandung.Tetapi ada cinta segi tiga antara mereka.Siapakah ayah dari bayi yang dikandung?"


Berita fitnah itu sudah menjadi tranding di internet.Itu membuat Arjuna begitu marah dan darahnya terasa mendidih saat membaca berita bohong itu.


"Siapa yang berani membuat berita fitnah ini?"Aaaahhh....!!!!.Ayo cepat selidiki jangan beri mereka nafas sedikitpun."Teriak Arjuna kesal sambil megepalkan tangannya kesal.


"Endrooo...!!! Aku mau berita ini segera hilang dan beri klarifikasi diakun resmi YP Group".Kata Arjuna sambil berlalu meninggalkan ruangan dengan dada yang masih gemuru.


"Paman Iyat ayo segera pulang".Kata Arjuna pada paman iyat.


"Baik Tuan."Jawab pak iyat patuh.Arjuna pun meminta paman Iyat mengantarnya pulang kerena dia takut Embun yang sedang mengandung akan stress saat melihat berita scandal bohong itu.


Diperjalan pulang Arjuna mencoba menghubungi Embun melalu sambungan telefon namun tidak diangkat.Arjuna memcobanya lagi dan yang kedua kalinya Embun menjawab panggilan Arjuna.


"Sayang kamu dimana?"Tanya Arjuna khawatir.


"Embun sedang berada disekolah Arsy sayang.Hari ini ada rapat orang tua murid sayang."Jawab Embun berjalan menuju ruang rapat.


Arjuna mendengar itu pun memejamkan matanya erat karena terlambat mencegah Embun untuk tidak keluar rumah dulu.


"Paman ayo kita putar balik saja.Embun sedang berada disekolah Arsy."Ucap Arjuna pada Paman Iyat.


"Semoga aku tidak terlambat.Semoga Embun baik² saja."Gumam Arjuna dengan gelisah.


Arjuna mencoba menghubungi Rahmad lewat sambungan telefon.


"Rahmad kamu dimana?"Tanya Arjuna dengan nada panik.


"Saya sedang latihan tuan".Kata Rahmad diseberang sana.


"Rahmad cepat kamu ke Sekolah Arsy dan jemput Nona.Siapa yang lebih dulu sampai agar bisa melindungi Embun.Oh ya jangan lupa kamu lindungi juga Arsy."Kata Arjuna dengan penuh ketegasan.


"Baik tuan".Jawab Rahmad sigap.


(Disekolah Arsy)


Embun berjalan dengan sanatai sambil menjinjing tas yang ada ditangannya.Tapi ada yang tampak aneh hari ini.Embun menyapa salah satu orang tua murid namun mereka mala menatapnya dengan penuh kebencian.


Setiap Embun berjalan semua mata tertuju padanya dan menatap sambil berbisik-bisik untuk menggunjingnya.Embun tidak tahu apa yang sedang terjadi.Embun pun masih terus berjalan menuju ruang Rapat namun entah apa yang terjadi tiba² rapat dibatalkan tanpa sepengetahuan dirinya.


"Permisi Ibu,Kenapa rapatnya di batalkan?"Tanya Embun pada wali kelas Arsy.

__ADS_1


"Ooh...saya juga tidak tahu ibu,katanya tiba² saja ketua yayasan dan kepala sekolah ada kepentingan mendadak".Jawab wali kelas Arsy.


Embun hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti.Hal itu mereka lakukan karena pihak sekolah tidak mau berurusan dengan media karena Embun adalah ibu dari Arsy.Kepala sekolah dan Ketua yayasan sudah lebih dulu menghidari wartawan.


Lagi dan lagi semua orang menatapnya penuh kebencian yang membuatnya terus bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.


"Kenapa mereka menatapku seperti itu?Apa.salahku?"Gumam Embun tidak mengerti.


Saat Embun hendak keluar menuju halaman ternyata wartawan sudah berada dihalaman sekolah dan menyerbu Embun sambil memotretnya dan menyodorkan pengeras suara yang membuatnya semakin panik.


Embun pun shock tidak tahu mengaka mereka menyerbunya untuk wawancara.


"Nona apa benar nona sedang mengandung?"Tanya wartawan itu pada Embun.


"Iya benar saya sedang mengandung,ada apa ini kenapa kalian menggruduk saya?"Tanya Embun yang sudah dikelikingi wartawan.


"Apa benar berita yang mengatakan nona ada pria idaman lain?"Tanya wartawan itu mengejutkan Embun.


"Apa maksud kamu?Saya tidak faham".Kata Embun lagi tidak mengerti.


"Kabar yang beredar nona sedang mengandung anak pria lain bukan presdir YP Group.Apa benar begitu nona?"Tanya wartawan yang lain.


"Apaaa? Kenapa jadi seperti ini.Apa yang sedang terjadi".Embun sangat shock mendengar pertanyaan² wartawan yang tidak masuk akal.Tiba-tiba dia sangat mual dan pandangannya seperti kabur.Lama kelamaan pandangannya gelap dan itu membuat dirinya sempoyongan.


"Kakak tolong aku".Gumam Embun sambil terus menatap kearah pintu gerbang sekolah.Embun dengan lemah pun bercongkok sambil memegang erat tas yang ada ditangannya dan berusaha agar tetap kuat.Embun mulai merasakan sesak nafas dan matanya mulai sedikit terpejam sambil membuang nafasnya berlahan.


Dia tidak menghiraukan pertanyaan² wartawan yang terus mengepung dirinya.Dia hanya berusaha kuat agar tidak terjatuh ditanah.


Tak menunggu lama dia dapat melihat mobil sedan mewah berwarna hitam berhenti dan seseorang yang sangat ia kenal berlari mendeka kearahnya sambil berteriak.


"Menjauhlah kalian darinya..!"Pekik Suara keras itu mengagetkan para wartawan itu.Embun tersenyum legah karena suaminya datang disaat ia membutuhkannya.


"Kakak terima kasih".Gumamnya sambil memejamkan matanya lemah.


Tapi Embun sudah tidak bisa menahannya lagi tiba² pusing dikepalanya semakin menjadi akhirnya ia pun jatuh dan tidak sadarkan diri.


"Embuuuuun...!!! Dimana letak kemanusiaan kalian Haaaaa?Kalian tidak lihat istriku sudah seperti ini masih saja kalian memburunya.!"Brengsek kalian semua.!!!!?Pekik Arjuna begitu marah melihat embun diperlakukan seperti itu.Arjuna pun dengan cepat menggedong istrinya masuk kedalam mobilnya.


Para wartawan itu pun meminta maaf dan pergi satu persatu meninggalkan area sekolah.Yang membuat Arjuna sangat kesal pun pihak sekolah diam saja dan mala menonton kejadian itu.Tak luput oara wali murid yang masih berada disana.


Tak berapa lama Rahmad pun datang namun suasana sudah sepi dan akhirnya Rahmad pun membawa Arsy pulang dan mengikuti Arjuna menuju ke Manssion.


"Sayang ayo bangun.Maafkan kakak sayang lagi² kaka terlambat melindungi kamu."Kata Arjuna memeluk tubuh mungil itu sambil menciumi tangannya.


"Paman bisa cepat sedikit"Kata Arjuna panik.


"Iya tuan,ini sudah semaksimal mungkin saya cepat".Kata Iyat yang tahu kondisi tuannya.

__ADS_1


(Di Manssion)


Arjuna dengan cepat membawa Embun menuju kamarnya sambil membopong tubuh lemah itu.


"Cepat panggil dokter".Pekik Arjuna sambil menapaki anak tangga.


"Mamaaaa,paman mama kenapa paman?"Tanya Arsy ketakutan melihat Embun digendong Arjuna seperti itu.


"Sayang mama sakit.Arsy jangan khawatir ya sayang!".Kata Rahmad menenangkan Arsy yang menangis.


Arsy pun mengikuti Arjuna menuju kamar dan sesampainya dikamar Arsy duduk disamping Embun sambil menangis menciumi tangan Embun.


Dokter pun tiba ke Mansion untuk memeriksa keadaan Embun.


"Dokter bagaimana dengan istri saya dan janinnya?"


Ucap Arjuna cemas.


"Nona Embun saat ini sepertinya sedang shock dan itu tidak baik untung kehamilannya.Saat ini janinnya masih baik² saja.Jadi saya minta agar menjaga mood nona Embun agar tetap baik.Ibu hamil tidak boleh terlalu capek dan stress".Kata dokter menjelaskan.


"Saya sudah berikan cairan infus dan vitamin tambahan untuk menambah tenaganya dan sebentar lagi nona juga akan bangun".Kata Dokter lagi.


"Baik dokter terima kasih banyak".Jawab Arjuna lalu duduk didekat Embun sambil mengusap puncak kepalanya.


"Sayang,kamu harus kuat yaa demi anak² kita".Bisik Arjuna lirih dengan tatapan cemas.


"Papa kenapa mama belum buka mata?"Tanya Arsy cemas.


"Paaa mama tidak mati kan?"Tanyanya lagi dengan air mata yang berlinang dan wajah penuh kecemasan.


Arjuna mendengar pertanyaan Arsy seperti itu seketika jantungnya seakan berhenti berdetak.


"Deg..!!!"


Arsyyy...jangan bilang seperti itu lagi ya!".Kata Arjuna menatap Arsy lembut.


"Mama sedang tidur,ayo Arsy juga istirahat saja ya sama mbak susi!".Kata Arjuna namun Arsy tidak mau dan ia hanya ingin bersama Embun.


"Enggak mau,Arsy mau sama mama!"Katanya sambil merengek.


"Okay baiklah kalau begitu,Arsy jangan berisik ya.Mama sedang istirahat."Ucap Arjuna membuat kesepakatan pada Arsy.Arsy mengangguk mengerti.


Arjuna pun keluar menemui Rahmad untuk membahas tentang kejadian tadi.


"Rahmad kamu juga harus mencari tahu siapa yang sudah menebarkan berita HOAX itu.Satu lagi cari tahu semua reporter² tadi yang membuat istriku pingsan".Perintah Arjuna tegas.


"Siap tuan".Jawab Rahmad singkat dan pergi meninggalkan Manssion untuk melaksanakan tugasnya.

__ADS_1


Sementara Arjuna masih merasakan hal yang menyakitkan saat melihat Embun tadi tergeletak lemah dengan dikerumuni para wartawan.Seketika amarahnya bergejolak.Tangannya mengepal sekuatnya menahan amarah yang sudah menjalar keubun-ubunnya.


"Akan aku pastikan kalian hancut ditanganku.Siapa saja yang berani mengganggu keluargaku".Gumam Arjuna dengan mengetatkan rahangnya begitu keras.


__ADS_2