
"Hiks hiks hiks hiks hiks"
Tangisan arsy memecah keheningan kamar villa,Arsy duduk di sudut tempat tidur sambil menekuk lututnya dan menenggelamkan wajahnya di lututnya dan menutup wajahnya dengan kedua lengannya.Arsy sangat merindukan ibunya yang tidak perna dia lihat sama sekali,dia hanya bisa melihat fotonya saja.Dia tidak perna mendapat kasih sayang seorang ibu,dia mendapatkan banyak kasih sayang dari ayahnya,omanya,opanya,tante larisa dan paman endro,begitu juga mbak susi babysitternya.Tapi itu semua masih belum bisa menggantikan kasih sayang seorang ibu.Arsy ingin sekali bertemu dengan ibunya,apalagi dia sekarang sudah sekolah dia sering melihat teman temannya dijemput ibunya saat pulang sekolah.Dia sangat iri dengan teman temannya itu.
Sementara Ayahnya sibuk bekerja,omanya juga terkadang sibuk dengan bisnis butiknya dan jarang sekali mereka bisa menjemput arsy.Hanya mbak susi yang selalu bersamanya hampir 24 jam.Sampai sampai mbak susi juga tahu film apa kesukaan arsy,warna,makanan favoridnya.Terkadang arsy lebih nyaman bicara dengan mbak susi dari pada dengan papanya,omanya,apalagi opanya.
"Arsy kamu kenapa sayang,kenapa kamu menangis?". tanya mbak susi pada arsy sambil mendekati arsy dan menyentuh dagu arsy agar bisa melihat wajahnya.Arsy masih tetap menangis,mata cantiknya masih di penuhi dengan cairan bening itu,mbak susi menghapus cairan bening yang lolos dari mata arsy dengan ibu jarinya,matanya tampak sembab karen sudah lama dia menangis dekat sudut tempat tidur.
"mbak susi..."panggil arsy pada babysitternya itu.
"mbak susi,bukannya ini hari ulang tahun mama ya,apa papa beli bunga untuk mama?"
tanya arsy pada susi.Susi hanya bisa mengangguk dan menatap arsy dengan tatapan nanar.Susi memeluk arsy dengan penuh kasih sayang dan membelai kepalanya.Susi sangat merasa iba pada arsy.Arsy terlahir dari keluarga kaya raya apapun yang diminta bisa dibelikan ayahnya.Tapi satu yang tidak bisa diberikan ayahnya saat ini,yaitu ***IBU*.
"Mbak susi,arsy ingin bertemu mama,bagaimana caranya arsy bisa bertemu mama**?"tanya embun pada susi.
"sayang,kamu bisa bertemu dengan mama dimalam hari nanti,karena setiap orang yang meninggal akan menjadi bintang yang sangat terang dilangit".kata susi kepada arsy.
"Benarkah itu mbak?" tanya arsy dengan antusias.Mbak susi hanya mengangguk dan tersenyum lembut sambil mencubit lembut pipi cubby arsy.Susi pun membawa arsy turun kebawah untuk jalan jalan ketaman,agar arsy tidak bosan.Saat arsy bermain di taman tiba tiba dia teringat embun.Dia meminta pada mbak susi untuk menelfon ayahnya agar bisa bermain di kerumah teman barunya itu besok.
__ADS_1
Arjuna tampak bingung dengan arsy yang dekat dengan embun dan menjadi teman juga.Arsy juga tipe anak yang tidak pandai bergaul,tapi dengan embun dia mala menjadi teman.
Ditoko bunga tempat embun dan arjuna berada tampak hening.Mereka berdua tiba tiba menjadi orang bisu sesaat.Mereka hanya saling curi pandang satu sama lain.
"Tuan bunganya sudah selesai,mau ditulis ucapan apa tuan?"Tanya embun pada arjuna.
"Tidak perlu,begitu saja sudah cukup".Kata arjuna.
"Baiklah"Jawab embun singkat.
Arjuna pun berpamitan setelah selesai membayar bunga miliknya.
Arjuna menyalahkan lilin lilin yang sudah tertata rapi di dalam kamarnya dan sengaja mematikan lampu kamarnya.Dia menatap foto adinda dengan tatapan yang merindu.Dia teringat masa masa bersama adinda dulu,hingga tak bisa dia menahan beningan kristal yang sudah memenuhi pelupuk matanya.
Dadanya terasa sesak dan tenggorokannya sangat sakit menahan tangis yang tidak bisa dia keluarkan.Selama lima tahun dia selalu melakukan ritual seperti itu.Dan semua orang sudah terbiasa melihat Arjuna yang mengurung diri dikamar menyendiri.Tidak ada yang berani menggangu arjuna saat seperti itu.
Arsy,sedang menyiapkan hadiah ulang tahun untuk mamanya.Arsy menyiapkan banyak balon berbentuk hati,ia dibantu mbak susi.Arsy menggambar dibuku gambarnya dan mewarnainya dengan sangat sabar.
Arsy menggambar papanya dan dirinya bergandengan di sebuah taman bunga mawar dan sebuah bintang dilangit.Arsy pun berlari menuju kamar arjuna dengan membawa hasil karyanya untuk diberikan kepada mamanya serta membawa banyak balon ditanganya.
__ADS_1
Arsy mengetuk pintu kamar arjuna dengan sangat keras.
"tok tok tok,paapaaaaaaa.......,paaaapaaaaa!!!"
Jerit arsy dari balik pintu kamar.Arjuna yang mendengar anaknya memanggil dengan cepat menyekah cairan bening yang sempat lolos dari matanya itu,agar anaknya tidak melihat kesedihan papanya.Arjuna dengan cepat membuka pintu kamarnya sambil tersenyum.
"Anak gadis papa,sini sayang".sambil merentangkan tangannya dan berjongkok memeluk arsy.Arjuna pun menggendong arsy menuju tempat tidurnya dan mendaratkan tubuh arsy disana.
"Waaah kenapa arsy banyak sekali membawa balon?".tanya arjuna penasaran pada arsy.
"paaaa,ini hadiah untuk mama,Arsy juga membawa hadiah ini untuk mama" kata arsy dengan antusias dan senyuman yang bahagia sambil menunjukan kertas yang digambarnya tadi.Arjuna melihat gambar itu dan mengerutkan dahinyabtanda dia belum faham dengan gambar buatan anaknya.
"Sayang siapa yang ada digambar ini?" tanya arjuna pada arsy.
"Ini papa,dan ini arsy,".sambil menunjuk gambar seorang laki laki yang menggandeng tangan seorang anak perempuan."terus yang ini mama." menujuk sebuah gambar bintang.
"papa ayo kita bertemu dengan mama pa,Arsy sudah membawa balon balon ini untuk menemui mama dilangit,kita bisa terbang bersama pa,pakai balon ini.Arsy mau kasih hadiah sama mama.Kata mbak inah kalau orang yang sudah meninggal akan menjadi bintang yang terang dilangit paa.Ayooo pa kita pergi lihat mama pakai balon balon ini,arsy sudah siapkan ini buat terbang kesana bertemu mama.kata arsy dengan wajah bahagia dan mengharap.
Seketika tubuh arjuna bergetar dan seluruh tubuh arjuna memanas karena terkejut dengan perkataan arsy,tenggorokannya terasa tercekat tidak bisa mengeluarkan kata kata.Matanya pun mulai memanas karena ada genangan air bening dipelupuk matanya.Arjuna berusaha menahanya dengan mengangkat wajahnya ke atas.tapi tetap saja cairan itu lolos dari matanya.Arjuna hanya bisa memeluk arsy dengan erat tanpa berkata banyak."maafin papa ya sayang".Hanya itu yang bisa dia ucapkan pada arsy.
__ADS_1