Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
18.Cellia


__ADS_3

"Bruuuuuuuugh"


Arjuna menghamburkan tubuhnya di atas tempat tidur empuknya. Arjuna pun menelentangkan tubuhnya dan merentangkan kedua tangannya sambil menatap langit langit kamarnya dan mimikirkan sesuatu.Setelah mengantar arsy ke rumah utama ia segera pulang ke apartementnya.


"Driiing driiing driiing....."suara dering ponsel mengagetkan lamunannya.Dengan malas ia meraih ponsel diatas nakasnya.


"hmmmm,kata kan?" perintah arjuna pada seseorang di seberang sana.


"jun....Besok ada rapat penting dengan perusahaan MCT Grup,ingat kamu harus datang jangan kabur lagi".Kata endro disana.


"Hmmmmmmm".arjuna menjawab dengan malas.


"Ndro...kamu dimana?"tanya arjuna pada endro.


"Kenapa?,Kangeeeen yaaaa....!?".Ledek endro pada arjuna.


"Brengseeeng,cccckk.Jawab arjuna smbil berdecak malas,mendengar ledekan Endro.


"Ditempat biasa,lagi nongkrong bareng Larisa,apa kamu mau menjadi anti nyamuk?


hahahahaha".Ledek Endro lagi sambil tertawa mengejek.


"Breeeengseeek,Dasar menjijikan".Lagi lagi arjuna mengumpat sahabat sekaligus asisten pribadinya.Arjuna pun mematikan sambungan telefonnnya dengan sepihak.


"Jun..hallo hallooo hall....."kata endro.


"heeeeessss,Dasar Duren,kelamaan jomblo jadi gini emosian,kebiasaan aku yang menelfon duluan seenaknya dia yang memutuskan sepihak,kalau ga Boss sudah aku bejek bejek dia."kata endro dengan kesal sambil meninju ninjukan tangannya di udara.

__ADS_1


"hahaha,kalian berdua itu imut banget tau".Kata Larisa sambil mencubit pipi endro dengan gemas.


"aaah sayang kamu tuh ya,pinter banget buat aku jadi tenang."Kata endro sambil menyandar dibahu larisa dengan sok manjanya.


Endro terlalu manja dengan Larisa,wajar ia lebih muda tiga tahun dari larisa.Tapi Larisa suka dengan sikap manja Endro padanya,karena Larisa merasa ia terlalu terbiasa dengan kerasnya kehidupan yang membuat dirinya harus bekerja keras dan menjadi mandiri sehingga tidak ada waktu untuk bermanja manja.Itu membuat dia menjadi lebih dewasa dan kuat.


Arjuna yang masih ada di atas ranjangnya segera berdiri dan mengambil kunci mobil yang ada diatas nakas dan berjalan menuju ruang ganti.Arjuna mengambil sebuah jacket bewarna biru tua.Arjuna memakai stelan casual yang membuat dirinya tampak lebih segar dan lebih muda.tidak tampak kalau ia seorang singgle parent dan memiliki seorang putri.


Arjuna menuju lift dan ke basement untuk mengambil mobilnya.Arjuna menyalakan mesin mobilnya dan segera melajukan kendaraan beroda empat itu.


Tampak ramai berlalu lalang kendaraan melintasi kota.Gemerlap lampu lampu jalan menyinari disetiap sudut kota.Arjuna menghidupkan audio musik di mobilnya dan memecah kesunyian didalam mobil yang dia kendarain.


Sampailah Arjuna ketempat favoridnya bersama adinda dulu.Sebuah taman kota yang terdapat sebuah danau buatan ditengah tengah taman tersebut.Udara malam terasa dingin menyeruak disetiap sendi,kedap kedip lampu taman memperindah suasana taman.Arjuna selalu datang ketempat ini saat ia merasa kesepian dan mencari ketenangan.Arjuna duduk dibangku taman dan tampak menyalakan satu batang rokok dan meletakan dimulutnya.


Arjuna sesekali menghisap barang beracun itu dan membuangkan asapnya keudara.Arjuna teringat seseorang dan membuatnya menarikkan sudut bibirnya hingga menjadi lengkungan indah disana.


Setiap teringat Embun jantungnya berdegup kencang.Dia memegang dada kirinya dengan telapak tangannya.


"perasaan apa ini?".tanyanya dalam hati.


Keesokan paginya,Arjuna bangun dan bersiap siap kekantor.Sebenarnya dia sangat malas hari ini kekantor teringat seseorang yang akan ia temui nanti saat meeting.


"tuk tuk tuk".Ridwan mengetuk pintu ruangan Arjuna.


"Tuan,nona cellia sudah ada diruang meeting".kata ridwan kepada arjuna.


"Aaahhhh,okay! Paman tolong suruh endro menyiapkan semua yang diperl**ukan**."kata arjuna.

__ADS_1


Ridwan hanya mengangguk mengerti.Mereka berjalan bersama menuju ruang meeting.Endro sudah menunggu Arjuna di ruang rapat,dia tampak berbincang dengan Cellia.


saat arjuna tiba di ruang rapat,semua orang berdiri untuk memberi hormat termasuk cellia.


"Selamat pagi tuan arjuna".Sapa cellia kepada arjuna dengan senyum menggoda.


"Pagi nona cellia".kata arjuna sambil tersenyum yang dipaksakan.Cellia adalah pewaris tunggal MCT Grup.Perusahaan yang mengembangkan advertising dan entertainment.Cellia dulunya seorang model internasional.Cellia dari dulu sangat menyukai Arjuna,tapi arjuna lebih memilih adinda seorang fashion design.


Arjuna sendiri yang mempersentasikan produk terbaru mereka sebuah Mobil robot yang mampu mengemudi sendiri.MCT Group sebagai perusahaan yang membantu mengiklankan produk milik Arjuna.Cellia tidak bisa berpaling dari arjuna,ia terus menatap arjuna dengan takjub.Arjuna masih menguasai hati cellia,hingga saat ini walau arjuna sudah menjadi duda.Arjuna tetap ada didalam hati cellia.Cellia tidak mendengarkan apa yang bicarakan arjuna ia hanya fokus pada wajah arjuna dan semua yang ada pada arjuna.


"Bagaimana nona cellia,apa ada pertanyaan?".Tanya arjuna pada cellia,tapi cellia masih terkesimah dengan arjuna hingga dia tidak mendengar arjuna berbicara padanya.Sekertarisnya menyenggol lengan cellia dan dia tampak terkejut dan bingung apa yang ditanyakan Arjuna.Sekertarisnya pun memberi tahu cellia apa yang ditanyakan arjuna.


Cellia hanya tersenyum manja,dan menjawab.


"Aaah tidak tuan,selebihnya saya serahkan pada sekertaris saya".katanya.


"Ok rapat selesai".kata arjuna dan dia langsung berlalu tanpa melirik cellia.


Cellia berdiri dan cepat cepat berlari menghampiri Arjuna.


"Arjunaa....." panggil cellia pada arjuna


Arjuna berhenti dan menoleh kebelakang,Cellia menghapiri arjuna dan berdiri dihadapan arjuna .


"Ada apa nona cellia?"tanya arjuna.


"Juna stop bicara formal pada ku".Kata cellia sambil merapikan dasi milik arjuna.Mereka pun menjadi pusat perhatian seluruh karyawan arjuna disana.

__ADS_1


__ADS_2