
"Ndro....sudah sana kamu pulang.Aku takut dibunuh istrimu!".Kata Arjuna menggoda Endro.
"Hahahaha...!!!"Arjuna tertawa melihat Ekspresi wajah Endro yang kesal saat diledek Arjuna.
"Ccckkk....!!! Awas kamu ya...!!!"Jawab Endro kesal.
"Oh yaa...!!apa semua wanita hamil moodnya berubah²?"Tanya Endro pada Arjuna.
"Hmmm..!!!"Kamu bingung melihat istrimu?Sebenarnya wanita hamil moodnya berubah² karena faktor hormonal.Jadi itu wajar saja kalau istrimu jadi moody."Kata Arjuna sambil tersenyum melihat Endro yang menyandarkan kepalanya disofa.
"Iyaaa....juga siiih..!! kamu tahu waktu itu aku....."Kata Endro mengingat kejadian 1 minggu yang lalu.
#Flash Back#
"Sayang.....!!! Plaaaak...!!!".Larisa memukul punda Endro yang sedang tertidur pulas disampingnya.
"Aaawww...!!!Astagah sayang kenapa kamu memukul ku?"Tanya Endro terkejut juga kesakitan dan ia pun terjaga.Endro duduk menghadap Larisa tampak wajah istrinya murung dan matanya sembab seperti habis menangis.
"Hiks hiks hiks....!!!"Larisa menangis terseduh².
"Kamu kenapa menangis sayang ?ada yang sakit?"Tanya Endro panik dan menyentuh pundak Larisa.
"Huhuhuhu...!!"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu".Kata Larisa sambil menepis tangan suaminya dan menangis keras.
"Apa? Apa salahku?"Gumam Endro bingung sambil berfikir keras kesalahan yang telah ia perbuat.
"Sayang ayo katakan apa salahku sampai kamu menangis seperti ini?"Tanya Endro penasaran dengan membuang nafasnya berlahan menahan kesabaran.
"Hiks hiks.....Kamu tega berselingkuh ya Endro brengsek..plok plok plok!!!".Kata Larisa menangis sambil memukul Endro dengan bantal.
"Sayang....selingkuh?Kapan aku selingkuh sumpah aku tidak perna selingkuh demi apapun!!".Kata Endro bingun sambil tangannya menepis serangan dari Larisa.
"Percayalah sayang.Jangankan selingkuh berfikir untuk selingkuh saja aku tidak perna sayang!"Kata Endro mencoba terus menenangkan Larisa dengan wajah panik.
"Buktinya kamu sudah sekingkuh didalam mimpi aku.Aku benci kamu......!!!!!! Huhuhuhuhu....!!!."Kata Larisa sambil menangis keras dan terus memukuli Endro dengan Bantal.
"Whaaat....!!! Dalam mimpi?"Astagah...!!!".Gumam Endro sambil membulatkan matanya sempurna dan mulutnya seperti terkunci tidak bisa mengatakan apapun.Endro hanya bisa menelan slavinanya kasar.
"Huhuhuhuhu...."!!!!Larisa terus menangis dan membelakangi Endro karena kesal.
"Sayang....sudahlah itukan hanya mimpi".Kata Endro menenangkan Larisa sambil mengusap pundaknya.Tampak Endro membuang nafasnya berlahan.
"Iiisssttt....!! jangan sentuh aku.Aku masih membenci kamu.Hatiku masih terasa sakit.hiks hiks hiks hiks....!!!"Kata Larisa sambil menangis.
"Tapikan hanya mimpi sayang."Kata Endro lagi karena ia merasa tidak melaukan kesalahan apapun.
"Benar hanya mimpi..!!!.Tapi itu seperti nyata sampai² hatiku sangat sakit.Awas kalau kamu berani selingkuh walau hanya dalam mimpi sekalipun akan ku hajar kamu sampai titik darah penghabisan".Kata Larisa dengan sorot mata tajam dan mengepalkan tangannya dihadapan Endro.Sementara Endro hanya bisa menatap pasrah istrinya dengan lemah.Endro memejamkan matanya lemah dan seakan tubuhnya lunglai.
"Untuk malam ini jangan tidur bersamaku.Tidur sana disofa...!!!"Kata Larisa kesal dengan sorot mata penuh amarah.
__ADS_1
"Tat tat tapi sayang...!!".Kata Endro terbatah dan memohon untuk tidak mengusirnya dari ranjangnya.Sayangnya itu tidak membuahkan hasil.Endropun dengan berat hati berjalan menuju sofa sambil memeluk bantalnya.
"Sayaaang....!!!"Panggil Endro lagi dengan penuh permohonan.
"No....!! awas saja kalau kamu berani pindah kemari ya....!!"Kata Larisa membalikkan badannya menghadap Endro sambil melotot dan memberi tatapan seperti sengatan listrik dengan kedua jarinya menunjuk kematanya lalu kearah mata Endro begitu sangat tajam seakan benar² akan mencongkel kedua mata Endro dengan jarinya.
#Flash Back Off#.
"Hahahahaha.....!!!"Arjuna yang mendengar itu pun tertawa terbahak bahak.
"Kamu senang diatas penderitaanku".Kata Endro kesal.
"Hahahaha....Endro yang malang."Kata Arjuna sambil menepuk pundak sahabatnya itu.
"Sejak kejadian itu.Aku selalu berdoa sebelum tidur agar istriku tidak perna bermimpi aneh lagi".Kata Endro dengan wajah memelas.Sementara Arjuna masih terkekeh mendengar perkataan Endro.
(Di Mansion)
"Papaaaa.....!!!"Pekik Arsy yang menyambut kepulangan papanya.
"Upppsss...!!Ternyata kamu berat juga ya sayang!!"Kata Arjuna menggedong Arsy sambil terus menghujani pipi chubby Arsy dengan ciuman.
"Hehehe....!!! sayang ayo lekas kamu naik kekamar, lalu bobo.Ini kan sudah malam besok terlambat ke sekolah loh".Kata Embun mengingatkan Arsy.
"Baik maaa...!!"I love you maa,paa"
"I love you too sayang.Nanti mama nyusul kamu.Mama mau siapi makan malam papa dan siapi air mandi papa dulu.Okay!"Kata Embun pada Arsy sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Sayang mama papa sudah makan?"Tanya Arjuna.
"Loh sayang kamu tidak tahu papa sama mama pergi ke Bangkok?"Tanya Embun pada Arjuna.
"Hmmm tidak,emang ngapai ke bangkok?".
"Teman kuliah papa membuat acara reunian gitu sih kata mama".Jelas Embun sambil menuangkan air putih ke gelas Arjuna.
"Hmmmm....!!! Pantas tadi mama menelefon tapi kakak tidak sempat angkat karena meeting tadi.Terus tidak ingat mau menelefon kembali."Kata Arjuna menjelasakan.
Setelah selesai makan Arjuna pun naik kekamar.Embun sedang menyiapkan air mandi Arjuna dan sepertinya Arjuna tampak lelah karena seharian sudah menemui empat klien untuk proyek terbarunya.Arjuna sedang berendam di Bathtup tampak ia memejamkan matanya sambil menikmati hangatnya air panas yang menyegarkan tubuhnya.Aroma lavender pun begitu sangat menenangkan.
Saat Embun keluar kamar mandi terdengar Ponsel Arjuna berdering.Embun pun berinisiatif untuk mengangkat telefon itu.Embun melihat dilayar ponsel Arjuna Rahmad memanggil.Embun melihat Arjuna yang begitu menikmati kenyamanan saat berendam air hangat pun enggan membangunkan Arjuna.Embun pun menjawab panggilan Rahmad.
"Halo tuan"!Kata Rahmad diseberang sana.
"Maaf Rahmad kakak sedang mandi".Jawab Embun.
"Maaf non,ini saya bawa titipan dari nyonya untuk tuan.Tadi nyonya terburu² mau ke bandara jadi tidak sempat bertemu tuan Arjuna."Kata Rahmad.
"Kamu dimana sekarang?"Tanya Embun.
__ADS_1
"Saya sudah dimansion non."Kata Rahmad.
"Okay saya turun sebentar lagi".Kata Embun lalu mematikan ponselnya.
Saat Embun menerima telefon dari Rahmad Arjuna terbangun dan mencari Embun karena sudah tidak ada dikamar mandi lalu ia bergegas menjangkau kimono mandinya.
"Kemana dia?"kata Arjuna mencari istrinya.Arjuna berjalan ke wadrobe tidak menemukan istrinya.Lalu ia keluar menuju kekamar Arsy pun tidak menemukan istrinya.Ia hanya melihat Arsy yang sudah tertidur pulas.Arjuna lalu turun menapaki anak tangga menuju ruang tamu.
Arjuna melihat Embun dari balik kaca jendela sedang berbicara pada Rahmad yang tampak sangat serius.Ia melihat Rahmad tersenyum saat berbicara pada Embun.Entah apa yang mereka bicarakan hingga membuat Rahmad tersenyum cerah dihadapan Embun.Arjuna melihat itu pun cukup kesal tangannya mulai mengepal kesal."Berani sekali dia tersenyum dengan begitu manis didepan pria selain aku".Gerutu Arjuna dengan wajah yang penuh kekesalan.Kecemburuan dan kebucinan Arjuna kini mulai meningkat semenjak menikah.
"Triiing....triiing!!!".Bunyi ponsel Embun berdering.Embun pun mengambil ponselnya dari saku bajunya.Ternyata ia melihat yang menelfon suaminya sendiri.
"Kakak...!"Gumamnya.
"kamu dimana?"Tanya Arjuna dengan ketus
"Kakak Embun didepan,Rahmad datang membawa..."Belum lagi Embun meneruskan bicaranya kini Arjuna memotong karena kebucinannya membuat Embun kewalahan.
"Masuk...cepat".Kata Arjuna kesal dengan sorot mata yang tajam.
"Tapi kak ini dari ma...!!"Lagi² perkataan Embun terputus.
"Masuk kakak bilang....kakak beri waktu 5 detik.
1 2 3 4 5".Kata Arjuna menghitung.
"Okay iya iya kak."Embun pun berlari dengan mengabaikan Rahmad.Sementara Rahmad bingung paketnya akan diletakkan dimana.
"Non...ini bagaimana?"Tanya Rahmad bingung.Tampak Rahmad menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung kotak besar itu mau diletakkan dimana.
"Terserah kamu".Teriak Embun karena menurutnya lebih penting keamanan dirinya dari pada mengurus paket mamanya.
Arjuna yang melihat Embun berlari masuk pun tersenyum penuh kemenangan.Dengan cepat ia pun berjalan menuju kamarnya agar tidak terlihat Embun kalau dia sudah memantaunya.Sementara dengan nafas yang ngosngosan Embun membuka pintu kamar.
"Cklek...!!!"Ia melihat Arjuna sudah duduk disofa dengan menyilangkan kakinya dengan tangan bersidekap menunggu kedatangan istrinya.
"Dari mana saja kamu".Tanya Arjuna dengan wajah kesal.
"Kakak...tadi Rahmad datang membawa kotak besar tidak tahu isinya apa.Tapi katanya itu dari mama untuk kakak".Kata Embun menjelaskan dengan nafas yang masih belum beraturan.
Arjuna pun berdiri mendekati Embun.Arjuna dengan wajah yang masih tampak kesal mengusap bibir istrinya dengan ibu jarinya.
"Bibir ini tidak boleh tersenyum manis dengan pria selain aku".Kata Arjuna menatap wajah Embun dalam.
"Apaaa?" kenapa lagi ini?"Gumam Embun menghelah nafasnya lemah.
"Kakak tidak suka senyum indah yang seharusnya milik kakak kamu berikan pada orang lain".Kata Arjuna lagi sambil mengusap pipi Embun lembut.
"Haaaa...?"Terserah kamu saja tuan Arjuna.aku sudah pasrah."Gumam Embun mulai memejamkan matanya erat karena melihat tingkat kebucinan suaminya yang semakin akut.
__ADS_1
"Iya sayang....!! maafkan embun kalau embun tadi terlalu manis saat tersenyum pada Rahmad.Kata Embun tersenyum sambil memeluk tubuh kekar Arjuna.
"Lama² aku terkontaminasi dengan kenarsisan suamiku kalau seperti ini".Astagah...!!! ckckckck".Gumam Embun memutar bola matanya karena tidak tahu harus berkata apa.