Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
39.Meredam Amarah


__ADS_3

"Maaf tuan,benar yang dikatakan embun,tadi saya hanya mencoba membantunya saja".Jelas Bian pada Arjuna.


"okay."Jawab Arjuna ketus.Arjuna masih memandangi Embun yang sedang melanjutkan merangkai bunga milik Bian.Didalam toko suasana terasa mencekam.Arjuna dan Bian tidak saling bicara.Akan tetapi mereka saling pandang dengan sudut ekor mata mereka masing masing.


Bian diam diam melihat embun dengan ekor matanya.Sesekali dia juga melihat Arjuna.


"Ada hubungan apa antara embun dan tuan arjuna?"


Guamam Bian.


"Nah akhirnya,tuan bian bunganya sudah selesai,semoga wanita itu menyukai bunga ini ya tuan."Kata Embun tersenyum sambil menyerahkan bunga itu kepada Bian.


"Semoga saja,terima kasih embun".Kata Bian membalas senyum embun dan tidak henti menatap wajah Embun.


"Andai kamu tahu embun,wanita itu adalah kamu".Gumam Bian masih terus memandang Embun.


Arjuna yang melihat Bian menatap embun begitu dalam pun tahu sebagai semasa laki laki bahwa Bian juga tertarik pada Embun.


"eheeemmm".Arjuna pun berdehem sambil berpura pura memainkan ponselnya.Dan itu membuat Bian dan embun seketika melihat Arjuna.Lagi lagi Arjuna berlagak cool dihadapan bian,padahal hatinya sudah tidak tahan menahan api cemburu.


"Kalau begitu saya pergi dulu ya Embun,oh tuan Arjuna semoga harimu menyenangkan".Kata Bian.


Embun mengangguk dan Arjuna hanya tersenyum sarkastik.Embun mendekati Arjuna dan duduk disamping Arjuna.


"Kakak kamu kenapa,kok cemberut saja sih?


Tanya Embun pada Arjuna.


"Kamu kenapa tidak pakai karyawan saja sih,untuk menjaga toko dan merangkai bunga?".


Tanya Arjuna serius.


"Kakak,dari pada uangnya untuk menggaji karyawan mending uangnya ditabung untuk kami,dan waktu itu masih banyak kebutuhan karena pengobatan ibu."Jelas Embun sambil membereskan sampah bunga mawar tadi.


"Kakak,kami bukan toko besar kak,jadi belum sanggup menggaji karyawan.Kata Embun sambil menatap Arjuna.


Arjuna pun menatap dalam Embun.Lagi lagi embun mampu membuat Arjuna luluh dihadapannya.tatapan sendu embun mampu menyihir Arjuna yang begitu keras.


"Embun,kakak enggak bermaksud untuk menyinggung perasaan kamu,jadi kamu jangan tersinggung ya?"Kata Arjuna khawatir.


"Enggak kak," Jawab embun tersenyum.

__ADS_1


Arjuna mengelus puncak kepala embun.Membuat Embun semakin salah tingkah dan jantungnya berdegup kencang.Setiap kali Arjuna memperlakukan dirinya dengan manis,Embun akan merasa terbang ke awan,dirinya tersipu malu,pipinya mulai memerah seperti kepiting rebus.


"Oh ya,kakak apa kamu sudah makan?"


"Belum,kenapa?".Jawab arjuna


"Embun,bawa bekal dari rumah,mau coba masakan embun?" kata Embuj sambil mengeluarkan kotak bekal dari dalam tasnya.


"Boleh".Jawab Arjuna antusias.


"Sebentar ya Embun cuci tangan dulu".Setelah Embun cuci tangan,Arjuna pun duduk di hadapan Embun.Tanpa ragu embun menyuapi Arjuna dan itu membuat Arjuna sedikit terkejut atas perlakuan Embun pada arjuna.


"Waaah..ternyata enak juga masakkan kamu".


Kata Arjuna memuji.


"Ah kakak bisa saja,nanti aku masakin lagi untuk kakak ya..."Kata embun tersipu.


"Kakak suka dimasakin apa?"Tanya embun sambil menikmati makanan yang kini telah masuk dimukutnya.


"Kakak apa saja mau,yang penting kamu yang masakin".Goda Arjuna pada embun sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Iiiisss kakak...."Lagi lagi embun tersipu malu,tampak rona merah dipipinya.


Arjuna pun merasakan sesuatu yang belum perna ia rasakan sebelumnya.Dia sangat bahagia karena diperlakukan embun begitu baik.Dan itu membuat Arjuna semakin tergila gila pada embun.Embun mampu meredam amarah Arjuna dengan tutur katanya yang lembut dan perhatiannya yang luar biasa pada arjuna.


Arjuna belum perna mendapatkan perlakuan seperti itu sebelumnya,bahkan waktu bersama adinda dulu.


Arjuna terus menatap embun dengan tatapan penuh syukur,bisa bertemu dengan makhluk Tuhan sebaik Embun.


Bian dengan segala kegundahan hatinya pun masih terus memikirkan embun.Bian mengemudi mobilnya pun tidak fokus hingga dia akan menabrak sebuah pembatas jalan.Hatinya masih terganjal dengan pertanyaan pertanyaan yang belum sempat dia tanyakan pada Embun.


"**Kenapa aku seperti ini,kenapa hati ku sakit sekali saat Embun bersama dengan Arjuna?"


"Apa yang harus aku lakukan,agar embun bisa memandang ku?"


"Aku harus mencari cara,agar Embun menjadi milikku**."


Kata Bian,sambil terus memandang kedepan dengan tatapan yang tidak bisa ditebak.


Arjuna masih merasakan kehangatan dari perlakuan embun kepadanya.Dia masih terus memandangi embun dengan tatapan penuh syukur.Arjuna membelai puncak kepala embun.Embun pun menatap Arjuna karena mendapat perlakuan seperti itu.

__ADS_1


"Kamu kenapa kak?".Tanya Embun pada Arjuna


"Enggak,kamu itu sangat menggemaskan!".Kata Arjuna sambil mencubit pipinya.


"Auuww sakit,tau".Kata embun dengan mengerucutkan bibirnya.


"Hahahaha,kamu sungguh menggemaskan,coba lihat wajahmu ini".Kata Arjuna sambil menunjukan foto embun yang sempat dia abadikan diponsel miliknya.


"iiisss kakak,aku kan j****a**di malu**".Pipinya pun merona.


Matahari senja mulai memuntahkan cahayanya yang keemasan.Embun yang sedang menata bunga bunga nya disudut dekat jendela pun berdiri sambil sesekali mengalihkan rambunya yang tertiup angin menutupi wajahnya.


Arjuna terpukau melihat Embun yang begitu mempesona.Tubuhnya yang putih dihujani cahaya senja dan menciptakan siluet yang begitu indah.Rambutnya yang hitam dan bergelomabang tertiup angin bergoyang goyang bagai sutra yang berkilauan.


Arjuna masih terus memandangi Embun dengan sangat takjub.Tanpa ragu Arjuna berjalan mendekati embun dan memeluk embun dari belakang.Itu membuat Embun terkejut dan benar saja hatinya pun berdegup kencang.Tangannya yang sedang memindahkan bunga miliknya pun terhenti.pipinya merona.


"Kakak,apa yang kamu lakukan?" Tanya embun gugup.


"Suuuussssttt...Please Embun,sebentar saja seperti ini".Kata Arjuna sambil memejamkan matanya dan menumpangkan dagunya dipuncak kepala Embun.


Embun pun diam dan tidak bisa bergerak.Dia sangat gugup tapi jujur dia juga merasakan kenyamanan saat dalam pelukan Arjuna.


Arjuna masih terus memejamkan matanya dan dia seperti sedang menumpahkan semua masalah,dan kepenatan yang ia rasakan selama ini dipulakannya bersama embun.


"Terima kasih Embun".Kata Arjuna


"Untuk apa kak?"Tanya embun heran


"Terima kasih karena kau sudah hadir dikehidupanku".Kata Arjuna sambil mendekatkan pipinya kepipi Embun sampai pipi mereka tidak ada jarak.Itu membuat embun mematung dan menelan selavinanya dengan kasar.


"Cinta aku mencintaimu hingga kini,nanti dan sampai kematian pun aku akan tetap mencintaimu".


(S&L).


Hati Arjuna kian tenang,dia pun mengecup puncak kepala Embun sambil melepaskan pelukannya.


Arjuna menyentuh pipi embun dan mengusapnya dengan lembut.


"Ayo kita pulang."Kata Arjuna sambil membantu embun menutup tokonya.


"Dasar manusia salju,kenapa dia bisa semudah itu tanpa beban setelah memelukku tadi.Sementara jantungku seperti mau copot.iiissss kenapa aku yang terlalu baper si..." Gumam embun sambil melihat Arjuna dengan ekor matanya kesal.

__ADS_1


Mereka pun menutup toko dan pulang bersama.Arjuna membukakan pintu mobil untuk embun.Perlakuan Arjuna yang memanjakan embun membuat Embun semakin sulit bernapas karena terlalu tersipu.Hatinya kian berbunga bunga karena perlakuan Arjuna kepadanya.


Embun masih terus merasakan getaran yanh luar biasa dihatinya.Entah kenapa dia melihat Arjuna yang begitu tenang dan cool membuat darahnya semakin berdesir.


__ADS_2