Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
161. Surat Permohonan Maaf


__ADS_3

"Selamat pagi sayang".Sapa Arjuna sambil mengecup kening istri mungilnya itu.


"Hmmm pagi sayang.Hmmmm..!!!".Tiba-tiba perut Embun terasa seperti berputar-putar dan di aduk-aduk itu membuat dirinya mual seakan ingin mengeluarkan isi dalam perutnya.


"Hmmmm....!!! Uweeek...uweeekk...!!!!."Embun berlari ke arah kamar mandi lalu diikuti Arjuna.


"Sayang kamu kenapa?,kamu mual ya sayang?!"Tanya Arjuna khawatir,ingin memastikan apa yg terjadi pada istrinya itu.


Wajah Embun memucat tampak dipenuhi dengan peluh yang membasahi dahinya.


Arjuna membantu Embun memegang rambut panjangnya agar tidak menghalangi saat ia hendak muntah.


"Sayang,apa yang terjadi apa kamu sakit?"Tanya Arjuna yang khawatir.Arjuna bahkan lupa saat-saat Adinda hamil dulu.


"Astagah suamiku,apa dia tidak tahu kalau ini gejalah awal kehamilan"?.Gumam Embun sambil menghelah nafasnya.


"Sayang ayo kita kedokter ya atau kakak panggil saja dokter kerumah?"Tanya Arjuna dengan wajah yang sangat panik.


"Sayang,kakak jangan khawatir ya,kakak lupa kalau Embun sedang hamil?".Tanya Embun dengan wajah sayu karena lelah muntah hingga keluar semua isi perutnya.


"Astagah.Jadi kamu tidak sakit ?"Tapi sepertinya keadaan kamu melebihi orang yang sakit.Kakak khawatir kamu dan anak kita kenapa-napa".Ucap Arjuna lagi tetap dengan wajah yang sangat panik.


"Kakaaak...!!! Embun cuma muntah biasa karena kehamilan Embun kak".Ucap Embun menjelaskan.


"Tapi sayang ini cukup parah kakak fikir kamu harus kedokter untuk periksa kondisi kamu".Paksa Arjuna karena wajah Embun tampak pucat.


"Okay.Kamu harus siap-siap sebentar lagi kita kedokter".Kata Arjuna penuh perintah.


"Baiklah."Jawab Embun pasrah.


Tak menunggu lama Embun yang sudah rapi memakai dress berwarna putih,rambutnya yang bergelombang dibiarkan tergerai indah.Embun semakin tampak cantik dan seksi saat kehamilannya.Itu membuat Arjuna tidak bisa jauh darinya.Badanya tampak berisi dan dadanya juga tampak membesar membuat Arjuna semakin menginginkan Embun untuk setip harinya.Tapi apalah daya dirinya harus menahan hasrat itu demi kebaikan anak dan istrinya itu.


Saat Embun turun menapaki anak tangga tiba-tiba ada seorang pelayan memberikan sebuah amplop berwarna putih.


"Non,ini ada surat untuk nona."Kata pelayan itu.


"Surat dari siapa mbak?"Tanya Embun penasaran.


"Tidak tahu non,tapi ini tertulis dari Andin".Jawab pelayan itu.

__ADS_1


"Andin???.Benar sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan Andin".Gumamnya wajahnya tampak berseri karena ia mendapat surat dari Andin.Sahabatnya yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar.


Dengan tidak sabar Embun pun cepat-cepat membuka surat itu sambil duduk di kursi teras sambil menunggu kedatangan Arjuna.


"*Dear Embun".


"Assalamualaikum sahabatku."


Semoga kamu selalu dalam lindungan Allah SWT.


Embun,maafkan aku yang tidak tahu malu ini.Aku berfikir mungkin aku tidak pantas menganggapmu sebagai sahabatku,itu karena perbuatan ku yang keji padamu.


Embun,aku tidak punya keberanian untuk menatap wajahmu.Kamu sudah menganggapku sebagai sahabat tapi justru aku yang menghancurkan persahabatan kita karena keserakahanku.


Embun sekali lagi aku mohon maaf padamu.Aku tidak bermaksud untuk menghianati kamu.Tapi aku sudah dibutakan cinta yang telah membunuhku.Mungkin kamu sudah tahu kalau sebenarnya Rico dan aku bersekongkol untuk menyelakaimu. Aku tahu setelah kejadian ini mungkin kamu tidak perna menganggapku sebagai sahabat.Aku pasrah menerima murka mu karena kejahatanku, kamu dan suamimu menderita.Maafkan aku Embun.Aku mohon maafkan aku.Aku tidak ingin membawa rasa bersalahku dan dosaku sampai di liang lahat.


Kini aku sudah mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatanku.Aku juga bersyukur tuan Arjuna tidak membunuhku saat itu karena beliau mengatakan kalau bukan karena dirimu mungkin aku sudah habis oleh tuan Arjuna.


Embun jangan maafkan aku karena aku tidak pantas mendapatkan itu.Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena ketulusanmu.


Salam


Andini*.


"Hik hiks hiks hiks....!!!"


Andin,kenapa kamu setega ini padaku.Aku sudah menganggapmu seperti saudara perempuanku tapi kamu,kenapa?".Hatinya hancur seakan tidak percaya dengan kejahatan yang direncanakan Rico dan Andin.


"Sayang...!!! Kamu kenapa haaaa?"Tanya Arjuna yang terkejut melihat Embun berurai air mata.


Embun pun berlari kepelukan Arjuna.


"Kakak...kenapa kakak merahasiakan ini semua?"Kenapa kak?".Tanya Embun sambil menangis dipelukan suaminya.


"Merahasiakan apa sayang?"Ucap Arjuna penuh tanya.


Arjuna pun melirik kertas yang ada ditangan Embun lalu membaca isi surat itu.


Seketika darahnya mendidih mengingat kejadian yang menimpah istrinya waktu itu.Matanya memerah dan rahangnya mengetat.

__ADS_1


Tiba-tiba tubuh Embun lemas dan Embun pun tidak sadarkan diri.


"Paman iyat pamaan...!!!" Teriak Arjuna keras.


"Paman ayo siapkan mobil kita pergi kerumah sakit.


Paman iyat dengan sigap pun membantu Arjuna membukakan pintu mobil dan membawa Arjuna dan Embun ke Rumah sakit.


Suasana hati Arjuna cukup kacau.Arjuna terus memanggil nama Embun sambil menepuk-nepuk lembut pipi Embun.


"Sayang bangun,Embun sayang...!!! Ayo buka mata kamu sayang...!!!"


"Paman bisa cepat sedikit...!!! Pekik Arjuna yang begitu panik dan khawatir terjadi apa-apa pada Embun.


Sesampainya dirumah sakit Arjuna membopong tubuh mungil istrinya ke IGD.Embun yang belum siuman pun terkulai lemah diranjang rumah sakit.Entah kenapa Arjuna merasa dejavu akan rumah sakit.Jantungnya mulai berdebar begitu kencangnya.Tangannya mulai berkeringat entah kenapa trauma itu kembali mengingatkan dirinya.Arjuna seperti mengidap gangguan kecemasan yang berlebihan kalau sudah mengenai rumah sakit.


Arjuna merasa dadanya sangat sesak dan itu membuat kepalanya terasa mau pecah.Iyat yang tahu akan hal itu pun membawa Arjuna keluar dan menenangkan Arjuna.


"Tuan sini kita keluar sebentar.Tuan minum air putih dulu".Ucap Iyat menyodorkan botol air mineral.


"Has has has...!!! Nafas Arjuna begitu cepat dan ia membuangnya berlahan.Dahinya dipenuhi dengan peluh.


"Nyonya...!!! Kami sudah di IGD nona Embun sedang diperiksa dokter".Ucap Iyat melalui sambungan telefonnya.


Iya menerima telefon dari Mama Wike.


Selang beberapa saat Arjuna mulai tenang dan Arjuna pun dipanggil oleh dokter IGD karena Embun akan dipindahkan diruang perawatan ibu hamil.


"Tuan,nona Embun akan kami pindahkan di ruangan kebidanan karena nanti Dokter SPOG yang akan merawatnya lebih lanjut".Ucap Dokter IGD tersebut.


"Arjuna pun menyetujui apa yang dikatakan Dokter itu.


"Bagaimana dengan Embun nak?"Ucap Wike yang sudah tiba disana.


"Papa gimana dengan mama pa hik hiks hiks?"Tanya Arsy sambil menangis.


"Maa...Embun segera dipindahkan keruangan Kebidanan.Sayang doai mama ya nak?"Ucap Arjuna dengan mata yang sembab.


"Sayang,kamu tidak apa-apakan?"Tanya Wike seolah tahu apa yang dirasakan Arjuna.

__ADS_1


"Tidak maa.Juna baik baik saja".Ucap Arjuna menenangkan.


Mereka pun membawa Embun keruang VVIP untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.


__ADS_2