Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
21.Malam Yang Dingin.


__ADS_3

Ku sampaikan salam rinduku padamu.


Rindu yang cerah secerah mentari pagi.


Rindu yang indah seindah lazuardi.


Rindu yang hangat sehangat mentari di kala senja.


Rindu yang jernih sejernih embun di pagi hari.


Salam rindu yang tidak akan putus walau ditelan waktu


( S & L )


Malam yang dingin dan sunyi,hembusan angin menggoyahkan lembut pepohonan yang rindang,tampak embun yang duduk di bangku taman rumah sakit memandangi langit yang bertaburan bintang bintang diatas sana.Embun fokus pada rembulan yang sangat cerah dan bulat sempurna memancarkan sinar keemasannya.

__ADS_1


Embun merasakan hembusan angin membelai tubuhnya,ia merasakan dingin menjalari tubuhnya.Embun pun menggosok gosokan kedua telapak tangannya dan meniupnya untuk menghangatkan tangannya.Embun masih duduk di bangku taman rumah sakit sambil terus memandang langit tiba tiba terlintas wajah arjuna di ingatannya.


Embun pun tersenyum sambil memainkan rambutnya yang bergelombang dengan jarinya.Ada yang aneh didalam hatinya saat teringat arjuna.


Embun pun terhanyut dalam lamunannya akan arjuna,tiba tiba ia teringat akan hal yang membuatnya tersentak dalam lamunannya.


"Aaah apa apaan aku ini,kenapa aku memikirkan pria yang sudah beristri dan punya anak." Kata embun sambil mengacak acak rambutnya.


"sadarlah embun" katanya lagi.


Malam semakin larut,dingin pun menyeruak disetiap sendi,embun masih saja bertahan di taman itu.Embun masih tidak percaya dengan apa yang ia fikirkan.Tapi Embun tersadar kalau sudah semakin larut.Embun memutuskan untuk kembali ke kamar ibunya yang sedang dirawat.


Tampak ayahnya sudah tertidur di lantai beralaskan karpet karena mereka tidak sanggup membayar kamar Vip untuk perawatan ibunya.Wajar saja kalau ayahnya tidur di lantai.Embun melihat itu pun menyelimuti ayahnya.Embun menggenggam tangan ibunya dan duduk di samping tempat tidur tak lama dia juga ikut tertidur.


Ditempat lain,Arjuna berjalan menuju balkon dekat kamarnya.Sama halnya dengan embun,Arjuna juga memandangi langit yang bertabur bintang,dan melihat bulan yang cerah.Arjuna sambil menyalahkan api untuk membakar barang beracun yang sudah ia letakan dimulutnya.Arjuna menghembuskan asap beracun itu ke udara dan masih terus memandang kelangit.Semenjak kematian adinda,Arjuna jadi candu merokok.

__ADS_1


Arjuna merasa dengan merokok bisa melepaskan beban yang ada dihatinya.Malam pun semakin dingin,arjuna yang memakai piama merasakan hembusan angin menerpa tubuhnya.Arjuna melirik ke arah kamar dan melihat arsy yang tertidur diranjangnya.Arjuna masih menikmati barang beracun itu.Tampak sesekali dia menghisapnya dan membuang asapnya ke udara.


Arjuna tampak memejamkan mata dan membiarkan angin menyentuh wajahnya yang tampan dengan lembut,tampak rambutnya bergoyang goyang karena hembusan angin.


Tiba tiba dia teringat wajah embun saat video call tadi.Dia selalu menyentuh dadanya dan merasakan ada hal yang berbeda.


"Kenapa seperti ini?"Gumamnya.


Arjuna masuk kedalam kamar,dan membaringkan tubuhnya di ranjang.Arjuna melihat Arsy dan membelai kepala arsy dengan lembut.Arjuna juga mendaratkan kecupan dikening arsy dan mengucapkan selamat malam sambil menyelimuti tubuh arsy.Arjuna masih terjaga dan menatap langit langit kamarnya.


Arjuna masih bimbang dengan hatinya.Arjuna selalu saja dihantui perasaan bersalah atas meninggalnya adinda.Arjuna takut untuk memulai cinta.Arjuna juga belum siap untuk mencintai seseorang karena ia terlalu pengecut untuk mengambil keputusan.


🌺Terima kasih untuk yang sudah like,komen dan vote ya.Author mohon untuk yang sudah baca tolong tinggalin jejak ya readers supaya author semangat nulisnya kalau ada banyak like dan komen.


ini dikit dulu ya up an nya,karena author tidak enak badan.

__ADS_1


Salam sayang dari author.🌺


__ADS_2