Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
26.Bak Super Hero


__ADS_3

Hening,diperjalanan menuju rumah sakit mereka masih tetap diam satu sama lain.Embun yang enggan untuk memulai percakapan pun menghadap jendela mobil dan mulai membuka kaca mobil,dia menikmati dinginnya malam.Sambil memejamkan matanya dia membiarkan angin menerpa wajahnya yang lembut.Rambutnya yang panjang bergelombang pun ikut bergoyang dan menari nari diterpa angin dan tersibak kebelakang hingga mengespos leher jenjangnya yang indah.


Arjuna yang tidak sengaja berpaling melihat embun dan tatapannya terfokus pada leher embun yang jenjang dan putih.Seketika membuat Arjuna menelan selavinanya dengan kasar,lehernya terasa tercekat.Secepat kilat dia memalingkan pandangan dan fokus mengemudi memandang ke depan.Arjuna tampak canggung dan memasang radio untuk menghilangkan rasa canggungnya.Sementara Embun masih menikmati hembusan angin malam yang membelai wajahnya.


Lagu yang diputar pun memecah keheningan didalam mobil.


I have died everyday, waiting for you


Darling, don’t be afraid,


I have loved you for a thousand years


I’ll love you for a thousand more


( Christina Perri – A Thousand Years )

__ADS_1


Embun mendengar lagu ini pun menutup kaca mobil dan langsung menghadap Arjuna."Tuan ini lagu kesukaan saya,boleh sedikit dikeraskan volumenya".Pinta Embun pada Arjuna.Arjuna yang mendengar itu pun mengerutkan dahinya sambil tangannya menekan tombol volume.


"Oh ya Tuan,apa tuan juga menyukai film film dari twilight saga?.Saya sangat menyukai film filmnya dan saya juga mengumpulkan uang untuk membeli novel novelnya,dari Twilight,new moon,eclif,breaking down part 1 dan 2 sampai sekarang saya menyimpannya di rak buku saya".Embun memberi tahukan pada Arjuna dengan sangat antusias dan tanpa canggung sama sekali.Arjuna hanya mendengarkan dengan baik,tanpa memotong sedikit pun.Arjuna menatap wajah embun dengan sudut ekor matanya,dia merasa sangat senang karena embun mau menceritakan apa yang dia suka kepada arjuna.Arjuna merasa sedikit mengenal Embun."Saya tidak terlalu suka menonton film dan membaca novel,".Jawab Arjuna singkat.Embun pun mengangguk anggukan kepalanya."Pantas Saja hidup mu kaku seperti kanebo kering".Gumam Embun.


Embun mengaitkan rambutnya ke telinga dan mencoba mencari ikat rambut yang dia simpan didalam tasnya,dan dia pun mendapatkan ikat rambut itu,dia mulai menyisir rambutnya dengan jarinya serta menaikan sedikit rambutnya hingga terpampanglah leher jenjangnya dengan jelas.Saat embun akan menyimpulkan ikat rambutnya,tiba tiba "Jangan di ikat"!. Kata Arjuna sedikit mengagetkan embun.Embun pun merasa heran,"Kenapa tuan?".Tanya embun pada Arjuna.Arjuna pun merasa aneh kenapa dia melarang Embun untuk mengikat rambutnya.Arjuna pun tampak gugup,harus menjawab apa pada Embun.Alhasil dia hanya bisa membisu dan menggelengkan kepalanya."Ada apa dengan tuan Arjuna,aneh sekali dia.Kenapa aku tidak boleh mengikat rambut ku?".Gumam Embun.


"Aaah,sebenarnya..aah sudahlah!" Kata Arjuna."Jangan mengikat rambutmu karena Kau akan sangat cantik jika leher jenjangmu terekspos".Gumam Arjuna melanjutkan kata katanya tadi,dan dia mulai fokus kembali menyetir.Embun yang melihat Arjuna tampak sedikit kesal pun merasa aneh."Haaa,aneh".Gumam embun.


Embun pun menatap wajah Arjuna yang masih fokus menyetir dan melihat arah depan.


"Apa kamu tidak melihat kita sudah sampai di rumah sakit?"Kata Arjuna sambil melepaskan sabuk pengamannya.Embun juga akan melepaskan sabuk pengamannnya tapi entah kenapa sabuk pengamannya sulit untuk terlepas.


Arjuna yang melihat embun kesulitan melepaskan sabuk pengamannya dia pun mencoba membantu embun.Arjuna mendekatkan tubuhnya kedekat embun,mereka pun sangat dekat,hampir tidak ada jarak diantara mereka.Seketika jantung embun berdetak kencang seakan ingin terjun bebas dari tempatnya,Embun sangat gugup tampak pipinya merona.Embun mencium aroma parfume maskulin yang sangat lembut.Aromanya seperti aroma musk yang menggambarkan kehangatan,sensual dan misterius.Aroma itu adalah cerimanan dari diri Arjuna,cocok dengan karakternya.


Embun masih terus menahan rasa canggungnya,dia mencoba untuk mengendalikan kegugupannya setelah begitu dekat dengan Arjuna.Seketika dia sulit untuk bernafas,sepertinya waktu lamban berlalu,dadanya terasa sesak,paru parunya bagai terjerat tali yang begitu erat sehingga tidak bisa mengembang dan mengempis untuk memompa udara.Embun menggigit bibir bawahnya dan mengerutkan kedua alisnya.Telapak tangannya berkeringat."Ya Tuhan,bagaimana ini,kenapa aku jadi seperti ini." Gumam Embun panik.

__ADS_1


"Sudah selesai".Kata Arjuna santai seperti tidak merasakan apa yang dirasakan embun.Dengan cepat embun membuka pintu mobil dan keluar mencoba menghirup oksigen yang ada diluar,"Haaaaaah" Embun menghela nafas panjang,seperti ada kelegahan dihatinya."Akhirnya aku bisa menghirup oksigen dengan santai."kata embun sambil memegang dadanya yang berdegup kencang.


Sementara Arjuna yang masih didalam mobil juga membuang nafasnya dengan sangat kasar."Haaaaaaahsss",Akhirnya aku bisa bernafas dengan baik."Aku bisa gila jika harus seperti ini setiap bersama embun.Kata Arjuna dengan lirih.Setelah menata hatinya yang tidak karuan.Arjuna pun keluar dari mobil dan merapikan bajunya yang tampak sedikit kusut.Mereka pun berjalan bersama menuju kamar dimana ibu embun dirawat.


Saat mereka sudah memasuki lorong rumah sakit dekat kamar ibu embun dirawat.Ayah embun pun datang dan memanggil mereka.


"Naak Embuun".Embun mencari sumber suara itu dan melihat kearah jam 11,ternyata itu adalah ayahnya."Ayaah,"Jawab embun dan berlari kecil mendekati ayahnya."Ada apa ayah,?"Tanya embun panik."Tidak ada apa apa nak".Jawab ayah embun sambil mengelus kepala anaknya.Arjuna pun menyapa Ayah Embun dengan menjabat tangannya."Bagaimana kalian berdua bisa bersama sama?"Tanya ayah embun heran.


Embun pun menceritakan apa yang telah menimpah dirinya sore tadi.Ayah embun tampak khawatir dan sesekali dia mengusap kepala anak gadisnya itu."Terima kasih tuan sudah menyelamatkan anak gadis saya".Kata Ayah embun dengan nada tulus."Sama sama paman".Jawab arjuna sambil tersenyum tipis.Arjuna melihat kedekatan ayah dan anak itu pun teringat akan Arsy yang seharusnya dia tidak berjauhan dengan anaknya.Hati nya mulai sedikit perih saat teringat kesalahannya pada Arsy.


"Ayo nak masuk kedalam,ibu mu masih belum sadar,tadi dokter memanggil ayah,tapi anehnya dokter menyuruh kita untuk pindah kerumah sakit Giriya Medica yang ada di kota X".Dan anehnya lagi kita tidak perlu mengeluarkan biaya semua sudah gratis,Karena Rumah Sakit itu mengadakan pengobatan gratis untuk orang orang tidak mampu".Kata Ayah embun antusias.


Embun yang mendengar itu pun langsung membulatkan kedua matanya dengan sempurna,"Benarkah Ayah?" Jawab Embun bahagia sambil memegang kedua tangan ayahnya yang sudah tampak keriput dimakan usia."Iya nak,tapi ayah masih belum yakin nak,Rumah sakit itu kan rumah sakit elite.Apa mungkin mereka mengadakan pengobatan gratis?".Ayah bersyukur ternyata masih ada orang berhati malaikat di zaman sekarang ya nak".Kata Ayah embun dengan mata yang berkaca kaca.


"Sudahlah ayah,mungkin dia memang seperti super hero yang selalu membantu orang yang susah".Kata Embun sambil tersenyum bercanda pada ayahnya.Ayahnya juga ikut tersenyum.Arjuna yang mendengarkan cerita mereka hanya diam dan merasa legah karena bantuannya tidak diketahui oleh embun dan ayahnya."Bagus paman Ridwan,kerja mu sangat rapi".Gumam Arjuna.

__ADS_1


__ADS_2