Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
149. Berjuang Bersama


__ADS_3

Keesokan paginya Embun yang sedang berbaring ditempat tidur pun dikejutkan dengan kedatangan Rico.Terdengar suara ia sedang membuka pintu kamar dimana Embun disekap.


"Embun,ayo cepat ganti bajumu dengan gaun pengantin ini.Kau akan menjadi pengantinku yang paling cantik".Kata Rico sambil membelai pipi Embun yang sudah tampak memerah karena terus menangis.


Embun menatap wajah Rico dengan sangat tajam.Sorot mata penuh kebencian terpancar seakan ingin menghabisi Rico saat itu juga.


"Sayang,kenapa kau menatapku seperti itu.Apa kau tidak suka dengan gaun ini,kalau kau tidak suka kau boleh memilih yang ada didalam lemari".Kata Rico lagi dengan senyuman yang sangat menakutkan.


Embun hanya bisa menggelengkan kepalanya lemah.


"Ya Allah tolong lepaskan aku dari orang psikopat ini.Aku benar² takut".Gumam Embun namun tiba² saja air matanya tidak terbendung dan jatuh begitu saja dipipinya yang mulus.


"Sayang kenapa kamu menangis,apa aku menyakitimu?"Kata Rico mengusap air mata dipipi Embun.Mata mereka bertemu dan ada perasaan takut didalam hati Embun saat menatap mata Rico.


Dengan mulut yang masih tertutup lakban berwarna hitam pun membuat Embun tidak bisa berkata apa².


"Embun ayoo cepatlah,oh ya aku belum melepas ikatan ditangan mu.Pantas saja kau hanya menatapku.Hahahaha".Kata Rico tertawa.Embun menatapnya dengan rasa takut yang begitu besarnya.Entah kenapa Rico yang ia kenal dulu berubah menjadi Rico yang sangat menakutkan sekarang.


Rico pun membuka ikatan ditangan Embun tapi tidak dengan kakinya.Rico juga melepas penutup mulutnya dengan hati².


"Sakit ya sayang.Maafkan aku ya...!!!.Aku terpaksa melakukan ini karena aku tidak mau kai pergi dan berbagi cinta dengan Arjuna keparat itu".Kata Rico dengan wajah sedih namun tiba² saat ia menyebutkan nama Arjuna mimik wajahnya berubah menjadi sangat kesal dan marah.


"Apa yang sudah dilakukan Arjuna dengan tubuh ini haaaa....????"Jawab!!!.Aaarrrgghhhh aku tidak bisa bayangkan itu.Kata Rico dengan wajah memerah dan matanya yang membulat sempurna penuh guratan amarah disana.Rahangnya pun ikut mengetat seolah dia tidak rela membayangkan Arjuna bercinta dengan Embun.


Embun tidak bisa berkata apa².Air matanya mengalir begitu saja sambil menatap wajah Rico dengan perasaan tidak percaya melihat Rico berbubah menjadi sangat kasar.


"Ayoo jawab?!"Pasti tubuhmu sudah disentuh dengan laki² biadap itu kan?".Kata Rico sambil menarik rambut Embun kebelakang hingga Embun pun mendongak keatas karena rambutnya ditarik begitu kuatnya.Seakan rambutnya akan terlepas dari kulit kepalanya.


"Pak Rico sakiiiit,aku mohon lepaskan aku.hikshikshiks".Embun merintih kesakitan sambil air matanya lolos jatuh kepipinya.


"Ayo cepat ganti bajumu dengan ini,kalau kau tidak mau aku akan melakukannya dengan kekerasan".Kata Rico mengancam.


"Pak Rico lepaskan aku....!!!"Pekik Embun dengan mengumpulkan sejuta keberaniannya.Embun yang awalnya ingin memberontak tiba² merasa sangat takut karena lehernya sudah di sugui dengan benda yang sangat tajam.Embun hanya bisa menelan slavinanya kasar.


"Pak Rico aku mohon jangan sakiti aku".Lagi dan lagi Air matany terus mengalir dan Embun memohon pada Rico kali ini ia hanya bisa menuruti perkataan Rico.Tubuhnya seakan mematung dan tidak bisa bergerak sama sekali saat ia merasakan benda tajam itu dilehernya.


"Triiing triiing...!!!"Suara dering ponsel berdering yang ada disaku celana Rico.Saat ia mendengar ponselnya berdering ia pun menurunkan benda tajam itu lalu mengangkat telefon dari seseorang.


"Hallo!Apaaaa?


Bodoh sekali kamu.Cepat kabur.Awas saja kalau kau sempat tertangkap akan aku habisi kamu dan kakakmu".Kata Rico dengan suara penuh amarah.


Saat Embun melihat Rico sibuk bicara dengan seseorang ditelefonnya Embun melihat benda tajam itu ada diatas meja.Embun pun berusaha untuk menjangkau benda itu.Rico yang tanpa sadar pun meninggalkan Embun keluar dengan wajah tergesah².Rico lupa dengan benda tajam yang iya letakkan diatas meja.Rico keluar kamar dan tak lupa ia mengunci pintu kamar itu.


Embun dengan sangat berhati hati melompat lompat menuju meja itu karena kakinya yang masih terikat.Akhirnya Embun bisa menjangkau benda tajam itu dengan jantung yang seakan memompa begitu cepatnya.Embun pun menyimpan benda tajam itu dibalik jaketnya.

__ADS_1


Setelah itu Embun kembali dengan posisi awal seperti saat pertama kali Rico meninggalkan Embun.Beberapa menit kemudian Rico datang kembali dan ia tersenyum pada Embun.


"Sayang maaf kamu menunggu lama ya...!!"Aku tadi keluar sebentar karena ada lalat pengganggu".Katanya dengan suara bassnya.


Embun hanya terdiam tanpa menjawab apa yang dikatakam Rico.Sementar Rico mendekati Embun dan mengusap pipi lembut Embun dengan wajah penuh nafsu.


"Sayang kenapa kau begitu menggairah kan.Aku ingim mencicipi tubuhmu sedikit saja".Kata Rico sambil berbisik ditelinga Embun.


"Rico hentikan,jangan perna sekalipun kauenyentuhku.Lebih baik aku mati daripada harus merelakan tubuhku untukmu".Kata Embun berdiri dengan mendorong tubuh Rico cukup keras.


Itu membuat Rico marah dan sangat kesal mendengar perkataan Embun seperti itu.


"Apa aku sehina itu haaaa?"jawab cepat jawab...!!"


bentak Rico dengan mencengkram kedua pipi Embun dengan sangat keras.


"Ayo cepat buka jaketmu cepat...!!!"Kata Rico dengan paksa membuka jaket Embun.Embun pun meronta mempertahankan jaketnya karena dijaket itu ada benda tajam milik Rico.


Karena tenaga Embun sangat lemah ia pun tidak bisa mempertahankan Jaket itu.Rico berhasil membuka jaket Embun lalu meremparnya ketempat tidur.Embun pun merasa sangat sedih karena tidak bisa mempertahankan jaketnya.Embun melirik kearah jaket itu.Rico tersenyum melihat Embun memakai kemeja berwarna violet.


"Sayang kau begitu cantik dengan kemeja ini".Kata Rico sambil tersenyum dan mencium rambut Embun.


"Hmmmmm aaah...!!!"Aroma ini sungguh memabukkan."Kata Rico membaui area tubuh Embun hingga keleher jenjang Embun.Embun memejamkan mata karena sangat takut Rico berbuat mengerikan.


Saat Rico membaui tubuh Embun seolah menaikkan nafsu birahinya dan membuat nafasnya menderuh deras.Embun yang ketakutan pun mendorong tubuh Rico hingga ia terjatuh.


"Plaaaak...!!!"Kau berani sekali mendorongku haa.!"Kata Rico dan kembali mengambil lak ban lalu mengikat kedua tangan Embun.


Tiba² bibir Embun mengeluarkan cairan kental berwarna merah membasihi dagunya yang runcing.


"Lihat kedepan sini...!!!Hahahaha.Jika aku tidak bisa memilikimu makan jangan harap Arjuna memilikimu.Hahahaha,Beritahu nomor suamimu,cepaaat!!!.Kata Rico seperti seorang yang kehilangan akal sehatnya.


Embun dengan wajah penuh ketakutan pun menatap Rico sambil menyebutkan nomor telefon Arjuna.


08538899xxxx.


Rico pun melakukan Video Call dengan Arjuna.Rico benar² sangat berani memperlihatkan wajahnya pada Arjuna setelah ia melakukan penculikan Embun.


Diperjalanan dalam mencari Embun tiba² ponsel Arjuna berdering.Arjuna tidak mengenal nomor siapa yang menghubunginya.Tapi dengan cepat ia mengangkat video call itu.


Alangkah terkejutnya dia dengan mata terbelalak serta nafas yang menderuh kencang.Ia melihat wajah Embun yang begitu lusuh dan bibirnya berdarah serta pipinya yang lebab.


"Sayang....sayang kamu tidak apa²kan sayang...!!teriak Arjuna melihat Embun yang begitu menyedihkan.


"Sayang kakak mohon kamu tertap bertahan ya kakak mohon.Kakak akan segera kesana."

__ADS_1


Kata Arjuna dengan air mata yang terus mengalir serta wajah yang begitu cemas.Endro dan Rahmad pun menyaksikan itu.Mereka sedang beristirahat menyusuri hutan.Endro berlari mendengar Arjuna berteriak menyebut sayang.Ternyata dengan liciknya Rico mempermainkan Arjuna.


"Hai Arjuna,bagaimana apa kau begitu sakit?"haaaa?


itu yang aku rasakan saat mendengar kau merebut bun dariku.


"Brengsek Ricoooo.Jangan perna kau sakiti istriku Ricoooo!!!"Teriak Arjuna dengan emosi yang meledak ledak.


"Hahaha tenang,aku tidak akan menyakiti dia.Tapi aku hanya akan menyakitimu.Hahahaha...!!! Benarkan sayang...???.Rico mengecup pipi Embun dihadapan Arjuna.Sementara Arjuna hanya bisa mengacak rambutnya kasar dan memejamkan matanya Erat.Hatinya terasa sesak dan nyeri saat ia tidak bisa menyelamatkan Istrinya dari genggaman monster dihadapannya.Tangannya mengepal dengan kuatnya hingga terlihat urat² ditangannya.


"Hahahaha.Bagaimana Arjuna?"Kata Rico tertawa terbahak bahak melihat wajah Arjuna yang begitu marah.


"Sayang jangan takut kakak akan menyelamatkan kamu".Kata Arjuna dengan suara yang bergetar dan nafas yang seakan diujung tombak.


"Kakak...tolong cepatlah kemari".Kata Embun dengan bibir yang bergetar.


"Kakak....apa kau bilang apa?"Teriak Rico pada Embun sambil menarik rambut Embun hingga Embun meringis kesakitan sambil menengadah keatas karena jambakan dari Rico yang begitu keras.Air matanya terus mengalir karena dirinya tidak bisa melawan sedikitpun.


"Ricoooo....berhenti jangan sakiti Embun aku mohon Rico....!!!"Kata Arjuna berteriak dan memohon dengan air matanya mengalir.


Ditempat lain polisi dan Rahmad mencari kesempatan dengan melacak sinyal keberadaan Rico untuk menemukan persembunyiannya.


"Hahahaha Arjuna Arjuna,ternyata kau begitu lemah haaa...?!"Lihat apa yang aku lakukan pada Embun.


"Plaaaaaak...!!!" tangan Rico melayang kepipi Embun lagi.


"RICOOOOO,hentikan aku mohon!"Teriak Arjuna begitu memilukan melihat istrinya disiksa didepan matanya.Arjuna terjatuh dan bersimpuh ditanah.Endro dan para polisi yang lain melihat Arjuna seperti itu pun membantu Arjuna untuk duduk.Arjuna tampak sangat frustasi katena dengan kekayaanya pun itu tidak bisa menyelamatkan Embun.Karena bukan uang yang diingin Rico tapi balas dendam.


Embun merasakan nyeri dan panas dipipinya.Rasanya ia sudah terbiasa dengan rasa sakit yang ia rasakan.Air matanya sudah mengering hingga ia hanya diam tanpa kata.


"Kakak.Aku yakin kau akan kuat dan datang menemuiku".Gumam Embun dengan tatapan sendu.


"Hahahaha".Lihat apa yang aku lakukan".Rico mengambil sebuat senjata api dari sakunya dan menempelkan dipelipis Embun.Embun hanya bisa pasrah sambil memejamkan mata lemah.


"Kakak aku disini akan terus berjuang mempertahankan kehormatanku dan aku berdoa pada Tuhan semoga kau diberi keselamatan dan kekuatan saat berjuang menyelamatkanku".Gumam Embun sambil memejamkan mata saat merasakan mulut senjata api itu dipelipisnya.


"RICOOO HENTIKAN AKU MOHON.AYO KITA BICARA BAIK².AKU MOHON".Teriak Arjuna memohon pada Rico.


"Hahaha...Jika aku tidak bisa mendapatkan Embun makan jangan harap kau juga mendapatkannya."


"Dooooooooorrrr..........!!!!!!!"


"Tap.Off."


Seketika Sambungan telefonnya mati

__ADS_1


"Embuuuun....!!!'Ricooooo...!!!!


Hikshikshikshiks.......!!!Teriak Arjuna sekuat tenaga.


__ADS_2