Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
16.Merindu


__ADS_3

Kutitipkan rinduku pada angin yang berhembus.


Semoga ia dapat menyampaikan rinduku padamu.


Ku genggam rinduku yang tak berujung.


Merindu mu yang tidak bisa ku sentuh.


Merindu mu yang hanya bisa ku sebut dalam doaku.


Sakit..


Yaaa sungguh menyakitkan merindu yang jauh tak terlihat.


Kini hanya bisa memeluk namamu dihatiku


Namamu yang menyusup diseluruh sendi ku


Namamu yang merasuk disetiap hembusan nafasku.


Merindumu...


Selalu merindumu....


( Siti Lestari )


Arjuna menggendong arsy dan membawanya ketaman untuk melihat bintang yang katanya itu adalah mamanya.Arjuna mengikat hasil gambar arsy kebalon yang dipegang arsy dan mereka mulai melepaskan balon balon itu ke udara.


"Mama ini hadiah untuk mama,semoga mama bahagia ya disana."Kata arsy dengan penuh pengharapan.

__ADS_1


Arjuna yang mendengar itu pun tak bisa menahan kesedihan didalam hatinya.Arjuna mendongak keatas melihat balon balon itu juga.


"Adinda semoga kau bahagia disana".


kata arjuna sambil terus memandang langit yang penuh bintang. Setelah sudah tak terlihat lagi balon balon itu terbang di udara.Arjuna pun menggandeng tangan arsy untuk masuk menuju villa.


Besok hari terakhir mereka di villa,Arjuna juga sudah selesai dengan urusannya untuk membangun sebuah showroom mobil di kota kecil itu.Arjuna juga harus segera menyelesaikan bisnisnya yang ada di Ibu Kota.Arjuna sudah berjanji kepada arsy sebelum pulang ke ibu kota tempat mereka tinggal akan mengunjungi Embun karena arsy ingin bertemu dengannya.Sebelum arjuna keluar dari kamar arsy,arjuna bertanya pada arsy tentang embun.


"Sayang kenapa kamu sangat menyukai tante cantik itu"? tanya arjuna penasaran.


"paaa,tante cantik itu baik sekali loh pa,dia menyuapi arsy,memeluk arsy saat ada petir,dan membacakan dongeng buat arsy,dia selalu tersenyum dan membelai kepala arsy,Arsy suka tante cantik pa kami sudah menjadi sahabat".Kata arsy dengan wajah yang berbinar.


Arjuna hanya tersenyum didepan arsy saat mendengar arsy mengoceh tentang embun,didalam hatinya tersirat rasa yang tidak tahu itu apa,rasa suka atau simpati sekedar ingin balas budi.Arjuna juga belum bisa mengartikan itu.


Pagi itu sangat cerah,Mentari bewarna keemasan mulai memancarkan sinarnya ia tak lagi bersembunyi dari peraduannya.Awan putih tampak bertali tali diatas sana.Menambah keindahan lukisan alam.Arsy sudah tampak cantik dengan balutan dress bewarna pink kesukaanya,tak lupa mengikat rambutnya yang lurus ke belakang dengan pita yang senada dengan warna bajunya.Dia berlari kearah meja makan dan langsung mendaratkan tubuhnya di kursi.


"pagi sayang".Jawab arjuna sambil berjalan menuju meja makan dan mengecup puncak kepala arsy tak lupa dia mengelusnya dengan lembut.Arjuna pun duduk di samping arsy untuk menyantap sarapan pagi mereka.


Arjuna dan Arsy selesai sarapan dan bersiap siap untuk pergi ke toko bunga milik embun.Dia memerintahkan paman Ridwan untuk duluan pulang ke ibu kota untuk mengurus perusahaan disana dan membantu Endro.


Arjuna meminta pak iyat untuk mengantar dirinya dan arsy ke toko bunga langganan mbak inah,tentu saja pak iyat tahu tempat itu tanpa harus memberi tahu jalan apa dan nama tokonya.


Sesampainya didepan toko bunga milik embun,Arsy yang antusias ingin bertemu sahabatnya itu pun turun sambil berlari dan terus mendorong pintu toko itu.


"tanteeee cantiiik".Panggil arsy dengan sedikit keras sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk embun.Embun tampak terkejut saat arsy memangilnya dan langsung memeluknya.Embun pun membalas pelukan arsy dan mencium pipi cubby arsy dengan gemas.Embun tidak menyadari kalau dibelakang arsy ada arjuna.


Saat embun asyik dengan arsy,arjuna terus menatap tingkah embun yang tampak tulus kepada arsy.Dia sedikit menarik kedua sudut bibirnya sehingga terdapat lengkungan yang cukup jelas disana.Saat embun menyadari ada orang didepannya,embun pun menghentikan aktifitasnya yang sedari tadi sibuk dengan arsy.


"Ah tuan,anda juga disini?" tanya embum dengan sedikit canggung.

__ADS_1


"iya,saya mengantar arsy yang katanya mau bertemu sahabat barunya." jawab arjuna sambil menunjuk arsy yang ada disamping embun.


Setiap kali embun bertemu dan dekat dengan arjuna jantungnya selalu berdegup kencang,yang membuat dia semakin gugup dan salah tingkah.


"Sadarlah embun,dia itu suami orang,apa kau mau menjadi pelakor?,bisa bisa kau bakal viral dan disiram sambal kalau jadi pelakor".Gumam embun belgidik membayangkan kalau dia disiram wajahnya dengan sambal.


"Tante cantik,Arsy dan papa akan pulang ke kota X,jadi kita bakal jarang ketemu,tapi arsy janji bakal sering sering berkunjung kesini."Suara arsy mengejutkan lamunannya.


Arsy sambil menggelayuti lengan embun.embun pun berjongkok menyeimbangi tinggi arsy dan berhadapan dengan arsy.


"Aaaah,tante bakal sedih deh,karena baru saja kita berteman sudah harus berpisah."kata embun sambil mengerucutkan bibirnya dan menggenggam kedua tangan embun.


"Tante jangan sedih,arsy bakal sering sering menelfon tante atau vedio call tante."kata arsy dengan sok menenangkan embun.Embun pun mengangguk dan tersenyum sambil mengelus kepala arsy.


"Papa pinjam ponsel papa,arsy mau minta no hp tante cantik".Pinta arsy pada arjuna.Arjuna yang mendengar itu kaget tubuhnya tampak menegang,wajahnya sedikit panik dan dia dengan gugup mencari ponselnya ada dimana,padahal ponsel itu ada di saku celananya tapi dia meraba raba jasnya.Embun yang melihat itu juga tampak heran.


"Tuan Sepertinya ponsel tuan ada disaku celana."Embun menunjuk ke arah saku celana Arjuna.Dan seketika wajah arjuna merona karena malu,seorang Arjuna Pramuja bisa tampak bodoh dihadapan wanita.Arjuna mengambilnya dan memberikan ponsel itu pada Arsy.


Arjuna pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat itu.Setelah Embun memberi tahu nomor ponselnya,Arjuna misscall ponsel embun.


"Itu adalah nomor pribadi saya,mohon untuk tidak menyebar luaskan."kata arjuna.Embun pun mengangguk,embun mendengar itu pun sedikit mengerutkan dahinya.


"Siapa yang mau menyebarkan nomor ponselmu,iiisss seperti tidak ada kerjaan saja.Gumam embun.


"Tante arsy pamit ya."sambil memeluk embun dan mencium pipinya.


"Baik sayang,hati hati ya sayang,janji sama tante arsy tidak boleh pergi tanpa izin lagi ya."kata embun sambil menatap arsy dengan tatapan perintah.


Arsy mengangguk dan mengulurkan jari kelingkingnya untuk berjanji,embun membalasnya dan mengaitkan jari mereka satu sama lain.Arjuna yang melihat tingkah merekapun tersenyum.Tidak tahu arti senyumannya itu.

__ADS_1


__ADS_2