Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
143. Firasat


__ADS_3

Pagi itu tampak cerah,matahari tanpa malu² memancarkan sinar keemasannya.Kehangatan dari semburannya pun begitu menghangatkan.Sinar keemasanya menciptakan siluet indah dari seorang wanita yang sejak tadi sangat telaten merangkai bunga.


"Waaah....begitu menakjubkan makhluk ciptaan Tuhan satu ini.Bagaimana mungkin bayangannya saja begitu indah terpantul dilantai".Kata Arjuna lirih melihat sang istri dengan tatapan penuh takjub.


Dari belakang Arjuna memeluk tubuh mungil itu dan sontak wanita mungil itu terkejut.


"Astagah Kakaaaak....!!"Kata Embun menghentikan kegiatannya.


"Sayang kenapa kau begitu mempesona".Kata Arjuna tidak merasa canggung begitu banyak mata yang memandang seperti para pelayannya dan tukang kebun di mansion melihat Arjuna pun ikut tersenyum dan tersipu.Terkadang kebucinan Arjuna tidak melihat situasi dan tempat.


Embun membalikan tubuhnya menghadap Arjuna.Namun itu mala membuat Embun tidak bisa mengatakan apapun.Alih² ingin mengomel untuk tidak memeluknya disaat ada para pelayan mala dengan tanpa malu Arjuna mengecup bibir ranum Embun dihadapan para pelayannya.Seketika Embun hanya bisa memejamkan matanya erat dan membuang nafasnya kasar.


"Kakak hentikan.Tidak enak dilihat mereka."Kata Embun kesal dengan merapatkan giginya.


"Semuanya kalian bisa membelakangi kami dan jangan ada satu orang pun melihat kearah kami sebelum saya pergi".Kata Arjuna memberi perintah.


"Astagah...!!!"Sudah aku duga pasti akan terjadi hal seperti ini lagi.Tapi terserah kamu yang mulia Arjuna.Gumam Embun yang dengan pasrah tersenyum pada suaminya.Begitu besar kuasa Arjuna dan tampak para pelayan disana pun berbalik mengikuti sesuai perintah Arjuna.


"Sayang bagaimana mungkin kakak akan pergi kalau kamu secantik ini.Kakak masih ingin memandang wajah kamu".Kata Arjuna membelai pipi Embun dengan wajahnya yang cemberut.


"Hahahaha...!!! Akhirnya sekarang mode manja sudah aktif.Kali ini aku akan bekerja keras membujuk dirinya lagi.Embun semoga berhasil semangat...!!!!!".Gumam Embun sambil terseyum semanis mungkin dihadapan suaminya dengan menahan kesabaran.Terkadang Arjuna akan lebih manja dibanding Arsy anaknya sendiri.


"Sayang...!!! katanya kakak mau menemui klien penting dari Jepang."Kata Embun dengan begitu lembutnya.


"Tapi kakak masih belum bisa meninggalkan kamu".Kata Arjuna lagi dengan memeluk pinggang ramping Embun.


"Tapi sayang lihat sudah pukul berapa ini".Kata Embun mengingatkan.


"Kalau begitu ayo kita selfie bersama supaya kakak bisa terus melihatmu".Kata Arjuna mengambil ponsel disakunya dan mulai berfoto selfie.

__ADS_1


"ciiiiiisss"!!! Arjuna pun tersenyum manis.


Cekrek cekrek cekrek!!


"Waaah ternyata kamu beruntung punya suami setampan kakak".Kata Arjuna narsis.


"Hahaha....!!!"Iya Embun sangat beruntung kak."Jawab Embun cepat.Embun sudah terbiasa mendengar kenarsisan suaminya itu sejak mereka pacaran dulu.


Akhirnya kakak akan membawa kamu ikut meeting bersama.Sayang jaga dirimu kamu selagi kakak pergi.Titip Arsy juga ya!."Kata Arjuna seakan berat meninggalkan istri dan anaknya.


"Iyaaa sayang.Kakak jangan khawatir ya.Oh ya untuk berkemah nanti sore sepertinya hanya Embun saja yang menemani Arsy sayang.Mama tidak jadi ikut karena waktunya tidak terkejar.Tadi mama sudah memberi kabar."Kata Embun menjelaskan.


"Oh...kalau begitu nanti kakak minta tim Rahmad untuk ikut bersama kamu dan Arsy untuk menjaga kalian."Kata Arjuna sambil terus menggenggam tangan Embun yang begitu lembut.Entah kenapa hari ini Arjuna enggan meninggalkan Embun.Hatinya terus berkata untuk tidak pergi tapi jadwal penerbangan dan meetingnya tidak bisa ditunda lagi.Sudah dua kali Arjuna mennunda dan ia merasa tidak enak jika harus menunda lagi.


"Hati² ya sayang.I love you!"Kata Embun memeluk erat tubuh kekar Arjuna.


"Iya kamu juga hati² sayang.I love you too."Jawab Arjuna sambil mengecup puncak kepala Embun dan memeluk erat tubuh mungil itu.Arjuna pun melambaikan tangan lalu masuk kemobil diantar oleh pak iyat menuju bandara.


"Sudah aku sudah mengurus semua dan 1 jam lagi penerbangannya."Kata Endro diseberang sana.


"Ok aku 30 menit lagi sampai".Jawab Arjuna lalu mematikan ponselnya.


Tatapannya menuju kearah jendela kiri dan ia melihat papan iklan besar sedang memutar iklan kosmetik dari MCT group.


"Waah Cellia ternyata sekarang kamu sudah menjadi model kembali dengan membawa produkmu sendiri".Kata Arjuna lirih melihat wajah Cellia di billboard.


Tak menunggu lama Arjuna pun sampai di bandara.Tampak disana ada Endro dan Rahmad sudah menunggu kedatangan Arjuna.Arjuna memilih pergi dengan jet pribadi milik YP Group untuk kenyamanannya.


"Sayang kakak sudah sampai dibandara.Kamu harus terus berhati² ya.Titip salam untuk Arsy."Kata Arjuna video call Embun.

__ADS_1


"Iya sayang.Kakak juga hati² ya".Jawab Embun sambil melambikan tangannya.Arjuna pun dengan ragu mematikan ponselnya.


(Sekolah Arsy)


"Sayang kamu harus terus berhati² ya jangan jauh² dari mama".Kata Embun pada Arsy sambil memakaikan jaket ditubuh Arsy.


"Okay ma...!! Arsy janji!"Kata Arsy mengacungkan jari kelingkingnya.


"Okay janji yaa..!!".Embun pun tersenyum dan mebalas dengan mengaitkan jari mereka.


"Okay anak² semuanya ayo sini ibu absen".Kata Seorang guru dengan pengeras suara.Tampak para siswa kelas satu pun berlarian dan berbaris rapi menunggu nama mereka diabsen.


"Waah bukannya kamu mama Arsy?"Tanya seseorang wanita pada Embun.Tampak seperti salah satu orang tua murid.


"Iya benar,saya mamanya Arsy."Jawab Embun ramah.


"Kenalin nama saya Tiara orang tua Jasmin".Kata orang itu dengan ramah.


"Oh Jasmin teman Arsy ya?"Tanya Embun lagi.


"Iya benar,senang sekali bisa berbincang dengan anda."Kata Tiara sopan.


"Iya saya juga bersyukur bisa ada teman yang diajak bicara disini."Kata Embun tersenyum.


"Waah nona Embun masih muda sekali ya.Kulit wajah anda kenapa sangat sehat sekali.Ngomong² nona perawatan disalon mana?"Tanya Tiara penasaran.


"Hahahah...terima kasih.Ti tidak saya tidak perna perawatan disalon manapun.Saya hanya merawat dengan skincare saja dirumah".Jawab Embun tampak kebingungan.Karena memang Embun tidak perna kesalon khusus untuk merawat wajahnya.Embun tidak perna mau diajak kesalon dengan wike karena dia lebih suka merawat dirumah saja.


"Ah yang benar saja.Pasti dia tidak mau aku ikut mamber disalonnya".Gumam Tiara kesal karena tidak percaya Embun tidak perawatan disalon.

__ADS_1


"Maaf sebentar.Saya menerima telefon dulu".Kata Embun mencoba menghidar dan mencari alasan.


"Ternyata seperti ini kehidupan wanita kelas atas."Gumam Embun yang merasa dirinya belum siap mengikuti gaya sosialita.Setelah menjadi nyonya Arjuna Pramuja,Embun masih setia dengan gaya sederhananya.Karena Arjuna tidak perna memaksa Embun untuk menjadi keinginannya.Dengan diri Embun yang apa adanya seperti ini saja Arjuna sudah tergila² dan itu sudah lebih dari cukup menurut Arjuna.


__ADS_2