Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
108.Sebuah Kesalahan


__ADS_3

"Dum...dum...duumm.!!!"


Suara dentuman musik yang ada diclub malam itu memekakkan telinga.Tampak Cellia yang duduk di Bar sambil meneguk minuman beralkohol yang ada ditangannya.Raut wajahnya menunjukan kesedihan dan kehancuran hatinya.Ada rasa penyesalan yang membuat dirinya seakan ingin memutar waktu kembali.Cellia sudah tampak mabuk berat wajahnya tertunduk dimeja bar.Setelah bertemu Arjuna dan mendapat penolakan Cellia pun menghabiskan waktunya di club.


Seorang pria duduk disamping Cellia dan memesan minuman yang sama.Pria itu sedang menenggak minuman yang ada di tangannya.Pria itu masih belum sadar kalau Cellia ada disampingnya.Pria itu menatap nanar gelas yang berisi alkohol.Perasaanya kalut,orang yang dicintainya tak perna membalas cintanya.Dan sekarang sudah kembali dengan cinta sejatinya.


"Mas satu botol lagi...!!"Kata Cellia dengan suara parau khas mabuk.


Pria itu memalingkan wajahnya kearah sumber suara itu.Pria itu pun mendekati Cellia.


"Cellia?"Panggil pria itu.Cellia pun menoleh dan ternyata dia mengenal pria itu.


"Bian,kenapa kau disini?"hahahahaha...!!!


Kata Cellia tertawa melihat Bian yang sedang di bar bersamanya.Seolah mereka ditakdirkan dengan nasib yang sama² menyedihkan karena cinta.


"Cell,kamu sudah terlalu mabuk.Ayo hentikan!! Kata Bian mencegah Cellia untuk minum lagi.


"Lepaskan Bian...Lepaskan.brengsek..!!! Kata Cellia tidak terima dan menghentakan cekalan tangan kokoh Bian pada tangannya yang ramping.Akhirnya Bian pun membiarkan Cellia minum lagi.


Tiba² Cellia menarik Bian dan mengajaknya menari dengan diiringi irama musik yang menggetarkan jiwa.


"Cell,apa yang kamu lakukan?"Tanya Bian heran.


"Ayo kita menari melepaskan kepenatan ini".Kata Cellia.


"Ahh tidak tidak,kamu saja.Aku masih mau menikmati minumanku".Kata Bian menolak.Cellia menari dengan sangat erotis dan sensual.Bian tampak terperangah melihat tarian Cellia.


Saat Cellia sedang asyik menari tiba² ada seorang laki² yang mendekati Cellia dan mencoba mengganggu Cellia dengan menggerayangi tubuh sexinya.


"Siapa kamu,berani²nya kamu menyentuhku!!!".Kata Cellia marah.


"Ayolah anak manis,jangan malu².Bukanya seperti ini yang kau inginkan".Kata pria itu sambil mengelus lengan Cellia.


"Plaaaakkkkk!!! Cellia melayangkan tangannya dan mendarat ke pipi pemuda itu.Pemuda itu tidak terima dan menarik tangan Cellia paksa dan mendekatkan didekat dinding.Pemuda itu dengan kesal mencium leher Cellia paksa.Sementara Cellia yang tampak lemah karena terpengaruh alkohol mendorong pria itu namun tidak membuat pemuda itu terjatuh.


"Buuuuukkk".Suara pukulan tepat dipipi pemuda itu mendarat cukup keras.Bian yang melihat Celli dilecehkan pun tidak tinggal diam.Bian menarik tangan Cellia dan membawanya keluar dari tempat itu.

__ADS_1


"Cell beritahu alamat kamu dimana?"Kata Bian saat mencoba memapah Cellia masuk kemobilnya.


"Hehehe,Bian kamu kenapa baik padaku.Aku membenci mu.Hiks hiks hiks.Karena kau teman tikus kampung itu.Hiks hiks hiks".Kata Cellia yang sedang mabuk dan dia menangis seperti anak kecil.Karena merasa kecewa Bian teman Embun.


"Bian,ternyata kau cukup tampan.Tapi kenapa matamu ada empat?hahahahaha...!!.Satu,dua,tiga,empat.Kaaan ada empat kan?"!.Kata Cellia menghitung mata Bian sambil menunjuk dengan telunjuknya.Lalu tertawa sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Bian menghelah nafasnya panjang dan menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah Cellia.Tiba² Cellia pun tertidur di mobil Bian mencoba menelfon sekertarisnya tapi tidak ada jawaban dari sana.


"Aaah pantas tidak diangkat ternyata sudah pukul.01.00 dini hari.Bagaimana ini dengan Cellia?aaah sudahlah aku bawa saja ke apartemenku.


(Apartement Bian)


Sesampainya diapartemen tampak Bian membopong tubuh Cellia.Cellia pun diletakan diatas ranjang milik Bian dan saat Bian hendak pergi Cellia menarik tangan Bian dan menatapnya senduh.


"Bian,thanks".Kata Cellia sambil tersenyum dan menahan tangan Bian.Bian pun tersenyum membalas senyuman Cellia.Cellia duduk dan mendekat pada Bian.


Cellia yang masih dipengaruhi alkohol tanpa aba² pun mengecup bibir Bian singkat.


Sementara Bian membulatkan matanya sempurna karena terkejut dengan perbuatan Cellia.Cellia pun tersenyum dan melakukan sekali lagi mengecup bibir lembut Bian dan Bian masih belum membalas pagutan Cellia.Bian memejamkan matanya dan menikmati setiap kecupan Cellia.Lalu Bian membalas ciuman Cellia dengan berlahan dan lembut.


Bian pun mengecup bibir Cellia sambil bibir mereka bertautan tak terhenti.Tangan Bian memegang kedua pipi Cellia lembut.


Tubuh Bian memanas hingga anak naganya siap menerjang Cellia.


"Celliaaa..!!".Kata Bian sambil mendekatkan tubuhnya merapat ketubuh Cellia.Mereka saling tatap menembus manik matanya yang kecoklatan.Bian membelai lembut puncak kepala Cellia.Itu membuat Cellia marasa seperti sangat dicintai.


Mereka pun berpeluh menikmati indahnya surga dunia.Mereka menikmati malam yang panas dan penuh gairah setelah lelah bercocok tanam.


Keesokan paginya Cellia terbangun tapi masih memejamkan matanya.Cellia berada dipelukan tubuh kekar Bian.Cellia merasakan kehangatan yang belum perna ia rasakan.


"Emmmhh hangat".Kata Cellia menyentuh dada bidang Bian.


Saat ia membuka matanya alangkah terkejutnya dia menatap dada seorang laki² memeluk tubuhnya yang polos.Saat dia menengadah ternyata laki² itu adalah Bian.


"Aaaaahhhhhhh......!!!".Teriak Cellia sambil menutup mulutnya.


Bian pun terkejut dan bangun dari tidurnya.Mereka sama² terkejut.Melihat tubuh mereka polos tanpa sehelai benang pun.

__ADS_1


"Biaaaaan,kamuuuuu...!!!. Apa yang kamu lakukan padaku?"Tanya Cellia kesal.


"Cell....sepertinya kita sama² mabuk.Jadi maafkan aku.Aku juga tidak mengingatnya".Kata Bian dengan wajah cemas dan juga bingung kenapa bisa tidur bersama Cellia.


"Aaaah...Bian kau..!!!!"Kata Cellia marah sambil melemparnya dengan bantal.


"Bukanya kita sama² menikmati ini?"Kata Bian tersenyum smirk.


"Okay,kita sama² sudah dewasa jadi anggap saja ini sebuah kesalahan."Kata Cellia menatap tajam Bian ada gurat kegugupan diwajahnya.


"Apaaaa,kau gila.!! Okay kalau itu mau mu?"Kata Bian setuju dan sedikit ada rasa kecewa.Karena Cellia lah wanita pertama yang bermalam bersamanya.


Bian pun bangkit dari tempat tidur dan menarik selimut yang ada ditubuhnya.


"Biaaaan....kenapa kau menarik selimutku."Teriak Cellia.Mereka pun saling tarik menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka saat mereka saling tarik ternyata Bian melepaskan selimutnya dan tampaklah seluruh tubuh Bian dihadapan Cellia.


"Biaaaan...kamu gila ya?!"Teriak Cellia sambil menutup wajahnya tampak pipinya merona.Terlihat Anak naga bertengger disana dengan jelas.Membuat Cellia semakin merona.Saat pagi anak naga itu terbangun mencari mangsa siap menyemburkan apinya.


"Cell,dibalik sikapmu yang kasar ternyata kau cukup menggemaskan". kata Bian ditelinga Cellia.


Tapi entah kenapa saat Cellia mendengar kata² itu jantungnya berdegup kencang dan darahnya berdesir kuat.Tampak bibirnya menyimpan senyum simpul.


"Okay mulai saat ini dan detik ini mari kita lupakan kesalahan tadi malam.Anggap kita tidak perna melakukan ini,okay.Bukannya ini yang kau mau".Kata Bian sambil menatap dalam wajah Cellia.


"Okay!!!.Kata Cellia setuju tapi entah kenapa direlung hatinya seakan perih saat Bian mengatakan itu.


"Tidak,ini kesalahan jadi jangan diambil hati.Cintaku hanya untuk Arjuna".Gumam Cellia sambil menatap punggung kekar Bian yang menuju kamar mandi.


Arjuna kenapa kau tega padaku.Aku masih mencintaimu.kenapa????"Gumam Cellia sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.Tiba² air matanya tak bisa terbendung dan pundaknya bergetar diiringi isak tangis penyesalan dihatinya.


Bian yang mendengar isak tangin Cellia pun hati kecilnya terasa tercubit.Ada rasa ingin menjadi bahu sebagai sandaran Cellia tapi ia merasa ragu.Bian berjalan mendekati Cellia.


"Cell...menangislah disini.Aku akan menemanimu".


Kata Bian sambil duduk disamping Cellia.Tiba² Cellia menyandarkan kepalanya dipundak Bian.Jantung Bian seakan berhenti berdetak saat itu juga.Bian tampak gugup ingin menyentuh tangan Cellia.Ada keraguan di hatinya.Namun akhirny keragun itu ditepisnya dan dengan jiwa laki² yang bertanggung jawab Bian menyentuh kedua tangan Cellia dan mengenggamnya erat.


"Biaaan....!!!"Tangis Cellia pecah dipelukan Bian.Bian pun menepuk² punggung Cellia dan mengelusnya.Cellia bisa mendengar irama jantung Bian yang begitu cepat berdetak.Entah kenapa ada rasa nyaman yang membuat Cellia semakin memeluk erat Bian.Kenyamanan itu tercipta begitu saja tanpa ada penolakan dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2