Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
125. Pengakuan Cellia


__ADS_3

"Ridwan!!! Hmmm....bagaimana keadaan anak itu?"Tanya Yudistira dengan ragu² karena masih diselimuti egonya yang begitu besar.


"Nona Embun sudah boleh pulang tuan.Kata dokter tidak perlu rawat inap.Perawatan lukanya bisa dilakukan dengan Rawat Jalan."Jawab Ridwan diseberang sana.


"Oh...baiklah kalau begitu".Kata Yudistira dan menutup sambungan telefonnya.


Tampak wajahnya mulai tenang karena mendengar Embun baik² saja.Sementara di televisi dan media sosial berita tentang Embun dan Arjuna sudah mencuat kepublik.Kali ini raut wajah Yudistira biasa saja dan tidak ada kemarahan diwajahnya.Mungkin saja hatinya sudah mulai terbuka dengan ketulusan Embun.


Saat ini Embun sudah pulang kerumah kontrakan barunya yang lebih aman dan nyaman.Sebenarnya rumah itu sudah dibeli Arjuna tanpa sepengetahuan Embun.Arjuna tidak memberitahukan Embun dan meminta pada pemilik rumah itu untuk merahasiakannya agar Embun dan ayahnya tidak sungkan.


"Andin...aku hari ini pindah dan maaf aku lupa memberi tahu kamu.Soalnya rumah yang dulu masih dalam penyelidikan dan rumah itu juga sudah habis kontraknya".Kata Embun melalui sambungan telefonnya.


"Ooh boleh,kamu boleh datang nanti malam.Aku akan kirim alamatnya ya".Kata Embun pada Andin.


"Okay Byeee....!!!"Embun pun mengakhiri telefonnya.


(Di Kantor Bian)


"Papa....!!! Tolong dengarkan Bian.Bian enggak mau paa ketemu dengan wanita itu".Kata Bian menolak untuk kencan buta dengan wanita jodohan ayahnya.


"Papa tidak mau tahu.Temui wanita itu pukul 20.00 direstoran Grand Bills".Kata Sasongko ayah Bian dengan wajah mengintimidasi.


"Tapi paaa....!!!"Kata Bian menolak,raut wajahnya tampak frustasi.


"Kau bilang dulu akan melamar seorang gadis,tapi sampai saat ini papa tidak perna tahu kau bersama dengan seorang gadis".Kata Sasongko mulai kesal.


"Atau kau.Astagah....!!!! Kau masih menyukai wanita kan?",Kata Sasongko sambil menatap tajam.


"Paaaa.....!!!! Bian masih normal pa.Aiiisssh...!!! Bisa-bisanya papa berfikir seperti itu."Kata Bian semakin frustasi dan mengusap wajahnya kasar.


"Aaah syukurlah.Kalau begitu patuhi perintah papa kalau kau tidak mau membuat papa kena serangan jantung".Kata Sasongko mengancam.Ia pun berlalu meninggalkan kantor Bian.


"Aaaahhhsssss....!!!! Papaaaaa......!!!!".Tampak Bian mengacak rambutnya frustasi.Mau tidak mau Bian harus mengikuti rencana papanya untuk kencan buta dengan wanita pilihan papanya itu.Bian tampak sangat kesal dan wajahnya mulai murung menatap layar laptop yang ada didepannya.

__ADS_1


(Di Kantor YP Group)


"Juna setelah dilihat dari CCTV kecelakaan lampu kemarin sepertinya real kecelakaan.Karena dilihat dari CCTV yang lain tidak ada sabotase apapun.Lihat ini rekaman dari CCTV yang ada diruang keamanan."Kata Endro menjelaskan pada Arjuna.


"Kalau itu benar² kecelakaan aku cukup merasa legah.Selama ini aku khawatir kalau ada orang yang berusaha ingin mencelakai papa".Kata Arjuna dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.Di YP Group banyak musuh dalam selimut yang ingin menjatuhkan Arjuna dan Yudistira.Entah kenapa hati Arjuna masih belum bisa menerima kalau itu benar² kecelakaan.


"Endro coba perhatikan ini.Kenapa di pukul 08.00 pagi rekaman CCTV ini bisa melompat ke pukul 11.00?Bukannya ini aneh?Dimana sisa rekaman pukul 09.00-10.00?"Kata Arjuna penasaran.Endro dan Arjuna saling tatap dan tiba² mata mereka saling membulat dengan sempurna.


"Jangan² benar dugaan kamu,ini sabotase dan konsfikarasi.Aku yakin ada yang menghapus rekaman itu".Kata Endro menatap Arjuna dengan wajah penuh kemarahan.Begitu juga dengan Arjuna yang membuang nafasnya kasar.


"Okay Endro kita harus berhati² soal ini.Dan kita harus menyelidiki sendiri tanpa orang lain tahu".Kata Arjuna meminta merahasiakan itu.


"Okay baiklah".Kata Endro setuju dan menganggukan kepalanya.


"Oh ya besok jadwal berkunjung ke rumah tahanan si tersangkah kaki tangan peneror itu".Kata Endro memberi tahu Arjuna.Arjuna tampak membuang nafasnya kasar.Kenapa akhir² ini banyak sekali kejadian yang buruk menimpah mereka.Arjuna mengendurkan ikatan dasi yang ada dilehernya dan itu membuat dirinya bersandar dikursi kebesarannya.


(Restauran Grand Bills)


"Selamat malam.Maaf apa anda tuan Bian Sasongko".Kata Seorang wanita dengan suara yang sangat lembut dan renyah mencoba menyapa Bian yang sudah lima menit menunggu wanita yang dijodohkan papanya.Bian menoleh kearah suara itu dengan tatapan senduh.


"Maaf tuan saya telat".Kata wanita itu dengan canggung.Wanita itu cukup manis tapi tidak membuat jantung Bian berdebar.


"Tuan perkenalkan nama saya Kania".Kata wanita itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum ramah.


"Bian".Balas Bian sambil ikut tersenyum.


"Kalau begitu kamu mau pesan apa?"Tanya Bian tanpa basa basi dengan suara datarnya.


"Saya pesan yang sama saja dengan tuan".Kata Kania kepada Bian.Kania terus menatap wajah Bian tanpa berkedip.Sepertinya Kania terhipnotis dengan ketampanan Bian.


"Waaah kau benar² tipe ku".Kata Kania tanpa disadari.


"Maaf anda bilang apa ?"Tanya Bian mendengar apa yang dikatakan Kania.

__ADS_1


"Aah..Tuan Bian saya tidak mau membuang-buang waktu.Tuan kamu adalah tipe saya jadi saya mulai jatuh cinta pada pandangan pertama,kamu tampan,mapan,sopan.Jadi saya benar² menyukai tuan".Kata Kania tanpa ragu sambil tersenyum dan memainkan matanya dengan genit.


Sementara Bian menelan slavinanya kasar dan membuat tenggorokannya terasa tercekat.


"Astagah wanita ini membuatku gila".Kata Bian mulai tidak nyaman.Entah kenapa Bian menajdi takut saat wanita itu mengatakan cinta padahal baru 3 menit bertemu.Itu membuat bulu roma Bian merinding.


"Tat tapi...!!"Kata Bian terbata.


"Oh maaf,bukan itu maksud saya.Nona Kania saat ini saya punya seseorang yang saya sukai".Kata Bian menjelaskan.


"No problem Tuan Bian or Bian,whatever".Kata Kania dengan gaya kebarat²annya itu.


"Saya akan menunggu kamu.Kita jalanni ini berlahan okay".Kata Wanita itu dengan agresif.Sementara Bian semakin sesak ingin kabur dari hadapan wanita itu.Bian memejamkan matanya sejenak dan membuang nafasnya kasar.


Saat Bian melihat kerah lain ternyata pandangannya tertuju pada seseorang disampingnya.Ia melihat Cellia yang sedang makan malam bersama dengan kliennya di restauran yang sama.


Bian pun tersenyum smirk saat melihat Cellia ada direstauran yang sama dengannya.Bian sengaja memanggil sorang pelayan untuk membuat Cellia melihat kearahnya.


"Mas saya mau pesan wine satu botol dan secepatnya antar kemeja saya.Terima kasih".Kata Bian kepada pelayan itu.Bian menatap Cellia dari sudur ekor matanya sambil tersenyum smirk.


Cellia pun melihat ke arah Bian dan benar saja matanya membulat dengan sempurna mendapati Bian sedang bersama dengan wanita cantik.Wajahnya mulai memerah dan itu membuat dadanya terasa terbakar api amarah.Ada api kecemburuan membakar dadanya yang kian memanas.Matanya menatap tajam kearah Bian yang sedang berbincang dengan wanita cantik itu.Tangannya mulai mengepal keras karena menahan kekesalan dihatinya.


Sementara Bian sengaja memancing kecemburuan Cellia.Bian menuangkan wine ke gelas Kania dan itu membuat Kania semakin berbunga bunga melihat perlakuan Bian padanya.Sementara dimeja lain sepasang mata sedang menatapnya tajam seperti seekor naga yang siap menyemburkan api kemarahan pada wanita itu.


Cellia menarik nafasnya kesal dan membuat pertemuannya dengan klien menjadi tidak konsentrasi.Sesekali ia menatap kearah Bian yang sedang membersihkan bibir wanita itu dengan sebuah tissu.Cellia benar benar kesal saat melihat wanita itu tersenyum girang dengan kesal dia meneguk minumannya hanya sekali tegukan saja.Setelah selesai dengan meeting dengan kliennya Cellia pun memesan sebotol wine.Cellia menuangkan wine itu ke gelasnya dan meneguknya sambil menatap ke arah Bian.


Bian tersenyum melihat Cellia yang terus menatap kearahnya.


"Cell,kenapa kau tidak mau jujur saja.Aku tahu kau cemburu.Tapi kau masih sangat gengsi untuk mengakuinya."Gumam Bian tersenyum sambil menenggak wine yang ada ditangannya.


"Bian,terima kasih untuk malam ini.Saya akan menunggu pertemuan kita yang kedua."Kata Kania yang tampak mulai mabuk.Bian pun meminta supirnya untuk mengantarnya pulang.Sementara Bian masih duduk sendiri di meja itu.Tak lama Cellia menghampiri Bian dengan jalan sempoyongan.


"Dasar laki² berengsek.Bisa²nya kau kencan buta setelah membuat hatiku berdebar.Haaaaa?"Kata Cellia duduk dihadapan Bian.Sementara Bian tersenyum mendengar pengakuan jujur Cellia yang dipengaruhi alkohol.

__ADS_1


"Kau brengsek.Dasar laki² brengsek...!!!".Kata Cellia terus memaki Bian dengan mengacungkan jari telunjuknya diwajah Bian.Setelah itu dia pun ambruk dimeja karena sudah sangat mabuk.Bian tampak legah karena mendengar pengakuan Cellia walaupun pengakuannya dipengaruhi karena Alkohol.Itu sudah cukup membuat Bian bahagia karena selama ini Bian penasaran apa yang ada didalam hati Cellia.


__ADS_2