Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
68.Hari Yang Mendebarkan


__ADS_3

"Aduuuuuh kalian yaa,kenapa belum siap siap?,sudah jam berapa ini?".Kata wike pada semua pelayan untuk bersiap siap ke pesta pertunangan Arjuna dan Embun.


"Windaaaaaa,kamu tolong telefon Embun sudah selesai belum dirias".Perintah Wike pada Asistennya."Kok sepertinya aku yang deg degan ya.Arjuna mau bertunangan.Mungkin aku terlalu bahagia,atau terlalu bersemangat".Gumam Wike sambil menyandarkan tubuhnya disofa.


Seakan hatinya mulai legah karena Arjuna sudah bisa membuka hatinya untuk wanita lain.Rasanya kini ia bisa bernafas dengan tenang apa lagi Embun sosok wanita yang sangat istimewah.Ia bisa menerima status Arjuna yang single father.


Arjuna tampak sangat gagah dengan stelan jas nya yang sangat elegant.Tubuhnya yang kekar sangat cocok dibaluti oleh jas yang ia kenakan,tambah lagi wajahnya yang menawan membuat semua wanita melemah dan berdebar saat menatapnya.


Arjuna berdiri menghadap jendela hotel dan menatap foto Adinda yang ada di ponselnya.Hatinya bergetar saat melihat wajah Adinda.


"Dinda,aku tidak akan perna melupakan dirimu.Aku akan mengenangmu didalam hatiku tapi kini izinkan aku untuk menata hatiku dan masa depanku demi anak kita.Terima kasih telah hadir dalam hidupku dan mengajarkan ku banyak hal.Terima kasih sayang aku akan tetap mencintai mu."Kata Arjuna dan ia pun dengan menghelah nafas yang cukup dalam menghapus semua foto Adinda yang ada diponselnya.


Kini Arjuna sudah benar benar membuka hatinya untuk Embun.Saat ini hatinya sudah tertambat untuk Embun wanita istimewah yang telah hadir di hidupnya dan merubah kesedihannya menjadi kebahagiaan.


"Woooiiii Broo.."!Kata Endro mengejutkan Arjuna.


Arjuna pun berbalik dan menghadap Endro.


"Waaah waah gila ya,kamu sudah dua kali bertunangan sementara aku sekali aja belum perna".Kata Endro sambil menggoda Arjuna.


"cckkk brengsek.Kata Arjuna sambil duduk di sofa.Itu karena nyalih kamu ciut,beraninya cuma kencan doang,Ajak terus tu Larisa nikah keburu disambar orang entar panik,hahahahaa".Kata Arjuna sambil tertawa puas mengejek Endro.


"Wah wah wah sombong amat,mentang mentang yaa!".Kata Endro menggelengkan kepalanya.


"Juna aku akan menikah saat kau sudah menikah dengan Embun kelak.Karena aku dan Larisa sepakat untuk itu.kami akan bahagia jika melihatmu sudah tidak menderita lagi".Gumam Endro.


Arjuna tampak gelisah dan sesekali ia menenggak minuman yang ada dihadapannya.Kakinya terus bergoyang goyang.Endro yang melihat itu pun sangat bahagia karena akan ada bahan ledekannya.


"Hahaha katanya sudah dua kali,kenapa kaki masih belum bisa tenang Boss,panik enggak panik enggak paniklah masak enggak,Hahaha!".Ledek Endro sambil terbahak.


Aiiissss Arjuna tampak kesal melihat Endro ia pun menyeret Endro untuk keluar kamar hotelnya.


"ya ya ya mau apa kamu,aiiisss!.


Kata Endro sambil terus menahan tubuhnya yang diseret Arjuna keluar untuk kamar.


Bukan Endro namanya kalau belum berhasil membuat Arjuna kesal.


"Arjuna saranghaeyo,Hahahaha".Sambil membentuk love pada jarinya dan mengedipkan matanya.


"Pergi enggak kamu,aiiisssh".Kata Arjuna sambil mengepalkan tangannya seperti ingin meninju.

__ADS_1


Di kamar lain tampak Embun begitu cantik seperti bidadari.Kulitnya yang mulus dan putih bak susu dibalut gaun panjang berwarna violet.Ia masih duduk didepan cermin menatap wajahnya yang sudah siap di make up.


Seketika cairan kristal jatuh dari pelupuk matanya.Ia teringat ibunya.


"Ibuu,andai engkau masih disini apa ibu akan memujiku cantik?"Hari ini Embun akan resmi menjadi tunangan Arjuna bu".Gumamnya haru.


"tuk tuk tuk,apa ayah boleh masuk?" Hasan mengetuk pintu kamarnya.


"waah anak ayah hari ini sangat cantik".Puji hasan pada Embun.


"Ayaaah".Tampak Embun pun tersipu malu sambil memeluk ayahnya


Acara pun segera dimulai,tampak wartawan sangat ramai memadati ruangan.Semua mereka ingin menyaksikan dan meliput acara pertunangan sang Arjuna yang selama ini mereka nantikan.


MC dari acara itu pun mulai memanggil Keluarga YP Group untuk hadir ketempat acara.


Arjuna dengan gagahnya berjalan menuju tempat acara diiringi dengan Yudistira dan Wike tak lupa sicantik Arsy juga berjalan dengan sangat cantik mengenakan gaun berwarna senada dengan Embun.


Kehadiran mereka membuat para wartawan siap untuk mendokumentasikan mereka.Tak lama kehadiran Arjuna tampak Embun dan Ayahnya hadir bersama dengan tantenya dan sepupunya.


Para wartawan masih terpukau melihat kecantikan Embun yang selama ini disembunyikan oleh Arjuna.


Begitu juga para tamu undangan yang hadir diacara itu.Banyak sekali orang orang penting hadir disana termasuk kolega kolega bisnis Arjuna.


Ada sepasang mata terus menatap Embun dengan sinis karena tidak rela melepas Arjuna.Sorot matanya penuh dengan kebencian dia adalah Cellia.Cellia menatap tajam kearah Arjuna dan sesekali melirik Embun yang sedang berdiri disamping Arjuna.


Acara tukar cincin pun dimulai.Arjuna pun memasukan cincin bertahtakan berlian di jari manis kiri Embun yang lentik.Begitu juga Embun memasukan cincin dijari manis Arjuna.Arjuna pun segera meraih tangan Embun dan mengecupnya dengan mesrah.Tak lupa ia juga mengecup kening Embun.


Cellia yang melihat itu tampak kesal dan marah.Matanya memerah.Cellia tidak rela jika harus dikalahkan dengan seorang gadis kampung yang menurutnya tidak berkelas.


"Arjuna ternyata selerahmu sangat rendah.Ckckck aku tidak menyangka kau menyukai tikus kampung seperti dia".Kata Cellia kesal dan sambil meneguk minuman yang ada ditangannya.


"Kakak,Embun mau ketoilet sebentar".Kata Embun kepada Arjuna.


"Kakak antar ya".Kata Arjuna khawatir


"Kakak,gak usah,embun sendiri aja.Enggak enak dong ninggali temen teman bisnis kakak".Kata Embun menolak.


Arjuna pun setuju dan tetap berdiri sambil ngobrol dengan koleganya.Tapi entah kenapa hati Arjuna tidak tenang melepaskan Embun sendirian ke toilet di hotel sebesar ini dan Embun juga belum perna masuk ke hotel ini sebelumnya.


Saat ia mau menelfon Rahmad untuk mengawasi Embun tiba tiba ia dikejutkan dengan seorang kolega bisnis yang sangat berpengaruh untuknya.Akhirnya ia pun mengurungkan niatnya untuk memberi tahu Rahmad.

__ADS_1


Embun berjalan menyusuri lorong menuju toilet dan ia pun tiba didalam toilet.Saat ia sedang mencuci tangannya dan merpikan rambutnya tiba tiba ia dikejutkan dengan kedatangam Cellia.


"Cellia".Gumamnya tapi Embun masih berpura pura tidak mengenalnya.Ia tetap merapikan rambutnya didepan cermin tanpa memperdulikan Cellia.


"Waah bagaimana rasanya bertunangan dengan Arjuna,pasti seperti mimpi bukan?"Kata Cellia dengan nada mengejek.


"Dasar tikus kampung menyebalkan".Kata Cellia lirih tapi masih bisa terdengar Embun.


Embun yang mendengar itu pun seketika menghentikan tangannya yang sedang merapikan rambutnya.


"Tidak,karena aku tidak perna bermimpi untuk bertunangan dengan Arjuna".Jawab Embun tegas.


"Mungkin jika itu terjadi padamu nona,tapi sayang itu hanya mimpi".Kata Embun membalas dengan senyuman mengejek.


"Haiii kamu hati hati klau bicara dengan ku".Kata Cellia mengancam sambil mengacungkan jati telunjuknya ke arah Embun.


"Aiiish wanita ini memang sangat menyebalkan"Gumam Embun.


"Nona maaf,saya tidak ingin mencari keributan dihari special saya.Jadi mari sudahi perdebatan ini sekarang.Permisi".Kata Embun sambil berlalu meninggalkan Cellia.


Cellia yang mendengar kata kata Embun merasa sangat direndahkan.Itu membuat ia marah dan tidak terima dengan kata kata Embun.Cellia pun berjalan mengikuti Embun keluar dari toilet.


Cellia menarik tangan Embun kasar.


"Heiii,berani sekali kamu,haaaah?!".Kata Cellia dengan suara keras.


Embun pun menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.


"Lepaskan tanganku nona Cellia".Kata Embun dengan suara pelan.


"Berani beraninya kamu memerintah,haaaah!".Kata Cellia.


"Dasar kau tikus kampung tidak tahu malu".Kata Cellia menghina.


Embun berusaha menahan amarahnya dan ia tampak sangat kesal dengan mengepalkan tangannya dengan erat.Kesabarannya pun sudah tidak bisa tertahan lagi.


"Nona Cellia yang terhormat,jangan perna menghina orang kampung seperti saya.Karena saya tidak perna merasa malu dengan status saya dari kampung.Tapi lihat dirimu kau terhormat,model internasional apa kau akan melakukan kesalahan dengan membuat keributan disini?"Lihat itu banyak wartawan,kau tidak takut martabatmu jatuh dan terosot kamera.Ingat itu".Kata Embun tegas dan peringatannya itu pun seperti tamparan keras untuk Cellia.


Embun dengan santai pergi meninggalkan Cellia yang masih dengan hati gemuruh menahan kesal.


Rasanya hatinya seakan terbakar amarah.Wajahnya memerah dan ada rasa dendam dihati Cellia.

__ADS_1


__ADS_2