Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
11.Merasa Bahagia


__ADS_3

Embun Menelfon mbak inah dan menjelaskan kalau ia menemukan anak yang sama persis difoto yang dikirimkan oleh mbak inah.


Embun membelai kepala Arsy dan berkata :


"Sayang sebentar lagi kamu akan bertemu keluargamu".


Tapi anehnya hati embun merasa sepertinya sudah lama kenal dengan Arsy,dia merasa sangat menyayangi arsy padahal mereka baru bertemu beberapa jam yang lalu.Tapi seperti sudah sangat akrab sebelumnya.


Tiba tiba arsy membuka mata dan melihat kearah embun yang sedari tadi membelai kepala yang ditumbuhi rambut lembutnya itu,Arsy pun bingung dia berada dimana,dia bangun dari tidurnya dan duduk.Embun tersenyum melihat arsy sudah sadar.


"Sayang,kamu sudah bangun"?.


Embun memeluk arsy dan membelai kepala arsy dengan lembut.


Arsy merasa menemukan ketenangan dan kenyamanan,dia seperti dipeluk seorang ibu yang sebelumnya tidak perna dia rasakan.


"Tante,arsy lapar."


Arsy melepaskan pelukannya dan mendongak melihat wajah embun.


Embun pun terkekeh,melihat wajah menggemaskan arsy.


"hehehe baik sayang,sebentar ya tante ambilkan."


Embun berjalan mengambilkan makanan dan Arsy memandang punggung Embun sampai tak terlihat.


Embun pun tiba di kamarnya dengan membawa sepiring nasi beserta sayur dan lauk pauknya tak lupa dengan segelas air minum di nampan.


"Arsy ayo segera makan setelah itu minum obat ya".


Kata Embun,Arsy hanya mengangguk,embun pun menyuapi arsy dengan sangat sabar dan telaten.


"Tante cantik,terima kasih ya,udah mau nolongi Arsy.


Kata Arsy sambil mengunyah makanan yang ada dimulutnya.


"Tante cantik,mau gak jadi teman Arsy?",

__ADS_1


Tanya Arsy penuh harap pada embun,sambil menatap embun dan mengedip ngedipkan matanya yang bulat bak mata boneka .Membuat Embun semakin jatuh hati pada Arsy karena tingkahnya yang menggemaskan.


"Tentu sayang,tante mau menjadi teman Arsy."


Kata Embun sambil tersenyum dan mencubit gemas pipi cabby nya.


"Janji ya tante,"!.


Kata arsy sambil mengulurkan jari kelingkingnya yang kecil dan menggemaskan itu.Embun pun membalas uluran jari kelingkingnya dan mengaitkan satu sama lain.


Mereka pun mulai bersahabat,dan saling berpelukan.Setalah itu siap makan arsy pun minum obat yang diberi kan oleh embun. Kemudian Embun membacakan dongeng untuk arsy,dongeng kisah tentang putri duyung.Tiba tiba ponsel embun berbunyi,dilihatnya ternyata mbak inah.


Mbak inah memberi tahu kalau Tuanya mau menjemput arsy.Embun pun segera memberi tahu arsy kalau papanya mau menjemputnya.Tetapi anehnya respon arsy biasa saja.Embun sedikit heran melihatnya.


"S**ayang apa Arsy tidak senang dijemput papa**?".tanya embun penasaran.


"Hmmmm arsy senang tante,tapi arsy sedih karena kita akan berpisah,Arsy suka mendengar dongeng yang tante ceritakan."Jawab arsy dengan wajah cemberutnya dan sedikit mengerucutkan bibirnya yang mungil.


Embun memeluknya dan berkata :


"Jangan khawatir sayang,kitakan sudah menjadi sahabat pasti nanti kita akan bertemu kembali."Sambil mengelus kepalanya dengan lembut.


"Tok tok tok....permisi,Assalamualaikum."


Terdengar suara lelaki diluar sana.Embun pun segera berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu.


"Waalaikum salam".


Jawab embun sambil membuka pintu.Embun terkejut melihat sosok pria yang berdiri didepan pintu,embun mematung dan membulatkan matanya dengan sempurna,pria itu juga sama terkejutnya dengan embun tapi bedanya pria itu terkejut bisa bertemu dengan wanita yang selama ini mampu membuatnya seperti orang gila,yang selalu tersenyum sendirian.Lain halnya dengan embun dia sampai tidak bisa berkata kata,antara shock atau bingung.


"Kaaakaaaamuuuu,manusia atau hantu?".


Sambil memukul mukul pipinya dengan kedua tanganya,kalau kalau dia sedang bermimpi bertemu pria hantu itu lagi.Pria dengan tatapan dingin seperti pamvire.Arjuna hanya menatap embun dengan heran dan mengerutkan kedua alisnya.


Embun kemudian mencubit pipi arjuna dan menekan nekan dadanya dengan jari telunjuknya,membuat arjuna mematung tanpa kata,karena baru kali ini ada seorang wanita yang berani lancang menyentuhnya tanpa seizinnya.Arjuna hanya memandang wajah embun heran.


"H**ahahaha ternyata kamu manusia,bodohnya aku**." Embun tertawa malu.

__ADS_1


"Boleh saya masuk?".kata arjuna.


"Aaah tentu tuan,ayo silahkan?


Kata Embun.Embun pun sedikit kaget dengan kenyataan kalau ayah arsy adalah pria hantu yang ada didanau.


Embun sangat malu dengan tingkah dia waktu didanau,saat dia memanggil arsy di kamar,embun sesekali mengutuki dirinya sendiri sambile memukul mukul kepalanya berkali kali.


"Arsy sayang papa kamu sudah datang,ayo keluar temui papa."


Ajak embuk,Arsy pun menurut dan mengikuti dari belakang.


"papaaa".


Kata arsy sambil berlari dan memeluk arjuna.Arjuna berjongkok untuk menyeimbangi tinggi tubuh anaknya dan membalas pelukan arsy dengan sangat erat,diapun menghujani kecupan dipuncak kepalanya.


Hatinya sangat bahagia setelah bisa langsung memeluk anaknya.Rasa sesak yang dia rasakan selama kehilangan arsy pun sudah menghilang.Arjuna tampak menahan tangisnya sehingga tampak jelas diwajahnya yang memerah dan dia mendongakan wajahnya keatas agar tidak tumpah kristalan bening itu kepipinya.Embun yang menyaksikan pertemuan anak dan ayah yang penuh dramatis ini juga ikut terharu.


"Ternyata dia seorang ayah yang baik".Gumam embun.


"maafkan papa ya sayang,membuatmu jadi seperti ini."Kata arjuna sambil melepas pelukannya pada arsy,lalumembelai pipi cabbynya dengan kelembutan.


Arsy menggelang,


"P**apa enggak salah pa,Arsy yang bandel,enggak mendengarkan mbak susi**".Kata Arsy penuh penyesalan.


"P**apa,tante cantik ini yang menolong arsy,dia sekarang jadi sahabat arsy loh pa**".


Kata arsy dengan penuh keyakinan.


Arjuna mendongakan wajahnya dan memandang embun dengan tatapan penuh makna.Sementara embun tidak sanggup untuk membalas tatapan arjuna,karena dia sangat cangung.


"Terima kasih".


Kata arjuna dengan tulus dan berjalan mendekati Embun serta mengangkat tangannya untuk berjabat tangan.Embun membalas jabatan tangan Arjuna.mereka saling tatap,dan embun tersadar dan melepaskan jabatan tangannya.Mereka berdua jadi sama sama canggung.


Tatapan senduh mata Embun membuat Arjuna tenggelam dalam sejenak.Entah apa yang terjadi hingga Arjuna merasa teduh saat menatap wajahnya.

__ADS_1


Jantungnya mulai berdebar dan itu membuat Arjuna semakin canggung.


Wajahnya yang menenangkan membuat Arjuna ingin sekali lagi memandangnya.Tapi rasa ego di dalam diri enggan untuk mengulangnya.


__ADS_2