Sejernih Cinta Embun

Sejernih Cinta Embun
70.Obsesi


__ADS_3

"Kakak,kamu kenapa sejak kejadian semalam kakak jadi pendiam".Tanya Embun pada Arjuna.


"Sayang,kamu harus berhati hati dengan Bian ya,kakak takut dia akan menjadi obsesi kepadamu".Kata Arjuna memperingatkan.


Embun hanya mengangguk sambil menyipakan sarapan dimeja makan.Arjuna pun duduk menunggu semua orang berkumpul untuk sarapan.


"Pagi sayang mama".sapa wike pada Embun.


"Pagi maa".Kata Embun tersenyum


"Pagi paa".Sapa Embun kepada Yudistira.


Yudiatira hanya mengangguk dingin tanpa membalasnya.


Arjuna melihat pemandangan itu pun sedikit kesal,tapu hari masi pagi Arjuna enggan memicu keributan dipagi hari.Jadi ia hanya menahan sedikit kekesalnnya.Arjuna tahu perasaan Embun pasti sangat tidak nyaman diperlakukan sedingin itu.


"Paman jadi pulang hari ini?".Tanya Arjuna pada Hasan.


"Iya jadi nak,paman tidak bisa meninggalkan lama lama toko disana".Kata Hasan


"Ya sudah nanti paman akan diantar iyat pulang".Kata Arjuna.


Hasan hanya tersenyum dan mengangguk.


Suasana menjadi hening karena semua orang fokus pada sarapan mereka masing masing.


"Apa aku beri tahu saja kalau Cellia sudah berani mengancamku kepada semua yang ada disini,Ah sudahlah suasana masih tidak mendukung nanti saja kalau sudah membaik".Gumam Embun sambil melirik Arjuna.


"Oh ya setelah kejadian semalam,saya mau mempercepat pernikahan saya dengan Embun kira kira 1 minggu lagi.Dan saya mau pesta yang sederhana saja.Saya mau acara dilakukan di villa".Kata Arjuna tegas.


Yudistira yang mendengar itu pun,tidak berkomentar apa apa.


"Aaah iya mama setuju,semua demi kebaikan Embun dan kamu nak".Kata wike.


"Triiiing triiiiing triiiing".Dering ponsel milik Bian berbunyi.


Dengan kepala yang masih terasa berat dan pusing ia pun meraih benda pipih itu yang terletak di sampingnya.


"Siapa yang pagi pagi begini menelfon".Grutunya kesal


Bian pun melirik siapa yang menelfonnya.Ternyata Tasya sekretarisnya yang menelfon.


"Hmmmm Tasya ada apa,kamu ganggu saja".Katanya kesal.


"Maaf tuan,tuan sudah melihat berita di internet dan TV semua tentang tuan".Kata Tasya


Bian mengeryitkan dahinya dan mulai berfikir keras.


"Tentangku maksud kamu apa si?"Tanya Bian tidak mengerti.


"Ya Ampun tuan apa tuan tidak ingat apa yang tuan lakukan di pesta pertunangan tuan Arjuna tadi malam?".Kata Tasya mencoba mengingatkan.


Bian masih terus berfikir keras,dan pada akhirnya dia pun mengingat kejadian demi kejadian yang menghebohkan saat itu.


Matanya membulat sempurna dan mengacak acak rambutnya dengan kasar.


"Aaarrrhhggg Gawaaat,brengseeeek".Kata Bian memaki.


"Tuan siapa yang brengsek?"Tanya tasya bingung.


"Aaah.tidak tidak,ya sudah hari ini saya tidak masuk,urus semua yang berkaitan dengan berita hari ini."Perintah Bian pada Tasya.


"Tuan tuan tuut...tuut...tuuut..".Panggilan pun terputus.


"Aaaaaaah tuan Biaaaaaan".Teriak kesal Tasya sambil menghentak hentakan kakinya kelantai.


Bian pun beranjak ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.Ia mengguyur tubuhnya dengan air hangat sambil mengingat kejadian yang telah ia lakukan semalam.


"Bian,apa yang kamu lakukan itu sudah benar.Jangan perna kamu menyesalinya.Sebelum ijab qabul dilakukan Embun belum menjadi hak Arjuna".Gumam Bian.

__ADS_1


Selesai mandi Bian pun duduk sambil menikmati secangkir teh dan sanwich yang sudah ada dimeja.Ia membaca semua berita tentang dirinya yang ada di media sosial.


"Aaahhhhaaaa" Bian menghela nafasnya dengan kasar.


"Aku yakin akan menjadi seperti ini pada akhirnya".Gumamnya.


Ia pun mengintip dari jendela kamarnya ternyata banyak sekali wartawan menunggu di bawah.


"Aiiissshhh!!!".Bagaimana aku bisa keluar rumah kalau seperti ini?!".Kata bian kesal


Dikantor MCT Group Cellia tampak memainkan pulpen yang ada dijari tangannya sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan.


"Hahaha Bian,yaaa Bian aku akan membantu mu,hahaha".kata Cellia sambil tertawa cukup keras.Karena dia cukup senang dengan kejadian semalam yang dilakukan Bian.


Cellia segera keluar kantor dan meraih kunci mobilnya yang ada dimeja.Dia pun berjalan menuju lift dan keluar kantor dengan memacu mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi.


"La la la la la "Cellia bersenandung karena suasana hatinya sedang bahagia.


setengah jam kemudia sampailah dia didepan kantor YP Group.


"Hallo Arjuna kekasih ku,Kamu dimana sayang aku merindukanmu?"Kata Cellia dengan suara menggoda.


"Cellia aku menjawab panggilanmu karena aku kira akan membicarakan bisnis tapi ternyata kau belum berubah."Kata Arjuna kesal.


"Ssssstttt Arjuna please!Okay okay aku akan datang untuk membicarakan tentang proyek kita."Kata Cellia dan ternyata Panggilan pun segera diputus oleh Arjuna dari seberang sana.


Cellia tersenyum licik,dan ia pun turun untuk masuk ke kantor Arjuna.Cellia memang sangat mukau saat dia berjalan semua mata tertuju padanya.


Cellia berjalan seperti sedang berjalan dicat walk gaya perjalannya mencermikan dia seorang model internasional yang sedang memamekar sebuah brand ternama yang ia kenakan sekarang.


"Arjuna ada didalam bukan?"Tanya Celli pada Lusi.


"Aah iya nona,Tuan sedang ada didalam".Jawab Lusi sopan.


"Okay.Thanks".Kata Cellia langsung meninggalkan Lusi


Lusi hanya terdiam mentap Cellia yang pergi begitu saja.


"Selamat siang Tuan Arjuna"!.Sapa Cellia sambil tersenyum manis.


"Okay,langsung saja Cellia!Aku tidak punya banyak waktu".Kata Arjuna kesal.


"Juna,please!kenapa kamu masih marah dengan ku,apa kamu masih mencintaiku?"Tanya Cellia sambil berdiri didepan Arjuna dan merapikan jas yang dikenakan Arjuna.


"Cellia hentikan! Jangan buat aku bertindak kasar dengan mu".Kata Arjuna dengan nada peringatan.


Arjuna pun menyentuh tangan Cellia untuk melepaskan tangannya dari jasnya.


"Kalau kamu masih marah dengan ku,aku menganggap mu masih mencintaiku dan kau bertunngan dengan Embun hanya pelarian saja dari ku".Kata Cellia dengan tingkat tinggi kepercayaan dirinya.


"Ccckkk ,Cellia kamu jangan terlalu berani dan percaya diri Cellia".Kata Arjuna penuh dengan kesabaran menghadapi wanita nekat seperti Cellia.


"Arjuna aku mohon,aku masih mencintaimu".Kata Cellia sambil membuka kancing jas Arjuna dan kancing baju miliknya.


Entah syetan apa yang merasuki Cellia sehingga dia berani mencium bibir Arjuna dengan brutal.


Arjuna cukup terkejut dengan apa yang Cellia lakukan ia pun mendorong Arjuna tetapi saat ia mendorong Cellia begitu keras Cellia menarik baju Arjuna hingga terlepas seluruh kancing baju Arjuna.


"Hahaha Arjuna,semakin kau kasar pada ku semakin aku jatuh cinta padamu".Kata Cellia sambil membersihkan lipstick dibibirnya yang berantakan dengan telapak tangannya.


"Celliaaa kamu benar benar gila,dasar saiko".Kata Arjuna kesal.


"Keluar kamu dari sini cepaaaattt".Kata Arjuna mengusir Cellia.


"Selamat siang sayang,terima kasih untuk ciuman hari ini,Emmmuaach".Kata Cellia sambil mengedipkan matanya.


Saat Cellia hendak membuka pintu ternyata Embun ada didepan pintu dan alangkah terkejutnya Embun melihat Cellia dan Arjuna yang berantakan seperti itu.


"Hai Embun,apa kabar?"Tanya Cellia sambil sengaja merapikan kancing bajunya didepan Embun.

__ADS_1


Arjuna yang mendengar Embun datang pun cukup panik dan benar saja dia melihat Embun sudah didepan pintu.


Embun hanya terdiam tanpa kata.Jantungnya berdebar begitu kencang,hatinya begitu sakit seakan mendapat tamparan yang begitu hebat saat tahu Arjuna yang begitu berantakan ada didepan matanya bersama Cellia.


"Kakaaak????"Tanya Embun tidak percaya.


Air matanya tidak bisa lagi terbendung dan tubuhnya seakan lunglai tidak bisa memijak.


"Aiiissh,Embun tolong,kakak bisa jelaskan ini semua.Ini tidak seperti yang kamu fikirkan."Jelas Arjuna prustasi.


"Celliaaa kaauuuuu".Kata Arjuna.


"Juna pleas jangan munafik,kamu juga menikmatinya bukan?"Tadi sungguh luar biasa aku suka itu".Kata Cellia sambil memandang Embun dengan tatapan mengejek.


"DIAM KAMU BRENGSEK".Maki Arjuna kesal dan Arjuna ingin menampar Cellia tapi terhenti.


"HENTIKAN !!!!!!".Teriak Embun begitu keras.


Arjuna dan Cellia pun terkejut dengan sikap Embun yang tidak biasa.


Embun hanya menatap mereka satu persatu tatapannya begitu tajam seakan ingin menlmbunuh mereka berdua.


"Kakak cukup selesaikan masalah kakak dengan Cellia setelah itu baru kita bicara".Kata Embun tenang.


Ia pun pergi begitu saja.


"Embun, Embun sayaaang dengarkan kakak sayang".Kata Arjuna mengejar Embun dan semua karyawan melihat kejadian kejar kejaran antara Embun dan Arjuna.


"Sayang,tolong jangan salah faham".Arjuna meraih lengan Embun.


"Kakak,lepaskan kak!"Kata Embun tanpa berpaling melihat Arjuna.


Semua orang yang ada dikantor pun melihat keadaan Arjuna yang tidak seperti biasa.Bajunya yang berantakan dan ada banyak bekas lipstick dikemejanya.


"Ada apa dengan Tuan Arjuna?"


"Ada mantan dan calon istri wah wah cukup membingungkan."Kata salah satu dari karyawan Arjuna.


"Embun tolong!"Kata Arjuna memohon.


"Kakak,lihat dirimu yang berantakan sepertinya kakak harus ganti baju dulu".Kata Embun tenang.


Arjuna pun tersadar kalau dia sedang berantakan dan ia pun melepaskan lengan Embun.


"Astagaaaa,Arjuna memijit keningnya dan membiarkan Embun berlalu meninggalkan dirinya.


"Aaaaarrggh".Arjuna menendangkan kakinya keudara karena dia terlalu kesal dengan kejadian hari ini.


"Cellia andai saja kontrak kita sudah selesai akan aku hancurkan kamu".Gumam Arjuna begitu kesal.


"Juna juna,kamu kira semuda itu kamu lepas dari ku,oooh tidak bisa.Kau akan tetap jadi milikiku,belum ada kata terlambat dihidupku,apa yang aku inginkan harus aku dapatkan walau bagaimanapun caranya".Kata Cellia sambil mengamati Arjuna dari kejauhan.


Saat Embun hendak menaiki mobilnya Cellia menghampiri Embun.


"Hei tikus kampung,bagaimana?,apa sangat menyakitkan orang yang kita cintai bersama wanita lain?".Tanya Cellia mengejek.


Embun pun menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.Embun pun berjalan mendekati Cellia.


"Maaf nona Cellia,sepertinya kamu memang suka ya mencari keributan?".Kata Embun kesal.


"Sebenarnya tidak sii,tapi karena kamu sudah merebut Arjunaku,aku pun tidak akan melepasnya untuk mu".Kata Cellia sambil memainkan kuku jari tangannya.


"Aiiihsss,Malas sekali rasanya ribut dengan serangga menjijikan seperti dia".Grutu Embun kesal.


"Dengarkan aku baik baik nona Cellia yang terhormat.Aku tidak perna merebut apapun dan siapapun.Tentang Arjuna yang kamu maksud dia yang datang kepadu ku,mengerti?!".Kata Embun dengan tegas ia pu berlalu meninggalkan Cellia.


"Dan satu lagi".Embun berhenti dan berbalik menghadap Cellia."Kamu bukan cinta pada Arjuna tetapi kamu terlalu Obsesi untuk memilikinya,mengerti!".Kata Embun tersenyum sinis.


dan masuk kemobil meninggalkan Cellia sendiri.

__ADS_1


"Aaaahhhh" Berani sekali kamu tikus kampung".Teriak Cellia kesal.


Ia pun memasuki mobilnya dengan perasaan hati yang gemuruh.


__ADS_2