
"Tuan Bian,kamu ada disini?"Tanya Embun.
"Iya ini cafe saya,kebetulan saya sedang mengontrol karena sudah lama saya tidak datang kemari".Jawab Bian menjelasakan.
"Oooh".Jawab Embun sambil menganggukan kepalanya.
"Boleh saya bergabung?"Tanya Bian ragu.
"Oh silahkan tuan".Jawab Embun santai.
"Saya tidak mengganggu kalian kan?"Tanya Bian lagi.
"Hmmmm".Kata Embun sambil menggelengkan kepalanya.Embun juga tampak tidak sungkan makan ayam geprek sambil mencocolnya dengan sambal terasi didepan Bian.Embun juga makan dengan tangannya tanpa sendok atau garfu.
Bian yang melihat Embun seperti itu pun tampak tersenyum dan entah kenapa ia semakin menginginkan Embun.
"Embun kamu sangat menggemaskan".Gumam Bian sambil terus menatap Embun dengan tatapan penuh kekaguman.
"Waaah tuan ini sambalnya bener benar enak,pas sekali di lidah.Waaaawww mantab pokoknya."
Kata Embun menjelaskan pada Bian.Bian hanya tersenyum melihat tingkah Embun yang tidak sungkan makan begitu lahap didepan Bian.
"Oh ya tuan,kenali ini Arsy,anak kak Arjuna".Kata Embun menjelaskan.
Seketika senyum Bian berubah menjadi senyuman getir.Jantungnya terasa tersiram bongkahan Es yang siap membekukan jantungnya.
"Hai Arsy,kamu cantik sekali".!Kata Bian sambil mengelus puncak kepala Arsy lembut.
"Arsy salam dong paman Biannya sayang"!.Kata Embun pada Arsy.Arsy pun menurut apa yang diminta oleh Embun.Tapi karena ia anak anak,ia juga masih fokus dengan santapan kesukaannya.
Embun yang masih lahap dengan sambal terasi dan ayam gepreknya tidak sadar kalau ujung bibirnya belepotan karena bekas makanan.
"Hahahaha,kamu lucu sekali si.Kamu benar benar seperti anak kecil,lihat bibirmu?"Kata Bian tergelak melihat embun sambil menunjuk kearah bibir Embun.
"Aduuh mama cantik makannya yang benar dong,masak kalah dengan Arsy,Arsy aja udah pintar makan sendiri,Enggak belepotan lagi!".Kata Arsy bangga sambil terus makan tanpa membantu Embun membersihkan bibirnya.
"Aaah yang benar,dimana ponsel ku tadi?"Kata Embun panik mencari ponselnya untuk melihat wajahnya.Tapi Bian dengan cepat mengambil tisu dan berusaha membantu Embun membersihkan bibirnya yang terkena sambal.
Embun terpaku dan tatapan mereka saling bertemu.Embun tidak sengaja menyentuh tangan Bian karena terkejut dengan tindakan Bian yang tidak disangkah sangkah.Setelah beberapa detik tatapan mereka saling bertemu,Embun pun memalingkan pandangannya dan menjauhkan wajahnya dari tangan Bian.
"Maaf tuan Bian!! Kata Embun gugup.
Bian hanya mengangguk dan jantungnya berdegup kencang.Entah kenapa perasaan bahagia menyeruak direlung hatinya.Bian memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa bahagianya.Ia pun tersenyum simpul sambil menguatkan dirinya agar jangan terlihat terlalu bahagia didepan Embun.
"Eheeemmm,iya tidak apa apa."jawab Bian sambil memperbaiki cara duduknya yang sedikit membungkuk menjadi tegak kembali.
Saat hal itu terjadi Arsy pun ikut melihat dan itu membuat Arsy sedikit timbul rasa cemburu dihatinya.
Wajahnya cemberut,tampak ia memanyunkan bibirnya.
Dengan polosnya Arsy pun bertanya pada Bian.
"Paman,paman kenapa melihat mama cantik seperti itu,paman suka sama mama?.Paman enggak boleh suka sama mama,karena mama udh punya Arsy".Kata Arsy dengan cemberut dan memanyunkan bibirnya.
Seketika Bian merasa seperti dilempar jauh dari ketinggian.Darahnya berdesir hebat,tatapannya pada Embun seketika menjadi tatapan sendu.
"Benar,Arsy yang anak kecil saja bisa menilai sikap ku yang tidak bisa menyembunyikan rasa cintaku pada Embun.Apalagi orang dewasa.Bian kenapa nasibmu malang sekali,kau harus diingatkan oleh anak kecil seperti ini".Gumam Arjuna.
"Sayang,kamu kok ngomong seperti itu,mama dan paman itu cuma teman sayang,mama akan selalu jadi mama Arsy."Kata Embun menjelasakan sambil memeluk Arsy.
"Yaaa,teman,hanya sekedar teman.Kenapa kau selalu saja mengingatkan hal itu Embun.Kau tidak perna tau betapa hancur hatiku saat kau berkata itu."Gumam Bian lagi.Rasanya hari ini suasana hatinya bercampur aduk,bahagia karena bisa bertemu Embun dan sedih karena mendengar penolakan secara tidak langsung dari mulut Embun untuk kesekian kalinya.
"Tuan,kami sudah selesai makan dan makanan di kafe tuan sungguh mantab".Kata Embun sambil mengacungkan ibu jarinya.
"Terima kasih mbun,oh ya Arsy juga sering sering makan dikafe paman ya!"Kata Bian sambil mengelus puncak kepala Arsy.
"okay paman."Kata Arsy sambil memainkan mata kirinya.
DiMansion.
Arjuna pulang dari meeting dan tidak memberi kabar pada siapa pun.Arjuna juga pulang lebih cepat dari jadwal yang ditentukan sebelumnya.Arjuna ingin memberi kejutan pada Arsy dan Embun.Alih alih memberi kejutan tetapi dirinya lah yang terkejut melihat seisi rumah sepi.Tidak mendapati Embun dan Arsy dirumah.
__ADS_1
"Arsy sayaaaang"!!
"Embuuuuun"!!
Panggil Arjuna di ruang tamu.Tampak ruang tamu sepi dan hanya mbak susi yang berjalan mendekati Arjuna.
"Tuan,Nyonya besar sedang pergi kebutik".
"Kalau nona Arsy dan nona Embun pergi ke Mall untuk berbelanja kebutuhan Arsy sekolah nanti Tuan."Jelas Susi pada Arjuna.
Seketika wajah Arjuna yang berseri berubah sedih.Kecewa dalam hatinya tidak bisa ia bendung.Rasa kesal yang amat sangat menggerogoti hatinya.Rasanya dia ingin berteriak dan tampak rahangnya mengetat.Arjuna kesal karena Embun tidak memberi tahunya.
Arjuna pun membuka dasinya dengan rasa kesal.Ia masih terus menatap ponselnya setelah dari pesawat tidak ada pesan satu pun muncul di ponselnya.
Ia membanting ponselnya ditempat tidur dengan perasaan kesal.
Ia pun segera mandi untuk menghilangkan kekesalan yang ada dihatinya.Arjuna sangat merindukan Arsy dan Embun.Ia juga tidak munafik sebagai lelaki dewasa ia sangat merindukan kekasih hatinya.
Ia ingin memeluk tubuh mungilnya dan mencium aroma tubuhnya yang khas.Tapi rasa itu sirna saat melihat orang yang dirindukan tidak ada dirumah.
1 Jam kemudian.
"Assalamualaikum".Kata Arsy dengan suara khasnya.
"Waalaikum salam".Jawab susi dan menyambut mereka.
"Nona,Tuan Arjuna sudah pulang 1 jam yang lalu".Kata Susi.
"Apaaa?kok bisa,bukannya besok kakak pulang".Kata Embun terkejut.
"Aduuuh gawat!!!"Gumam Embun.
"Mbak Susi,tolong bawakan baju baju Arsy ya kekamarnya.Pintah Embun.
Susi hanya mengangguk dan pergi berlalu.
"Sayang,ayo kita temui papa ya diatas".Ajak Arsy ke kamar Arjuna.
Tidak lama menunggu Arjuna pun membuka pintu,dengan wajah yang sulit diartikan ketika memandang Embun.
"Papaaa,Arsy rindu".Kata Arsy sambil memeluk tubuh kokoh Arjuna.
"Sama sayang!!Papa juga rindu dengan Princess papa yang imut ini".Balas Arjuna memeluk Arsy sambil mencubit hidung Arsy gemas.
Embun hanya menunduk dan ada rasa bersalah dan takut dihatinya untuk menatap wajah Arjuna.
"Aduuuh kenapa aku jadi serba salah si....,Wajah kakak seperti siap ingin menelanku hidup hidup".Gumam Embun sambil terus memainkan bajunya.
"Arsy dari mana saja kenapa tidak memberi kabar papa?"Oh iya Arsykan tidak punya ponsel bagaimana mau kasih tau papa ya,papa lupa!"Kata Arjuna kepada Arsy sambil wajahnya menatap Embun dengan seribu pertanyaan.
"Mampuuusss!!Waaah,sindirannya tepat sasaran."Gumam Embun.
Rasanya Embun seakan mendapat tamparan yang luar biasa mendengar sindiran Arjuna yang begitu tajam.Seperti anak panah yang tepat mengenai sasaran.
Kini tibalah saatnya giliran Embun yang terkena introgasi Arjuna.
"Dari mana saja kalian?"Tanya Arjuna sedikit ketus.
"Kakak,maaf!! Tadi Embun hanya izin dengan mama saja".
"Jadi kenapa kamu tidak memberi kabar kakak?"Tanya Arjuna ketus.
"Hmmm!!!Embun tidak bisa berbohong dan bibirnya terkunci,otaknya blank tidak bisa memberi alasan apapun.
"Aduuuh kenapa aku bisa jadi sebodoh ini,ayoo embun berfikirlah".Gumamnya kesal.
"Kenapa Embun ????"Tanya Arjuna dengan merapatkan giginya untuk menahan suara kerasnya agar tidak terdengar Arsy yang disampingnya.Saat Arjuna merasa kesal akan memanggil nama Embun tidak lagi dengan kata kata sayang.
"Iya maaf kak,Embun tadi terlalu sibuk memilih baju Arsy dan lupa untuk memberi kabar".Jawab Embun jujur dan sedikit hati hati.
"Apaaa lupa?"Tanya Arjuna memastikan kembali,takut ia salah mendengar.
__ADS_1
Embun pun mengangguk pasrah.
"Iya kan Arsy,tadi kita sangat antusias memilih milih baju sekolah Arsy kan sayang?".Kata Embun melibatkan Arsy agar bisa menyudahi introgasi itu.
"Iyaaa papaa.Tadi kami juga makan siang dikafe dan bertemu dengan paman baik,namanya paman Bian."Jelas Arsy dengan antusias dan polosnya.
"Aaahhh,Matilah akuuu!!!"Gumam Embun pasrah mendengar penjelasan Arsy yang terlalu jujur dan polos.
Arjuna mendengar penjelasan Arsy pun terkejut.Wajahnya berubah memerah dan rahangnya mulai mengetat.Tampak tangannya mengepal kuat.Dadanya seakan terbakar oleh api cemburu yang membara.
"Tadi Arsy dan paman baik ngapain aja sayang?".Tanya Arjuna penuh selidik dan penasaran sambil tersenyum membelai puncak kepala Arsy.Arjuna tampak menahan emosinya.
"Tidak ada pa,kami hanya makan saja,awalnya kami berdua terus paman baik datang dan dia juga ikut duduk disamping Arsy.Paman baik juga mengelap bibir mama cantik karena mama tadi makanya belepotan.Mama kalah sama Arsy paa,Arsy aja makannya udah enggak belepotan lagi".Jelas Arsy sambil membanggakan dirinya dalam kepolosannya.
Dengan kesal Arjuna pun memalingkan pandangannya pada Embun dan berjalan menuju sambungan telefon.
Terdengar ia menelfon mbak susi untuk menjemput Arsy kekamarnya.
Tidak menunggu lama Arsy pun dijemput mbak susi.
Tinggalah Embun dan Arjuna dikamar itu.Arjuna begitu kesal karena terbakar cembur.Ia berjalan mendekati Embun dan tidak berhenti setelah sudah sangat dekat dengan Embun.Embun pun ikut berjalan mundur karena Arjuna tidak menghentikan langkahnya juga.
Tatapan Arjuna dingin dan sangat menakutkan.
"Kakak,ka ka kamu kenpa seperti ini?"Tanya Embun gugup.
Arjuna masih terus berjalan lambat dan tepat di belakang Embun ada dinding.Langkah Embun pun terhenti karena tubuhnya sudah terhimpit oleh Arjuna dan dinding.Embun tidak bisa bergerak kemanapun Arjuna begitu dekat dengannya dan menguasai tubuh mungilnya dengan kedua tangan Arjuna mengurung tubuh mungil Embun.
"Benar yang dikatakan Arsy,apa tangan kotor Bian menyentuh bibir mu?"Tanya Arjuna dengan sorot mata penuh kemarahan.
"Kakaaaak,!!Panggil embun dengan suara khasnya.
Itu tidak menyurutkan api cemburunya pada Bian.
"JAWAAAAB".Kata Arjuna dengan suara Mengglegarnya memenuhi ruangan.Terkadang kecemburuan Arjuna benar benar membuat Embun kewalahan.
Embun yang terkejut pun mengangguk dengan mata yang sudah mengembun.Mungkin dengan sekali memejamkan mata cairan bening dipelupuk matanya lolos kepipinya.
Arjuna memejamkan matanya erat dan tampak rasa kesal masih menguasai dirinya.
Arjuna pun mengusap kasar bibir merah Embun yang ranum dengan ibu jarinya.
"Aku sudah menghapus bekas tangan kotornya dibibirmu.Berani beraninya dia menyentuh milik ku".Kata Arjuna kesal.
"Aaaarrrggh!!" Teriak Arjuna dengan suara lantangnya.Tapi kamar Arjuna kedap suara teriakannya tidak bisa didengar oleh siapapu selain Embun.
Embun hanya diam tanpa kata dan ia hanya bisa pasrah dalam kurungan tangan Arjuna.
"Aku juga akan membersihkannya dengan.."Kata Arjuna.
Tiba tiba....
Arjuna mengecup bibir Embun dan melu**tnya dengan penuh kekesalan.
"Ini kan yang kau suka,haaaah!!! Kau suka Bian menyentuh mu kan,bagian mana saja yang sudah disentuh oleh tangan kotornya haaa?!Tanya Arjuna pada Embun dengan suara tinggi.
"Seketika cairan bening itu tidak bisa tertahan dan lolos dari pelupuk matanya.Kata kata Arjuna begitu tajam seakan menusuk tepat mengenai jantung Embun.Dadanya terasa sesak mendengar kata kata Arjuna yang menyakitkan.
"Kakakaaa,hentikan,Plaaaaak!!! Teriak Embun dan tengan Embun melayang tepat dipipi Arjuna dan Embun pun mendorong tubuh kekar Arjuna.
"Embun tidak suka dengan sikap kasar kakak seperti ini,kau tau Arjuna Pramuja,kata katamu sudah berhasil merobek hatiku!.Kata Embun sambil berlari memasuki kamarnya dan membanting tubuhnya keatas tempat tidurnya.
Embun pun tampak menangis sesenggukan.Ia tidak menyangka kalau Arjuna akan semarah itu padanya.
Arjuna pun tampak merasa menyesal karena melampiaskan kecemburuannya dan kesalnya pada Embun.
"Aaaarrrgggghh".Teriak Arjuna kesal sambil mengacak rambutnya.
Ia pun pergi meninggalkan rumah dengan perasaan kesal.
Arjuna mengendarai mobilnya menuju tempat untuk melampiaskan kemarahannya.
__ADS_1