SENJA

SENJA
117


__ADS_3

"Gue mau besok kalian semua temenin gue ketemu orang tuanya Zia."


"Hah!! Gila Lo!!"


Permintaan Marko membuat Langit terkejut.


"Enak aja lo bikin jadwal suka suka jidat Lo. Lo gak mikir berapa pertemuan penting yang harus gue batalin kalo nurutin Lo. Dan Lo juga punya proyek penting yang harus lo selesaiin besok. Jangan macem-macem deh."


"Yah, Lo Lang. Kejem banget ama gue. Gue kan juga pengen cepet-cepet nikah."


"Heh, Mbang!! Dengerin gue ngomong. Lo pikir ngelamar anak orang gak butuh persiapan. Kita butuh persiapan, keluarga calon bini lo juga butuh persiapan Ko. Lo cari jadwal yang bisa ditinggal, jangan lupa kabarin Om Irawan. Dia kan nanti yang akan gantiin orang tua Lo. Mikir apa-an sih lo, ngebet banget mo kawin."


Senja hanya terkekeh Saja mendengar Langit marah-marah ke Marko.


"Udah, pikirin lagi. Bikin mood gue jelek aja ngobrol sama Lo!!" Langit memutuskan sambungan telponnya.


"Gila aja si Marko mau temuin keluarga Zia besok." Langit masih merasa kesal. "Emang rumahnya Zia itu dimana sih sayang?" Tanya Langit.


"Orang Solo dia Mas." Jawab Senja.


"Jauh ya!! Dan seenak Jidatnya dia mau ngelamar besok."


"Sudah sudah, jangan marah-marah gitu. Nanti gantengnya ilang loh." Senja mencubit pipi Langit.


Langit teringat niatnya, "Anak-anak udah tidur kan?" Tanya Langit.


Senja mengangguk.


Langit tersenyum genit dan mulai mengecup bibir Senja.


ceklek!


"Maaah."


Suara sora membuat Langit dan Senja menjauh.


"Ya, sayang?" Senja buru-buru menghampiri anaknya.


"Sora gak bisa tidur, temenin Sora." Pinta Sora.


Senja menatap Langit, memintanya untuk bersabar. Langit pasrah melihat Senja meninggalkannya sendirian di kamar.


Senja pergi ke kamar Sky dan Sora, ia melihat putranya sudah tertidur lelap dikasur barunya. Sora mengajak Senja untuk tidur bersama dia.


"Mama tungguin aku sampai aku tidur ya?" Pinta Sora.


"Iya, sayang." Senja mulai menepuk-nepuk pelan paha Sora.


"Ma?" Sora memanggil Senja setengah berbisik.


"Apa papa tidak pernah menemui Sora karena papa sedang mengumpulkan uang untuk jadi orang kaya?"


Senja tersenyum, "Karena papa ingin anak-anaknya kelak bahagia, Papa ingin bisa memenuhi keinginan Sky dan Sora."


"Jadi Sora bisa minta apapun ke papa?" tanya Sora


Senja menggeleng, "Peraturan mama di rumah Malang juga berlaku disini sayang. Papa dan Mama akan memberikan apa yang Sky dan Sora butuhkan, kalau Sky dan Sora ingin sesuatu harus menabung. Dan jika Sky dan Sora jadi anak baik dan berprestasi papa dan mama akan berikan bonus, sesuatu yang kalian inginkan."


Sora mengangguk.


"Dan juga, Mama harus ingatkan satu hal ini. Sky dan Sora tetap harus bersikap sopan ke seluruh orang yang bekerja dirumah ini. oke?"


"Ya, Ma. Sora kan selalu baik ke semua orang. Beberbeda dengan Sky. Dia galak." Bisik Sora


Senja tersenyum mengingat sifat Sky yang memang sama persis dengan suaminya.

__ADS_1


"Sudah, Ayo tidur." Ajak Senja.


Sora mulai memejamkan matanya dan Senja masih meneouk-nepuk paha Sora dengan lembut agar putrinya segera tertidur.


Tak butuh waktu lama akhirnya Sora terlelap juga, ia memastikan jika Sora benar-benar sudah terlelap dan akhirnya ia meninggalkan kamar anak-anaknya.


Lampu kamarnya masih menyala ketika ia kembali, Langit masih melihat ponselnya diatas tempat tidur.


"Udah bobok beneran mereka?" Tanya Langit.


"Iya, sudah mas." Jawab Senja.


Ia mematikan lampu kamar dan segera naik ke atas tempat tidur dan menyalakan lampu tidur di meja kecil samping tempat tidurnya.


"Mas." Senja memanggil Langit.


Langit meletakkan ponselnya dan menghadapkan dirinya ke arah Senja. "Ya?"


"Aku minta kamu tidak terlalu memanjakan anak-anak ya? Aku takut kemewahan ini membuat mereka lupa diri."


Langit diam.


"Aku tau ingin yang terbaik buat mereka, tapi aku tidak mau kamu selalu menuruti keinginan mereka." Ucap Senja. "Berikan yang mereka butuhkan mas, jangan yang mereka inginkan. Ya?"


"Padahal aku ingin sekali memberikn apapun yang mereka inginkan." jawab Langit kecewa.


Senja nampak tidak setuju, namun Langit langsung mencubit pipi Senja.


"Iya sayang. Aku ngerti. Aku percayakan anak-anak ke kamu. Kamu pasti tahu yang terbaik buat mereka."


"Makasih ya, Mas." Ucap Senja.


"Makasihnya cuma ucapan doang?" Tanya Langit.


Senja menatap Langit gemas, "Tuh kan, mintanya aneh-aneh."


**********


Pagi ini Hari pertama masuk sekolah untuk Sky dan Sora. Mereka terlihat sangat senang dengan seragam baru mereka. Usai sarapan, Sky dan Sora sudah bersiap di teras depan untuk segera berangkat sekolah.


Kali ini Langit menyediakan mobil MVP Premium untuk mengantar Sky dan Sora ke sekolah.


"Mas langsung ke kantor aja, ya. Biar aku yang antar anak-anak ke sekolah." kata Senja.


"Enggak lah, Nja. Ini kan hari pertama anak-anak sekolah. Aku harus ikut juga, lah." Tolak Langit. Ia sibuk memakai jasnya. "Aku bawa mobil sendiri sama Hengky, jadi nanti kamu bisa langsung pulang sayang."


Sebenarnya yang dipikirkan Senja bukan itu, tapi pasti kehadiran Langit menyita perhatian wali murid disana.


"Ayo sayang, masuk. Biar nanti gak telat." Pinta Langit.


Sky dan Sora masuk ke dalam mobil diikuti Zia dan Kartika. Senja lebih memilih duduk didepan bersama Agung.


"Kita ketemu disana ya, Sayang." kata Langit sebelum ia masuk ke dalam mobil.


"Iya, Mas."


Agung mulai melajukan kendaraannya meninggalkan halaman rumah Langit, nampak dibelakang Sedan mewah Langit mengikuti.


Seperti biasa, Senin pagi membuat jalanan Ibukota sangat padat. Membuat laju kendaraan tak bisa terlalu cepat.


"Disini ramai sekali ya ma?" Tanya Sky.


"Bikin mobilnya jalan kaya siput." Sora menimpali.


"Sabar, ya. Habis ini udah sampai kok." Kata Senja.

__ADS_1


Sky dan Sora kembali menatap keluar cendela mobil mencari suatu pemandangan untuk dinikmati.


Hingga akhirnya mobil terbebas dari kemacetan, walau masih padat kendaraan namun mobil yang dikendarai agung bisa berjalan stabil.


Tak butuh waktu lama, tibalah di sekolah baru Sky dan Sora. Tempat parkir kendaraan sangat padat, tidak seperti beberapa waktu lalu ketika mereka kemari. Agung memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari gerbang Sekolah.


Langit turun lebih dulu dan menjemput anak-anaknya di mobil Senja.


"Ayo Sayang." Langit menggandeng kedua anaknya.


Dengan Sky dan Sora Langit berjalan duluan, sedangkan Senja, Zia dan Kartika berjalan dibelakang.


Seperti dugaan Senja, kehadiran suaminya langsung menyita perhatian wali murid yang mengantar anak-anak mereka.


Antara bangga, kesal dan malu jadi satu di pikiran Senja.


"Selamat pagi, Bu." Langit memberi salam ke seorang guru yang sudah berdiri di samping gerbang menyambut kedatangan murid-murid mereka."


"Selamat pagi, pak. Ini murid baru TK-A ya?" Tebak guru wanita tersebut.


"Iya, Betul." Jawab Langit.


"Ayo sayang, salim sama bu Guru." Pinta Senja.


"Namanya siapa? Kok cakep-cakep bener." Bu guru merunduk dan mengulurkan tangannya.


Sky menyambut uluran tangan gurunya dan mencium tangannya "saya Sky."


Sora mengikuti Langit, "Saya Sora, Bu guru."


"Nama Ibu, Bu Indah. Nanti kalian masuk di kelas Bu Indah. Sekarang pamit sama Papa dan Mama, trus Bu Indah antar ke kelas untuk naroh tas kalian ya."


Sky dan Sora bergantian mencium tangan papa mamanya.


"Bu, Ini juga ada yang jaga Sky dan sora. Namanya Zia dan Kartika, jadi kalau ada apa-apa bisa beritahu mereka ya, Bu." Pinta Senja.


"Baik, Mama." Jawab Bu Indah. "Mbak Zia dan Mbak Kartika bisa nunggu di ruang tunggu ya. Selama proses belajar mengajar orang tua/wali murid tidak diperkenankan masuk ke wilayah kelas."


"Baik, Bu." Zia dan Kartika mengangguk.


"Kalau begitu kami pamit ya, Bu." Kata Senja.


"Iya, Mama." Bu Indah mengangguk.


"Sky, Sora. Belajar yang rajin ya." Ucap Langit sebelum mereka pergi.


"Iya, Pa." Jawab Sky dan Sora.


Langit dan Senja melambaikan tangan melihat putra putrinya memasuki gedung sekolah.


"Zia, Tika. Titip anak-anak ya?" Ucap Senja.


"Baik, Nona."


Senja menggandeng Langit meninggalkan gerbang sekolah dan kembali ke mobil mereka. Langit terlihat bingung melihat tingkah aneh Senja.


"Gak biasanya kamu gandeng-gandeng aku gini sayang?" Tanya Langit.


"Iya, mau ngasih tahu aja ke mereka kalau ada istrimu disini. Biar mereka gak kegenitan ke kamu." Ucap Senja jutek.


"Hahahaha, lagi cemburu ini ceritanya?" Goda Langit.


Senja hanya melirik jutek.


"Bikin gemes deh lihat kamu lagi cemburu. Jadi pengen cepet-cepet pulang bikin adek buat Sky dan Sora."

__ADS_1


Godaan Langit membuat Senja mencubitl lengan Langit.


-Bersambung-


__ADS_2