SENJA

SENJA
156


__ADS_3

Baby Mina sudah hampir satu bulan di rumah. Malam ini Mina sedang diasuh Papa dan kedua kakak kembarnya karena Mamanya sedang sibuk menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa kedua kakaknya saat pariwisata besok.


"Sayaaaaang..."


Senja yang mendengar teriakan suaminya dari kamar Sky dan Sora langsung menghentikan kesibukannya dan segera menghampiri suaminya.


"Kenapa, Mas?" Tanya Senja ketika sampai dikamar anak-anaknya.


"Mina mau nangis, Ma." Jawab Sora.


"Mungkin mau *****?" Tebak Sky.


"Dia udah mewek tadi, sayang." Kata Langit.


"Udah waktunya bobok nih kayanya." Kata Senja.


"Yaaaaah." Sky dan Sora kecewa.


"Loh, Kak Sky dan Kak Sora harus segera istirahat. Besok kan mau rekreasi sama teman-teman. Kalau ngantuk gimana?" Senja membujuk anak-anaknya.


Langit mengangkat Mina dari tempat tidur Sora, "Cium Papa sama adek dulu."


Sky mencium pipi kanan Langit sedangkan Sora mencium pipi kiri Langit lalu bergantian mencium Mina dan segera naik ke tempat tidur.


"Selamat tidur ya, sayang." Langit mencium kening kedua anaknya bergantian.


"Selamat tidur sayang." Senja juga mencium kening kedua anaknya bergantian dan merapikan selimut mereka sebelum meninggalkan kamar.


"Mama matikan lampunya ya?" Tanya Senja sebelum ia meninggalkan kamar Sky dan Sora.


"Iya, Ma."


Senja mematikan lampu lalu meninggalkan kamar anak-anaknya bersama Langit menuju ke kamarnya.


Langit merebahkan Mina diatas tempat tidur, Senja sudah mencari posisi yang nyaman untuk menyusui Mina.


"Mau tidur sekarang sayang?" Tanya Langit.


"Matiin aja gak apa mas, nanti kalau udah ngantuk biar tinggal merem aja." jawab Senja. Ia menyalakan lampu tidur di sampingnya.


Langit mematikan lampu kamarnya dan kembali ke tempat tidur menemani Senja yang menyusui putri mereka.


Langit mengusap kepala Mina yang baru saja di gundul saat acara aqiqah beberapa waktu yang lalu.


"Terimakasih ya sayang, sudah menjadi bagian dari hari ini dan hari-hariku kedepannya." kata Langit.


Senja tersenyum, "Kok tiba-tiba bilang gini sih, Mas?"


Langit menatap Senja teduh, "Aku tidak menyangka jika pernikahan yang selalu ku tentang dulu akan membuat hidupku dipenuhi banyak cinta dan kasih sayang seperti ini. Terimakasih ya sayang kamu sudah mau mengorbankan diri hanya untuk membantu Ayah dan Actmedia. Terimakasih juga kamu sudah mau menerimaku sebagai suami kamu."


Senja merasa aneh dan tersipu malu mendengar ucapan Langit.


"Nja, Ketauilah satu hal. Aku adalah laki-laki kedua yang sangat menyayangimu dan tidak akan pernah bisa hidup tanpamu. Maka dari itu, tolong jangan sekalipun kamu berencana untuk ninggalin aku."


Senja mengernyit, "Siapa yang pertama, Mas?"


"Ayahmu."


"Kirain siapa, Mas." Senja tertawa kecil dan memukul lengan Langit, "Lagian aku gak pernah punya niatan sedikitpun untuk ninggalin kamu lagi. Toh aku dulu ninggalin kamu juga karena keadaan, bukan karena aku yang ingin. Ku pikir itu satu-satunya pilihan yang terbaik untuk kita."


Langit mengusap pipi Senja, "Belajarlaha satu hal dari masalalu kita, sayang. Apa yang menurutmu terbaik, belum tentu menurutku baik. Kita satu keluarga, apapun masalahnya harus kita selesaikan berdua."

__ADS_1


Senja mengangguk, "Ya, Mas. Aku bersyukur kita masih dipertemukan kembali dan bisa sampai dititik ini. Terimakasih sudah mau mencari kami saat itu."


"Sama sama sayang, kedepannya pasti akan lebih sulit lagi. Pastikan agar kita akan melewatinya bersama." Balas Langit.


Senja mengangguk, "Iya mas. Kita akan melewatinya bersama."


Langit memberikan kecupan di kening Senja dan di kepala Mina yang sedang asyik menyusu.


***********


"HOREEEEEE!!!"


Teriakan murid-murid Happy Kids ketika memasuki area wisata.


Pagi ini sekolah Sky dan Sora sedang mangadakan pariwisata ke salah satu taman bermain di Jakarta. Kartika dan Amel tetap ikut untu menjaga Sky dan Sora dari dekat, sedangkan Senja dan Langit mengawasi mereka dari jauh.


Langit tak pernah lelah mendorong stroller Mina, bahkan sesekali jika bosan ia tak segan untuk menggendong Mina di lengannya.


"Duuuh, papanya Sky udah ganteng sayang anak lagi ya." Puji salah seorang wali murid.


Senja tersenyum mendengar ucapan temannya itu.


Dulu ia harus kehilangan waktu untuk mengurus diri sendiri karena terlalu sibuk mengurus pekerjaan dan kedua anak kembaranya.


Tetapi kini Senja sangat bangga dan sangat berterimakasih karena diantara kesibukan Langit, Langit selalu membantunya menjaga anak-anaknya, terutama Mina.


Walau banyak asisten dirumah yang siap menerima perintah, namun Langit dan Senja sebisa mungkin merawat Mina sendiri.


"Ma, tadi Sky bisa renang di tempat yang agak dalam loh." Kata Sky bangga


"Wah, anak mama makin jago renangnya. Tapi tetap harus hati-hati ya." Senja membantu Sky menyisir rambutnya yang basah karena usai berenang.


"Iya sayang, Papa sudah nunggu di food court kok. Habis ini kita kesana, ya." kata Senja sambil merapikan perlengkapan mandi Sky dan Sora.


"Ayo sayang."


Senja menggandeng Sky dan Sora meninggalkan ruang ganti menuju ke food court dimana rombongan sekolah Happy Kids melakukan makan siang.


Senja langsung berlari ketika melihat Langit berdiri di luar food court sambil menggendong Mina yang sedang menangis.


"Maaf ya mas, lama ninggalin kalian." Ucap Senja, Ia langsung mengambil alih Mina dari tangan Langit.


"Anak-anak lapar mas, tolong mas ambilkan jatah makan siang anak-anak ya. Aku cari tempat menyusui dulu." kata Senja, ia menyerahkan beberapa lembar kupon pada Langit.


"Iya, sayang."


Langit menerima kupon itu dan mengajak anak-anaknya masuk ke dalam food court, sedangkan Senja pergi ke ruang khusus ibu menyusui yang tak jauh dari food court.


Tak berapa lama Senja selesai menyusui dan kembali menghampiri suami dan anak-anaknya yang masih makan.


Senja menidurkan Mina di strollernya agar ia bisa segera makan siang, namun Mina langsung terbangun dan menangis ketik direbahkan. Mau tidak mau Senja kembali menggendong Mina.


"Biar saya saja yang gendong, Nona." Kata Kartika meninggalkan makanannya.


"Sudah, Tik. Kamu makan saja." Tolak Senja.


"Iya, Tik. Kamu makan saja." Tambah Langit. "Aku suapin kamu aja ya sayang." kata Langit pada Senja.


"Apa gak apa mas?" Tanya Senja.


"Ya gak apalah, sayang."

__ADS_1


Langit membuka rice box milik Senja dan mulai menyuapi Senja. Tentu saja hal ini menyita perhatian wali murid lain. Mereka menatap kagum Langit, seorang pemilik perusahaan besar masih mau menyuapi istrinya di depan umum.


"Kamu tidak malu mas?" Tanya Senja yang mulai tidak nyaman menjadi pusat perhatian.


"Kenapa aku harus malu, aku tidak sedang melakukan hal yang memalukan kan?" Langit balik bertanya.


Senja tersenyum melihat jawaban suaminya.


"Apa kamu malu karena orang-orang sedang memperhatikan kita?" Tanya Langit


Senja mengangguk, "Sedikit."


Jawaban Senja membuat Langit mengusap ujung kepala Senja.


"Apa anda mengijinkan saya mengambil foto keluarga bahagia ini?" Seseorang yang membawa kamera menghampiri meja Langit.


Langit menatap Senja.


"Silahkan." kata Senja.


"Terimakasih, silahkan lanjutkan kegiatan anda. Saya akan mengambil foto kalian dengan natural."


Langit kembali menyuapi Senja, Sky dan Sora juga melanjutkan makan mereka.


"Terimakasih telah mengijinkan saya mengambil foto keluarga kalian. Semoga kalian menjadi keluarga bahagia." Ucap pria itu.


"Aamiin." Ucap Langit dan Senja


Senja menatap Langit penuh kekaguman.


"Kenapa sayang?" tanya Langit.


"Terimakasih sudah berkenan hadir di hidupku, mas." Jawab Langit.


Langit tersenyum dan mengecup kening Senja tak mempedulikan berapa banyak pasang mata menatap mereka.


Senja sangat bersyukur berada dititik ini. Tuhan mengujinya dengan rasa kehilangan orang yang disayanginya, menghadapkannya pada dua pilihan. Sempat ia berfikir telah salah memilih karena terlalu banyak rasa sakit yang ia dapatkan, namun ia tak pernah menyangka jika pilihan pahit itu akan berbuah manis dibelakang.


Ia tahu ini bukan akhir dari perjalanannya, hanya saja ia baru menyadari seistimewa apa teman perjalanan untuk menemani hari-harinya kedepan.


-TAMAT-


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2