SENJA

SENJA
Bagaimana Caranya?


__ADS_3

Didalam kehidupan seseorang, akan ada berbagai persoalan dan permasalahan yang datang silih berganti. Ia harus mengetahui bagaimana cara mengambil sebuah langkah untuk melewatinya. Tentang bagaimana mendapatkan berbagai cara untuk melintasinya. Kita adalah manusia. Yang tak dapat hidup tanpa ada orang lain di samping kita. sebagai makhluk sosial kita akan selalu membutuhkan pertolongan dari orang-orang disekitar kita.


Demikian pula dengan diriku. Alu sangat membutuhkan seseorang yang bisa membawaku melewati perjalanan kehidupan ini. Setiap manusia adalah kunci yang memiliki perannya masing-masing didalam roda kehidupan. Manusia memiliki kewajibannya didalam kehidupan baik kepada diri sendiri atau pun kepada orang lain. Hal ini adalah sebuah kebenaran yang memang mutlak adanya. Bagaikan sebuah film yang memiliki banyak peran penting didalamnya. Namun akan selalu ada peran utama yang memiliki persoalan di kehidupannya.


Episode tiap episode kehidupan akan terus berlanjut. roda kehidupan tak akan terhenti hingga waktu yang telah ditentukan tiba. Dan kini diriku telah berada pada episode kehidupan ku yang berikutnya. Pada episode kehidupan ku yang sebelumnya aku telah menemukan seseorang yang bisa menjadi kunci tuk melewati jalan kehidupan ku yang selanjutnya. Yang akan menuntunku kearah tujuan ku.


Kini diriku hanya ingin mengetahui sebuah petunjuk apa yang akan Tuhan berikan lewat sebuah kunci kehidupan ku. Ya, sebuah kunci kehidupan. Aku telah menemukannya. Dan itu adalah sahabatku Mamat. Kini Mamat telah menjadi kunci yang akan membuka pintu kehidupanku.


***


Aku telah memikirkan berbagai cara untuk mendekati Ica. Namun, sepertinya otak ku ini sudah menjadi batu sehingga tak bisa lagi berfikir. Dan dengan sangat-sangat terpaksa Mamat lah menjadi penyelamat ku. Entah apa yang akan dia lakukan. Aku hanya berharap dia tidak melakukan hal-hal yang konyol dan ekstrem.


Kriingg.....


Bel istirahat telah berbunyi. Mamat sedang berada di tempat duduknya mengerjakan sesuatu yang tidak aku ketahui. Tetapi aku merasakan perasaan yang tidak baik padanya. Aku berharap ini bukan hal gila yang ia keluarkan dari akal fikirannya.


"Mat kantin gak?" Tanyaku padanya.


"Gakkk."Jawabnya.


"Yaudah, aku duluan ya."


"Oke sip."


Bukan Mamat namanya kalau tidak ngeselin. Belum sempat melangkah dia kembali memanggilku.


"Eh ehh, broo tunggu tunggu!" Teriaknya.


"Kunaon atuh, tadi bilangnya aja ga ikutan."


"Eh denger ya, aku tuh emang gak mau ikutan! entar kalo ngikutin mulu dikira pacaran lagi."


"Hehh Mamat markomatt!! kalo ngomong teh yang bener!"


"Hehe, iyaa iyaa."


"Udah cepetannn,tadi katanya mau ngomong."


"Kesini atuh Dann entar ga kedengeran lagi."


"Ribet emang kalo mau ngomong sama kamu teh."


"Hehe, mau di kasih solusi gak nih?"


"Solusi? solusi apaan?"


"Makanya kamu teh kalo disuruh sini tuh ya dengerin!"


"Astagfirullah, iya Mat iya!!"


"Hahaha, makanya kalo aku ngomong teh didengerin katanya mau dapetin neng Ica."


"Ica? mauu atuh Mat!!"


"Hehe, kalo neng Ica aja yang disebutin pasti langsung nyamperin."


"Ah bisa aja kamu Mat, Udah cepetan kasi tau atuh Mat."


"Eiittsss tunggu dulu, wani piro?"


"Astagfirullah Mat, kamu teh ikhlas gak nolongin aku."


"Hehe, ikhlasss lahh masa sama temen sendiri perhitungan ya gak."


"Yaudah cepetan mau ngomong gak? kalo gak aku ke kantin nih!"


"Oke oke tenangg bos kuu."


"Jadi gimana?"


"Oke oke gak sabaran bener nih bocah, Jadi kamu itu yah harus..........."


Hampir satu jam, sudah panjang lebar dia menjelaskan kepada ku tentang bagaimana cara untuk mendekati Ica. Namun kalian percaya gak? kalau satu kata pun yang Mamat ucapkan dari mulutnya itu gak ada yang bisa aku cerna dengan baik dan benar. Artinya aku gak ngerti sama sekali.

__ADS_1


"Astagfirullah Mat, kamu teh kalo ngomong gak bisa apa pelan-pelan gitu? terus nih yaa aku bilangin, aku teh gak faham kamu ngomong apaan."


"Ya Allahhhh Ardannn, kamu teh gak nyimak yah? udah panjang lebar juga dijelasin kayak gerbong kereta api!"


"Makanya, kamu teh kalo ngomong pelan-pelan!!"


"Ah udah aku teh udah capek, hauuussss."


"Gak gak! gak ada haus haus cepetan atuh Mat!"


"Udah deh entaran ajaa, yang penting teh kamu itu harus ikutin aturan yang aku bikin."


"Maksudnya ini?"


menunjuk kearah sebuah kertas diatas meja Mamat.


"Ho'ohhh."


"Astagfirullah Mat, emang nya teh gak ada cara lain gitu?"


"Gakk adaa! udah ikut aja!"


"Hmmm, ini seriusan atuh Mat harus kaya gini?"


"Iyaa HARUS!!"


"Gak gakk aku gak mau! pake cara lain aja."


"Aduhh susah bener punya temen kaya kamu ya!"


"Bodoo amatt!! pokoknya aku gak mau yah pake cara begituan."


"Hahaha, Ardan Ardann! kalo gak mau teh gampang neng Ica buat aku aja."


"Heh enak aja!"


"Yaudah dengerin nih, sekarang kamu pelototin tuh neng Ica!"


"Iya iya!"


"Cantik, sholehah , baik, manis, terus kalo diliatin tuh ya bikin ademmm."


"Nahhhh, sekarang teh kamu udah tau kan kalau target kamu itu bukan perempuan sembarangan yang gampang di dapetin."


"Iya terus kenapa?"


"Pake nanya lagi, ya kamu teh harus nurut sama aku ikutin apa yang aku omongin barusan!"


"Tapii Mattt...."


"Udah stopp!!! No tapi tapi percaya deh sama aku insyaallah berhasil. Kamu teh harus buat pengorbanan untuk dapetin seseorang yang kamu cinta."


"Hmmm."


"Apalagi nih yaa, kamu teh tampang biasa-biasa aja, malah lebih gantengan aku, terus berandalan, jarang sholat, tidur mulu kalo dikelas, walaupun kamu juara terus tapi kamu teh harus punya image yang bagus dimata neng Ica."


Jlebbb, rasanya ada yang menusukku dari belakang.


"Mat kamu teh kalo ngomong jangan jujur jujur amat kenapa, masa temen sendiri dikatain begitu."


"Hahaha, kan emang kenyataannya."


Jlebb, sekali lagi rasanya aku ingin mati saja.


"Terserah kamu lah Mat!"


"Hehe, maap atuh Dann."


"Iya iya!"


"Oke jadi udah sepakat kan?"


"Huffttt, demi Ica apa yang gak coba."

__ADS_1


"Haha ini baru namanya Ardan."


"Oke deh."


"Sipp broo, entar aku atur deh kapan kita mulai beraksi."


"Beraksi? udah kaya mau maling aja."


"Hahaha, maling hati nya neng Ica."


"Udah udah jangan ngomong sembarangan lagi, udah mau masuk juga akhirnya ga jadi ke kantin aku."


"Haha soryy broo."


"Udahh gak apa apa, makasih ya."


"Yupsss sama-sama broo."


Kringggg.....


Bel masuk telah berbunyi dan kami pun mengakhiri perbincangan ini.


***


Akhirnya aku menerima tantangan yang diberikan oleh Mamat. Walaupun menurutku itu sangat sulit dan tidak masuk akal namun sepertinya takdir tak berpihak kepada ku. Kini cara jitu telah aku temukan untuk mendekati Ica. Entah itu akan berhasil atau tidak akan aku lakukan semampuku dan dengan sepenuh hati ku.


Kunci utama untuk melewati pintu kehidupan ku kini telah aku temukan. Eksperimen yang telah aku lakukan kini menemukan sebuah titik terang. Walaupun menurutku itu belum tentu akan berhasil. Namun yang terpenting bagiku kini aku telah menemukan cara untuk melewati nya.


Sebuah peraturan tertulis yang telah Mamat persiapkan untuk ku. Kini akan memberikan ku sebuah perubahan besat terhadap diriku. Sulit untuk aku defenisikan perubahan semacam apa yang akan aku lakukan. Namun, tentunya akan ada pengorbanan besar yang aku berikan. Bagiku ini adalah hal tersulit yang pernah aku lalui didalam kehidupan ku. Karena cara ini sangat bertolak belakang dengan keadaan diriku. Namun semangat tak patah arah. Aku akan mencobanya dan membuktikan pada dunia bahwa sebuah perubahan itu adalah perjuangan terbesar dalam kehidupan.



Kisah yang telah Tuhan lukiskan untuk ku memang begitu menarik. Namun, juga sangat rumit. Mungkin jika hari ini orang lain yang berada diposisi ku Ia sudah menyerah dan mengakhiri perjalanan kehidupan nya. Namun, kali ini aku yang tengah berdiri dan berjalan dilintasan takdir ini. Sebuah skenario yang Tuhan ciptakan, kini aku akan memainkan salah satu peran didalamnya. Menjadi seorang tokoh utama yang akan melewati segala cobaan dan ujian yang Ia berikan. Aku yakin, tidak lah ada sesuatu di alam semesta ini yang tidak mungkin untuk dilakukan. Jika memang sudah Tuhan yang mentakdirkan.


Tuhan untuk yang kesekian kalinya aku memohon kepadamu. Pertemukanlah aku dengan nya, takdirkanlah dia untukku. Maka berikanlah jejak jejak petunjuk Mu untuk memudahkanku dapat terus bersama nya.


***


Bagaimana Caranya ?


Dikala hati tengah gundah gulana


Di satu titik kini badai cinta tengah menerpa


Kini diriku tengah merasakan asmara


Perasaan ini tengah merasuki jiwa


Wahai penguasa alam semesta


Sungguh...


Perasaan ini Kau lah yang menciptakannya


Maka diriku kini ingin meminta


Sebuah petunjuk tuk mengatasinya


Diriku tak lagi tahu


Bagaimana caranya


Diriku terus berlari


Namun perasaan ini terus mengejar ku


Maka kabulkanlah permohonan ku


Agar diriku tak lagi menjauh


Dari sebuah takdir


yang telah Kau lukis untuk ku

__ADS_1


__ADS_2