
^^^Jangan lupa jempolnya kawan.^^^
^^^Happy Reading.^^^
Seorang anak dengan seragam pramuka sedang duduk di atas sebuah ranjang UKS.
"Senjaaa!"
Dia menoleh kala seseorang datang dan memanggilnya.
Senja POV
"Senjaaa!"
Aku tersenyum melihat Ayu datang untuk menghampiriku. "Tuh kan pingsan, coba dari awal kamu nurut untuk segera neduh," kata Ayu. "Terus sekarang gimana?" tanyanya kemudian.
"Aku nggak apa-apa kok, sebenarnya aku tadi..."
Cklek
Aku dan Ayu serempak menoleh ke arah pintu.
"Maaf ya lama," ucap kak Arga yang muncul dari balik pintu. Setelah itu dia sejenak diam di sana, sepertinya kak Arga terkejut dengan keberadaan Ayu saat ini. "Eh, ada kamu..." kata kak Arga menggantung di sertai tatapan penuh tanya ke arahku.
"Namanya Ayu Kak," ucapku sebagai bentuk jawaban pada kak Arga.
Kak Arga berjalan masuk kemudian, dan segera menjabat tangan Ayu setelah dia sampai di dekatku.
Ayu seakan menantikan sesuatu yang sewajarnya di katakan kak Arga, namun hanya senyum yang didapatinya. "Aku udah tahu nama Kakak kok," kata Ayu kemudian sebelum mereka melepaskan jabatan tangan.
Dan saat itu pula kak Arga kembali melayangkan pandangan padaku. Ah, sepertinya diabetes mengancamku kalau terus-terusan menjadi konsumsumen senyum dengan kadar gula tinggi kayak gini.
"Senja, kamu tadi kenapa bisa sampai pingsan?" tanya Ayu sambil menatapku. "Apa mending kamu pulang aja?" lanjut Ayu kemudian.
Aku menggeleng cepat dengan menatap dua orang di hadapanku ini.
"And than?" tanya Kak Arga dengan tatapan teduhnya. Aku pun turut memandangnya penuh.
"Apa Kak?" tanyaku dengan tatapan yang telah terkunci.
"Tadi kamu kenapa tiba-tiba pingsan, hmm?" tanya kak Arga setelah meletakkan gelas berisi teh itu di sampingku. Jangan lupa, kini jarak kami begitu dekat dengan mata saling memandang.
"Emmm, aku tadiii..., aku cumaa...," aku menoleh sejenak. Malu nggak ya kalau jujur.
"Kenapa?" tanya kak Arga dengan mengangkat daguku agar menatapnya.
Glek!
Aku menelan ludah untuk mengusir gugupku. Aku menghela nafas dan berkata, "Aku takut sama tikus," lirihku kemudian.
"What?!" kata Ayu dengan mata terbelalak.
__ADS_1
Berbeda dengan kak Arga, dia segera menegakkan tubuhnya dan memamerkan deretan gigi rapinya tanpa suara. Namun satu hal yang sama, mereka berdua menatapku seolah aku telah melakukan sebuah hal konyol.
"Mandanginnya biasa aja," protesku.
Ayu segera berpaling dengan tangan menutup mulutnya, dan Kak Arga mengulurkan tangannya untuk merapikan anak rambutku dan diselipkan ke belakang telinga. "Nggak malu apa, kan masih gedean badan kamu daripada tikusnya," ucap Kak Arga kemudian.
"Ya namanya takut ya takut Kak," protesku.
"Berarti kalau kamu bandel, tinggal aku bawain tikus dong, hehehe."
"Kaaakkk...." Kenapa aku bisa merengek seperti ini? Oh Tuhan, dia sedang meledek ku kan? Tapi kenapa aku begitu terpana melihat dia tertawa untuk pertama kalinya.
"Ehm, ehm."
Ya ampun, aku baru ingat kalau ada Ayu juga selain kami.
"Ada apa?" tanya kak Arga tenang.
"Bentar lagi kegiatan kan mulai nih, ini Senja diizinin pulang apa gimana?"
"Senja nggak perlu ikut kegiatan outdoor kok, tenang aja," ucap Kak Arga sambil menyodorkan segelas teh hangat yang sebelumnya ia bawa kepadaku.
"Emang bisa Kak?"
Kak Arga tak menjawab, karena dia tengah membantuku meminum teh di tangannya. Entah mengapa aku begitu ingin menatapnya dari posisi yang lebih rendah seperti ini. Tanpa ragu, aku pun mendongak. Tanpa kuduga, dia juga turut menatapku setelah itu.
"Uhukk!"
Ya ampun, kenapa harus tersedak sih. Jadi belepotan kan. Jadi ketahuan kan kalau aku lagi ngeliatin dia.
"Pelan-pelan dong," ucap Kak Arga sambil menatap percikan teh di sekitar mulut hingga mengenai bagian depan seragamku. Dia segera meraih tissue mengelapnya.
"Kak," aku segera meraih tangan Kak Arga kala dia hendak membersihkan seragamku. Tak nyaman rasanya aku diperlakukan seperti ini oleh laki-laki, karena bagaimanapun juga, aku jarang berinteraksi dengan laki-laki, terlebih lagi hingga sedekat ini.
Namun, respon Kak Arga benar-benar diluar dugaan. Dia nampak panik. Segera ditariknya tangan itu dengan tergesa. Dia nampak bingung, dan wajahnya memerah. Dia kenapa sih? Apa aku melakukan kesalahan? Saat aku sedang bingung dengan perubahan sikap Kak Arga yang mendadak canggung, Ayu tiba-tiba mengambil tissue dan melanjutkan kegiatan yang sebelumnya dilakukan kak Arga.
Tak mau ambil pusing aku segera mengalihkan pandanganku kepada Ayu. Kalau Kak Arga nampak bingung sedangkan Ayu seperti menahan tawa.
"Ayu, kamu kenapa?" tanyaku.
Ayu hanya menggeleng dan melanjutkan aktivitasnya.
Senja POV End
Arga yang tadi keluar untuk membeli teh hangat di kantin, segera kembali dengan tergesa. Dia begitu khawatir meninggalkan Senja seorang diri di UKS yang sepi. Setibanya di UKS, ternyata Senja sudah tidak sendiri. Ada setitik rasa lega di dadanya.
Setelah berbasa-basi, Arga segera membantu Senja untuk meminum teh yang dibawanya dari kantin. Ingin sekali ia menatap Senja dengan jarak sedekat ini, namun ia ragu. Setelah berjuang melawan ragu, akhirnya Arga memberanikan diri untuk segera menatap wajah Senja. Dia menoleh perlahan, dan kini ditatapnya seorang Senja yang juga tengah menatapnya. Pandangan mereka bertemu dan tiba-tiba.
"Uhukk!"
Senja tersedak saat itu juga.
__ADS_1
"Uhuk, uhuk, uhuk...., uhuk."
Melihat Senja yang terus batuk-batuk, Arga segera menepuk-nepuk pelan punggungnya, berharap batuk itu akan segera mereda. Wajah manis itu nampak memerah dengan cairan teh yang membasahi dagu dan bagian depan seragamnya. Dengan sigap Arga mengambil tissue untuk membersihkannya. Hingga ketika tangan itu turun ke dada, Senja tiba-tiba menahan pergerakan Arga.
"Kak," ucap Senja dengan tangan menggenggam tangan Arga. Ralat, lebih tepatnya adalah menahannya untuk tak meneruskan aktivitasnya.
Saat itu juga, Arga seakan sadar kalau itu merupakan area tak pantas untuk disentuhnya, meskipun tujuannya adalah untuk membantu Senja.Ya ampun, aku tadi mikir apa sih! Bagaimanapun juga, Senja kan seorang perempuan. Bagaimana kalau Senja sampai berpikir macam-macam sama aku. Batin Arga merutuki kebodohannya.
Ayu yang peka dengan keadaan, segera meraih tissue dan menggantikan Arga membersihkan seragam Senja.
Aku sekarang harus bagaimana? Apa aku harus minta maaf, atau pura-pura tak terjadi apa-apa. Batin Arga. Arga menatap Senja dengan tatapan tak nyaman.
"Aku keluar bentar, nitip Senja ya Dik," ucap Arga pada Ayu.
"Kemana Kak?" tanya Ayu.
"Mau ke Rivan, bentar kok nggak lama."
"Bentar lagi kegiatan dimulai Kak," kata Ayu.
"Aku nggak lama kok," kata Arga meyakinkan.
Ayu hanya mengangguk menanggapi nya.
Arga pun segera pergi meninggalkan mereka. Tepat di ambang pintu, Arga berbalik, "jangan pergi ya sebelum aku balik." Setelah itu Arga benar-benar menghilang bersama dengan tertutupnya pintu UKS.
Ayu mengatupkan mulutnya rapat-rapat, seakan menyimpan sesuatu yang bisa meledak sewaktu-waktu. Ya ampun, kalau ketawa sopan nggak sih, uwu banget mereka Ya Alloh. Oh my God oh my God, kalau ngelihat kak Arga sama Senja kok kudu ketawa sih. Batin Ayu. Ayu segera berlari ke arah pintu, meyakinkan dirinya kalau kini hanya ada dia dan Senja. Setelah yakin, Ayu segera berbalik dan menyandarkan tubuhnya pada pintu.
"BBFFFWWAHAHAHAHAHAHA!"
Ayu menyemburkan tawanya dengan begitu kencang.
Senja bahkan hampir jatuh saking kagetnya. Semula ia sibuk memperhatikan Arga yang berlari keluar hingga menghilang dibalik pintu, sehingga ia benar-benar tak tahu bagaimana Ayu bisa tiba-tiba tertawa sekencang itu, bahkan kini hingga berjongkok di lantai dengan memegangi perutnya. Jangan lupakan wajah putihnya yang berubah merah dan air mata yang keluar dari sudut matanya.
Senja terus saja memandang Ayu dengan tatapan heran. Sekian waktu menunggu, Ayu masih saja tertawa. Senja pun meraih teh yang tadi dibawa Arga dan menenggaknya perlahan.
"Manis banget sih, hahahaha," ucap Ayu di sela tawanya.
Senja menatap gelas di tangannya sejenak kemudian berkata, "enggak kok, ini manisnya pas."
"Hwahahahaha!" bukannya menanggapi Ayu malah tertawa semakin kencang.
"Apanya yang lucu sih?" guman Senja sambil memandangi gelas bekas teh yang baru saja ditandaskannya.
TBC.
Alhamdulillah, selesai juga part ini dear.
Makasih ya yang udah bersedia mampir.
Semoga suka sama ceritanya.
__ADS_1
Jangan lupa dukung author dengan meninggalkan jejak pada setiap kunjungan kalian.
Happy reading, love you all.