SENJA

SENJA
Belepotan


__ADS_3

^^^Pernah nggak kalian takut berharap karena tak mau kecewa?^^^


^^^-Happy reading-^^^


"Ada yang sholat nggak?" tanya Senja saat bel pulang berdering. Mereka tak pulang karena hari ini kelas unggulan ada jam tambahan bersama seluruh kelas IX.


"Cuma aku," jawab Ayu.


"Kalian janjian ya, halangan aja bareng?" tanya Senja pada Ifa dan Ucik.


"Yo i, kita kan sohib..."


"Ya udah yuk Ay, kita ke masjid." Ayu menarik tangan Senja dan membawanya ke masjid.


"Ay?!" serempak Ucik dan Ifa yang masih bertahan di meja masing-masing.


"Hehehe, denger Kak Arga manggil Aya jadi kepengen ikut-ikutan. Kayaknya enakan Aya manggilnya dari pada Senja," jawab Ayu.


"Hhh, nggak penting." Timpal Ifa yang kemudian menjatuhkan kepalanya di atas meja.


Senja dan Ayu mulai berjalan.


"Yahh....." Namun Ayu tiba-tiba terdengar mendesak kecewa saat melihat sosok yang pasti akan membuatnya terpaksa berjalan sendiri ke masjid.


"Mau sholat juga?" tanya Arga yang menjadi objek kekecewaan Ayu.


"Iya..." jawab Ayu sambil mengangkat Mukena di tangannya.


"Barengan aja, ya kan, Mas..." terdengar kaku tapi memang itu yang terucap dari bibir Senja.


"Mas...?!" kaget Ayu.


Senja hanya tersenyum sebelum Arga menarik tangannya membawa Senja segera berjalan ke masjid.


Ayu menoleh menatap 2 sahabatnya yang masih bertahan di meja. "Mas..." gumam Ayu sambil menatap keduanya.


Reaksi keduanya hanya tertawa dan menggerakkan tangan seolah mengusir Ayu untuk segera pergi.


Ayu menoleh dan mencari keberadaan Senja dan Arga. "Tunggu Senja....!" Ayu berlari dan mengejar kedua orang berbadan kurus nan menjulang itu.


Ketiga orang itu akhirnya berjalan bersama. Diluar dugaan Ayu, ternyata Arga juga sesekali mengajaknya ngobrol dan berakhir dengan Ayu yang mendominasi obrolan, sedangkan Arga dan Senja hanya sesekali menimpali.


Di masjid, Arga memisahkan diri dengan menuju tempat wudhu khusus laki-laki.


Sejenak melupakan urusan dunia dan larut dalam setiap sujudnya. Setelah Ayu dan Senja selesai sholat, ternyata Arga sudah menunggunya di luar bersama Rivan, Wahyu dan Tito.


Ayu menahan langkah Senja karena melihat Tito di sana. "Itu nggak salah?" tanya Ayu pada Senja.


Senja tersenyum, "Nggak ada yang salah kok. Yuk..."

__ADS_1


Keduanya berjalan menghampiri keempat laki-laki tersebut. Disana Senja langsung menyalami keempatnya. Ayu sempat bingung, namun ia segera mengikuti apa yang dilakukan Senja.


"Sini, jangan berdiri." Tito bangkit dan mempersilahkan Senja untuk duduk di tempatnya, yaitu tepat di samping Arga.


Tak perlu menunggu lama, Senja langsung duduk di sana.


"Aku balik duluan ya." Ayu berbisik kepada Senja.


"Aku nggak lama kok," cegah Senja.


"Udah aku duluan aja." Tanpa menunggu persetujuan Senja, Ayu langsung bangkit dan hendak segera pergi dari sana. Namun langkahnya tertahan saat kembali melihat sosok yang baginya mengejutkan datang dan bergabung dengan mereka.


"Indra..." Gumam Ayu yang nyaris hanya di dengar oleh telinganya sendiri.


"Dia kenapa?" tanya Arga pada Senja mewakili orang lain di sana yang juga tampak heran dengan tingkah Ayu.


Senja tersenyum. "Sama kayak aku tadi."


"Kamu tadi kenapa emang?"


"Jangan pura-pura nggak tahu deh Kak..."


"Kak..." Arga mendekatkan wajahnya pada Senja dan mengulangi apa yang baru saja Senja katakan.


"Eh Mas," Senja meringis memamerkan deretan giginya yang tak rapi.


Spontan Senja dan Arga menjauhkan tubuh keduanya dengan mengulum senyum di bibir masing-masing, sementara Indra dan Ayu terlihat salah tingkah.


"Udah ada gejala move on nih kayaknya..." sindir Tito.


Ayu segera melangkah tanpa tahu arah. Yang jelas ia ingin segera pergi meninggalkan mereka yang ada di sana.


"Ayu, kelasnya bukan di sana!"


Teriakan Senja spontan menghentikan langkah Ayu. Dia nampak melihat sekitar dan segera berlari setelah tahu arah yang tepat.


"Kak Mas, apa aja lah, Senja balik dulu, takut temen Senja ilang..." Senja sempat melirik Indra yang ternyata tengah menatap Ayu yang berlari menjauh dari sana. Ia tersenyum pada Arga dan kemudian berlari mengejar Ayu.


"Nggak pengen ngikutin sekalian Ga?" tanya Rivan.


"Nggak deh..." Arga bangkit dan meninggalkan mereka.


"Katanya nggak ngikut tapi malah cabut?"


Arga tak menghiraukan teriakan Rivan. Dia terus berjalan menyusuri jalan yang baru saja Senja lewati.


"Menurut kalian dia bakal kemana?"


Rivan benar-benar diacuhkan. Semua bangkit dan berjalan meninggalkan di sendirian dan tanpa sebuah jawaban.

__ADS_1


"Sialan!" Rivan pun segera bangkit dan ingin menjumpai kekasihnya.


Sementara Senja dan Ayu yang tiba di kelas tak menjumpai Ifa dan Ucik di sana. Saat melihat tas bekal, ternyata juga sudah tak ada di tempatnya.


"Langsung nyusul aja ya..." ajak Senja.


"Iya lah, udah laper gue..."


Keduanya berjalan menuju kantin. Dan benar saja, di sana mereka dapat menemukan dengan mudah keberadaan Ucik dan Ifa lengkap dengan kotak bekal milik mereka yang dibawa serta.


"Lama banget sih kalian..." gerutu Ifa karena cacing di perutnya sudah meronta-ronta.


"Eh tahu nggak sih..." Ayu dengan semangat 45 siap bercerita. Namun urung saat melihat tak ada sedikitpun raut penasaran dari para sahabatnya. "Nggak jadi nih kalau pada nggak pengen tahu..."


"Nah nah, ini yang lebih pengen kita tahu."


Setelah mendengar ucapan Ifa, ketiganya mengikuti arah pandangny. Di sana ada Arga yang sedang berjalan bersama Wahyu, Hari dan Bambang.


Buru-buru Senja membuang muka dengan berlagak sibuk membuka bekalnya.


"Eciyeee, berlagak nggak peduli dia..." goda Ifa.


"Baru aja tadi ketemu di masjid, sekarang udah ke sini aja, janjian ya..." tuduh Ayu.


"Apaan, nggak ya..." elak Senja.


"Coba tebak, menurut kalian kak Arga bakal nyamperin ke sini nggak?" tanya Ayu dengan menaik-turunkan alisnya.


Diam-diam Senja juga ikut menebak. Ingin sekali ia dihampiri Arga, tapi ia takut kecewa kalau Arga ternyata tak kunjung mendekat jua.


Senja benar-benar tak ingin ambil pusing. Ia berusaha fokus pada makanannya dan sama sekali tak menghiraukan ucapan sahabat-sahabatnya.


"Yaelah, kalian tadi janjian apa gimana sih?" tanya Wahyu pada Arga.


Sekian detik menanti namun Arga tak juga bereaksi. Ternyata dia tengah mengamati Senja yang nampak fokus dengan makanan di hadapannya sementara ketiga temannya nampak asik bercanda ria.


Wahyu merangkul bahu Hari dan Bambang," "Kayaknya kita nggak bisa diem nih. Repot nih anak kalau sampek kesambet."


Pandangan ketiganya sejenak beradu. Masih dengan saling memandang, ketiganya serempak mengangguk.


Senja merasa dunianya menjadi sunyi. Apa aku sudah tenggelam dalam lamunan ku sendiri? Senja menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Ia sampai lupa kalau selama ini dia selalu menyisihkan kentang di dalam makanannya, karena ia tak pernah suka.


Senja memejamkan mata sesaat setelah menelan makanannya. Ada rasa kecewa karena tak ada tanda-tanda Arga menghampirinya. Ia harus mampu membuka mata tanpa ada sorot kecewa. Malu kan kalau ketahuan aku berharap dia datang dan menyapaku?


Tiba-tiba ia merasa ada yang mengusap sudut bibirnya. Spontan ia langsung membuka mata.


Sebuah senyum menyambutnya. "Belepotan..."


TBC

__ADS_1


__ADS_2