
Menjadi seseorang yang dikagumi oleh banyak orang bukanlah hal yang mudah. Perlu adanya sebuah pembuktian yang nyata untuk bisa dikatakan sebagai seseorang yang patut untuk dikagumi. Dan menurut sebagian orang ada beberapa kriteria yang harus di penuhi untuk menjadi sosok idaman. Seperti sebuah istilah yang sering kita dengan di masyarakat, Lelaki idaman atau wanita idaman. Maksud dari istilah tersebut adalah sosok yang dijadikan sebagai orang yang di dambakan atau sebagai pujaan hati oleh orang lain. Lalu, apakah seseorang yang seperti apa yang bisa di sebut sebagai lelaki idaman ataupun wanita idaman ?
Memiliki seseorang yang di dambakan, artinya kita memiliki beberapa aspek penilaian tertentu yang membentuk suatu ketertarikan terhadap orang tersebut. Ada titik-titik tertentu yang membuat diri kita melakukan sebuah penilaian. Namun, selain ada sebuah penilaian, akan ada yang namanya pemikiran terhadap orang yang sedang kita beri penilaian. Terkadang ketika kita tengah melakukan sebuah penilaian, apa yang sedang kita fikirkan saat itu tidak sejalan dengan penilaian yang kita berikan. Intinya adalah untuk menilai seseorang itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu adanya keseimbangan antara pemikiran dan penilaian itu sendiri. Tetapi percayalah, setiap orang mampu untuk melakukannya. Namun, setiap orang tidak memiliki takaran ataupun kriteria yang sama dalam melakukan penilaian terhadap seseorang.
Lalu bagaimana dengan diriku, sudahkah diriku memiliki nilai yang cukup baik dimata orang lain, ataukah sebaliknya. Dan bagaimana dengan sosok Ica, sebesar apakah penilaian yang diberikan nya terhadap diriku, atau bahkan tidak ada penilaian sedikit pun. Sosok seperti apa yang Ia katakan sebagai seseorang yang pantas untuk menjadi sosok idaman....
***
Sosok Idaman
Defenisi seperti apa yang akan Ica sebutkan jika aku menuturkan kalimat, Sosok Idaman. Lalu, seseorang seperti apa yang menurut dirinya pantas untuk disebut sebagai Sosok Idaman. Dan apakah diriku pantas untuk disebut sebagai sosok idaman untuknya?
Masa lalu dan masa kini memang sangat jauh berbeda. Perubahan demi perubahan yang dilakukan oleh seseorang, juga akan mengubah pola pemikiran dan penilaian setiap orang. Dimasa lalu dan dimasa kini, aku adalah orang yang berbeda, dengan kepribadian yang berbeda. Lantas pemikiran dan penilaian setiap orang terhadap diriku akan berbeda pula. Baik atau buruknya diriku dimata seseorang, tentunya akan menjadi sebuah patokan bagi diriku terhadap penilaian dari semua orang. Maka aku ingin mengetahui seperti apakah diriku saat ini.
Minggu, 09 Februari 2020
Sebelumnya aku ingin aku pernah mengatakan bahwa aku memiliki satu orang adik perempuan. Sebelum lanjut cerita, perkanalkan adik perempuan ku, Siska Amanda namanya, usia 13 tahun, kelas 1 SMP.
Sore itu adik ku tiba-tiba datang menghampiriku. Saat itu aku tengah membaca sebuah buku novel di teras tepat di depan kamar ku. Ternyata dia kesulitan untuk mengerjakan tugas sekolahnya, lalu meminta bantuanku untuk menyelesaikannya.
"Kak bantuin dong..." Ucap Siska.
"Bantuin apaan atuh dek?" Saut ku.
"Nih tugas susah bener." Keluh nya.
"Mana? sini coba kakak liat."
Siska menyodorkan bukunya.
"Ah ini mah kacang, sambil merem pun bisa."
"Yaelah, kakak teh udah pro, lah aku coba!"
"Hahaha..."
"Yeee, malah diledekin.."
"Hehe, yaudah entar kakak bantuin deh..."
"Yess, makasih atuh kak."
"Iya sama-sama."
Terlihat oleh ku wajah Siska yang begitu riang gembira. Lega rasanya dia masih bisa tersenyum dan dapat melupakan saat-saat kelam di masa lalu.
"Yaudah, aku teh balik ke kamar dulu yah, bay bay kakak ku tercinta..." Kata Siska, sambil melambaikan tangan.
__ADS_1
"Ehh, tunggu dulu atuh!" Saut ku.
"Kunaon?" tanya siska.
"Kakak teh mau ngobrol sama kamu.."
"Ngomongin apaan?"
"Gak ada, ngobrol biasa doang.."
"Ooohhh..."
Akhirnya Siska bersedia, dan kembali menghampiri ku.
"Hmm, menurut kamu teh kakak gimana orangnya?"
"Emangnya teh kenapa, kok tiba-tiba nanya begitu?"
"Gak ada, cuma mau tau aja."
"Hmm, kakak teh komplit pokoknya.."
"Hah, komplit gimana maksudnya?"
"Yaaa komplit, kakak itu yah udah ganteng, pinter, tinggi, putih, sholeh, ketua osis pula pokoknya is the best lah, idaman kaum hawa, hahaha.."
"iihh, serius atuh kak, nih ya aku bilangin cewek yang kakak suka teh beruntung banget, coba aja aku bukan adeknya kakak, pasti udah aku ajakin jadian, hahahaha..."
"Hahaha, ada-ada aja kamu Sis, anak kecil teh gak boleh pacaran dosa.."
"Hehe, iya iya..."
"Belajar yang bener dulu, masalah yang begituan mah entar aja.."
"Iya kakak ku tersayang..."
"Oke deh.."
"Udah kan?"
"Iya udah..."
"Oke aku balik kekamar nih yaa, jangan dipanggil lagi.."
"Hahaha, iya iya.."
"Bay bay... jangan lupa Pr nya yaaa...."
__ADS_1
"Hahaha iyaa kalo inget..."
"Awas kalo gak inget! entar aku jailin.."
"Hahaha, ampun bos ku..."
"Hahaha, bagus bagus..."
Canda tawa menghiasi sore itu. Kebahagian kecil yang jarang aku temui seolah perlahan mengobati luka lama di hati ku. Dan warna yang menghiasi hidupku, kini satu per satu mulai kembali.
***
Menurut Siska aku adalah sosok laki-laki yang sempurna. Jadi, menurutnya siapa pun kelak yang akan aku berikan cinta, dia adalah orang yang paling beruntung di jagad raya. Lalu, apakah aku dimata seorang Ica juga merupakan sosok yang sempurna. Dan jika dia mengetahui bahwa aku sangat mencintai nya, dia akan berfikir bahwa dia adalah orang yang paling beruntung di dunia ?
Sungguh kisah cinta ini belum lah dimulai.
Penilaian setiap manusia di muka bumi ini terhadap diri kita memanglah penting. Agar kita dapat mengetahui seberapa besar kebaikan dan keburukan didalam diri kita. Namun, apakah kalian percaya bahwa penilaian yang sesungguhnya harus kita dapatkan bukanlah penilaian yang diberikan oleh manusia, melainkan penilaian yang diberikan oleh Allah Swt. Bagaimana perilaku, sifat, akhlak, tutur kata, semua itu yang paling utama yang harus kita dapatkan penilaiannya, adalah dari Allah Swt. Bukan dari manusia.
Ketika seseorang ingin menjadi sosok idaman bagi orang lain, maka ia harus bisa mendapatkan penilaian terbaik dari Allah Swt. Barulah dari makhluknya yakni manusia. Secara logika ini memanglah hal yang benar. Karena sesungguhnya semua yang ada di dunia, Sang pencipta lah yang mengatur nya.
Lalu, apakah aku sudah berhasil mendapatkan penilaiannya? Dan bagaimana dengan penilaian yang diberikan Ica?
Sungguh semua itu telah ada yang mengaturnya. Dan kita hanya tinggal berusaha untuk bisa menjadi orang yang baik di mata Allah dan baik di mata manusia.
***
Khayal Ku
Awan kelabu
Kini hati sepi sunyi
Dalam angan ku menari
Menikmati semu diatas mentari
Tatkala bayangmu menghampiri
Sungguh kolbu tentram di dalam diri
Ketika khayal telah menembus jiwa ku
Resah gelisah kini pun telah merasuki
Dimanakah kau berada
Wahai makhluk Tuhan yang selalu aku rindu
__ADS_1