SENJA

SENJA
152


__ADS_3

Ambulans baru saja tiba di rumah sakit tempat Aira praktek. Beberapa perawat segera mendorong brankar dimana Senja berada diatasnya sedang menahan sakitnya kontraksi.


Langit tak sedikitpun melepaskan tangan Senja yang dengan kuat mencengkram tangannya. Wajah tampannya itu kini terlihat panik dan ketakutan.


"Gue mau ikut ke dalam." pinta Langit pada Aira yang sudah menyuruhnya untuk berhenti di depan ruang tindakan.


"Saya akan periksa istri anda dulu, tolong biarkan kami malaksanakan tugas sesuai SOP." pinta Aira.


"Silahkan dokter." Marko mempersilahkan Aira masuk dan menahan tubuh Langit.


Langit duduk berjongkok, kedua tangannya memegang kepalanya yang tertunduk sedang menyesali apa yang sudah ia lakukan pada Senja.


"Kita doakan yang terbaik untuk mereka, Lang." Marko ikut berjongkok dan menepuk bahu Langit


Langit mengangkat kepalanya dan melihat Marko. "Gue gak akan bisa maafin diri gue kalau sampai terjadi apa-apa dengan Senja ataupun calon anak gue, Ko!" Ucap Langit.


"Kita berdoa yang terbaik, Lang." Marko mengajak Langit berdiri dan duduk di kursi yang sudah disediakan pihak rumah sakit.


Ceklek!


Pintu ruang tindakan terbuka, Aira keluar dari sana dan melepas maskernya.


Langit, Marko dan Zia segera menghampiri Aira.


"Pak Langit, saya minta persetujuan anda untuk melakukan operasi caesar karena kondisi bayi dalam kandungan istri anda sedang tidak baik-baik saja." Ucap Aira.


"Lakukan, Ra. Lakukan yang terbaik untuk istri dan anakku. Selamatkan mereka semua." pinta Langit.


Aira mengangguk dan kembali masuk ke dalam.


"Lang, gimana keadaan Nona Senja!" Tanya Hengky yang baru saja datang bersama Enna.


Langit menggeleng, "Aira baru minta persetujuan gue untuk melakukan operasi caesar, Ky. Katanya anak gue lagi gak baik-baik aja sekarang." Pipi Langit sudah basah dengan air mata. "Ini salah gue, Ky. Salah gue!"


Langit memeluk sahabatnya yang sedang kacau itu dan menenangkannya. "Semuanya akan baik-baik saja, Lang."


**********


Langit ditemani Hengky, Marko, Enna dan Zia sedang menunggu cemas di depan ruang operasi. Langit tengah duduk bersandar memajamkan matanya, hatinya tak berhenti berdo'a memohon yang terbaik untuk istri dan calon anaknya.


"Berapa lama lagi sih, Ky?" Tanya Langit, ia merasa sudah lama menunggu.


"Sabar Lang, Lampu tanda operasi dimulai aja baru nyala. Belum ada lima belas menit." Jawab Hengky.


Langit kembali menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Tak sabar dengan duduk diam, ia berdiri di depan pintu ruang operasi dengan langkahnya yang kesana kemari berulang ulang.


Langit merasa Aira melakukan tindakan yang cukup lama di dalam, sampai-sampai Langit mencari informasi kepada perawat yang lewat untuk mengetahui berapa lama proses operasi caesar.


"Biasanya satu jam pak jika tidak ada kendala. Kalau mengeluarkan bayinya cuma butuh lima belas menitan, pak. yang lama jahit perut ibunya lagi." jelas Perawat.


"Terimakasih, suster." kata Langit


"Sama-sama, pak." Jawab Perawat kemudian meninggalkan Langit.

__ADS_1


Langit menghampiri Hengky dan Marko, "Apa ada masalah di dalam, ya? Karena ini sudah hampir dua jam dan Aira belum keluar-keluar."


"Namanya operasi memang lama, Lang. Sabar dulu." Marko menenangkan.


"Pak Langit!"


Langit yang mendengar suara Aira langsung menghampiri disusul yang lainnya.


"Gimana, Ra?"


"Senja baik-baik saja, pak. Kami sudah memindahkannya di ruang perawatan, perawat akan mengantar anda ke ruang rawat inapnya."


"Alhamdulillah!" Langit dan Lainnya lega mendengarnya.


"Bayi dalam kandungan Senja berjenis kelamin perempuan, pak."


Langit tersenyum sumringah menatap teman-temannya.


"Dimana gue harus adzanin anak gue, Ra.?" Tanya Langit.


"Pak Langit, saya mewakili dokter yang brtugas memohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa menyelamatkan putri anda."


Deg!


Pernyataan Aira seakan membuat seluruh nyawa Langit terlepas dari raganya. Langit jatuh lemas dil lantai rumah sakit, matanya menatap kosong dan air metanya mulai menetes.


"Lo gak bisa gini, Ra! Lo gak bisa!" kata Langit, Ia mengumpulkan kekuatannya untuk berdiri.


Sekuat tenaga Langit mencengkram lengan Aira, "Selamatin anak gue, Ra! Selamatin anak gue!" Teriak Langit diantara tangisanya.


"Selamatin anaaak guee Ra! Suruh dokter terbaik buat nyelamatin anak gue!" Teriak Langit.


Langit menarik tubuh Hengky, "Ky! Cepet cari dokter anak terbaik buat nyelametin anak gue, Ky! Gue bakal kasih dia semua harta gue kalau dia bisa selamatin anak gue!"


Hengky dan Marko tak kuat melihat Langit seperti itu.


"Lang, lebih baik lo lihat anak lo dulu." Kata Marko


Langit menghapus air matanya dan meminta Aira mengantarnya pada putrinya.


Aira mengajak Langit pergi ke salah satu ruangan, ruang perawatan bayi baru lahir.


"Disini, Pak."


Aira membuka pintu ruangan, terlihat ada seorang bayi kecil yang hanya memakai pampers berada di dalam inkubator di temani beberapa perawat.


Aira memberi perintah pada salah seorang perawat untuk mengeluarkan bayi itu dari inkubator.


Langit sedang menguatkan hatinya untuk menerima tubuh bayi mungil itu.


Setelah Aira membedong tubuh bayi, ia langsung memberikannya pada Langit.


Tangan Langit bergetar menerima tubuh anaknya yang sudah tak bergerak, sesak di dadanya membuat air matanya kembali menetes kembali.

__ADS_1


Ia menciumi pipi putrinya dan memeluknya, "Maafkan papa, sayang. Maafkan papa karena tidak bisa menjaga kamu." Kata Langit penuh dengan penyesalan.


Siapapun yang melihat itu pasti akan merasakan kesedihan yang dirasakan Langit. Aira hanya bisa membiarkan Langit puas memeluk putrinya.


Dug!


Langit merasakan sesuatu bergerak di dadanya.


"Ra, gue ngerasa anak gue gerak." kata Langit.


Aira hanya diam, ia menganggap Langit mungkin sedang berhalusinasi.


Dug.!


"eeeggh"


Satu ruangan terkejut melihat apa yang sedang terjadi di depan mereka. Bayi yang sedang Langit gendong itu tiba-tiba menggeliat mengeluarkan satu tangannya dari dalam bedongan.


"Ooooooeeeeeeek!!!"


"Ra! Anak gue masih hidup, Ra!" Teriak Langit senang.


-Bersambung-


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


//**Maapin Author yang suka bikin kalian kesel yaaa. buat Up besok Author mo minta syarat lagi. hqhqhqhq..


tolong like, komen, kasih vote dan bintang limanya buat novel Author yang berjudul "SANG PEMILIK KEHORMATAN"


Nunggu banyak yang like dan komen disana dulu baru author up. hqhqhqhq


TAPI YANG INI JUGA GAK BOLEH MALES LIKE DAN KOMENNYA LHO!

__ADS_1


Makaaaasiiiih semua kesayaaangankuuu**//


__ADS_2