
Kehidupan memang begitu rumit. Perjalanan panjang menuju satu arah dan satu titik. Dalam kehidupan menemukan sebuah keajaiban seperti pertemuan pada akhirnya akan menemukan titik perpisahan. Menemukan seseorang yang berharga didalam kehidupan menjadi energi besar untuk menjalaninya. Menjadikannya sebagai kekuatan untuk melewati perjalanan ini. Sebuah angan dimasa lalu kembali. Lembaran usang yang telah lama terkubur dalam mimpi. Menemukan sebuah cerita lama tentang pertemuan singkat namun mengesankan. Sebuah cerita lama yang tak kunjung usai. Aku telah menemukannya. Secarik kertas dalam tumpukan mimpi-mimpi. Sebuah impian yang telah lama aku singkirkan.
Hanya memikirkan dirimu Ica..
Disaat diriku tengah berjalan. Menyusuri lika-liku kehidupan. Bersama lembaran-lembaran mimpi yang telah ku susun. Memikirkan seseorang. Berangan-angan dalam lautan. Sebuah pertemuan yang aku nanti-nantikan. Bersama dirinya. Didalam kisah ini. Aku teringat akan masalalu. Cerita pertemuan yang begitu singkat. Singkat, ya memang begitu singkat. Seorang perempuan. Mirip dengan Ica, namun aku tidak tahu apakah itu dirinya atau bukan. Sama seperti biasanya, perempuan yang memiliki senyuman yang begitu manis. Namun, semua sudah berlalau begitu lama. Aku ingin, sedikit menceritakan tentang dirinya. Ntah bagaimana wajah imutnya melintas begitu saja di kepala ku. Kembali melihat dirinya dalam angan. Disaat diriku begitu jelas melihat kesatu titik yaitu dirinya.
Diriku, rasanya aku ingin mengulangnya kembali. Memutar waktu dan kembali melihat wajahnya dikala itu. Namun, hanya angan saja. Sekeras apapun diri ini meminta itu adalah sebuah hal yang mustahil untuk terjadi.
Sesaat setelah aku menyaksikan rangkaian cerita kehilangan, dirinya tiba-tiba muncul sebagai cahaya dan berlian yang menghiasi diriku. Senyuman yang terpancar seolah menjadi alarm untuk membangunkan ku dari kegelapan. Memberiku sebuah kekuatan untuk bangkit dan berjalan menuju titik cahaya. Namun hanya sesaat, wajahnya menghilang seakan tertelan oleh bumi. Tak sedetikpun setelah hari itu aku melihatnya kembali.
Sekian lama dirinya terkubur dalam mimpi. Kini dirinya kembali walau dalam angan. Membuat diriku begitu tenang. Sesaat yang begitu berharga. Walau hanya melihatnya tanpa tau siapa namanya. Kini dimanakah dirimu wahai penyejuk hati. Apakah dirimu itu wujud dari sosok Aisyah dimasa kini. Aku harap begitu...
***
Andaikala dimasa lalu diriku mengenal mu. Hari ini aku akan pergi mengelilingi dunia untuk mencari mu. Menjelajahi waktu dan menggapai dirimu. Dimanakah kau berada. Aku rindu senyumanmu. Setidaknya hari ini aku menemukan seseorang yang bisa menggantikan dirimu. Sosok yang membuatku memiliki sebuah kekuatan besar untuk bermimpi. Menemukan mimpi baru dengan cerita baru.
Suasana begitu hening. Rintik hujan terdengar samar-samar diluaran. Membasahi dedaunan di taman. Angin melintas diwajahku. Terasa begitu menyejukkan dan perlahan menyadarkan ku dari lamunan yang begitu dalam. Ntah sudah berapa lama aku duduk sendiri diruangan ini. Membayangkan wajah seseorang dalam angan. Kini wajahnya memudar dan perlahan menghilang. Dan kini benar-benar hilang.
Biarlah berlalu. Kini aku memiliki impian baru. Sebuah anugrah yang aku syukuri didalam hidupku. Menemukan dirimu. Kehadiran mu akan menggantikan seseorang dimasa lalu. Hanya senyuman mu. Yang terlintas dibenakku. Terkadang diriku berfikir akankah suatu hari nanti dirimu menghilang seperti seseorang dimasa lalu ku. Ku harap kau tidak seperti itu. Saat ini kau adalah penguasa dalam mimpiku. Datanglah padaku wahai bidadari ku.
***
Oh Tuhan kapankah episode ini berakhir.
Mimpi baru dan lembaran baru. Kisah cinta ini baru saja dimulai. Akan ku rangkai menjadi sebuah kisah yang paling indah didalam hidupku. Menemukan mu adalah anugrah terindah dalam hidupku. Setiap saat dapat melihat senyum mu adalah keinginan terbesarku. Segala hal tentang dirimu adalah sesuatu yang mengagumkan. Kau bagai setangkai mawar. Indah namun sulit untuk didapatkan. Cinta memang membuat seseorang buta dan gila.
__ADS_1
Hujan telah terhenti, hanya jejaknya saja yang tersisa. Meninggalkan butir-butir air diatas dedaunan dan membasahi jalanan. Bel berbunyi, jam pelajaran telah usai. Aku segera membereskan buku-buku diatas meja ku. Kemudian bersiap dan beranjak pergi dari kursi ku. Melangkah keluar kelas. Sejenak melihat ke sekililing ternyata hujan memang telah berhenti. Lalu ku langkahkan kaki menuju jalan pulang. Menyusuri jalan raya yang sibuk dengan hiruk pikuk kehidupan. Angin berhembus menyejukkan tubuhku. Hari telah senja namun jalanan masih saja ramai dan dipenuhi oleh kendaraan yang berlalu lalang. Kaki ku terus melangkah. Tiba-tiba hujan kembali turun. Aku berlari menuju sebuah halte bus diseberang jalan untuk berteduh. Tidak ada pilihan lain, aku harus menunggu sesaat sampai hujan kembali reda. Keheningan terasa sesaat. Namun, tak lama kemudian tampak dari kejauhan wajah seseorang yang sepertinya aku kenali. Dia berlari kearahku sepertinya juga ingin berteduh. Yang benar saja, bagai disambar petir. Wajah itu adalah wajah bidadari pujaan hatiku. Sosok bidadari yang baru saja datang didalam hidupku. Perasaan itu kembali muncul, jantungku berdegup kencang , hatiku bergetar, rasanya diri ku ingin berlari dan pergi manjauh dari tempat itu. Bagaimana cara ku menyembunyikan perasaan ini. Namun terlambat sudah, dia sekarang sudah berdiri disini. Tak jauh dariku. Dia mencoba membersihkan tasnya yang terkena hujan. Diri ini rasanya tak mampu melihat wajahnya, begitu memalukannya. Rasanya seperti mimpi di siang bolong. Pujaan hati bisa berdiri disamping dan dengan bodohnya aku tak sanggup melihat wajahnya. Suasana hening sesaat. Hujan masih belum reda. Laki-laki ini harus mampu mengendalikan suasana. Ya, aku yang harus mencoba memulainya. Mulai untuk mengenal dirinya.
"Aisyah?, kamu aisyah kan, duduk saja nanti kecapean berdiri terus." ucapku lembut.
Dia mungkin mendengar namun tetap diam. Sungguh perempuan misterius.
"Hei, kamu tidak dengar ya?" ucapku sekali lagi.
Dia tetap saja diam membisu. Aku tidak tahu apa yang membuat dirinya begitu enggan berbicara. Apakah yang dikatakan orang-orang benar. Dia adalah gadis misterius yang penuh dengan teka teki. Begitu sulitkah mendapatkan dirimu. Perjuangan seperti apa nanti yang harus aku lakukan.
Suasana kembali hening. Beberapa saat kemudian tampak dari kejauhan sebuah mobil hitam melaju menerobos derasnya hujan datang menuju kearah kami. Sepertinya itu adalah mobil jemputan nya. Apakah pertemuan ini hanya akan berakhir seperti ini saja. Tuhan ku harap Kau punya rencana yang lebih indah.
Namun sejenak sebelum ia beranjak dari tempat ia berdiri, sebuah kalimat terdengar oleh telingaku.
"Maaf, duluan ya Assalamualaikum.." Ucapnya lembut.
"Oh iya, waalaikumussalam.." sautku.
Kemudian mobil itu kembali melaju meninggalkan tembat itu. Tangan ku melambai sebagai tanda suatu hari nanti kita akan bertemu kembali. Aku telah tenggelam dalam perasaan ini. Tak terasa hujan telah berhenti. Kembali ku langkahkan kaki ku. Menyusuri jalan yang kini telah sepi. Langit mulai gelap. Mentari semakin redup. Senja mulai menghilang. Akankah aku temui cahayamu dihari esok wahai mentari. Ku harap kau kembali, karna kisah ini belum usai dan akan terus berlanjut.
Tuhan, episode apa yang akan aku lalui selanjutnya? Akankah berakhir sempurna atau menyakitkan.
***
__ADS_1
Masalalu
Sebuah cerita lama
Tentang kehidupan
Yang telah aku lalui
Tentang bagaimana diriku
Mengobati luka yang mendalam
Menyeka air mata dipipi
Kemudian membiarkan kau
Pergi berlalu
Menyusuri waktu
Melewati begitu banyak peristiwa
Hingga kau kembali
Tuk mengobati luka dimasa kini
__ADS_1
Dan memberikan ku harapan
Untuk kembali merangkai mimpi