SENJA

SENJA
Cerita Kelam


__ADS_3

Roda kehidupan terus berputar. Jejak-jejak kehidupan terus bermunculan. Langkah kaki terus berlalu lalang menyusuri jalan takdir yang telah Tuhan tentukan. Mimpi-mimpi kian bertambah seiringan dengan waktu yang terus berlalu. Sebuah cerita kelam. Menjadi titik hitam yang menodai mimpi-mimpiku. Sebuah ingatan lama tentang kesedihan dimasa lalu. Tak ingin aku mengingatnya. Ingin rasanya aku menghapus kenangan itu. Menguburnya dalam-dalam bersama kebencian. Seandainya takdir dapat aku yang menentukan. Maka aku ingin kisah ini tak pernah terjadi dalam hidupku. Seandainya dapat aku lakukan maka detik ini akan aku rubah seluruh takdirku. Dengan sebuah kenangan yang memiliki kesan bahagia sepanjang hidupku.


Takdir Tuhan, sesuatu yang mustahil untuk seseorang hindari. Sebesar apapun dirimu mencoba untuk menghindar, maka sampai kapanpun itu tak akan pernah dapat kau hindari. Sesuatu yang percuma, menyesali takdir Tuhan. Menerimanya adalah keputusan yang paling tepat.


Namun, garis takdir yang telah Tuhan lukis kan didalam hidupku. Membuat diriku sejenak merasakan kehilangan arah tujuan. Hanya ada penyesalan dan kekecewaan yang menyelimuti langkahku. Tersesat didalam lembah hitam yang menyeramkan. Sebuah titik dimana diriku benar-benar kehilangan kesadaran. Membuat diriku kehilangan kepercayaan kepada siapapun bahkan diriku sendiri. Mimpi-mimpi yang telah aku susun semuanya terbakar oleh amarah. Semua angan yang ingin ku gapai telah menghilang. Rangkaian kisah hidupku kini telah menjadi serpihan kehancuran. Seluruh pengorbanan menjadi sia-sia. Cahaya itu telah menghilang. Dan kini telah berubah menjadi kegelapan didalam kesedihan. Sebuah episode kehidupan ku yang berikutnya. Tentang cerita kelam yang menyakitkan. Cerita yang dulu pernah terjadi dan kini terulang kembali.


Cerita tentang kehilangan yang keduakalinya.


Kehilangan adalah salah satu cerita kelam didalam hidupku. Kehilangan ayah adalah cerita kesedihan ku yang pertama. Kini aku kehilangan sosok pahlawan didalam hidupku. Hari-hari suram itu telah kembali. Ibu, betapa berharganya dirimu. Kini kau telah pergi jauh dari hidupku. Pengorbanan mu telah usai. Ibu, istirahatlah dengan tenang di syurga.


***


Cerita itu dimulai.


Seperti hari-hari bisanya aku melangkahkan kaki menuju sekolah. Menyusuri jalan raya yang begitu padat. Dengan seragam SMA aku memiliki semangat dan tekat untuk terus maju menggapai mimpi-mimpiku. Bel masuk telah berbunyi. Aku bergegas menuju ruang kelas. Langkahku kian melaju bersama mimpi-mimpiku. Terasa begitu berbeda. Ada kejanggalan dihati yang terus mengusikku. Hari ini aku memiliki perasaan yang berbeda dari hari -hari sebelumnya. Terasa begitu aneh, namun sangat familiar. Seperti aku pernah merasakannya.


Akhirnya aku sampai didepan pintu kelas. Memandang kearah depan, beruntung guru mata pelajaran belum memasuki kelas. Kemudian ku alihkan pandangan. Melihat ke satu titik. Sosok pujaan hati yang selalu aku damba-dambakan. Duduk sambil memegang sebuah buku novel. Tak lama setelah itu aku bergegas mengambil posisi ditempat duduk ku bersiap untuk memulai pelajaran.


Benar saja, sesaat setelah itu seorang guru memasuki kelas. Pak eko namanya, mengajar pelajaran fisika. Mengucapkan salam dan menyapa seluruh murid yang ada didalam kelas. Pelajaran pun dimulai. Sesekali mataku melihat kearah pujaan hatiku itu. Memperhatikan apa yang sedang ia lakukan. Seperti diri ini ingin mengetahui setiap gerak gerik dari dirinya.


Sesaat kemudian, hal besar terjadi dalam hidupku. Ada guncangan besar dalam diriku. Sekujur tubuhku bergetar. Lidah tak lagi dapat berkata-kata. Benar-benar telah usai. Seseorang datang ke kelasku. Wajahnya tak asing bagiku. Perasaan ku mulai tak karuan. Fikiranku melayang-layang. Apa yang telah terjadi.


"Assalamualaikum, pak maaf mengganggu saya mencari anak yang bernama Ardan." ucapnya kepada pak eko.


"Waalaikumussalam, oh iya pak tidak apa-apa, Ardan silahkan keluar." kata pak eko.


Nama ku, ya itu namaku. Ada apa sebenarnya. Aku tak mengerti. Seluruh pandangan tertuju padaku. Suasana seperti apa ini. Aku sungguh tak mengerti. Aku mengacungkan tangan sebagai tanda itu adalah namaku.


"Ya, saya pak."ucapku.


Aku bergegas menuju kearah laki-laki parubaya itu.

__ADS_1


"Saya permisi pak."


"Ya."


Aku berjalan keluar dan ini adalah awal dari cerita itu.


"Maaf, ada apa ya pak?" tanya ku.


"Jadi begini nak, kamu yang sabar ya Ibu kamu sudah tidak ada. Jadi, kamu pulang dulu ya."


Nafasku terhenti, jantungku serasa ingin berhenti berdetak, fikirankku mulai tak tentu arah, kaki ku melemas. Diriku kini tak berdaya. Mataku terpejam meneteskan air mata, sungguh tak dapat tertahankan.


"Ya, terimakasih pak saya beres-beres terlebih dahulu."


"Iya, cepatlah adik kamu sudah menunggu dirumah saya duluan ya mau mengurus pemakaman nya."


"Sekali lagi terimakasih pak."


Bapak itu kemudian beranjak pergi. Kini rasanya diriku tak lagi sanggup melangkah. Diri ini tak lagi tahu arah dan tujuan hidup. Aku telah kehilangan mimpi. Aku tak lagi tahu cara untuk meneruskan rangkaian mimpi ini. Bagaimana caranya diriku terus melukiskan cerita dalam lembaran-lembaran kisah. Tuhan, begitu besar ujian yang engkau berikan kepada ku. Hingga aku tak lagi sanggup menjalani kehidupan.


Aku telah tiba, kini dihadapanku terbaring jasad seseorang yang paling aku cintai. Aku tak lagi sanggup melangkah maju. Hanya selahkah lagi, dan aku akan benar-benar melihatnya. Oh Tuhan, ini kah yang dinamakan takdir. Begitu menyedihkan. Sebuah kenyataan pahit yang harus aku terima. Memang menyakitkan. Aku berharap ada keajaiban yang datang dan kembali membangkitkannya. Namun aku sadar ini adalah sebuah takdir.


Kini, semuanya telah usai. Namun, kehidupan akan terus berlanjut. Tak ada lagi harapan. Tak ada lagi mimpi. Dan tak ada lagi angan.


***


Hari telah berganti, waktu terus berputar, kehidupan terus berlanjut. Namun, diriku masih berada ditempat yang sama meratapi kehidupanku. Hanya aku dan seorang adik perempuan disampingku. Hanya tinggal kami berdua dirumah ini. Sebuah rumah sederhana milik keluargaku. Tetapi sekarang siapa yang akan membiayai hidup kami. Aku berfikir, saat ini aku masih kelas 1 SMA adikku masih kelas 6 SD. Aku belum sanggup untuk bekerja. Akhirnya aku meminta bantuan kepada Pak RT untuk mencarikan solusi. Dia mengusulkan agar kami tinggal di sebuah panti asuhan tak jauh dari rumahku. Berat rasanya meninggalkan kenangan-kenangan dirumah ini. Namun aku harus. Adikku setuju dan akhirnya takdir kembali menjalankan aksinya. Mengubah seluruh cerita kehidupan ku. Cerita baru akan dimulai. Namun diriku belum siap untuk memulainya. Setiap saat setiap waktu hanya ada kekosongan didalam hidupku.


Titik hitam yang kini menyelimuti ku telah benar-benar menghancurkan ku. Cahaya yang menyinariku kini telah benar-benar menghilang. Sebuah titik dimana diriku benar-benar merasakan apa arti kehilangan yang sesungguhnya. Dan hingga detik ini aku tidak akan pernah melupakannya. Arus mimpi didalam kehidupan kini telah membawaku sampai pada satu titik yang membuatku tersadar dan kembali menemukan arah. Kembali menyusun satu persatu mimpi yang telah hancur. Memulainya kembali, dan terus merangkai mimpi-mimpi. Kembali menemukan angan dan mulai melangkah menyusuri jalan kehidupan. Di titik ini aku kembali. Menemukan jati diri dan tujuan hidup yang akan aku lalui.


Tak terasa seminggu sudah Ibu pergi. Namun kesedihanku tak kunjung usai. Meratapinya dan menyesalinya. Namun aku menyadari satu hal, bahwa takdir memang tak akan pernah berubah. Selalu ada alasan dibaliknya. Walaupun terkadang alasan itu tak mampu untuk kita terima. Rencana Tuhan adalah yang terbaik. Kini aku tahu akan ada orang-orang di sekitar ku yang juga menyayangiku. Semuanya telah berubah begitu cepat. Namun kasih sayang dari setiap orang tak akan pernah berubah. Ayah, Ibu, aku percaya kalian pergi namun akan terus menyayangiku. Aku percaya Tuhan telah menempatkan mu ditempat terbaik disisi-Nya.

__ADS_1


Tuhan memang sutradara terbaik dari seluruh alam semesta. Cerita yang Ia rangkai adalah cerita yang paling mengagumkan. Namun, terkadang cerita itu mengandung unsur yang menyakitkan. Tetapi akan ada sebuah hikmah besar dibaliknya. Ibu, Aku akan kembali bangkit. Kembali melangkah maju, kembali merangkai kisah, kembali mrlukiskan angan dan akan menggapai mimpi-mimpiku. Aku berjanji, ibu akan bangga melihatku disini. Terimakasih Tuhan sekenario kehidupan yang telah Kau susun telah menyadarkan ku dan memberikan ku harapan.


Episode ini telah usai. Kisah tentang kehilangan telah usai. Akan ada kisahku yang selanjutnya. Tentang bagaimana diriku melewati jalan kehidupan. Takdir akan terus membawa ku hingga diriku benar-benar menemukan titik terang didalam hidupku. Dan hingga waktu itu tiba, aku akan terus bermimpi bersama dengan kisah yang telah Tuhan lukiskan. Episode selanjutnya akan segera dimulai.


***


Kehilangan


Adalah sebuah kisah


Ketika diriku benar-benar mengenal


Arti kesedihan, kekecewaan,


Dan kehancuran


Kini telah usai


Kau telah membuatku


Tenggelam dalam cerita kelam


Hingga pada akhirnya


Diriku berada pada satu titik


Sebuah cahaya terang


Sungguh ironi


Kehidupan dengan kisah kehilangan

__ADS_1


Karena arah dan tujuan


Tak lagi tampak oleh pandangan


__ADS_2