
Pagi ini Senja masih mengalami Morning Sickness, belajar dari pengalaman kemarin. Langit sudah menyiapkan teh hangat untuk Senja.
"Minum dulu sayang." Langit memberikan teh hangat.
Senja meraih gelas teh dari tangan Langit dan segera meminumnya.
"Maaf yaa mas, aku jadi gak bisa nyiapin keperluan kamu dan anak-anak." Ucap senja
"Gak apa sayang, aku bisa melakukannya sendiri. Tenang Saja."
"Makasih ya, mas. Kamu selalu pengertian dengan kondisiku."
Langit tersenyum, "Udah. Kamu istirahat dulu, gak usah ikut anter aku ke bawah. Anak-anak nanti biar diantar Clara."
Senja mengangguk. Ia kembali masuk kedalam selimutnya dan menenangkan diri. Sedangkan Langit pergi keluar kamar untuk sarapan.
Tak lama dari kepergian Langit, Ella membawakan sarapan dan susu ibu hamil untuk Senja.
"Sarapan dulu, Nona." Pinta Ella.
"Saya minum susunya dulu saja, Bu." Kata Senja.
Ella meletakkan nampan diatas meja sofa, ia mengambil gelas yang berisi susu hangat dan memberikannya pada Senja.
Senja segera meneguknya hingga habis. Satu gelas susu sudah cukup membuatnya kenyang.
"Jika perlu apa-apa jangan sungkan panggil saya, Nona. Anda tidak perlu keluar kamar, tinggal telpon saya saja. Saya tidak mau anda kenapa-kenapa." Ucap Ella.
"Iya, Bu Ella. Terimakasih atas perhatian bu Ella."
Ella mengangguk, "Saya keluar dulu Nona, memastikan tuan muda dan nona muda sudah siap."
Senja mengangguk, tatapannya mengantar kepergian Ella dari kamarnya.
Sudah merasa baikan, Senja memutuskan untuk kebawah mengantar kepergian suami dan anak-anaknya.
"Udah dibilangin gak usah nganter kok masih kesini aja sih sayang." Langit gemas dengan istrinya.
"Udah mendingan kok, Mas." Ucap Senja, Ia merapikan jas Langit lalu bergantian merapikan seragam Sky dan Sora.
"Maaf ya, Ra. Kamu jadi ku repotkan." Kata Senja.
Clara menggeleng, "Aku senang bisa bantu kakak disini."
Senja tersenyum.
"Mama, kami berangkat dulu." Sky dan Sora mencium tangan Senja bergantian.
Senja memberikan ciuman di kening kedua anaknya, "Yang pintar ya sekolahnya." Ucap Senja.
"Iya, Ma." Sky dan Sora masuk ke dalam mobil.
"Kak Langit, Kak Hengky. Clara duluan ya." pamit Clara kemudian masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Mobil pun mulai meninggalkan halaman rumah Langit.
"Nanti gak usah masakin makan siang ya sayang, aku mau kamu bener-bener istirahat gak kecapekan. Kalau untuk makan siang bisa kamu titipin Clara waktu jemput anak-anak nanti ya."
"Iya mas." Senja mengangguk.
"Aku berangkat dulu ya sayang." Langit memberikan kecupan di kening Senja.
"Hati-hati ya, Mas."
"Saya berangkat, Nona." Ucap Hengky setelah menutup pintu mobil untuk Langit kemudian masuk ke pintu depan.
Senja menatap kepergian suaminya.
**********
Siang ini Clara yang menjemput Sky dan Sora sesuai dengan perintah Langit. Casandra dan gengnya mencoba mencari tahu siapa Clara dan kenapa dia bisa keluar dari mobil Senja. Dilihat dari penampilannua juga berbeda dengan asisten Senja yang sedari tadi berdiam diri di ruang tunggu.
Clara berbeda dengan Senja menghadapi beberapa pasang mata yang terlihat sinis menatapnya. Baru saja memasuki ruang tunggu, ia sudah menunjukkan sikap acuh dan sangat angkuh.
"Hei, Dek." Casandra memanggil Clara yang lewat didepannya.
Clara berhenti dan menatap remeh. "Ya?"
"Senja mana?" tanya Casandra.
"Dirumah? Kenapa menanyakan kakak ipar ku?"
Clara mencium aroma tak menyenangkan dari pancaran wajah Casandra, Ia sama sekali tidak menyukai orang-orang yang baik padanya hanya untuk mendekati kakaknya. Ia memutuskan untuk melanjutkan langkahnya dan duduk disamping Kartika.
"Selamat siang, Nona." Sapa Kartika.
"Lo tau wanita yang ajak gue bicara tadi? Apa kak Senja berteman dengannya? Gue kok gak terlalu suka dengannya." Tanya Clara.
Kartika menceritakan beberapa kejadian yang dialami Senja seminggu terakhir disana.
"Hah! kurang ajar banget sih dia!" Clara kesal.
Bunyi Bel pulang sekolah sudah bunyi, Kartika beranjak menuju ke pintu gerbang. Clara masih diam mencari sela untuk membalas Casandra.
Cukup lama Clara menunggu hingga Kartika memanggilnya karena Sky dan Sora sudah keluar. Akhirnya dia beranjak pergi.
Kebetulan sekali ia bertemu Casandra di tempat parkir. Clara menyuruh Kartika terlebih dahulu masuk ke dalam mobil, sedangkan dia mengejar Casandra yang berjalan bersama dua temannya. Sedangkan anak-anak mereka bersama baby sitternya.
Bruk!
Clara menabrak Casandra hingga terjatuh
"Hei! Kalau jalan pakai mata donk." protes Casandra.
Belum sempat Casandra berdiri, Clara sudah berbaik dan sengaja menginjak punggung tangan Casandra dengan ujung heelsnya
"Aaaggh" Teriak Casandra kesakitan.
__ADS_1
"Ya ampun, aku gak tau nginjek kaki kakak. Padahal aku mau minta maaf." Ucap Clara, ia berjongkok lalu membantu Casandra berdiri. "Maafin aku ya kak."
"Gila aja kamu tinggal minta maaf. Udah dorong dan nyakitin tanganku seperti ini, menurutmu aku akan memaafkanmu!?" Teriak Casandra.
Clara mendekatkan mulutnya di telinga clara. "Menurut lo kak Senja bisa maafin Lo setelah luka ditanganya mendapat jahitan?" Bisikan Clara cukup membuat Casandra mematung. "Gue bisa lakuin apa aja Jika lo nyakitin keluarga gue." Ancam Clara, kemudian ia kembali menuju mobilnya.
**********
Sore ini Langit pulang lebih awal, Senja sudah menyiapkan keperluan suaminya karena jika sore hari badannya cukup sangat bugar.
Usai mandi, Langit dan Senja menghabiskan waktu mereka di kamar Sky dan Sora. Mereka bermain dan saling bertukar cerita.
"Kak, ada tamu tuh." Tiba-tiba saja Clara mebuka pintu kamar.
"Tamunya siapa?" tanya Langit.
"Nyari kak Langit sama Kak Senja tuh." Jawab Clara.
Langit dan Senja saling menatap kebingungan.
"Kakak temuin mereka aja, aku ajak Sky dan Sora main." Clara mendekati Sky dan Sora
"Main sama Aunty dulu ya, sayang." Ucap Senja sebelum pergi.
"Iya, Ma."
Langit dan Senja keluar kamar dan segera menuju ke ruang tamu.
"Selamat Malam."
Senja terkejut melihat kehadiran Casandra dan suaminya. Ia sama sekali tak menyangka jika Casandra benar-benar akan mengunjunginya.
-Bersambung-
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1