SENJA

SENJA
Pulang Bareng


__ADS_3

^^^Jempolnya dong.^^^


^^^Kritik saran juga dong.^^^


^^^Vote, rate komen juga dong.^^^


Author banyak maunya.


^^^Iya dong.^^^


"Ini beneran Kak?"


"Ya beneran lah? Untuk yang satu ini kayaknya aku nggak mungkin deh ngerjain kamu." Gila aja mau main-main, keluarganya macan semua.


"Aku naik nih Kak?" Masa iya sih aku beneran diijinin pulang sama Kak Arga?


Flashback 1 jam yang lalu


Seluruh peserta persami tengah bersiap di lapangan utama untuk melaksanakan apel penutupan. Kelas yang menjadi tempat mereka beristirahat semalam juga sudah dibersihkan. Barang-barang sudah ditumpuk di depan kelas.


Arga berdiri dari tepi lapangan menatap Senja yang nekat ikut upacara penutupan.


Drrttt ddrtt _ddrtt ddrtt


Arga menatap layar ponselnya. Ngapain Mbak Arti nelpon aku? "Halo Mbak."


"Arga, kamu dimana?" tanya Arti pada Arga.


"Di sekolah Mbak, ada apa?" jujur Arga.


"Pas banget. Mbak bisa minta tolong nggak?"


"Minta tolong apa Mbak?" tanya Arga masih dengan menatap Senja.


"Kamu barengin Cahaya ke sini ya?"


Glek


Arga menelan ludah. "Kemana Mbak?" tanya Arga dengan wajah pias.


"Ke rumah Ibuku, Ibu Ine. Harusnya kan aku yang jemput, tapi aku capek banget. Kira-kira kamu bisa nggak?"


Arga mengelus dadanya lega bersamaan dengan sudut bibirnya yang terangkat membentuk sebuah lengkungan.


"Gimana Ga?"


"Ya, gimana Mbak?" Arga menepuk jidatnya. Ditanya gimana kok malah balik tanya gimana. Gimana sih?


"Ga?"


"Bisa Mbak," jawab Arga cepat. "Eh, emangnya nggak apa-apa Mbak?" tanya Arga lagi.


"Nggak apa-apa. Soalnya semua juga pada takziah ke rumah saudara kota sebelah. Jadi nggak ada yang bisa jemput Aya."


"Oke Mbak. Arga bisa. Cahaya sudah di kasih tahu?"


"Ya belum lah, dia kan nggak bawa HP. Lagian takziahnya dadakan, sebelumnya nggak ada rencana." By the way, sejak kapan ada orang yang sengaja takziyah, apa lagi direncanain sebelumnya. Arti terkikik dengan pikirannya. "Ya udah, nitip Cahaya ya. Mbak tunggu di sini."


"Oke Mbak."


Arga segera berlari menaiki tangga gedung yang tak jauh darinya. Saat dirasa sepi, dia segera melayangkan pukulan ke udara sebagai luapan histerianya.


"Kamu ngapain Ga?"


Arga tak berani langsung menoleh. Dia diam sejenak, berharap suara itu tak nyata. Hantu bisa nggak ya muncul siang bolong kayak gini? Pelan-pelan ia memutar tubuhnya, berharap tak ada kaki yang menapak di sana. Namun sayang, sebasang kaki dengan sendal jepit nampak jelas di depannya.


"Ga, elu baik-baik aja?" tanya Rosida sekali lagi.


Ya, suara yang Arga harap merupakan suara hantu itu adalah suara Rosida.


"Eh Da, kamu ngapain di sini?" tanya Arga dengan canggung.

__ADS_1


Rosida menatap Arga dengan tatapan aneh. "Kamu tuh ya ngapain. Ini kan ruang OSIS, dan aku OSIS. Lha kalau kamu?"


"Aku..." Arga menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Aku lagi pemanasan," ucap Arga yang mulai kembali bergerak. Namun kini dia melakukan gerakan pemanasan.


"Aneh." Rosida kemudian pergi meninggalkan Arga begitu saja.


"Senja." Dia baru ingat kalau dia harus segera memberitahu bocah itu. Dengan kaki panjang dan gerakan gesitnya, dia melesat menuruni tangga.


"Woy, gila lu!" Wahyu berteriak karena Arga hampir menabraknya.


Arga tak menggubrisnya. Dia terus berlari hingga netranya menemukan di mana Senja berada. Saat ia hendak mendekat, tiba-tiba dilihatnya sekilas sosok Indra beserta anak buahnya tak jauh dari gerbang. Ini hanya feeling atau Indra memang ke sini untuk Senja?


Sekelebat ide muncul dibenak Arga. Dia yang semula ingin menghampiri Senja, lantas mengurungkan niatnya.


"Kak, lagi nyariin Senja ya?"


Bocah ini memang ajaib. Dia datang di saat yang tepat. Arga mengangguk.


"Senja! Dicariin nih!"


Tepat sesuai harapan. Bocah ini berteriak untuk memanggil Senja. Aku menatap sekilas ke arah gerbang. Dan benar saja, mereka kini tengah memperhatikan Senja yang datang menghampiriku.


"Kakak manggil aku?"


Sreettt


"Aaaaa....!!!"


Greb


Senja menginjak kerikil yang membuatnya terpeleset. Buru-buru Arga menangkapnya sebelum tubuh Senja terpelanting di atas tanah.


Arga menatap wajah Senja dengan jarak begitu dekat. "Udah, buruan melek." Senja mengerjabkan matanya saat aku berbicara tepat di depan wajahnya.


"Aku jatuh ya?" tanya Senja. Aku tadi nginjak batu kan? Jatuh kan? Kok nggak sakit?


"Betah banget minta peluk?!"


Arga tersenyum sebelum akhirnya membantu Senja berdiri.


"Lihat deh, capernya udah kayak drama Korea aja." Arga menetap tajam beberapa peserta persami yang didapatinya sedang membicarakan ia dan Senja. Sementara itu Senja nampak menunduk malu.


"Hei, nggak apa-apa kan?" tanya Arga dengan mendongakkan wajah Senja agar menatapnya.


Senja menggeleng pelan. "Makasih ya Kak," ucap Senja kemudian.


Pandangan mereka beradu. Senyum indah tercetak di bibir Arga, sementara Senja masih terus berjuang menahan jantung agar tetap berada di tempatnya.


"Kepada seluruh peserta persami, segera masuk ke dalam barisan sesuai regu masing-masing!" Wahyu berteriak dengan lantang dari atas podium.


"Kak."


"Ya, kenapa?" tanya Arga yang masih setia menatap wajah Senja.


"Tadi Kakak mau ngomong apa?" tanya Senja dengan gelisah karena dia harus segera kembali ke barisannya.


"Kamu jangan ikut upacara ya, baru pingsan juga."


"Aku nggak apa-apa Kak," kekeh Senja.


Arga nampak menghela nafas. "Kak!" panggil Arga saat Rosida dan Hani agar mereka mendekat.


"Gimana Dik? Udah sembuh?" tanya Hani begitu melihat Senja yang bersama Arga.


"Udah Kak."


Hani tersenyum kemudian ia mengalihkan pandangannya kepada Arga. "Ada apa Ga?" tanyanya kemudian.


"Bisa nggak kalau dia nggak ikut upacara. Selama acara ini dia udah pingsan dua kali."


"Kak..." Senja merengek agar Arga tak menghalanginya mengikuti upacara. "Aku nggak mau ketinggalan acara lagi. Janji deh nggak pingsan. Kalau pingsan ya..., biarin aja," kata Senja dengan memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Arga meraih hidung Senja dan mencubitnya. "Kalau pingsan aku repot nganter pulangnya."


"Ha?!" Nganter pulang? Nggak salah apa ni Kak Arga.


"Ehm, ehm, ehm, ehm." Hani dan Rosida berdehem.


Senja kembali menunduk sementara Arga menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Rosida melipat kedua tangan di dada. "Jadi gimana Kak Arga? Upacara mau mulai nih?"


"Kamu nggak usah ikut ya...," pinta Arga pada Senja.


"Kkaaaakk..." Senja merajuk.


Rosida memicingkan mata menatap Arga dan Senja. Arga kok jadi gini, biasanya dia kan cuek sama cewek? Dia saudaranya atau...?


"Ya udah, mending ke UKS aja, nanti kalau pas sayonara kamu bisa gabung," putus Rosida dengan diangguki Hana.


"Tapi..."


"Buruan ke UKS, di sana ada peserta lain yang nggak ikut upacara," ucap Hani saat Senja hendak melayangkan protes.


"Iya Kak." Senja kemudian berjalan menuju UKS.


Arga, masih diam ditempat karena Rosida dan Hana masih menatapnya penuh selidik. Merasa tak nyaman, Arga justru melebarkan senyumnya dan berkata, "makasih." Sejurus kemudian Arga berlari untuk menyusul Senja.


"Itu siapanya Arga?" tanya Rosida kepada Hana.


"Ngerasa nggak sih kalau itu tadi nggak kayak Arga biasanya." Bukannya menjawab Haha malah menyatakan keheranannya.


Mereka kompak menggidikkan bahu dan kembali berjalan melaksanakan tugas mereka.


Senja mempercepat langkahnya kala menyadari Arga mengikutinya.


"Tadi Mbak Arti nyuruh aku nganter kamu pulang?" ucap Arga.


Senja mendadak berhenti. Arga nyaris menubruknya kalau saja ia tak segera menghindar.


Brugh


"Sorry, sorry," ucap Arga yang tak sengaja menabrak Rivan yang sedang lewat.


"Lancar nih kayaknya," ucap Rivan menggoda.


Wahyu tiba-tiba muncul dan merangkul bahu Arga. "Kayaknya gua ngerti deh sekarang."


"Apaa?!" ucap Arga dengan menatap tajam sahabatnya ini. Kampret mereka ini. "Aya ke UKS dulu ya," ujar Arga lembut kepada Senja.


Senja kemudian berjalan mematuhi perintah Arga.


"Wahahahaha, manggilnya aja beda, gila nggak sih."


Bugh


Sebuah Bogeman mendarat di perut Wahyu.


"Gila lu ya!"


Seseorang mengepalkan tangan tak jauh dari sana. Beberapa orang yang bersamanya tak ada yang berani bersuara.


Flashback off


TBC.


Alhamdulillah, selesai juga part ini dear.


Makasih ya yang udah bersedia mampir.


Semoga suka sama ceritanya.


Jangan lupa dukung author dengan meninggalkan jejak pada setiap kunjungan kalian.

__ADS_1


Happy reading, love you all.


__ADS_2