SENJA

SENJA
Setitik Cahaya


__ADS_3

Mentari, Memancarkan cahaya terang yang terus menyinari begitu banyak insan dimuka bumi. Setitik cahayanya memancarkan banyak harapan tuk melewati rintangan dalam kehidupan. Membawa begitu banyak impian. Siapa yang akan mengetahui, akan ada sebuah keajaiban dibalik sebuah mimpi yang terpancar dari seberkas cahaya didalam pelupuk hati seseorang.


Roda kehidupan terus berputar. Ia tak memandang apakah ada seseorang yang tertinggal saat berada pada jalan kehidupan. Ia akan terus berputar, melaju, dan terus melangkah maju menuju episode kehidupan yang selanjutnya.


Satu titik cahaya terang yang diriku temui ketika diriku berada pada jalur kehidupan adalah sebuah keajaiban dan anugrah terbesar yang telah Tuhan takdirkan untuk ku. Dikala diriku tengah berada pada lubang kegelapan yang begitu dalam. Cahaya itu datang. Seolah ia memberiku petunjuk untuk kembali bangkit dan terus melangkah maju menuju apa yang aku inginkan.


Sebuah senyuman.


***


Kesuksesan terbesar dalam hidupku adalah bisa membuat Ibu tersenyum dan bangga akan prestasi ku. Ada sebuah titik terang yang diriku temui untuk kembali menemukan jalan untuk kembali. Seperti senja, yang memancarkan cahaya keemasannya dengan begitu singkat. Aku percaya esok akan ada cahaya keemasan yang akan datang kembali.


Cahaya menyinari hidupku. Membawa ku kembali melangkah menuju mimpi-mimpiku. Hari demi hari terus berganti, mentari terus memancarkan kehangatan, bumi terus berputar, waktu tak pernah berhenti. Hari ini adalah hari besar yang akan aku lalui dalam perjalanan kehidupan ini. Melihat sosok ibu dapat tersenyum bahagia tanpa ada beban yang terpancar dari wajahnya. Terkadang diriku berfikir, senyuman yang terpancar dari wajahnya itu adalah kekuatan besar yang membantuku untuk menemukan sebuah semangat untuk menggapai mimpiku.


Hari kelulusan.


Ya, hari ini adalah hari kelulusanku. Aku merasa sangat bahagia. Akhirnya diriku akan kembali melangkah maju bersama dengan mimpi-mimpi yang telah ku susun sedemikian rupa. Kini, aku akan kembali merangkai sebuah cerita baru dengan berbagai mimpi-mimpi baru.


Kesuksesan ku kali ini, adalah titik cahaya yang telah aku temui untuk kembali bermimpi. Mendapatkan beasiswa adalah sebuah mimpi besar diantara mimpi-mimpiku. Ya, aku mendapatkannya. Aku mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah di SMA favorit dikotaku. Siapa yang tidak akan merasa bahagia. Ibu sangat bangga, kini aku akan kembali melangkah menuju impianku. Aku berjanji kepadanya atas semua mimpi-mimpiku. Aku akan menebarkan begitu banyak cahaya dari setitik cahaya yang aku temui saat ini. Atas apa yang telah ibu korbankan untuk ku aku berjanji. Hanya akan ada kisah bahagia dan senyuman didalam hidupnya.


"Teruskan langkahmu nak, kejarlah mimpimu, belajarlah dengan giat, raihlah prestasi. Buat ayahmu bangga Ardan.."


***


Mentari mulai menyinari bumi. Muncul dari ufuk timur dan memancarkan cahayanya. Burung-burung mulai berkicauan. Jalanan ramai dengan hiruk pikuk kehidupan. Kini langkah baruku akan dimulai. Membuat cerita baru dari mimpi-mimpi baru. Menemukan sesuatu untuk diriku rangkai bersama kisah hidupku. Menjejakkan kaki disini. Disebuah sekolah favorit adalah sebuah kebanggaan dalam hidupku. Seperti biasanya ibu tidak mengantar ku. Aku sudah terbiasa. Hatiku pun sudah menerima.


Hari ini adalah hari pertama aku dan para siswa baru lainnya menjalani masa orientasi siswa. Atau masa pengenalan lingkungan sekolah. Ditepi lapangan mataku terus memburu melihat sekeliling lingkungan sekolah itu. Tampak dari kejauhan beberapa kakak kelas dengan seragam osisnya sudah bersiap dan menunggu kami untuk segera berbaris.

__ADS_1


"Baikalah adik-adik segera berkumpul ketengah lapangan, kami akan membagi kelas kalian sesuai yang telah ditetapkan sebelumnya."


Terdengar oleh telingaku suara mikrofon dan salah seorang dari kakak kelas itu memberikan pengarahan.


Setelah kami semua berkumpul. Tiba saatnya pembagian kelas. Aku merasa gugup. Kelas ku akan seperti apa. Apakah ada banyak teman yang baik atau malah sebaliknya. Kelas yang berisi para berandalan sekolah dan suka membuat onar. Oh tidak, Tuhan selamatkan aku. Satu persatu nama disebutkan. Mataku kembali memburu melihat ke sekeliling. Siapa saja yang telah terpanggil dan dikelas mana mereka berada.


"Reza Ardana, 1 A"


Ternyata nama ku yang disebutkan. Kelas 1 A. Itu adalah kelas ku yang baru dan tentunya akan ada suasana baru. Aku kembali melihat ke sekeliling, melihat satu persatu wajah calon teman-teman sekelas ku. Tidak buruk. Terlihat seperti yang berada dikelas ini anak yang cukup pandai dan rajin. Itu hanya instingku saja. Karena terlihat dari wajah-wajah mereka. Ketika mataku terus memburu, tiba pada satu titik mataku terhenti.


Seorang gadis berjilbab putih.


Seorang gadis berjilbab putih. Mataku hanya tertuju padanya. Senyumannya mampu menembus relung hatiku. Membuat jantungku berdetak kencang. Membuat nafasku terasa ingin terhenti. Begitu sesak didada. Sungguh aneh, begitu banyak perempuan yang aku temui dimuka bumi ini. Tetapi hanya Dia yang bisa membuat diriku merasakan perasaan ini. Seperti embun penyejuk hati. Wajahnya memancarkan sinar yang dapat menghangatkan jiwa ini. Oh Tuhan apakah ini adalah sebuah anugrah yang harus aku syukuri atau sebuah bencana yang harus aku hindari.



***


Tuhan telah menitipkan sebuah nikmat yang begitu berharga pada setiap makhluknya. Sebuah perasaan yang begitu mengagumkan. Namun terkadang apa yang telah dititipkan juga dapat menjadi sebuah bencana. Aku berfikir sebuah hal yang lumrah memiliki perasaan seperti ini didalam lubuk hati seseorang. Selalu memikirkan apa yang mereka inginkan. Memiliki hasrat penasaran dan keingintahuan. Jadi, apa yang akan aku alami saat ini harus aku jalani. Menemukan seseorang dan cinta didalam kehidupan.


Setelah beberapa saat, nama-nama telah selesai disebutkan, kakak pembimbing membawa setiap kelas menuju ruangan nya masing-masing. Hal ini adalah yang paling aku tunggu-tunggu. Mengapa, karena ketika dilapangan tadi aku tidak mendengarkan dengan seksama ketika nama gadis itu disebutkan. Aku ingin tahu apakah dia memiliki nama yang indah sama seperti senyumannya. Tiba saatnya kami akan di absen satu persatu oleh kakak pembimbing. Dan yang paling ingin aku dengar adalah ketika nama gadis pujaan hati ku itu disebutkan. Satu persatu nama disebutkan namun diriku masih belum melihat dirinya mengacungkan tangan sebagai tanda bahwa dirinya berada didalam kelas ini. Namun....


"Zahrotul Aisyah."


Pandangan ku kembali tertuju padanya. Dan ternyata dia sedang mengacungkan tangannya. Zahrotul Aisyah, nama yang indah sama seperti senyumannya. Namanya membuat jantungku bergetar. Ya hanya namanya saja sudah membuat diriku seperti itu. Bagaimana saat dia menatapku nanti. Sungguh bencana besar.


Perasaan ini, sebuah perasaan yang datang disaat diriku benar-benar ingin kembali melangkah. Kini dia datang sebagai pelangi yang melengkapi setitik cahaya dalam hidupku. Perasaan ini telah menambah warna dalam mimpi-mimpi dan kehidupanku. Membuatku ingin cepat-cepat berlari menuju kearah impianku. Kini aku telah menemukan sebuah mimpi baru. Yang akan diriku rangkai bersama mimpi-mimpi lama didalam diriku. Ingin memilikimu. Menggenggammu. Dan menggapaimu. Adalah mimpiku yang baru. Lembaran kisah baru kini telah aku tambahkan diatas lembaran-lembaran terdahulu yang telah aku susun. Kisah ini tentang bagaimana diriku menemukan cinta suci didalam diriku. Tentang bagaimana caranya aku menemukan cerita cinta abadi dalam perjalanan hidupku. Yang telah Tuhan ukir dalam takdir ku.

__ADS_1


Kisah seperti apa yang telah Ngkau persiapkan untukku wahai pencipta.


***


Cahaya


Sebuah titik terang di antara gulita


Yang telah membawa


Begitu banyak harapan


Yang datang


Ketika kegelapan menyelimuti diri


Kau telah menghadirkan


Sejuta impian


Yang telah lama terkubur


Didalam sanubari jiwa


Telah tiba masanya


Ketika kau bangkit kembali

__ADS_1


Bersama mimpi-mimpi


Yang telah lama ku nanti


__ADS_2