
Aku telah menemukan begitu banyak orang-orang di dalam kehidupan ini. Setiap langkah kaki dan setiap jejaknya meninggalkan berbagai kenangan yang berbeda pula. Aku tengah menyusuri perjalanan panjang di dalam portal kehidupan. Dan kini diriku telah mencapai titik pertemuan diantara dua garis kehidupan. Aku telah menemukan seseorang yang telah membuat diriku ingin terus berlari ke ujung jalan ini. Namun pertanyaannya adalah bagaimana caranya. Aku harus menemukan caranya. Menemukan sebuah cara untuk berjalan menuju kearahnya. Kemudian mendekatinya hingga aku benar-benar akan mendapatkannya.
Tuhan selalu punya rencana untuk setiap makhluknya. Entah rencana semacam apa yang telah Tuhan persiapkan untuk ku. Namun, diriku selalu percaya rencana yang Ia miliki adalah sebuah kunci yang akan menjadi petunjuk bagiku untuk melewati kehidupan ini.
Seperti sebuah keajaiban. Seperti misteri yang telah terpecahkan. Seakan ada sebuah Mukjizat yang telah Tuhan persiapkan. Aku telah menemukan kunci untuk bisa melewati pintu kehidupan. Yang akan membawaku terus melangkah menuju mimpi-mimpiku. Aku menemukan seorang sahabat. Ya, kini aku telah memiliki seorang sahabat yang menjadi kunci akan persoalanku kali ini. Setelah sekian lama diriku hidup didunia ini. Hari ini aku memiliki seorang sahabat yang terus ada didekatku. Bisa dibilang kalau kami sudah seperti saudara. Apapun itu kami selalu berbagi suka maupun duka.
Setelah sekian lama semenjak kepergian Ibu, akhirnya hari ini aku memutuskan untuk kembali ke sekolah. Aku sudah sangat ketinggalan pelajaran. Walaupun aku terbilang anak yang cukup pintar karena aku tidak pernah keluar dari lingkaran tiga besar ketika masih duduk dibangku SMP. Walau begitu kali ini aku harus lebih bekerja keras untuk mengejar ketertinggalanku. Saat ini aku akan benar-benar sungguh-sungguh untuk mengejar mimpi-mimpi ku. Dan tentu saja aku akan memulai sebuah eksperimen untuk mendekati Ica. Aku harus mencari trik-trik jitu untuk menaklukkan nya. Walaupun sebenarnya aku tidak memiliki pengalaman apapun tentang menaklukkan hati wanita. Namun, aku yakin percobaan ku kali ini tidak akan gagal.
Eksperimen demi eksperimen terus aku lakukan. Tak kenal siang atau pun malam aku terus mencari cara untuk mendekatinya. Terus berfikir keras untuk membuat sebuah percobaan rahasia untuk nya. Kali ini aku memang sudah benar-benar gila karena nya. Aku mulai kehilangan akal fikiran karena diri nya.
Aku percaya akan adanya keajaiban di dunia ini. Akan kehadiran sebuah anugrah dari Sang penguasa alam semesta. Ya, sebuah keajaiban dari Tuhan. Aku percaya akan keberadaannya. Kini aku mendapatkan sebuah keajaiban dan anugrah dari Sang pencipta. Menemukan sosok yang bisa membawaku menuju jalan kehidupanku. Menjadi sebuah kunci yang akan membuka pintu kehidupan ku. Ya, kini aku memiliki Mamat. Sorang sahabat yang sangat berharga bagi ku. Dia telah menjadi kunci akan persoalan ku. Bak seorang penasihat yang bijak, Ia selalu bisa memecahkan misteri dari persoalan dalam kehidupan ku. Dan aku telah memutuskan. Menjadikan Mamat partner ku untuk bereksperimen.
***
Saat ini pagi hari ku lewati dengan suasana yang berbeda. Ada seseorang yang menemaniku dan memberikan ku semangat untuk kembali melangkah maju menuju mimpi-mimpiku. Dan orang itu adalah sahabat ku, Mamat. Ya, tentu saja orang itu adalah Mamat. Siapa lagi kalau bukan Dia. Hanya dia satu-satunya sahabat ku. Selain adik ku kini aku memiliki Mamat sebagai sahabat ku. Yang akan siap sedia menemaniku kemana pun aku pergi dan melangkah.
Kaki kian melangkah maju menyusuri jalan menapaki bumi dan memulai sebuah cerita. Aku dan Mamat bersama melangkah menuju tempat dimana mimpi dari setiap orang dapat terwujud. Ya, sekolah. Tempat itu adalah sekolah. Langkah kaki kian melaju meninggalkan jejak diatas jalanan raya yang begitu ramai. Embun pagi yang begitu sejuk telah menapaki tubuh. Namun, keheningan sepertinya tak akan pernah tercipa di suasana kali ini. Seperti biasa, Mamat tak akan berdiam diri saja. Dia akan mulai mengoceh dengan perkataan konyol nya hingga perjalanan usai.
"Heyyooo bro, pagi-pagi udah ngelamun aja entar kesambet loo." Teriak Mamat.
"Astagfirullah!!! Kamu tuh ya Mat gak bisa apa kalo ngomong PELAN-PELAN!!" Teriak ku.
"Hehe, punten atuh Dan, abisnya kamu teh ngelamun muluuu pasti mikirin neng Ica yaa." Ejeknya.
"Auu ahh! bodo amat.. Cepetan atuh Mat! Bentar lagi mau bel masuk ntar telat dimarahin sama nenek lampir!"
"Haha nenek lampir yaaa, siapa takut sama si nenek lampir."
"TERSERAH."
"Hehe iya iyaa."
Kami pun bergegas menuju sekolah. Mempercepat langkah kaki agar tidak terlambat memasuki kelas. Akhirnya kami sampai didepan gerbang sekolah. Dan untungnya satpam belum menutupnya. Dengan nafas yang masih tersengal-sengal kami berlari menuju kelas. Hanya tinggal beberapa menit lagi bel masuk akan berbunyi.
"Cepetan atuh Dan! entar si nenek lampir ngamuk." Desak Mamat.
"Sabar Mamat! kamu teh gak liat aku udah sesek gini." Jawab ku.
"Aduhh entar aja deh napasnya udah mau nyampe juga."
"Et dahh, kamu teh mau bunuh orang ya?"
"Astagfirullah, gak boleh su'uzdhon sama temen sendiri. Masa iya aku mau bunuh kamu ga tega atuh Dan."
"Udah ayuk cepetan udah mau bel!"
Akhirnya kami kembali berlari menuju ruang kelas. Namun, Perjalanan kehidupan itu memang tak semulus yang kita bayangkan. Tuhan memiliki banyak cerita misteri di dalam skenario Nya. Dan kali ini aku tanpa sengaja berhasil melihat Ica sang bidadari syurga pujaan hati ku.
Brukk
"Aduh punten neng, lagi buru-buru jadi gak liat kalo ada yang mau lewat." Sambil membantu membereskan buku.
"Oh iya gak apa-apa." Jawab nya pelan.
__ADS_1
Jantungku berdetak kencang, seakan ingin meledak dan meluapkan seluruh perasaan. Aku belum melihat wajah nya. Namun, ketika aku mendengar suaranya yang begitu lembut, aku langsung menyadari siapa dirinya. Dan benar saja. Ketika aku melihat kearah wajahnya, itu memang dia. Tatapanku terhenti pada wajahnya. Sejenak diriku menikmati wajahnya yang begitu cantik dan menyejukkan. Kringgg... bel telah berbunyi dan aku kembali bergegas membantunya membereskan buku yang berserakan.
"Terimakasih, duluan yah Assalamualaikum." Ucapnya lembut.
"Waalaikumussalam." Jawab ku pelan.
Sungguh, mata ku ini tak dapat berpaling darinya. Hari ini tak ku sangka, aku dapat melihat bidadari syurga tepat didepan ku. Bahkan berbicara kepadanya. Walau hanya sebuah kalimat singkat. Itu bahkan sudah cukup untuk membuatku terbang tinggi dan tak dapat menikmati mimpi didalam tidurku.
"Ehemm, ada yang lagi mabuk cinta uyy." Ejek Mamat.
"Apa sih Mat kalo ngomong ngawur aja, mending masuk kelas udah bel bentar lagi si nenek lampir masuk tuh."
"Ehh woyy tungguin lah! masa temen sendiri ditinggalin."
"Cepetannn..!!!"
Akhirnya dengan perjuangan melewati perjalanan panjang kami tiba tepat waktu dikelas dan berhasil mengikuti jam pelajaran tanpa harus di omeli terlebih dahulu.
***
Hari ini aku aku sudah memikirkan nya sepanjang hari. Kejadian tadi pagi masih saja terbayang di benak ku. Siang ini hanya ada Aku dan Mamat di dalam kelas. Teman-teman yang lain memiliki kesibukannya masing-masing. Dan aku telah memikirkan keras tentang persoalan cinta ku. Dan jalan keluarnya adalah Mamat. Ya, Mamat adalah kunci satu-satunya yang aku miliki saat ini.
"Ardan."
"Ardannn!"
"ARDANNNN!!!!!"
"Astagfirullah, REZA ARDANAA!!!!!"
"Kamu teh budek ya Dan?"
"Gak tuh."
"Nih ya itung coba udah berapa kali aku nyebutin nama kamu."
"Males banget."
"Dan, kamu teh ya udah seharian ngelamun disini bisa-bisa kesambet beneran nih!"
"Hmm Mat, kamu teh ya kalo doain temen itu yang baek baek, masa doain biar kesambet."
"Hehe, bercanda atuh Dann.Abisnya dipanggilin ga nyaut nayut kirain udah budek."
"Bodo amat deh, terserah!"
"Hahaha, Emangnya kamu teh ngelamunin apa seharian suntuk? emang gak bosen yah?"
Keheningan sesaat.
"Mat?"
"Naon?"
"Gimana yah caranya ngedapetin si Ica?"
__ADS_1
"Ha? Neng Ica? Gak salah denger nih? Bwahahahahahaha.."
"Aduh Mat... siapa coba yang nyuruh ketawa?"
"Hahaha, pantes si Ardan barokokok jadi gak waras. Rupanya karena neng Ica geulis."
"Gimana atuh Mat?"
"Gampang!!! serahin ini semua kepada ahlinya. Hehe"
"Yang bener atuh Mat! kalo kamu bikin ulah awas aja yah."
"Tenang bos kuuu pasti beress."
"Oke, inget ya jangan bikin ulah!! awas ya Mat!"
Akhirnya dengan sangat terpaksa dan berat hati aku meminta bantuan mamat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Entah apa yang akan dia lakukan. Ide-ide seperti apa yang akan ia keluarkan dari otak konyol nya itu. Namun, walau bagaimana pun aku juga menaruh kepercayaan kepadanya. Karena kami bersahabat. Mana mungkin dia akan menjerumuskan ku kedalam neraka.
Taman adalah kunci kehidupan seseorang. Untuk mencapai sebuah tujuan. Setiap orang pasti memiliki teman. Entah terkadang mereka benar-benar baik atau sangat buruk mereka tetaplah teman. Yang hanya bisa memberikan sebuah argumen tentang kehidupan yang kita jalani. Tetap saja keputusan ada ditangan kita sendiri. Hanya diri kita yang bisa memutar roda kehidupan kita masing-masing. Tak ada seorang pun yang mampu melewati sebuah batasan kehidupan yang telah kita bentuk.
Lalu bagaimana cara kita melaluinya. Kita membutuhkan sebuah kunci untuk membuka pintu masuknya. Dan kunci itu adalah seorang teman.
Sebuah kunci.
***
Sebuah Kunci
Dikala sunyi sepi mengelilingi sanubari
Tatkala kabut hitam menyelimuti diri
Jiwa-jiwa tak lagi tentram
Gulita kini telah menguasai relung hati
Tak ada lagi yang tampak
Hanya ada sebuah kegelapan
Yang terlihat oleh kedua bola mata
Namun...
Takdir memang penuh akan misteri-misteri
Saat-saat dimana datang sebuah cahaya
Untuk kembali
Kini aku telah mengetahui
Kau adalah kunci dari gerbang kegelapan ini
Bantulah diriku untuk berlari
__ADS_1
Menuju ke arah yang terang benderang