SENJA

SENJA
133


__ADS_3

Sambil menunggu suaminya mandi, Senja asyik chat grub dengan teman-teman barunya yang masih satu frekuensi dengannya. Ia tertawa kecil membaca beberapa chat disana yang intinya sedang membahas Casandra dijadikan bahan lelucon.


"Kenapa sih, sayang? Tumben Asyik banget chatnya" Langit duduk disamping Senja dan mengintip layar ponsel Senja.


"Aku kira wali murid disekolah anak-anak itu kebanyakan sosialita semua mas, ternyata enggak. Banyak juga yang biasa aja." Senja menunjukkan layar ponselnya. "Nih lagi gosipin maskotnya sosialita. Lucu banget."


"Syukurlah kalau kamu udah mulai nyaman disana." Langit tidur di pangkuan Senja.


"Oya mas, hari jumat besok ada acara parents day di sekolah. Katanya sih ada acara parenting dan makan-makan juga."


"Aku harus datang?" Tanya Langit, jarinya sibuk memaikam rambut Senja yang yang terurai ke depan


Senja menggeleng, "Kan itu hari aktif kerja, Mas. Kata bu gurunya anak-anak gak apa kok papanya gak datang." Ucap Senja.


"Aku lihat jadwal dulu aja ya, kalau emang aku bisa datang aku nyusul kesana."


Langit menggeser badan dan kepalanya menghadap perut Senja. "Udah ada isinya belum ya?" Langit menempelkan telinganya di perut Senja.


"Udah, Mas." Jawab Senja.


"Hah! Beneran!?" Langit bangun karena terkejut


Senja mengangguk, "Isi nasi makan malam tadi." Lanjutnya dengan tertawa.


"Kamu nih ya.... " Langit mencubit kedua pipi Senja gemas.


"Aduuuh, ampun-ampun."


Langit melepaskan cubitannya. "Udah mulai jahil ya kamu ke aku?"


Senja tertawa kecil.


Langit duduk santai kembali dan menyandarkan kepalanya di bahu Senja. "Kamu gak pengen cepet-cepet punya anak lagi?" tanya Langit.


"Biasa aja sih, Mas. Dikasih Alhamdulillah belum juga ya gak apa." Jawab Senja.


"Aku punya rasa bersalah karena gak bisa menemani kamu saat hamil, melahirkan dan membesarkan anak-anak. Rasanya aku belum pantas di panggil Papa." Ucap Langit. "Apalagi kamu hamil dengan kondisi psikis yang sangat tertekan."


Langit menegakkan duduknya dan menatap Senja, "Aku janji kalau kamu hamil, bakal aku jagain sebaik mungkin. Dua puluh empat jam aku bakal disamping kamu terus."


Senja tertawa, "trus kamu gak kerja, Mas?"


"Iya yah." Langit ikut menertawakan janjinya.


"Semoga aja keinginan kamu segera terkabul ya, mas." Senja menyentuh kedua pipi Langit dan mengecup bibirnya.


"Aamiin, Sayang."


Langit tersenyum dan tangannya mulai genit meraba paha Senja.


Senja menatap Langit, "Mulai deh?"


Tanpa menunggu persetujuan, Langit mengangkat tubuh Senja, mematikan lampu kamar dan memindahkan Senja diatas tempat tidur.


**********


Pagi ini Senja melakukan rutinitasnya seperti biasa. Usai memasak Senja duduk di meja makan, menekan-nekan pelipisnya karena merasa terlalu lelah.


"Mama?" Sky yang sudah memakai seragam sekolahnya menghampiri Senja. "Mama sakit?" Tanya Sky.


"Enggak sayang, sepertinya mama kecapekan aja." Jawab Senja. "Sora mana?"


"Lagi dikamar papa." Jawab Sky


"Sky duduk dulu ya." Ucap Senja sambil menyiapkan sarapan untuk Sky.


"Pantesan papa cari di kamar gak ada, ternyata udah disini." Ucap Langit yang baru saja datang di ruang makan bersama Sora.


"Ayo duduk sayang." Senja meminta Sora untuk segera duduk.


"Iya, Ma." Sora sudah duduk di kursi dan bersiap menyantap makanan didepannya.


"Sayang." Langit menarik pelan tangan Senja.


"Ya, Mas?"

__ADS_1


"Kok kamu pucet gini? Kamu sakit ya?" Tanya Langit, Ia memegang kening Senja.


Senja menggeleng. "Enggak mas, aku cuma kecapekan aja kok." Jawab Senja.


"Udah, kamu ke kamar aja istirahat. Anak-anak biar aku yang urus." Pinta Langit.


"Iya. Mama istirahat aja." kata Sora yang terlihat khawatir.


"Udah gak apa, nanti habis nganter Sky dan Sora aku istirahat mas." Senja memberikan piring yang sudah berisi nasi dan lauk pauk.


"Mama gak apa sayang." Senja mengusap kepala Sora, kemudian duduk untuk sarapan.


"Biarin anak-anak aku yang anter aja ya, kamu dirumah aja. Oke." Langit masih memaksa. "Aku gak mau denger kamu ngebantah lagi."


Mendengar kalimat terakhir suaminya membuat Senja mengangguk juga.


"Hore, dianter papa!!" Teriak Sky dan Sora kegirangan.


"Tuh anak-anak suka kalau ku antar, kayanya tiap hari aja deh papa antar ke sekolah ya?"


"Enggak!" Senja mendahului jawaban Sky dan Sora.


Sky dan Sora langsung manyun, sedangkan Langit tertawa kecil melihat wajah Senja yang terlihat kesal.


"Ayo lanjutin makannnya."


Mereka berempat segera menghabiskan sarapan paginya. Senja kembali ke kamar Sky dan Sora untuk mengambil tas mereka. Hengky dan Kartika sudah menunggu di ruang tamu.


"Ayo, Ayo. Nanti papa telat nungguin kalian." Senja memberikan tas yang ia bawa ke anak-anaknya.


"Sayang, aku ini yang punya perusahaan lho. Aku bisa datang suka-suka aku lho." Ucap Langit. "Kasian anak-anak kalau buru-buru gitu."


"Kalau kamu telat, jadwal kamu yang lain juga molor mas. Kasihan orang-orang yang nungguin kamu." Senja merapikan jas dan dasi Langit.


"Dih, cerewetnya istriku." Langit mencubit pipi Senja.


Senja berjongkok ganti merapikan seragam Sky dan Sora.


"Oke, sudah. Anak Mama udah cakep semua." Senja bergantian mencium pipi anak-anaknya.


"Papanya udah cakep belum?" Goda Langit.


Senja memukul dada Langit, "Jangan macem-macem deh."


Langit terkekeh, ia mencium kening Senja, "Aku berangkat dulu ya sayang." Kata Langit lalu masuk ke dalam mobil.


"Hati-hati mas." Balas Senja


"Saya berangkat dulu, Nona." Hengky juga masuk ke dalam mobil.


"Iya, hati-hati mas Hengky."


"Tik, titip anak-anak ya. Maaf kalau kamu harus nunggu sendirian." Ucap Senja ke kartika yang sudah siap mengendarai motornya.


"Disana banyak temannya kok, Nona." Jawab Kartika, "Saya berangkat dulu, Nona."


"Iya, Tik."


Senja menatap kepergian mobil Langit dan Kartika yang mulai meninggalkan halaman rumah, lalu ia kembali masuk ke dalam rumah.


Ia memang merasakan badannya terlalu letih, padahal semalam ia hanya sekali melakukannya dengan Langit.


Senja memutuskan untuk benar-benar istirahat saja di kamarnya. Sebelumnya ia sudah berpesan ke Elly untuk membangunkannya saat menjemput Sky dan Sora.


**********


Bunyi berisik suara lari-larian Sky dan Sora membuat Senja terbangun dari tidurnya, Ia melihat jam digital disamping tempat tidur.


"Jam dua!"


Senja terperanjat, dia pergi keluar kamar melihat Sora sedang mengejar Sky.


"Sky! Sora!"


Panggil Senja menghentikan langkah Sky dan Sora, mereka segera menghampiri mamanya.

__ADS_1


"Sayang, tadi pulang sama siapa? Maaf, Mama gak tau bisa tertidur selama ini." Kata Senja.


"Papa yang jemput, Ma." Jawab Sky.


"Papa juga yang anter pulang."


"Aduuuuh, Mama jadi gak enak sama Papa nih." Senja terlihat bingung, "Ya udah, kalian main dulu ya. Mama mau coba hubungin papa."


"Oke, Ma."


Sky dan Sora kembali berlarian, senja masuk kembali ke dalam kamarnya mengambil ponsel dan mencoba menghubungi Langit namun tidak terangkat.


Ia mencoba menghubungi Hengky ternyata Langit masih ada pertemuan dan belum bisa di ganggu.


Senja melihat whatsapp grub nya yang khusus dengan Lenny, Tari dan beberapa orang lagi. Disana Senja mendapat screenshoot chat khusus grub arisan gengnya Casandra yang sedang mendebatkan foto-foto Langit saat menjemput anak-anaknya.


'Walau dia gak sekaya suamiku, mau deh aku jadi Istrinya.'


'Aku juga, keren banget nih cowok.'


"Tuh, kan. Gemes banget sama ini perempuan. Udah pada bersuami masih aja genit. Gak takut apa kebaca suami mereka."


Senja meletakkan ponselnya dan pergi bermain dengan anak-anaknya sambil menunggu Langit pulang.


Usai memasak makan malam, Langit akhirnya tiba juga dirumah.


"Mas mau langsung makan apa mandi dulu?" Tanya Senja.


"Aku makan aja dulu sayang, udah laper." Jawab Langit.


Senja langsung mengajak Langit ke meja makan. Sky dan Sora sudah menunggunya disana. Senja bergantian menuangkan nasi dan lauk pauk di piring suami dan anak-anaknya.


"Maaf ya mas, aku tadi tidur terlalu lama. Sampai kamu yang harus jemput anak-anak pulang. Entah kenapa badanku rasanya capek semua." Senja duduk di kursi meja makan.


"Gak apa sayang, lagian aku tadi juga kebetulan ada rapat diluar yang temparnya sejalan ama pulang. Jangan ngerasa gak enak gitu donk." Langit mengusap tangan Senja.


Senja mengangguk, dia teringat sesuatu dan mengambil ponselnya yang ada di meja dapur.


"Mas kenal sama orang ini?" Tanya Senja, ia menunjukkan sebuah foto pria dan wanita dengan background menara eifel. "Dia pengusaha kaya raya katanya."


Langit menggeleng, "Aku gak kenal dia, Berarti kekayaannya masih jauh dibawahku. Lagian kalo orang bener-bener kaya, jarang tuh pake foto profile liburan di luar negeri gitu. Kampungan banget." Jawab Langit sombong.


Senja tersenyum licik.


"Kenapa, sayang?" Tanya Langit.


"Besok kamu datang ke acara sekolah ya mas." pinta Senja.


Langit meletakkan sendok dan garpunya. "Maaf ya sayang, tapi besok pagi jadwalku terlalu padat."


Senja terlihat kecewa, "Ya sudah mas, Gak apa."


"Maaf banget ya, sayang."


"Iya, Mas. Gak apa-apa. Udah lanjutin makannya."


Niat Senja untuk membungkam mulut Casandra dan teman-temannya akhirnya gagal karena Langit tidak bisa datang ke acara parets day di sekolah Sky dan Sora.


-Bersambung-


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2