SENJA

SENJA
NOVEL KE 3


__ADS_3


***


"Nenek, boleh Sora main di depan? Sora bosan ..." Keluh seorang gadis kecil yang masih berumur sekitar delapan tahunan.


"Boleh, tapi main disekitar masjid saja ya. Gak boleh jauh-jauh." Pesan seorang wanita paruh baya yang sedang memangkunya.


Gadis kecil yang cantik jelita itu berjalan setengah membungkuk, bibir mungilnya berulang kali mengucap "permisi" membelah barisan ibu-ibu yang sedang khidmat mendengarkan sebuah pengajian.


Ia berlari kecil menyusuri teras masjid, melepaskan kerudung yang ada dikepalanya karena ia merasa gerah. Rambut panjang yang terikat ekor kuda itu berayun ketika ia berlari menghampiri sandal miliknya.


Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat. Halaman yang dangat luas dengan sebuah sebuah gedung tinggi di sisi kanan dan kiri juga sebuah rumah yang berdiri indah diantara gedung tinggi itu. Sora yang bingung akan main dimana akhirnya ia memutuskan untuk duduk saja di teras masjid.


"Assalamu'alaikum rakyat Nabi Sulaiman, tolong dengarkan permintaanku. Aku ingin masjid ini bersih dan aku tidak ingin menyakiti kalian. Bisakah kalian pergi dan membuat sarang disamping masjid ini agar kalian selamat?"


Suara anak laki-laki terdengar menggelitik ditelinga Sora, hingga membuat gadis kecil itu mencari siapa pemilik suara dan siapa yang sedang diajaknya bicara.


Sora berjalan beberapa langkah ke sudut lain teras masjid, ia menemukan seorang anak laki-laki seumurannya yang sedang bicara dengan ... semut.


"Kamu sedang bicara dengan semut?" tanya Sora.


Anak laki-laki itu mendongakkan kepalanya menatap Sora yang berdiri didepannya. "Iya, memangnya kenapa?"


"Tapi mereka semut."


"Kalau semut memangnya kenapa?"


Sora terdiam memperhatikan sosok manusia aneh didepannya itu. "Mereka tidak bisa bicara,"

__ADS_1


"Mereka mahkluk istimewa, Allah menyebutnya dalam surah An-Naml ayat delapan belas, mereka tidak pernah tidur dan mereka selalu berdzikir pada Allah. Sebab itulah Rasulullah melarang manusia untuk membunuhnya dan mengajarkan bagaiamana cara mengusir mereka dengan baik."


"Dengan cara seperti itu?" tanya Sora tak percaya.


"Kamu meragukan Nabiku?" Ia melirik kerudung di tangan Sora, "Nabimu, juga." lanjutnya.


Sora menggeleng, "Aku hanya merasa asing karena baru mendengarnya."


"Aku akan menceritakan kisah Nabi Sulaiman dan koloni semut padamu,"


Anak laki laki itu tersenyum hingga memperlihatkan gigi gingsulnya yang membuat senyumnya lebih manis. Ia meraih kerudung Sora dan memakaikannya hingga menutup rambut Sora.


"Kamu cantik jika auratmu tertutup. Aku berharap kelak Allah mengirimkan wanita sepertimu untuk menjadi istriku, aku pasti akan sangat menyayanginya dan membuatnya bahagia. Seperti cinta Papa dan Mamaku."


Sora tertawa geli, "Kamu bicara tidak sesuai umurmu. Itu kata-kata orang dewasa."


"Aku hanya sedang berdo'a mengharapkan kebaikan dari Tuhanku untuk masa depanku, tidak salah kan?"


"Almeer!"


Teriakan seorang wanita dari sebuah rumah di ujung halaman terdengar nyaring.


Anak laki-laki didepan Sora itu melambaikan tangan, "Iya, Ma." Jawabnya.


"Aku harus pergi."


"Ceritanya?"


"Akan ku ceritakan ketika Allah mengijinkan kita bertemu lagi." Ia menuruni beberapa anak tangga dan memakai sandalnya.

__ADS_1


"Kasih tahu aku namamu!" Pinta Sora.


"Sagara Almeer!" Jawabnya sambil berlari meninggalkan halaman masjid.


Sora menatap kepergian Almeer dengan senyum kekaguman. Selepas ia melihat anak laki-laki itu menghilang dibalik pintu rumahnya, ia duduk menatapi semut-semut di bawahnya itu yang terlihat samakin sedikit dibandingkan ketika ia datang.


"Aku penasaran mendengar dia menceritakan kisah kalian padaku." ujar Sora.


***


Seperti halnya alinea yang membutuhkan penggabungan beberapa rangkaian kata dan kalimat untuk bisa terbentuk sempurna, begitu pula dengan kisah cinta yang membutuhkan rangkaian perasaan untuk menjadi sebuah kisah yang sempurna.


Berangkat dari sebuah tikaman tak kasat mata yang membuat hati begitu terluka, seonggok daging bernyawa mempunyai harapan untuk bisa mendapatkan sebuah cinta layaknya Rasulullah yang begitu mencintai Khadijah.


Mungkin semua orang bisa menentukan tujuan mereka, tapi tidak dengan apa yang akan mereka temukan. Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Disinilah sebuah perjalanan diantara suka dan duka dalam kehidupan yang terakit indah menjadi ALINEA KISAH CINTA.


***


Assalamu'alaikum teman-teman pembaca.


Kali ini aku mengeluarkan prolog untuk novel ketiga ku yang berjudul ALINEA KISAH CINTA. Kali ini aku mengambil karakter Sora dari novel yang berjudul SENJA dan Almeer dari novel yang berjudul Sang Pemilik Kehormatan untuk menjadi tokoh utama dalam novel ini.


Aku belum tahu mengeluarkan episode pertama untuk novel ini kapan, yang jelas novel ini akan keluar hari minggu tanggal 26 April 2020 pk. 23.01 WIB. Langsung masukin daftar favorit kalian ya biar ketika aku up episode pertama kalian tidK ketinggalan.


Terimakasih dukungan kalian untuk novel pertama dan keduaku. Semoga kalian juga akan menyukai ALINEA KISAH CINTA ini. Sampai jumpa di episode pertama.


Assalamualaikum, semoga sehat selalu untuk kita semua.


Aamiin.

__ADS_1


***


__ADS_2