
Setelah memgetahui hasil test urine ku, ibu menyuruh kami besok sore datang ke dokter kandungan, untuk lebih memastikan.
Ibu juga meminta kepada kami, minggu depan untuk datang lagi ke rumah, karena ibu akan membuatkan syukuran kecil-kecilan. Sebagai wujud rasa syukur, karena kami telah di percaya Allah, di beri karunia yang tak ternilai.
Kami sih nurut aja. Kata mas Arka, di iyain aja, biar ibu senang. Sebagai anak satu-satunya, pasti ibu sangat mengharapkan cucu dari kami. Dan satu kebanggaan, karena aku bisa secepatnya hamil.
Sorenya, kami pamit pulang. Ibu membawakan kami oleh-oleh bahan makanan. Banyak sekali, kayak orang mau buka warung sembako.
Ada beras, gula, minyak, lauk pauk dan juga hasil dari kebun belakang rumah. Semua masuk ke bagasi mobil.
Ibu juga berpesan, untuk membaginya pada tetanggaku yang super seksi, Yola. Karena setiap hari aku numpang makan di rumahnya.
Setelah banyak nasehat dan juga banyak oleh-oleh kami bawa, kami pun segera berpamitan.
Bangga aku mempunyai mertua yang sangat baik seperti mereka. Walaupun mereka tau, aku hanya anak yatim piatu yang tak punya apa-apa, tapi mereka memperlakukan aku dengan sangat baik.
Mereka menganggapku seperti anak mereka sendiri. Bahkan menurutku, ibu lebih perhatian padaku daripada ke mas Arka. Mungkin karena kami sama-sama perempuan.
Sampai di rumah, mas Arka segera membongkar oleh-oleh dari orang tuanya. Aku membantu membereskannya di dapur. Gak lupa aku menyisihkannya buat Yola.
Rencananya, besok siang aku akan mengantarkan ke rumahnya. Sekalian aku numpang makan, seperti biasanya.
Haduh, aku kok jadi malu dan gak enak hati. Masa setiap siang, aku mesti numpang makan di rumah Yola.
Aku pernah mencoba absen kesana, aku masak makanan kesukaanku, aku tidak bisa memakannya. Selera makanku hilang.
Aku juga pernah pesan makanan online, lewat aplikasi, buat makan siangku, tetep aja aku malas memakannya.
Bahkan pernah aku minta Yola, untuk memasak dan makan bareng di rumahku, tapi rasanya beda dengan saat makan di rumah Yola.
Aku sampai tak tau lagi mesti bagaimana. Segala cara sudah aku lakukan. Tapi aku tetap maunya, makan siang di rumah Yola dan yang aku makan adalah hasil masakan Yola. Bukan masakanku.
__ADS_1
Pagi harinya, kami melakukan aktifitas seperti biasanya. Aku dengan kesibukanku di dapur, menyiapkan sarapan pagi.
Mas Arka, dengan kesibukannya sendiri. Membersihkan mobil, dari rontokan-rontokan beberapa sayuran, yang kemarin dibawakan oleh ibu. Dan bersiap berangkat ke kantor.
Setelah mas Arka berangkat, aku masuk ke dalam rumah. Aku udah siapkan bahan-bahan pangan, oleh-oleh dari ibu. Yang akan aku kasihkan ke Yola, nanti siang.
Pagi ini aku tidak belanja ke tukang sayur, karena stock di rumah penuh. Dan juga nanti sore rencananya, kami akan ke dokter kandungan. Lalu makan di luar aja. Kata mas Arka itung-itung merayakan kehamilanku, kita nanti makan di luar. Terserah aku, maunya dimana.
Sambil menunggu waktunya makan siang, aku bebenah rumah. Semua pekerjaan rumah aku bereskan. Biar nanti sore tinggal memasak aja.
Hingga waktunya makan siang, aku bersiap ke rumah Yola. Aku udah masukan semua oleh-oleh itu ke papper bag besar.
Yola pasti akan senang dengan oleh-oleh ini, pikirku. Aku juga akan memberikan kabar bahagia, tentang kehamilanku.
Aku berjalan dengan mantap ke rumah Yola. Sampai di depan rumahnya, aku terdiam. Heran, biasanya pintu rumahnya di buka. Pikirku.
Ah, mungkin dia lagi di dalam. Lupa membuka pintunya. Aku pun segera mengetuk pintunya. Sekali. Dua kali. Dan tiga kali. Tak ada jawaban.
Aku segera bergegas pulang, papper bag nya aku bawa juga. Aku akan menghubungi ponselnya. Karena aku tak membawa ponsel.
Aku memang jarang bawa ponsel, kalau sedang makan siang di rumah Yola. Karena aku gak mau di ganggu, oleh suara-suara dari ponselku.
Sesampainya dirumah, aku coba chat di nomornya. Aku sempat melihat, dia chat terakhir tadi malam. Jam 00.00. Artinya, hari ini dia belum membuka chat lagi.
'Hay, Yola. Kamu ada dimana?'
Aku coba menanyakan lewat chat. Tapi kok centang satu? Itu artinya nomor hapenya sedang tidak aktif.
Aku coba cari status whatsapp nya, tidak ada. Yola memang jarang sekali membuat status di whatsapp nya. Katanya, ngapain bikin status-status segala? Lebay.
Gak perlulah, apa yang kita lakukan di ketahui orang lain. Gak perlu orang lain tau banyak tentang kehidupan kita. Gak ada untungnya. Begitu katanya.
__ADS_1
Yola memang pribadi yang tertutup, tidak seperti body nya yang di umbar dengan pakaian seksinya. Dia akan jutek pada orang yang belum di kenalnya.
Bahkan kadang kata-katanya pedas. Seperti padaku, sebelum kami saling mengenal.
Tapi setelah mengenalnya lebih dekat, dia sangat baik. Orangnya sangat terbuka. Ringan tangan juga. Aku aja sering di bantu mengerjakan kerjaan rumah, kalau dia lagi main ke rumahku.
Aku buka lagi whatsapp ku. Masih centang satu. Aku sedih, bagaimana aku bisa menghubunginya?
Oh iya, mungkin nomor hapenya aktif. Aku akan menghubunginya lewat panggilan telepon biasa. Tapi aku gak punya pulsa.
Karena keinginan bertemu Yola yang menggebu, dan udah laper juga, aku nekat berjalan ke depan komplek. Aku mau membeli pulsa di counter depan.
Alhamdulillah, counternya buka. Setelah terisi pulsaku. Aku segera kembali ke rumah.
Perjuangan yang luar biasa, untuk sekedar numpang makan siang. Batinku. Aku tersenyum sendiri.
Sampai di rumah, aku dial nomor ponsel Yola. Aku kecewa, sangat kecewa. Karena yang menjawabku, operator.
'Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif, atau berada di luar jaringan'
Lemas aku mendengarnya. Udah capek-capek jalan ke depan komplek mencari pulsa. Mana panas banget cuacanya. Hasilnya, Yola tetap tak bisa di hubungi.
Lalu aku siang ini makan apa? Sedangkan aku hari ini tidak memasak untuk suamiku. Karena kami nanti sore akan makan di luar.
Aku membuka aplikasi gofood. Aku akan memesan makanan online saja. Tapi, aku membuka aplikasi itu, aku shcrol dari atas ke bawah, balik lagi dari bawah ke atas, satu pun aku gak berminat.
Aku hanya menginginkan masakan Yola. Aku hanya ingin makan di rumah Yola.
Aku coba lagi membuka whatsapp, masih centang satu. Aku coba mendial nomornya, masih tidak aktif.
Aku sedih. Aku melamun sendiri. Mungkin salahku juga, dari kemarin tidak bertukar kabar pada Yola. Jadi dia juga tidak memberitahuku kemana dia pergi sekarang. Yola, kamu dimana? Aku laper banget.
__ADS_1