SUAMIKU STROKE tapi tidak MATI

SUAMIKU STROKE tapi tidak MATI
Bab 19 TERNYATA BERSAUDARA


__ADS_3

Aku sangat bahagia dengan pesta kejutan kecil, dari suami dan sahabat baruku. Ternyata masih ada orang yang mengingat hari kelahiranku. Sedangkan aku sendiri aja lupa.


Sambil menikmati makanan dan kue tart yang mereka bawa, kami bercerita seru-seruan.


Aku menceritakan apa yang aku lakukan seharian ini. Dari mulai makan siang yang gagal, gara-gara Yola yang tak ada di rumah. Matahari sedang panas-panasnya aku bela-belain membeli pulsa kw counter depan komplek, demi bisa menghubungi Yola. Sampai aku yang harus menahan lapar, sampai tadi.


Dan sebagai balas dendamnya, aku makan kayak orang kesetanan. Hampir semua makanan aku cobain. Mereka sampai heran melihatku yang seolah gak ada kenyangnya.


Mereka pun menceritakan tentang bagaimana mereka mempersiapkan acara ini. Aku memang sangat penasaran. Bagaimana mas Arka dan Yola bisa begitu kompaknya. Sedangkan selama ini mereka hampir tak pernah berinteraksi.


Ternyata kemarin saat di rumah mertuaku, bapak bercerita pada mas Arka. Kalau bapak punya sepupu yang sudah lama sekali gak ketemu. Sepupu bapak punya anak laki-laki, seumuran mas Arka. Namanya Deni.


Dulu waktu masih kecil, mereka sering main bersama. Saat itu mereka masih tinggal di kampung. Sampai kemudian orang tua mereka mempunyai rumah sendiri-sendiri, dan terpisah jauh.


Karena kesibukan masing-masing, hubungan mereka semakin menjauh. Dan hampir tak pernah bertemu.


Beberapa saat yang lalu, bapak bilang bertemu dengan sepupunya itu, tanpa sengaja. Mereka saling bertukar nomor hape, dan saling menceritakan kehidupan mereka saat ini.


Tanpa mereka duga, ternyata anak-anak mereka tinggal di satu komplek perumahan yang sama.


Sepupu bapak mengatakan, kalau anak laki-lakinya kini bekerja di kapal asing. Jadi jarang pulang ke tanah air. Dan di rumahnya, hanya ada istrinya. Karena mereka belum di karuniai anak.


Lalu mas Arka meminta bapak untuk meminta nomor hape nya Deni. Setelah bapak menghubungi sepupunya itu, dapatlah nomor hapenya Deni.


Dan mas Arka segera menghubunginya. Awalnya Deni bingung tentang mas Arka. Maklumlah mereka sudah sangat lama tidak ketemu.


Tapi kemudian, setelah bapak juga ikut nimbrung berbicara, baru Deni mengingatnya.


Lalu Deni mengatakan bahwa dia mempunyai rumah di sebuah komplek perumahan. Yang sekarang di tinggali oleh istrinya. Sementara dia bekerja di kapal asing dan jarang pulang ke rumah.

__ADS_1


Dari pembicaraan itu, ternyata mereka tinggal di satu komplek perumahan yang sama. Dan ternyata istri yang di maksud oleh Deni itu tak lain adalah Yola.


Dari situlah akhirnya mas Arka mendapatkan nomor hape Yola. Karena Deni menitipkan Yola, yang tinggal sendirian pada mas Arka.


Usut punya usut, malam setelah aku dan mas Arka pulang dari rumah ibu, ternyata mas Arka sempat menghubungi Yola. Saat itu, karena kecapekan, aku tidur duluan.


Dan kemudian mereka merencanakan semua ini. Karena mas Arka tau, hari ini adalah hari ulang tahunku. Mereka akan menyiapkan kejutan kecil, sekalian merayakan kehamilanku.


Jam dua belas malam, Yola mematikan hapenya yang selama ini digunakan untuk komunikasi denganku. Sementara untuk berkomunikasi dengan mas Arka, Yola menggunakan hapenya yang lain, yang aku belum tau nomornya.


Pagi sebelum aku keluar rumah, Yola pergi dengan mobilnya. Seharian dia di rumah salah satu temannya. Sambil menyusun rencana buat surprise party ini.


Kata Yola, sebenarnya dia kasihan padaku, pasti aku tidak makan siang. Karena Yola tau, aku hanya akan makan siang di rumahnya.


Tapi demi kelancaran acara, dia tega-tegain. Dan Yola tetap menonaktifkan hapenya.


Jam empat sore, selesai urusan kantor, mas Arka menemui Yola di rumah temannya. Setelah bertemu Yola, mas Arka pun ikut menonaktifkan hapenya.


Mereka pun tertawa terbahak-bahak. Mereka puas, karena acara mereka berjalan lancar.


Saking gemesnya aku dengan mereka, aku ambil krim dari roti tart, dan aku oles-oleskan ke wajah mereka. Jadilah kami saling membalas. Dan wajah kami penuh dengan krim.


Kami tertawa bersama setelahnya. Bahagia yang luar biasa. Karena ternyata tetangga yang tadinya aku anggap musuhku, akhirnya bisa jadi sahabatku. Bahkan sudaraku.


Sampai malam menjelang, kami baru membubarkan diri. Yola pamit untuk pulang. Dia mengucapkan selamat lagi padaku.


Dia berjanji akan ikut menjagaku, agar tak mengalami keguguran seperti dia dahulu.


Karena pasca keguguran, Yola harus di kurret. Dan dampaknya, dia jadi sulit untuk hamil lagi.

__ADS_1


Apalagi suaminya jarang pulang, maka semakin susahlah kesempatannya untuk hamil.


Hari-hari selanjutnya, mas Arka lebih tenang meninggalkan aku. Kadang mas Arka pulang sampai larut malam. Dan Yola dengan sabar menemani aku.


Kadang aku yang di rumah Yola, kadang Yola yang di rumahku. Tak ada lagi kecanggungan di antara kami. Karena hubungan kami lebih dari sekedar tetangga, tapi saudara.


Mas Arka memang gila kerja. Kalau sudah berurusan dengan pekerjaannya, tak ada yang bisa mengganggunya. Makanya kadang dia mematikan hapenya.


Tapi biasanya, sebelum mematikan hape, dia akan memberitahukan dulu padaku, agar aku gak khawatir.


Suatu saat mas Arka mendapat tugas keluar kota dari kantornya. Sampai beberapa hari ke depan. Sebenarnya dia ingin mengajak aku. Tapi karena dia lihat jadwalnya disana sangat padat, dia tidak jadi mengajakku.


Khawatir aku nanti bosan, di tinggal sendirian di hotel. Kalau di rumah kan, sekarang ada Yola yang nemenin.


Ya memang, aku lebih memilih tinggal di rumah, daripada sendirian di hotel. Bukannya gak mau menemani suami, tapi kondisiku yang sedang hamil juga.Mood ibu hamil kadang berubah-ubah. Gak stabil.


Kehamilanku sudah memasuki usia tiga bulan. Aku tak lagi meminta makan siang pada Yola. Keinginan itu hilang begitu saja.


Meski begitu, sebagai saudara dan sahabat yang baik, Yola masih sering mengirimiku masakannya. Karena dia juga gak mungkin menghabiskannya sendiri.


Dulu sebelum kenal denganku, dia sering mengantarkan sebagian masakannya, untuk satpam yang berjaga di pos depan komplek.


Itu juga kenapa dulu, Yola pernah memberikan kami sekotak makanan. Tapi kami malah memberikannya pada satpam. Ketika Yola mengetahui itu, dia sangat kecewa. Makanya saat itu dia membunyikan klaksonnya dengan keras, berkali-kali. Sebagai ungkapan kekesalannya.


Aku meminta maaf untuk hal itu. Memang waktu itu aku sangat berfikiran negatif pada Yola. Bagaimana tidak, dia malah memberikan kotak makanan pada suamiku. Bukan pada aku yang seharian di rumah.


Kata Yola, karena aku terlalu sombong padanya. Makanya dia malas memberikannya padaku. Tapi menunggu suamiku pulang.


Walaupun mas Arka selalu mengacuhkan Yola, tapi tidak terlihat memusuhinya.

__ADS_1


Kami pun tertawa bersama-sama mengingat peristiwa itu. Sama-sama negatif thinking. Eh, ternyata kita malah bersaudara.


__ADS_2