Tangisan Suci

Tangisan Suci
Keadaan ini


__ADS_3

setelah tenang dan hening...


"aku akan kembali untukmu...(menatap penuh kasih)". Romi


tidak ada jawaban namun Dimata Rama , Rumi sedang memperlihatkan harapannya kepada Romi.


"Kalian.... membatin". Rama


"aku kecewa denganmu Rama. dan yang perlu kau ingat jangan sekali-kali membuat Rumiku terluka dan merasa tertekan. aku akan berperang denganmu ..... (Romi pergi tanpa jawaban dari Rama yang sedari tadi berfikir dengan rasa campur aduknya)". Romi


ya Romi dan Satria masih sama-sama menahan untuk saling berbuat lebih , semua itu karena adanya sebuah perjanjian yang mereka masih akui dan jaga.


setelah kepergian Romi dari kediaman megahnya.


kini tatapan Rama peruntukkan untuk seorang perempuan yang sedang berdiri diseberang sana.


"jelaskan apa yang sudah kalian lakukan dibelakangku? (menatap dengan hawa menuntut ingin mendapatkan sebuah jawaban)". Rama


"seperti apa yang netramu sudah lihat (dengan gaya seperti biasa, datar)". Rumi


"kau...(Rama menunjuk dengan tatapan amarah tertahannya) jangan fikir aku akan memakai cara lembut lagi bila kau terus melawan seperti ini...!". Rama


"kapan aku melawanmu mas? lagi pula apa yang bisa aku lakukan hingga aku melawanmu. (perlahan Rumi melangkah berpaling tanpa berpamitan)". Rumi


"tunggu...". Rama


Rumi menghentikan langkahnya.


"hanya saja...aku bukanlah Rumi yang seperti yang kau fikirkan, seperti Rumi yang dulu yang selalu menurut dan selalu bisa kau sakiti.


Rumi yang sekarang tidak perlu meminta ijin ataupun minta persetujuan darimu terlebih dahulu". Rumi


Rumi melanjutkan langkahnya menuju kamarnya berada tanpa persetujuan dari Rama, drama yang sedang berlangsung di layar datarnya yang menampilkan kisah cinta yang berakhir dengan penyesalan seorang laki-laki yang telah menghianati cinta seorang perempuan yang benar-benar tulus mencintainya. drama itu seperti kisahnya bersama mantan sang istri.


cranggg......suara sebuah kaca pecah hingga terdengar nyaring diruangan itu.

__ADS_1


"argggghhhh....aku benci dengan keadaan ini". Rama


rama tidak segan-segan melemparkan sebuah pajangan berbahan keramiknya hingga mengenainya kaca televisi berlayar datar itu hingga pecah berantakan menambah kesempurnaan porak-porandakan ruangan itu.


"tuan...tolong tenanglah tuan.


mungkin nyonya belum bisa menerima dengan keadaan ini, kita pelan-pelan saja (sang asisten pribadinya mencoba menasehati)". asisten lufi


"diam kau, dan sebelum kau pergi suruh pelayanku untuk membereskan ruangan ini (Rama mengusir sang asisten yang beberapa tahun ini setia kepada-nya, asisten yang sabar dan selalu ada disaat ia butuhkan)". Rama


"baik tuan.


(ada rasa yang rumit, jujur untuk sesama lelaki lufi ikut sedih dengan kisah cinta dari tuanya, kenapa perempuan yang bernama Rumi sangat kaku untuk diluluhkan, kisah apa yang sebenarnya yang sudah ia lewatkan? dalam benaknya)". lefi


📲 *"(nampak Rama meraih benda pipih di sakunya dan nampak Rama tengah berbicara dengan seseorang diseberang sana dengan keseriusan tingkat tingginya) aku menginginkan kabar baik darimu...!".* Rama


📲 *"siap tuan, tidak ada yang bisa lari dari jangkauan tangan ku...(orang diseberang sana)".* suruhan Rama


Rama selang beberapa waktu menyusul Rumi kekamarnya.


"buka pintunya, (Rama menggedor kasar) buka...(disaat Rumi tidak memperdulikannya).


brakkkk....(suara sebuah pintu yang terbuka karena dibobol /dipaksa dibuka).


(Rama mulai masuk dan mengedarkan pandangannya hingga matanya tertuju pada kamar mandi yang memperdengarkan gemericik air yang sedang mengalir).


huffft....(nampak Rama mencoba meredakan amarahnya beberapa kali Rama terlihat menghirup udara secara perlahan dan teratur)". Rama


cklekkk...(suara pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok yang terlihat lebih segar dibandingkan beberapa hari lalu).


"mas kenapa kau ada disini (Rumi melihat Rama dengan tenang duduk disebelah sisi kasurnya, ia melihat pintu sudah terbuka lebar seingat dirinya pintunya sudah ia kunci)". Rumi


"aku...(Rama sedikit kaget dengan nada bicara Rumi yang terasa begitu lembut tidak seperti tadi disaat Rumi meninggalkannya diruang tengah)aku hanya ingin memastikan mu baik-baik saja...!". Rama


"aku baik-baik saja mas (Rumi menyembunyikan keterkejutan dan ketakutannya, berada sekamar dengan orang-orang seperti ini baginya adalah sebuah dilema yang harus bisa ia dikendalikan)". Rumi

__ADS_1


"Rumi, (Rama bangkit dan menuju kearahnya)". Rama


"oh, tuhan jangan biarkan ia melakukan kejahatan padaku...membatin.


kau mau apa mas,...(dengan nada melembut)". Rumi


"aku menginginkan kita seperti dulu lagi. menikahlah denganku kembali (disaat Rama tepat berada dihadapannya dengan berusaha terus membujuknya)". Rama


"mas...kau tau kan aku sudah menikahi orang lain, aku tidak mungkin menikah denganmu lagi (mencoba dengan mempertahankan posisinya)". Rumi


"Satria sudah aku lenyapkan, dan begitupun dengan Ardi, aku sudah melenyapkannya semua orang-orang yang menghalangiku untuk mendapatkanmu aku sudah melenyapkannya (nada Rama lembut namun tatapannya menghunus tepat diarah manik bermata bulat milik Rumi). dan kau segara akan mendapatkan kabar kematian dari Romi...(Rama membalik posisikan diantara dirinya dan diri Rumi) persiapkanlah dirimu esok kita akan melangsungkan sebuah pernikahan (Rama berlalu dengan langkah puasnya melihat Rumi diam tanpa bisa menyanggahnya lagi membuat jiwa Rama merasa menang)". Rama


setelah kepergian Rama.


"mas Satria...!.


kak Ardi....!. tidak, tidak kalian tidak boleh meninggalkanku...tidak ...ini tidak mungkin.


ahhh.... perutku, perutku kenapa begitu terasa sakit.


bertahanlah sayang.


(Rumi perlahan mendudukan diri di kasur empuknya dan mencoba tenang dengan keadaan ini. ia menyadari bayi yang dikandungnya ikut merespon dengan perasaan yang ibunya rasakan.


dengan mengelus pelan dan mencoba menenangkan diri agar emosinya bisa terkontrol Rumi mencoba mengatur nafasnya. di kehamilan trisemester pertamanya mungkin saja ia bisa kehilangan bayinya jika ia tidak pintar untuk mengendalikan perasaannya. kejadian dan tragedi yang berurutan disebabkan oleh orang yang sama membuat Rumi sedikit mengerti dan mengalah dengan keadaan ).


nommy yakin Daddy Satria dan om Ardimu masih hidup. kita akan tetap bertahan, kita harus kuat...kau ingin melihat Daddy Satriamu dan om ardimu kan sayang... bertahanlah... bertahanlah untuk mommy...(dengan isakkan yang pelan dengan mengelus dan mengajak sang calon buah hati berbicara Rumi mencoba menegarkan diri ,ia tidak mau sampai menyesali kebodohannya jika bayinya tidak mampu bertahan dirahimnya baginya anak yang dikandungnya adalah segalanya)". Rumi


_skip_


pernikahan yang Rama dan Rumi langsungkan adalah pernikahan kedua yang singkat pernikahan ini mengingatkan Rumi dengan pernikahan yang lalu dirinya bersama sang mantan yang kini sudah resmi kembali menjadi suaminya.


setelah benar mendapat kabar bahwa Romi mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan Romi hidup didalam tidurnya, Rumi yakin yang menjadi suaminya ini adalah manusia berhati iblis.


ia tidak akan terlihat lemah lagi ia akan mengikuti alurnya dengan keyakinannya untuk tetap melakukan hal yang terbaik untuk dirinya dan orang-orang yang ia sayangi.

__ADS_1


"akhirnya aku memilikimu lagi sayang... tetaplah bersamaku, tetaplah menjadi istriku ( tatapan itu begitu lembut namun bagi Rumi tatapan itu tidaklah lain tatapan yang sangat memuakkan Rama akan terlihat baik ketika ia menginginkan sesuatu yang ia inginkan)". Rama


__ADS_2