
* disebuah ruangan khusus *
"kalian taukan siapa tuan kita!?.
(dengan nada tegasnya, terlihat sosok berwujud tinggi besar, berhidung mancung berkulit putih ,rambut ikal dan berbulu lebat dengan raut disiplinnya tengah berdiri menatap tegak lurus di depan beberapa puluh orang yang berdiri bersejajar dengan rapih menghadap kearahnya )
dan kalian akan menyesal bila berani mengabaikan peraturan yang satu ini.
dengarkan dan ingat dengan apa yang aku ucapkan ini selama kalian mau tetap tinggal disini dengan keadaan baik-baik saja.
jangan pernah sekali-kali ikut campur dengan hal apapun mengenai masalah pribadi diantara hubungan tuan dan nyonya besar kita, terutama mengenai masa lalu tuan dan nyonya kita.
ini berlaku untuk siapapun juga tanpa terkecuali kau (menujuk pelayan yang tadi pagi bersama Rumi hingga membuat pelayan yang ditunjuk menjadi gemetar dan menunduk).
kita disini hanya memiliki sebuah kewajiban yaitu bekerja tanpa melakukan sebuah kesalahan sekecil apapun, kalian mengerti (memberi arahan dan perintahnya)". kepala pelayan
"kami mengerti (semuanya serempak tanpa terkecuali)". semuanya
"bagus, (yang masih mengarahkan tatapanya kearah pelayan yang tadi pagi bersama Rumi)". kepala pelayan
sementara itu Rumi nampak sedang rebahan dikamarnya, memanjakan disetiap sendi-sendinya menikmati waktu tanpa sebuah beban yang berarti dengan sekeranjang aroma terapi.
🌾 Di kediaman Ardi 🌾
"kau mau kemana lagi Nona, tidak baik untuk kandunganmu bila kau terus dengan aktivitas padatmu apa kau mengabaikan vonis dokter...aku mohon tetaplah dirumah biarkan aku yang mengurus semuanya diluar sana (Ardi menggenggam tangan wanita keras kepala yang Setiap harinya semakin menjadi)". Ardi
"bukanya kau sudah berjanji tidak akan pernah untuk menghalangi kesenanganku, dia hanyalah seorang dokter Ar, dia bisa saja salah mengenai pemeriksaannya (acuh)". Nona
bip...bip... terlihat sebuah mobil mulai memarkirakan lajunya dihalaman yang lumayan luas milik Ardi.
"itukan mobilnya mas Satria ....bergumam (dengan seringai senangnya seakan menyambut)". Nona
dan Ardi mendengar gumaman milik istrinya itu yang terkesan selalu berlebihan kepada Satria.
nampak satria perlahan keluar dan melangkahkan kakinya kearah dimana sudah terlihat Ardi dan Nona diambang pintu yang nampak melihat kearahnya dengan membawa sebuah box berukuran lumayan besar dikedua tangannya.
__ADS_1
"siang kak Ardi, siang kak Nona (senyum ramah namun terkesan berbeda dimata Nona) aku mengembalikan ini ...aku hanya bisa menitipkan semuanya kepadamu kak!, tolong diterima". Satria
terlihat Satria membawa sebuah box, entah apa itu isinya box itu terbungkus rapat yang bermaksud ia serahkan atau titipkan kepada Ardi.
"siang (senyuman menawan dan melirik kepada box tersebut)". Nona
"hem...siang juga, apa ini Satria? (Ardi menggapai dengan penasaran)". Ardi
"ini benda milik Rumi kak, aku harap suatu saat Rumi bisa melihatnya". Satria
"huffftt....(Ardi menaruh box tersebut disebelah pintu dan menepuk pundak Satria pelan), aku turut prihatin dengan keadaan ini... aku tidak menyangka ini akan terjadi diantara kalian.
aku tau ini bukanlah soal yang mudah untukmu dan Aydan, tapi aku mohon kuatlah untuk anak kalian (bersimpati)". Ardi
"terima kasih kak, aku akan berusaha untuk tetap setia dan menerima meskipun aku masih belum bisa merelakan dengan semua yang sudah terjadi diantara kami, aku berjanji akan memprioritaskan Aydan!
... maafkan aku kak, aku bukanlah seorang suami yang baik untuk adikmu, aku telah gagal menjaga dan membahagiakannya bahkan sekarang....(ucapanya terhenti nadanya berubah dengan getaran bibirnya hingga Satria tidak mampu membuka netranya sejenak)". Satria
"sudah tidak apa-apa..., (lagi-kagi Ardi menepuk pundak lawan bicaranya. sementara itu istrinya masuk kedalam tanpa kata) aku yakin kau bisa , bersabarlah meskipun aku sendiri belum tentu bisa seperti mu.
aku tau kau adalah seorang laki-laki yang baik Satria. dan percayalah aku selalu mendoakan dirimu dan Aydan.
"ekhm.... mas (nampak Nona dengan sebuah nampan dan diatasnya terlihat dua cangkir dengan bentuk lucunya).
kau sungguh tidak sopan Ar, apa kau tetap membiarkan tamu kita hanya berdiri disini tanpa menyuruhnya masuk , (Nona yang ngotot ingin pergi dari rumahnya bersama suami seketika menguap keinginannya disaat Satria berkunjung yang membuat Ardi cukup menahan gejolak hatinya untuk sekian kalinya)?".Nona
"oh...maaf, mari ...(dengan susah payah Ardi menahan emosinya terhadap istrinya disetiap berdebat atau sekedar memutuskan suatu pilihan bersama sang istri yang dinikahinya sekitar 3 bulan lalu, Ardi mengajak Satria untuk masuk kedalam tapi Satria menolaknya secara sopan)". Ardi
"terima kasih kak, aku rasa aku tidak memiliki waktu yang cukup. kita akan segera berjumpa lagi.. (bermaksud berpamitan)". Satria
"Hem... kenapa buru-buru mas dirumahkan ada gladis dan Caca Aydan akan baik-baik saja dengan mereka.
lagian tidak baik loh menolak yang sudah disajikan ...(senyuman menawan)".Nona
drtttt...drttt.... seluller Satria berdering.
__ADS_1
📲 *" assalamualaikum...., em... baiklah aku akan segera pulang ..(panggilan ditutup)". Satria
"Hem... siapa mas!, apa itu dari gladis (antusias menyelidik tanpa memperdulikan raut Ardi)?". Nona
"ya, yang menelponku barusan adalah gladis dan aku rasa aku harus segera pergi.
(dan beralih kepada Ardi) jangan berkata keburukkan untukmu dan adikmu kak, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian. Kalian adalah bagian terpenting dihidupku (menegaskan dengan sopan).
aku pamit kak, dan terima kasih atas segala bantuan kakak kepadaku dan Aydan ". Satria
awalnya Ardi meminta kepada Satria untuk mengurus Aydan bersama-sama karena Ardi tau Aydan adalah anak Rumi juga, ya Aydan adalah anak dari adik semata wayangnya Arumi Fitrian, seperti Raka, namun Satria melarang karena Satria tau jika Ardi ikut mengurus Aydan maka otomatis ia akan lebih sering bertemu dengan Ardi dan Nona.
Satria tau betul perlakuan Nona seperti apa disaat bertemu dengannya dan Satria tidak mau kalau hubungan diantara kakak iparnya itu berantakan karenanya karena salah paham.
disaat ada Ardipun Nona terkesan berani menggodanya apa lagi disaat pernah tidak sengaja bertemu hanya berdua, maka Nona akan bertindak lebih kepadanya.
entahlah meskipun Nona sedang mengandung anak dari kakak iparnya sendiri Ardi namun seakan Nona mengabaikan siapa dirinya dan status apa yang dia punya.
maka dari itu Satria berusaha menjauh dari keluarga kecil Ardi , termasuk Dimas.
hubungannya bersama Dimas yang Pernah terjalin seperti seorang kakak beradik kini pudar karena kejadian 3 bulan yang lalu disaat Rumi mengalami sebuah kecelakaan yang disengaja pelakunya.
yang mendatangkan amukan dari seseorang yang bernama Rama Wijaya.
yang telah memberikan peringatan keras kepadanya.
ternyata perempuan yang menabrak Rumi adalah dara yang bisa meloloskan diri dari pulau yang terpencil milik keluarga Wijaya.
dara masih diberi kesempatan berkeliaran karena anak buah Rama ada yang berkhianat dan membebaskan dara karena atas nama cinta.
dengan kekuasaan dan kekuatan Rama, dara dengan sangat mudah ditangkap beserta kekasihnya (anak buah Rama) dan eksekusi m..-i sedangkan anak yang terlahir dari rahim dara ia berikan kepanti dimana panti keluarga Wijaya berdiri (dirubah nama dan garis keturunannya).
sedangkan Kenz dan Romi masih rahasia keberadaanya ya mereka masih hidup, masih bernafas sampai sekarang juga.
"hati-hati....(Ardi melihat kepergian Satria dengan membawa iba, betapa kasihannya seseorang dengan rupa rupawan, laki-laki dewasa yang sangat ia kasihi seperti Ardi mengasihi Rumi adiknya sendiri)". Ardi
__ADS_1
ya Satria menunggu tanpa sebuah kepastian, ia membiarkan Rumi hidup bersama suami barunya namun tidak untuk menceraikannya, ia menerima namun tanpa rela.
ia memutuskan akan menghabiskan waktunya untuk mengurus Putra tercintanya Aydan tanpa seorang pendamping yang sangat ia cintai lagi seseorang yang bernama Rumi.