Tangisan Suci

Tangisan Suci
Ada apa denganmu mas 2


__ADS_3

# flash back #


1 bulan yang lalu.


gladis yang mendapatkan kabar dari Ardi dengan rasa senang segera menghubungi Dimas dan meminta Dimas untuk mengantarnya ke apartemen milik Ardi.


"gladis, pada benar Ardi memberikan kabar tentang kakakmu? (ada raut senang namun ada perasaan lain yang menggelayuti Dimas)". Dimas


"itu benar pak dosen Dimas, om Ardi memberitahu kepadaku tentang keberadaan mas Satria , om Ardi bilang mas Satria terlihat disebuah kamera pengawas yang ada di kopi shopnya ,dan Caca juga melihat akan keberadaan Daddynya...(dengan raut Sungguh-sungguh ya kabar akan keselamatan mas satrianya adalah sebuah anugrah bagi dirinya dan Caca)". gladis


sedangkan Adam beserta Ardi dan Caca sudah nampak menunggu disebuah meja pertemuan.


selang beberapa waktu.


"ini kabar bagus... ternyata teman seperjuanganku yang telah bertemu lebih dulu dengan dosen Satria". Ardi


"alhamdulillah....syukurlah akhirnya Daddy Satriamu bisa kita temukan ca". gladis


"eem,..Caca sangat bahagia bi gladis, Caca yakin Daddy masihlah hidup... (dengan mata yang berbinar-binar dengan isakkan harunya)". Caca


gladis dan Caca saling berpelukan.


"ternyata nona bawel itu... bergumam". Dimas


"kenapa kau menyebutnya dengan sebutan nona bawel? dia baik kak, hanya saja dia sedikit galak itu juga bila posisinya merasa terancam, oh...ia kejadian apa yang sudah kalian langsungkan hingga kalian terlihat akrab seperti itu (Ardi sedikit menggoda di saat Dimas memasang matanya malas disaat dikomputer milik Ardi menunjukkan sebuah gambaran rekaman sosok gadis cantik dengan gaya dewasanya dan sedikit tomboy meskipun tidak menghilangkan kesan sexynya)". Ardi


"tidak usah membahas tentangnya, aku bisa-bisa sial bila berdekatan dengannya. kau fokuslah dengan dosen Satria saja...(Dimas menggurui dengan nada sedikit kesalnya ketika Ardi malah menggodanya)". Dimas


sedangkan Adam, hanya menyimak.


"perseteruan apa yang sudah terjadi diantara dosen tampan ini dengan perempuan yang ada di layar itu hingga rautnya terlihat malas ketika membahasnya... membatin". Adam


dan Adam terbayang akan kondisi terakhir Adam melihat Satria yang terpisah dari Caca yang terseret arus deras sungai pada waktu itu.


"maaf tuan Ardi, tapi kenapa tuan Satria tidak segera mendatangi atau mencari akan kabar dari keluarganya apa ini terlihat tidak aneh (Adam dengan pemikirannya)". Adam

__ADS_1


"entahlah Adam, aku bangga padamu dan aku sangat banyak berterima kasih padamu atas segala bantuan mu". Ardi


"sama-sama tuan, kita adalah keluarga seperti apa kata nyonya Rumi (hatinya masih bergetar disaat bibirnya menyebutkan satu nama itu meskipun Adam sudah berusaha untuk move on)". Adam


disinilah mereka berada disebuah kopi shop milik Nona yang menurut Dimas perempuan gila dengan aksi anarkisnya.


Ardi memutuskan untuk menghubungi Nona, dan alangkah baiknya disaat nona menyambutnya dan mendapatkan tatapan kagetnya dari Nona bagaimana tidak Nona ketika waktu itu menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya ketika ardi ditembak oleh para tuan-tuan berkuasa.


"Ardi , apa ini kau kawan...(Nona menepuk-nepuk pipi Ardi dengan tatapan tidak percayanya disaat rombongan yang dipimpin Ardi tengah memasuki kopi shop miliknya)". Nona


"ini aku , aku masih hidup...(dengan senyum ramahnya)". Ardi


" ini sebuah keajaiban bagiku Ardi... syukurlah... (tatapan senang Nona sebagai kawan)".Nona


ya pada waktu Dimas mencari keberadaan Rumi dan keluarga kecilnya Dimas merasa putus asa ditambah kehilangan sosok Ardi yang ia sudah anggap sebagai adik kandungnya sendiri membuat Dimas hampir menyerah di fikirnya kenapa dan keluarga kecilnya selalu dihadapkan dengan sebuah perpisahan, disaat itu pula Alan yang tidak biasa memberikan kabarnya dengan-nya memberikan bantuannya dan memberikan nomer milik Adam dan disana Dimas meminta nomer Adam dan betapa ia dikejutkan oleh seseorang yang sudah dinyatakan sudah tiada, ya Ardi dinyatakan meninggal oleh seorang perempuan yang dulu memukulinya dengan tas kecilnya.


dengan segera Dimas ketempat Adam yang terbilang jauh dari daerahnya dan sesampainya disana Dimas mendapatkan Ardi dan bonus Caca kecil dengan sejuta ceritanya.


betapa sesaknya disaat Caca kecil bercerita tentang kebahagiaan Rumi bersama keluarga kecilnya dan betapa lebih sesaknya disaat lagi-lagi tuan Rama yang berkuasa merecoki kehidupan seorang gadis yang begitu Dimas sayangi.


"aku hampir tidak percaya kawan, mari silahkan duduk...(nona mempersilahkan tamu spesialnya Ardi dan rombongan dan tatapan Nona beralih kepada sosok menyebalkan dengan rupa rupawannya! apa rupawan, apa tidak salah? Nona menggelang-gelengkan kepalanya hingga membuat yang ditatap merasakan pandangan sinisnya)". Nona


"sedekat itukah Ardi dan perempuan ini.


perempuan aneh...membatin. (disaat Dimas melihat perempuan yang memandang kearahnya dan dengan tiba-tiba menggeleng-gelengkan kepalanya disaat perempuan itu nampak memikirkan sesuatu dalam diamnya)". Dimas


mereka masuk keruang tamu yang Nona sudah persiapkan, ya Ardi menghubungi Nona untuk berkunjung membawa keluarga besarnya, namun Ardi belum mengetahui bahwa Satria mengalami sebuah masalah dengan ingatannya.


dan disamping itu Nona sama sekali tidak menyangka akan kedatangan dan penampakan Ardi kekopi shopnya untuk menemui Satria yang Nona kenal sebagai Arif beberapa bulan lalu.


namun langkah mereka terhenti disaat Caca kecil berteriak dan berlari kearah seseorang yang baru masuk dari arah depan pintu dengan seragam yang sama dengan karyawan kopi shop yang Nona miliki.


"Daddy....(disaat mata kecil Caca melihat sosok yang begitu ia sangat rindukan, dengan semangat langkah kecilnya Caca berlari kearah Satria dan memeluknya)". Caca


"hei...anak manis, kau siapa nak kenapa kau memanggilku dengan sebutan Daddy? (Satria menangkap tangan kecil Caca yang melingkar diperutnya)". Satria

__ADS_1


deggggg......


semua orang yang ada di sana terheran dan kaget dengan penuturan Satria tidak terkecuali dengan Nona yang kaget dengan penuturan dari Caca ,memanggil arifnya dengan sebutan daddy, sebenarnya siapakah Arif mengapa ia tidak menceritakan ini dari awal bahwa dia sudah memiliki keluarga?


bukan salah Arif dan bapak tua itu juga sih, ya pada beberapa bulan lalu Nona lah yang berniat menolong bapak tua dan Satria yang nampak bingung berada dilingkungan kota.


dengan rasa yang ada Nona mulai mendekati Satria dan menawarkan bantuannya ya Nona disini mengagumi sosok Satria pada padangan pertamanya, karena ketampanan dan bahasa sopan dan aura rahasia yang menuntun hatinya untuk mendekat pada sosok Satria.


satria bekerja ditempat Nona ya sebagai balas jasa karena sudah membantunya disamping itu Satria tidak mau kalau terus-terusan merepotkan bapak tua.


dengan gaji yang cukup besar Satria akhirnya menyetujui ajakan dari Nona untuk menjadi karyawan dikopi shopnya, tanpa pengalaman dan syarat apapun Nona menerima Satria sebagai karyawan membuat iri diantara karyawan yang lainnya. namun satria dan Nona tidak menyadari akan hal itu.


_skip_


"jadi memang betul mas Arif ini adalah Daddynya gadis manis ini (nona mengelus sayang rambut panjang milik Caca disaat gladis memberikan bukti keluarga mas satrianya disana terlihat sebuah foto dengan sebuah gambaran orang-orang terkasihnya .


kedua mendiang orangtuanya, gladis dan mas Satria dan Caca kecil sebuah foto keluarga yang terasa kurang lengkap yah kemanakah ibu Caca, kenapa tidak ikut berfoto disana?)". Nona


"ahhhh.....(Satria nampak memegangi kepalanya disaat ia mulai mengingat foto-foto yang ada disana, hingga membuat insan yang ada diruangan itu panik)". Satria


"Daddy...(Caca menangis namun gladis dan Nona berusaha menenangkan)". Caca


"Satria sebenarnya apa yang terjadi padamu,kenapa kau tidak mengenali kami...(nampak Dimas tidak sabar)". Dimas


"cukup tuan ,apa kau tidak lihat mas Arif terlihat kesakitan (Nona menghalau Dimas yang mencoba menekan Satria)". Nona


"cukup aku mohon bijaklah dalam hal ini...( Ardi menengahi)". Ardi


melihat nona dan Dimas seperti musuh Ardi terlihat tidak percaya. ya sejatinya Dimas dan Nona adalah insan yang sudah matang dan dewasa tapi ketika dipertemukan kenapa seperti anak kecil yang tengah bermain perang-perangan.


"Ardi , temanmulah yang duluan membuat suasana semakin rumit (Nona membela diri, entah rasanya badmoodnya muncul ketika dirinya melihat sosok tampan didepannya itu rasanya laki-laki itu memiliki sisi negatif)". Nona


"perempuan aneh, bisakah kau tidak terlalu untuk santai... lihatlah dia adalah anaknya dia butuh penjelasan sekarang juga mengapa Daddynya sendiri tidak mengenali anaknya, (dan beralih kepada Satria, rasanya Dimas geram kepada Satria yang terkesan sedang berakting) satria katakan pada semuanya kenapa kau sampai tidak mengenali kami bahkan anak dan adikmu sendiri". Dimas


"cukup.... hentikan , apakah tuan Satria tengah mengalami hilang ingatan? (Adam yang semula diam memberikan kesimpulan yang terlintas dibenaknya)". Adam

__ADS_1


hening.....


__ADS_2