Tangisan Suci

Tangisan Suci
Trauma 1


__ADS_3

terlihat Rama dan Rumi tengah duduk


diruang tamu saling berseberangan hanya sebuah meja yang memisahkan diantara keduanya.


sedangkan Ardi , Dimas dan Raka hanya melihat dari arah yang berjarak.


netra Rama memperhatin dengan sangat intens kepada seseorang yang berada didepannya itu, betapa Sempurnanya mantan sang istri.dengan mata bulat dengan tatapan jernihnya, rambut panjang yang selalu setia ia gerai itu menjadi salah satu khasnya, bertubuh ideal beserta putih mulus kulitnya itu benar-benar membuat seorang Rama tidak rela untuk melepaskan sosok Rumi. ditambah ketulusan sang mantan kekasih yang bisa menawan hatinya itu membuat Rama semakin menyesali akan kesalahannya di waktu masa silam.


"Rumi... maafkan aku...(bibirnya mulai bergerak dengan nada menyesalnya) maafkan atas semua kesalahanku yang pernah aku lakukan kepadamu dan Raka. aku Sungguh menyesalinya.". Rama


"Hem.... huffftt....(nampak Rumi beberapa kali memejamkan netranya dan menghembuskan nafasnya mengatur supaya ia bisa menguasai keadaan, ya Rumi akui dirinya masih sangat trauma dengan sosok Rama) aku, aku sudah memaafkanmu mas...(dengan sedikit menundukan pandangannya)". Rumi


kegetiran disaat Suara itu tidak memanggil dirinya sebagai orang yang terkasih lagi.


"terima kasih... terima kasih sudah memaafkan diriku... Rumi kemana saja kau selama ini ,aku begitu sakit dan gila disaat kau pergi membawa Raka untuk meninggalkan diriku? apakah kau tau ,aku sempat gila dan beberapa kali hampir kehilangan nyawaku...aku sungguh masih sangat mencintaimu sayang...!!.". Rama


"hiks.... maafkan aku mas, aku memutuskan untuk meninggalkanmu disaat kau mengabaikan kami. itu benar mas diwaktu itu kau sudah benar tidak menganggap keberadaan kami, melihat dirimu memperlakukan kami demikian membuat rasa cintaku telah memudar dengan sendirinya. (ya Rumi tidak membahas tentang dara, baginya tidak ada masalah dengan dara , karena masalah itu datangnya dari diri ia sendiri dan mantan suaminya sendiri jikapun mantan suaminya benar mencintai dirinya dan anaknya pastilah suaminya akan lebih memihak kepadanya namun kenyataan sudah berkata dengan jawabannya bahwa dirinya dan anaknya sudah tidak penting lagi bagi mantan suaminya. sekeras dan segigih apapun Rumi berusaha, Rama tetaplah milik dari seorang dara kekasih hati yang sesungguhnya)kita tidak bisa untuk bersama lagi mas... maaf mas persaaanku sudah benar pudar kepadamu...". Rumi


"maafkan aku... maafkan aku ternyata selama ini aku salah...dara bukanlah perempuan baik, dia hanyalah perempuan jahat yang sudah memperalatku...". Rama

__ADS_1


"apa bedanya dara dan diriku mas, akupun bukanlah perempuan baik...aku hanyalah perempuan dengan segala kekuranganku, maaf mas aku rasa kita sebaiknya mengubur masa yang pernah sudah ada. masa yang pernah kita lalui sebaiknya kita jadikan semuanya sebagai masa lalu dan kenangan. huffft... (nampak Rumi mengatur nafasnya, ini memang tidaklah mudah untuk kedua-nya terlintas bayangan masa-masa yang penuh keindahan yang pernah mereka lalui disaat berdua namun rasa sakit dan luka yang Rama torehkan lebih Besar hingga membuat sosok Rumi menyerah. dengan keyakinan yang nyata Rumi menggerakkan bibirnya untuk sebuah keputusan ) Sekarang waktunya menatap masa depan. kisah kita sudah berakhir mas.". Rumi


"tidak...kau sangatlah berbeda rumi , kau dan raka adalah segalanya bagiku. maafkan aku...kumohon...(Rama bangkit dan melangkah memutari meja berbentuk oval itu, mendekat dimana Rumi tengah duduk cantik ,Rama merosot dengan lutut dilantai tepat dihadapan Rumi...dan meraih tangan Rumi yang Rumi letakkan di pangkuannya) maafkan aku... aku mohon berikan aku kesempatan kedua, aku ingin kita memulai lagi dari awal...aku masih sangat mencintaimu dan sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu...aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku yang dulu pernah aku lakukan. aku mohon... berikan aku kesempatan kedua Rumi....". Rama


melihat itu Dimas mulai gerah ada kilatan cemburu yang sangat jelas yang ia perlihatkan.


Dimas melangkahkan kakinya disaat netranya melihat Rama berulah , memulai aksinya.


"tidak mas.... maafkan aku ,aku memang telah memaafkanmu tapi maaf aku tidak bisa mas, hatiku sudahlah milik orang lain.(Rumi melepaskan genggaman ditangan Rama namun Rama tetap mempertahankannya.) mas lepaskan mas...". Rumi


"kenapa kau menolakku Rumi ? aku tidak bisa hidup tanpamu lagi... tidak aku biarkan kau memberikan hatimu kepada orang lain. (dengan gerakan cepat Rama melepas kerinduannya yang menggebu-gebu yang ia tahan untuk beberapa hari lalu dengan memeluk erat tubuh milik sang mantan istrinya itu dengan posesifnya,ia menghirup dalam-dalam aroma khas tubuh milik sang mantan yang dapat menenangkan memberikan rasa tersendiri)".Rama


"mas... lepaskan mas..mas...(Rumi merasa tidak baik, ada kilatan yang mengingatkan dia kepada masa yang silam ketika Rama memaksanya)". Rumi


"ahkh.....(Rumi menjerit terkejut)". Rumi


"kau... berani-beraninya menghajar seorang Wijaya, aku tidak ada urusan denganmu dosen...(dengan mengelap darah segar yang meleleh dipelipisnya)". Rama


"kau mengganggu dan membuatnya menangis itu menjadi urusanku sekarang...!". Dimas

__ADS_1


"br..-sek, (Rama tidak terima, temperamennya bangkit seketika entah menyangkut seorang rumi membuat gairahnya bangkit, 5 tahun silam ia bagaikan seorang yang tanpa energi kini kekuatan terbesarnya dengan sekejap muncul lagi hingga Rama melupakan pesan dari sang mom Amanda dan dad Samuel untuk *tidak memaksa dan menerima kenyataan dengan lapang, ditambah janjinya kepada Satria tidak akan membuat Rumi menangis lagi dan menyakiti perasaannya*. satu rasa yang muncul yaitu rasa ingin memilikinya *Rumi* seorang Rama telah kembali.


terjadi aksi baku hantam diantara keduanya Rama dan Dimas, sementara itu Ardi nampak kualahan memisahkan keduanya karena keterbatasannya.


sedangkan Rumi hanya menangis menjerit-jerit histeris dengan merangkul anak kesayanganya.


Raka menyadari sang mommy tidaklah baik, dengan keberaniannya dan ide khas bocahnya Raka pergi meninggalkan sang mommy yang lemas dengan tangisanya dan Raka kembali membawa sebuah selang yang panjang selang itu terhubung dengan keran air yang berada di samping rumahnya.


"hentikan , (Raka menyemprotkan air dengan energi lepasnya hingga membuat ketiga laki-laki dewasa yang nampak kacau itu basah kuyup dan menghentikan aksinya)". Raka


hahhhh....huhhhh...hahhh....ketiganya nampak menetralkan detak jantung yang bergemuruh itu dan menoleh kearah Dimana Raka tengah berdiri dengan aura yang tidak bisa diartikan.


"Kalian berdua seperti anak-anak ,(dengan khas bentakkan anak berumur 7 tahun)". Raka


Ardi dan Dimas saling adu pandang.


"Raka....(dengan nada lemahnya, Rumi yang terkenal dengan segala energinya melemah ia tidak bisa dengan mudah mencerna semua kejadian ini dengan waktu yang singkat. pertama pernikahanya yang Secara paksa dan akhirnya gagal, kedua harus mendapati orang yang paling berharga dihidupnya meninggalkannya *ibu Rosa*, dan ketiga kembalinya Rama dengan segala pengakuanya dan ditambah dengan keributan yang tiada usianya.


Rumi dengan perlahan menutup matanya tidak sadarkan diri ini untuk kedua kalinya ia tidak sadarkan diri *pingsan* dalam waktu dekat ini)". Rumi

__ADS_1


"mommy....(Raka berlari dimana sang mommy tergeletak dengan begitu saja, dengan sembarangan membuang selang yang masih mengalirkan air)". Raka


begitupun dengan ketiganya Ardi , Dimas dan Rama Mereka menghampiri Rumi yang sudah menutupkan netranya.


__ADS_2